Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 23


__ADS_3

Malamnya, "eh, aku mana tau, rumah pria itu" ucap ayahnya sambil berpikir dan mondar mandir di ruang tamu. Di dalam kamar "aduh aku tidak bisa tidur" pikir Rina. "Lebih baik aku minum dulu" ucap Rina sambil bangun dari tempat tidur dan menyalakan lampu, lalu keluar kamarnya. (Rina tidak melihat ayahnya mondar-mandir karena tidak fokus) lalu Rina pun kedapur membawa gelas dan teko lalu menuangkan air nya. Rinapun minum (glek, glek glek), "ah segarnya, sekarang pikiranku lebih jernih". Ucap Rina sambil berjalan keluar dapur. "Eh ayah?" Pikir Rina. "Ayah?" Ucap Rina, tapi ayahnya tidak mendengar, Rina pun mendekati ayahnya "ayah!!?" Ucap Rina nada tinggi. "Eh, putriku,, kamu belum tidur?" Ucap ayahnya sambil terkejut. "Sejak kapan kamu disini?" Ucap ayahnya. "Barusan kok, cuma aku panggil ayah gak ngerespon, jadi aku dekatin ayah." Ucap Rina. "Ada apa putriku?" Ucap ayahnya berkeringat. "Gak ada apa-apa, cuma, kenapa ayah mondar-mandir?, tidak biasanya ayah seperti itu" Ucap Rina heran, karena ayahnya bertingkah aneh.


"Biasa nak, ini hanya pekerjaan ayah" ucap ayahnya tersenyum. "Owh, ok, semoga teratasi yah" ucap Rina tersenyum manis, ayahnya tersentuh. Ayahnya menampar pipinya sendiri dengan kedua tangannya. "Baiklah" ucap ayahnya semangat. Rina tersenyum lega "aku kekamar dulu yah" ucap Rina. "Baiklah nak, terima kasih, hehe" ucap ayahnya.


"Ada yang aneh dengan ayah, biasanya walaupun sulit karena pekerjaannya, ayah tidak pernah mondar-mandir, ini terjadi saat Rio datang" pikir Rina sambil mau membuka pintu kamarnya. Lalu Rina melirik kebelakang. Rina melihat ayahnya sudah duduk. "Eh dia normal lagi, apa ini hanya perasaanku saja," pikir Rina lalu masuk ke kamarnya. Rina pun ke kasur lalu mematikan lampu, dan mulai memejamkan matanya.


"Fiuh, apa Rina sudah tidur?" Pikir ayah Rina. Ayahnya ke ruang kerja lalu membuka Whenapp web. "Semoga hp anaku online" pikir ayahnya sambil memejamkan mata. Saat ayahnya membuka mata ternyata tersambung dengan Whenapp Rina. "Wow, syukurlah bisa." Pikir ayahnya sambil menggerakan tangan dengan bilang "yes". "Jangan salah paham ini hanya untuk memantau putriku" ucap ayahnya dengan suara pelan. Lalu melihat chat teratas dan disana tertulis nama Rehan. Lalu "Siapa Rehan ini?" Ucap ayah Rina sambil mengklik foto profil nya. "Dia sedikit mirip dengan Rio." Ucap ayah Rina " Tapi kenapa Rio rambutnya merah meski ada hitam sedikit?, Jangan-jangan si Rio ini anak nakal," ucap ayah Rina.. "putriku yang polos dan cantik, jatuh cinta sama anak nakal?, Tidak bisa dibiarkan" ucap ayah Rina sambil mengepalkan tangannya. Lalu mau memukul Rina tapi tidak jadi "tapi aku tidak mau membuat putriku sedih", ucap ayah Rina menurunkan pelan-pelan tangannya. "Inikah dilema?, Haha" pikir ayah Rina tertawa.


Lalu ayah Rina mengambil handphone yang ada di saku celananya dan menyalin nomor Rehan. Lalu ayah Rina mulai membuka chatting dengan Rehan.


Hallo, ini dengan ayah Rina, apa kamu tau orang bernama Rio? Ujar ayah Rina di whenapp


Disisi lain handphone Rehan menyala dan bergetar di ruang tamu. Kebetulan disana ada ibu Rehan, dan melihat handphone Rehan menyala, lalu mendekati nya. "Anak ini, dia tidak membawa handphone nya ke kamar". Ucap ibunya, "siapa juga malam-malam gini" ucap ibu Rehan lalu melihat jam yang menunjukkan pukul 11 malam. "Eh hallo..." Pikir ibu Rehan karena membaca teks yang ada di depan layar handphonenya Rehan. Lalu membuka nya ternyata tidak memakai kunci. "Gak ada nama?, Ini dari siapa?" Ucap ibunya sambil mengklik chat itu. Lalu membacanya "halo, ini dengan ayah Rina, apa kamu tau orang bernama Rio" ucap ibu dalam hati.


"Eh ayah na Rina?" Ucap Ibu Rehan. "kenapa dia menanyakan Rio jam segini, dan juga bertanya ke Rehan?" Ucap ibunya heran. Lalu ibunya membalas chat dari ayah Rina itu ..


Iya, tau dia anaku. Balas ibu


"Buuffft" ayah Rina menyemburkan ludah. "Apa??, Di-dia(Rio) anaknya bocil ini" ucap ayah Rina kaget sambil menyusut ludah yang ada di bibirnya. "Keluarga gak jelas iniii, apa aku merelakan anakku ini -_-' " ucap ayahnya. "Tapi belakangan ini anakku selalu murung dan sekarang dia terlihat lebih baik setelah si bajingan (Rio) ini datang" pikir ayahnya sambil menggigit jempolnya pelan.

__ADS_1


Oh, maaf mengganggu, boleh saya minta alamat nya, saya akan kesana besok pagi. Ujar ayah Rina di chat.


Oh bisa, balas ibu Rehan, lalu ibu Rehan mengirim alamatnya. "Aduh aku harus bersih-bersih nih" pikir ibunya. Tiba tiba di belakang ada yang meluk. "Ayah!!" Ucap ibu Rehan kaget. "Ada apa sayang?" Ucap ayah Rehan. "Ini, ayah nak Rina mau datang besok pagi" ucap ibunya sambil memperlihatkan chatnya. " Pfft hahahaha" ayah Rehab tertawa terbahak-bahak sambil melepas pelukannya, dan memukul-mukul pahanya sendiri. "Ih sayang kau kenapa sih, nanti anak-anak bangun!" Ucap ibu Rehan. "ah maaf-maaf, gak papa sayang" ucap ayah Rehan, pipi nya menggembung menahan tawa. Lalu ke kamarnya. "Dia kenapa sih" pikir ibunya. Lalu melihat handphone tertanyata sudah ada balasan, "terima kasih, ya selamat malam" ucap ibu dalam hati karena membaca balasan dari ayah Rina


Owh iya sama-sama. Balas ibu Rehan


Di kamar Orang tua" tadi aku gak salah lihat kan?, Itu handphone nya Rehan" ucap ayah Rehan pelan. "Tidak mungkin salah, aku yang membelinya, pfft" ucap ayah Rehan. Lalu di belakang dengan tiba-tiba suara pintu terbuka, sontak ayah kaget lalu melihat kebelakang, ternyata itu istrinya. "Eh sayang, yuk tidur aku sudah lelah nih kerja lembur". Ucap ayahnya sambil naik ke atas kasur. "ya udah deh, besok ku tanya kenapa dia tertawa sampai segitunya" pikir ibu. Lalu ibu pun mengganti baju dan ikut ayah yang sudah tertidur lelap. "Heh dia sangat kecapean" pikir ibu lalu mengecup pipi ayah lalu mematikan lampu dan tidur.


Pagi-pagi sekali keluarga nya budiman (keluarga Rio) sudah bangun. Ibunya yang bangun awal lalu membangunkan semuanya. "Ada apa sih," Rehan keluar kamarnya setengah sadar lalu ke kamar mandi disana dia mengambil air dengan tangannya lalu membawa sikat gigi, tiba-tiba.... "Sikat gigimu yang disebalahnya" ucap suara di sebelah. "Siapa?" Ucap Rehan sambil melihat kesamping "kakak!!!" Teriak Rehan yang awalnya tidak semangat jadi semangat. "Ka...." Sebelum berbicara Rio menempelkan jari telunjuk nya ke bibir Rehan "ssstts" desis Rio. Rehan menganggukkan kepalanya. Lalu mereka pun menyelesaikan membasuh wajahnya dan keluar kamar mandi. "Kakak kapan kamu kembali?, Ku kira akan langsung pulang" ucap Rehan semangat. "Aku lelah, jadi pulang,hehe" ucap Rio tersenyum. "Eh kakak juga merasa lelah?" Ucap Rehan. "Iya lah, meski gini awalnya kakak manusia biasa, dan juga belum terbiasa beraktifitas tengah malam, seperti mereka" ucap Rio. "Owh,,, ngomong-ngomong kenapa ibu membangunkan kita pagi-pagi buta." Ucap Rehan. "aku juga penanaman, yuk bersiap lalu ke ruang tamu" ucap Rio. "Siap kak" ucap Rehan semangat. Dan mereka pun ke masing-masing kamar dan bersiap. Rio memakai baju dan jaket keren itu. Dan Rehan memakai baju biasa bergambar singa.


Rio dan Rehan keluar kamar lalu mereka berdua mengangguk dan berjalan ke ruang tamu.


....Beberapa saat yang lalu..


"Sayang bangun!" Ucap ibunya sambil menggoyangkan tubuh ayah. "lima menit" saut ayah. "Ih sayangg!!" Teriak ibu , "apa??" (Set set set) ayah Rio bangun sambil menampilkan gerakan aneh.


Setelah ayah Rio tersadar mereka berdua melongo. (Ibunya ada setetes keringat di kepala -_-'). "Aduh sayang cantik ini masih pagi sekali ayah lelah" ucap ayah . "Tenang saja, aku sudah membawa air hangat untuk membasuh muka ayah, hehe" ucap ibu tersenyum sambil memberi baskom kecil.Dan ibu tersenyum licik sambil memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang kemarin malam bahkan yang gak jelas sekalipun. (Ayah merasa kecil di hadapan senyum licik ibu). Ayah tersenyum kaku.


...Balik masa sekarang.

__ADS_1


"Yah tadi aku gak tau sekarang tau, hihi" ucap Rehan tersenyum. Dan mereka pun duduk. Ibu terlihat malu. "Eh ibu kamu juga kenapa?, Apa jangan-jangan kerja lembur itu adalah..." Sebelum Rio menyelesaikan Kalimatnya Rehan berbicara "membuat adik baru, mungkin kali ini perempuan" .... "Bisa aja kamu!!" Ucap ibunya sambil menjewer telinga Rehan. "Aduh duh duh, sakit bu" ucap Rehan merintih kesakitan. Lalu ibunya pun melanjutkan bicara "Ibu salah bicara kemarin ke ayah na Rina." Ucap ibu sambil memegang pipi. Dan Rio pun bicara


"Lalu ada apa nih?," Tanya Rio. "Sebenarnya....." Ibu Rio menceritakan kejadian di malam hari itu.


"Apa?? ayah kak Rina mau datang!!" Teriak Rehan sambil tiba-tiba berdiri. "Da-dan juga i-ibu mengatakan kak Rio anaku dengan handphone ku?" Ucap Rehan (gambaran berkeringat banyak)


Ayahnya di samping mengantuk dan hampir tertidur. (Memejamkan mata sambil duduk).


"Maaf ya anaku , nanti ibu jelaskan kesalah pahaman ini" ucap ibu sambil tersenyum manis. "Aduh, untung dia ibuku" pikir Rehan sambil mengepalkan kepalanya yang di sembunyikan.


Disini Rio (gambaran berkeringat mengalir deras dikepalanya). Dan Rehan melihatnya "ada apa kak?" Ucap Rehan yang duduk kembali. Lalu Rio pun merangkul Rehan "Ayah Rina itu terlihat sangat galak, dan pecinta putri sendiri" ucap Rio membisiki Rehan, Rehan pun mengangguk-angguk dan membayangkan nya (aneh-aneh). "Ada apa nih bisik-bisik" ucap ibunya. "Ini bu, ayah Rina terlihat membenciku, apalagi ada kesalahpahaman, pasti dia berpikir kita keluarga aneh" ucap Rio. "Apa?? Tapi kenapa?" Ucap ibu, Rehan menganguk penasaran ke arah Rio.


Rio hanya menggeleng kan kepalanya,(tanda tak tahu). "Kamu kan kerumah kak Rina kak" ucap Rehan . "Iya tapi aku gak masuk, mungkin ini juga karena ayah Rina melihatku berpelukan dengan anaknya,hehe" ucap Rio sambil menggaruk pipinya pelan karena malu. "Owh kamu dah berani peluk perempuan ya anaku Rio" ucap ibunya sambil tersenyum mengancam. "Woah kakak kamu beruntung sekali, kak Rina yang sangat cantik menyukaimu,hahaha" ucap Rehan. "Apaan sih, ha-habisnya saat aku ke rumah Rina, yang membuka pintu adalah Rina, dia tiba-tiba memukul pelan dadaku sambil menangis" ucap Rio serius. "Haah, jadi begitu, mungkin saja itu hanya kemarahan singkat, karena melihat anaknya di peluk" ucap ibu Rio. "Untuk menyelesaikan kesalahpahaman ini, ayah yang akan membuka pintu nanti, ya kan ayah?" Ucap ibu , tapi ayahnya tidak menjawab "yah?" Ucap ibu sambil melihat ayahnya, ternyata ayahnya sudah di alam lain. "Ayah!!" Teriak ibu, "siapp!!" Ucap ayah dengan sigap dan berdiri tiba tiba dengan tangan hormat. "Pfft" "hahaha" kedua anaknya tertawa melihat ayahnya. Lalu ayah nya melihat mereka tertawa, lalu memukul meja, "sudah puas tertawanya" ucap ayah kesal. "Iya ayah" ucap keduanya serius sambil menahan tawa. "Udah-udah,...ayah kamu yang akan membuka pintu ketika tamu datang," ucap ibu. "Iya-iya," saut ayahnya sambil bejalan. "Ayah kamu mau kemana?" Ucap Rehan. "ke kamar mandi" jawab ayah. Setelah selesai mencuci muka. Lalu ayah pun kembali ke ruang tamu


Mereka berbincang selama sejam dan sekarang menunjukan pukul 5 subuh..


Setelah beberapa saat, (tok tok tok) suara ketukan pintu.


Keluarga budiman merespon ketukan itu dan ibu mengangguk ke ayah. "Baiklah-baiklah" ucap ayah sambil berdiri dan berjalan menuju pintu.

__ADS_1


__ADS_2