
“Anak-anak ayo berkumpul” ucap salah satu panitia “berbarislah yang rapi,ok” ucap salah satu panitia juga, Rio mengikuti baris berbaris itu dimalam hari. orang orang mulai bergumam “mau apa kita?? Malam malam begini”. “Sepertinya kita akan melakukan jurit malam”..”aduh”.. “bagaimana kalau ada apa apa”..”tenang saja. Kan rutenya sudah disiapin sama panitia”(murmur murmur).. dalam hati Rio“waah sepertinya ini akan menarik, hehe” dengan ekspresi seperti orang jahat.
“ciee senyum senyum sendiri”
Sontak Rio langsung melihat-lihat belakang dan samping, “apakah dia adalah gadis yang waktu itu?”Rio bergumam dalam hati,,
karena gelap, Rio tidak bisa melihat dengan jelas kalau memang benar itu dia, Dalam hati Rio “mau apa lagi sih dia”..lalu Rio dengan santainya bilang “geez siapa ya?”
Gadis itu menjawab dengan nada kesal “haah? Masa kau lupa sama gadis cantik ini” gadis ini bergumam “nih orang gak tahu atau pura-pura gak tahu”.
Dalam hati Rio bergumam” pede banget nih cewek” dan Rio menjawab “ooh” dengan nada datar.
“ooh?” dengan nada kesal, lalu tiba tiba “PERHATIAN-PERHATIAN” harap tenang ini sudah malam jangan terlalu banyak bicara, nanti takutnya adaaa.. dengan nada menakuti “Warrghh” hahaha, dengan suara keras. Kata salah satu anggota “iih ibu, jangan menakut-nakuti dong” anggota yang lain juga menyaut “iya, malah ibu yang lebih berisik dari kit…” si ibu memotong perkataannya “sudah, sudah ibu minta maaf hehe”,,, Dia adalah wali kelas Rio namanya Tuti, dia orangnya sedikit antusias dan ekspresif.
__ADS_1
“Heh, orang sangat bersemangat ya, cukup gila juga berteriak dimalam hari, di hutan lagi” ucap Rina. “Hussh, kalau kedengaran dia. kau bilang itu, kau akan di… sebelum menyelesaikan perkataanya guru tersebut sudah berada di belakang orang tersebut sambil memegang pundaknya dia bilang “ kau akan di apa?” dengan langsung menengok lalu bilang “aku belum menyelesaikan kalimatku jadi diaam..” dengan suara yang perlahan mengecil dia melihat gurunya, ibu itu bilang “akan di apa?” sambil tersenyum mengerikan,,,, murid itu mengeluarkan suara “aahhh” suara seperti mendesah dan bergumam “sampai jumpa di alam lain”(T-T).. sambil di seret oleh guru tersebut.,, (=_=’) seperti itulah wajah Rio saat melihat orang itu diseret.
“kok tiba-tiba ada disana,haha” ucap anak yang di depan, “ntahlah” saut anak yang di sebelahnya.
“baiklah anak-anak” bu Tuti menyela pembicaraan mereka berdua, otomatis mereka langsung sigap dan diam… “kalian yang sudah pernah kemping pasti tau kan kita mau apa”,,,, ucap bu Tuti didepan anak-anak tersebut.
“tauu” saut anak-anak,,,, lalu bu Tuti “kamu” sambil menunjuk salah satu anak “kita sekarang mau apa?” “kita akan melakukan jurit malam bu” saut anak tersebut,,,, “benar, kita akan menjelajahi hutan ini dengan rute yang sudah di tentukan” jawab bu Tuti dengan lantang.
“baiklah kalau begitu sekarang ibu akan membagi kelompoknya” lalu bu Tuti membagi kelompok.
“Baiklah kalau nanti ada pertanyaan bisa di tanyakan kepada mentor kalian” lalu bu Tutipun pergi.
__ADS_1
**dan ternyata Rio sekelompok dengan Rina, “wow, kau sangat beruntung sekelompok dengan gadis cantik ini, hahaha” dengan nada sombong sambil bercanda,, “iya, iya” saut Rio sambil samar-samar merasakan seperti ada yang mengintai dirinya,, lalu Rio pun pergi, dan Rina mengikuti Rio,,
“mau apa kau?, kenapa kau mengikuti ku?” tanya Rio,,, “tidak apa apa lagian kita kelompok tiga, jadi masih ada waktu” ucap Rina,,, “hadeeeuh, bukan itu masalah nya aku adalah laki-laki dan kau seorang gadis” kata Rio,,, “akhirnya kau mengakuiku sebagai seorang gadis, haha, tidak apa-apa lagian kita masih anak-anak,,, apa jangan jangan kamu berpikiran negativ saat melihatku?” ,, “huush, se-sembarangan kau” sambil memerah. lalu gadis itu menatap Rio dengan senyuman manisnya “la-lagian aku ini laki-laki normal”,, ucap Rio dengan tergagap, “dan juga dengan teknologi sekarang anak-anak SD juga sudah pintar hal begituan” ucap Rio dengan percaya diri palsu,,, “heeeh, kau banyak bicara juga ya, kirain kamu bakal kayak Robot yang dingin itu yang mengulang-ulang katanya,, ucap Rina nada mengejek,, “walaupun tatapanku dingin aku bukan orang yang bersikap dingin, Cuma karena aku jarang bersosialisasi aja” pernyataan Rio
“eeeh” Rina terkejut, “kalau begitu perkenalan ulang?” ucap Rina sambil mengulurkan tangan“hmm, baiklah” Rio pun mengulurkan tangan “Rina” sambil terseyum manis,,, “jadi, aku teman pertamamu kan?”,, ucap Rina “hmmmp” saut Rio dengan nada malu, lalu pergi,,, “hehe” senyum kemenangan Rina,,,
Rio terus bergumam “Dari tadi perasaanku gak enak terus, apakah ada yang mengikuti ku?, menurut komik yang kubaca selalu seperti itu sih,,, tidak, tidak ini kan kenyataan”,, ucap Rio dengan resah. kata hati kecil Rio “yah lebih baik aku berhati-hati sih”,,, lalu memperingati Rina sebaiknya kau berhati-hati tempat ini terlalu aneh,,, jangan sampai kau pergi sendiri”,,“ini kan hutan, tentu saja banyak hal aneh” jawab Rina dengan tenang “Tidak, perasaanku mengatakan ada sesuatu yang lain, seperti ada kehadiran lain diantara kita”,,,,”haha, kau terlalu sering baca novel dan komik” nada mengejek Rina.
Di sisi lain dikegelapan disebuah pohon, ada seseorang yang sedang memperhatikan Rio, Orang misterius ini hampir pingsan akibat teriakan bu Tuti.. gumamnya “sial, teriakan tadi membuat telingaku berdarah, apa dia seorang monster berkedok manusia?”
__ADS_1
Lalu di kedalaman hutan bahaya mendekat “ AKAN KUBUNUH MANUSIA ITU”,,,,,,,,,,dengan nada menggeram