Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 12 bingung


__ADS_3

Riopun bangun tidur, mandi dan sarapan. Lalu berangkat sekolah di perjalanan Rio terus merasa lapar "aneh banget, bukanya tadi udah sarapan ya" ujar Rio memegang perut. "yah tidak usah dipikirkan nanti juga normal" ucap Rio lalu berlari kesekolah. Setelah tiba di kelasnya Rio duduk di bangkunya dan melihat Rina. "dia pendiam banget sih, berbeda dengan Rina yang ku kenal". Ucap Rio sambil melihat Rina. Rina kelihatan risih dengan tatapan Rio "ada apa sih dengan pria aneh itu" pikirnya dalam hati. Lalu gurupun datang dan belajar seperti biasa sampai jam istirahat, "aduh, lelah banget dan sangat lapar" ucap Rio, lalu Riopun berlari kekantin agar dapat yang pertama. Lalu Rio pun memakan makanan itu, tapi rasa laparnya tidak kunjung berhenti. Lalu bel masuk pun berbunyi, Riopun masuk kekelasnya kembali dan duduk dibangkunya "haah, haah." Rio terengah-engah. "Rio apa kamu tidak apa-apa" ucap guru itu. Rio hanya bisa melihat guru itu dengan penglihatan buram. "ayo, kita ke uks" guru itupun mengankat Rio dan membopongnya ke uks. Setengaj sadar di uks Rio samar-samar mendengar suara ibunya, "Rio bangun". Lalu Rio pun bangun sambil mengankat tangannya dia bilang "ibuu". Namun saat dia bangun dia malah melihat Rina, "Ri-Rina?" ucap Rio, "apa yang kamu lakukan disini?" tanya Rio. "entah mengapa aku malah mengkhawatirkan mu, kalau gitu aku pergi" ucap Rina lalu pergi.


"apa? Kenapa dia bertingkah aneh?, ini bukan ilusi kan?, tapi rasa laparku sudah hilang" ucap Rio kebingungan. "apakah ini harga aku hidup kembali?, tidak, tidak aku belum tahu apa itu nyata atau cuma mimpi dan khayalanku saja" pikir Rio.

__ADS_1


Riopun menjalani kehidupan yang membosankan lagi. Dan Rina juga cuek pada Rio jadi Rio kesepian kesehariannya terus berulang seperti itu.


"hadeuuh aku harap ini ilusi, dan kejadian itu nyata" ujar Rio berharap.

__ADS_1


"Kalau begitu aku rubah sajalah sikap anti sosial ini" , ucap Rio sambil mengepalkan tangan nya, "di mulai dari keluargaku* ujarnya semangat. Riopun memulai percakapan ringan," a-anu ibu apakah ibu ada waktu Rio mau bicara". Dan begitu juga kepada ayah dan adiknya, adiknya sempat mengejek. lama kelamaan Riopun bisa bercanda dengan keluarganya." hari-hari ini Rio berubah ya" ucap Ibu Rio merasa lega, "iya, dia bukan anak introvert lagi" ucap ayahnya tersenyum. "apakah ini keajaiban dunia? " ujar Rehan kaget. "yah, ini keajaiban dunia, haha" jawab ayahnya tertawa sambil tolak pinggang.


Dan Riopun melanjutkan kesehariannya dengan berbincang di kelasnya. Kecuali Rina, dia selalu menolak berbicara, "Rina seperti aku yang dulu" ujar Rio bingung. Namun Rio tidak menyerah agar bisa berbicara dengan Rina, dia berusaha seperti Rina yang ada dalam kejadian itu agar bisa berbicara dengan Rio yang antisosial, namun semakin Rio berusaha Rina malah semakin cuek. Dan tidak terasa satu tahun berlalu. Dia sudah bisa mengakrabkan diri dengan masyarakat, tapi tidak dengan Rina. "ini, aneh semakin aku banyak berbicara gadis itu malah makin jauh, mungkin ku cuekin aja deh" ucap Rio bingung. Selama satu bulan Rio cuekin.. Rina pun merasa kesepian karena tidak ada yang menggangunya lagi, dan Rinapun seperti merasakan samar samar pernah kehilangan Rio. "ini aneh apakah aku pernah dekat dengannya?" ucap Rina tiba-tiba mengeluarkan air mata. "Apaa! Air mata?, tapi kenapa" ucap Rina menangis. Lalu dia pun berlari di lorong kelas untuk menemui Rio, Dan tiba-tiba kehidupan damai itu berakhir.....

__ADS_1


****Note: disini Rio tidak tahu bahwa Rina memang sering di perhatikan dan dia benci orang yang tertarik padanya, makanya sifatnya berubah kepada Rio. Dikejadian sebelumnya Rina berubah karena Rina pikir sikap Rio sama sepertinya, bahkan Rio mengabaikannya jadi Rina sangat tertarik pada Rio, Rina memulai obrolan pertama agar Rio bisa tertarik, Rina berusaha ini itu sampai Rio berteman dengannya.*****


__ADS_2