
Hage menerjang lalu melompat dan memukul Rio di bawah. Hage menghantam tanah, hingga hancur di sekitar hage saja. karena Rio menghindar.
Sial, mood ku jelek gara-gara si Sherly Pikir Rio sambil mengamati Hage yang di selimuti debu akibat hantaman Hage ke tanah tersebut.
Kenapa sih aku susah banget merasakan keberadaan Hage ini lanjut pikir Rio dengan waspada.
(Wus Wus) Suara tenaga dalam yang di lemparkan satu cakaran membentuk bulan sabit datang secara horizontal dari dalam debu yang berterbangan tersebut.
Apa?? lambat sekali Pikir Rio tersenyum.
Rio membalas serangan tersebut dan bahkan menyerang balik dengan kekuatan nya. Rio sangat serius, Rio langsung menerjang masuk kedalam debu itu. Rio berputar di tengah debu yang berterbangan itu dan menghasilkan angin untuk menghilangkan debu itu. Saat debu itu hilang, Hage tidak ada disana.
Apa dimana dia?? Pikir Rio waspada sambil melihat kiri kanan dengan gesit, dan posisi siaga.
Rio POV
Fokus Rio, tenanglah dan rasakan. Pejamkan matamu. sambil memukul pipi sendiri.
Tarik nafas Rio, tapi kenapa dia belum menyerangku? Sambil memejamkan mata dengan posisi kuda-kuda beladiri.
"Ackk" Suara kesakitan karena di tendang dari depan.
"ohokk" memuntahkan darah
Apa-apaan, tapi bagaimana Sambil menyusut darah itu.
Setelah kupikir-pikir daerah ini hanya sebatas ini saja. tidak ada tempat untuk bersembunyi Sambil membuka mata dan melihat sekitar
mungkin jawabannya adalah dia berada di tanah. kalau begitu aku harus memastikan nya.
Aku langsung memejamkan mata dan fokus. Aku sangat fokus untuk dapat merasakan angin menyatu dengan diriku. Dan ku tajamkan juga pendengaran ku.
Disanaa..
Aku langsung membuka mataku lalu melihat Hage menyerang dari atas dan menangkisnya
"Hoo" Ucap Hage sambil seperti terlihat kagum.
Aku tersenyum lalu menyerang balik dengan jurus cakaran yang di lempar (tenaga dalam).
"Sepertinya kau tidak serius."
"Apanya yang tidak serius?" Tanya Hage sambil melompat menghindari seranganku.
"yang barusan, kau tidak menggunakan serangan yang di awal tadi"
(tess serrt) Suara pelan mendaratnya Hage ke tanah.
Apaa?? tenang sekali dia mendarat
Aku melihat gerakan Hage sangat lembut sekali
lalu aku pun menerjang Hage dengan gerakan ku yang siap melepas kan cakaran.
.....................
Hage POV
Beberapa saat yang lalu
Hooh, sepertinya dia kesal dengan bawahannya
sambil melipatkan tangan.
Tanpa pikir panjang aku langsung menyerang Rio. (BAM) Suara hantaman ke tanah.
Menarik....dia bisa menghindari seranganku. kalau begitu bagaimana dengan ini. Sambil melepaskan cakaran (horizontal)
Aku menyerang nya di dalam kumpulan debu, sehingga Rio ini tidak bisa membaca pergerakan ku.
Namun yang membuat ku terkejut, dia malah menerjang masuk ke dalam debu. lalu dalam sekejap semua debu itu lenyap.
lalu aku melompat kebelakang nya, yah selama ini aku di belakang Rio (titik butanya).
Alasan aku tidak terdeteksi dan tidak terlihat, setiap Rio melihat sekitar. Aku hanya mengikuti gerakan kepala nya di belakang.
Gerakan cepat hampir seperti tidak menyentuh tanah.
.................
Author POV
__ADS_1
Sepertinya Rio sudah mengetahui gerakannya Hage. Namun Rio tidak tau kalau Hage menghilang itu ada di belakang Rio.
Sherly yang sedang menonton pun heran. "Krauk" Kenapa dia tidak menyadari nya? Pikir Sherly sambil memakan popcorn.
Tapi ini sangat menarik, aku harus meminta Hage mengajarkan teknik itu Pikir Sherly sambil memakan popcorn dan tersenyum mengerikan.
Rio menyadari senyum Sherly.
Kenapa dia?? Pikir Rio sambil menatap tajam Sherly, dan Sherly yang sedang duduk pun langsung bersiul.
"Kenapa kau jarang sekali menyerang?" tanya Rio sedikit kesal.
dia diam?, tentu saja bodoh. pertanyaan yang sangat tidak berguna Pikir Rio, tapi tiba-tiba Rio kepikiran sesuatu.
Lalu Rio pun melakukan gerakan aneh. Bahkan dengan gerakan aneh itu Hage masih bisa mengikuti gerakan kepala Rio dari belakang.
Itu tidak akan berguna, ini adalah "sembunyi yang sempurna" kalau dalam 1 vs 1 Pikir Hage sambil tersenyum.
Dan tiba-tiba (wus) Suara lemparan Cakar yang di hasilkan tenaga dalam dari Rio.
Apaa? Hage kaget lalu menghindar.
dari sinilah Hage sudah tidak bisa sembunyi lagi. Rio tersenyum.
Rio melancarkan serangan yang kedua. serangan yang cukup besar untuk menghalangi
pandangan Hage, sambil Rio melompat ke arah Hage. Untuk pertama kalinya Hage terkena pukulan di wajah oleh Rio bahkan sampai berdarah. Hage pun jatuh dan terlempar cukup jauh dari jarak Rio.
"Hahaha, Hebat juga kau bocah, bahkan tanpa menahan kekuatan sedikit pun." Ujar Hage bangun sambil menyusut darah yang ada di bibirnya.
Rio langsung memberikan cakaran tenaga dalam lagi dan menerjang di belakang carakan.
dengan cepat Hage langsung berada di belakang Rio dan langsung memukulnya. Rio menahan serangan tersebut. Rio berputar lalu menendang Hage. Hage terhempas ke belakang (srett) Suara gesekan kaki Hage di tanah. kedua tangan Hage menahan serangan Rio.
"Bagus, tidak menahan diri sedikit pun" Ucap Hage tersenyum.
Rio langsung berada menerjang Hage. Hage membalas dengan sebuah pukulan berat. dan timbulah benturan kekuatan dari keduanya. keduanya terhempas.
Sherly yang sedang menonton semangat sekali menghabiskan popcorn. Saat dia mau memakan nya ternyata habis.
Siall, mau bawa lagi, tapi ini tidak boleh dilewatkan Pikir Sherly melempar wadah popcorn ke belakang.
"Hmm kau ingin tau?,, tapi sebelum itu bagaimana kau menyembunyikan hawa kehadiran mu?" Tanya kembali Rio sambil tersenyum.
"Hahaha, menarik kalau begitu ayo cepat akhiri ini" Ujar Hage semangat.
"Baiklah, bagaimanapun ini pertukaran yang bagus" ucap Rio sambil memukulkan kedua tangannya.
Mereka berdua pun menerjang secara bersamaan.
Setelah beberapa saat.
"Hah, hah, hah, Kau kalah pak tua" ucap Rio kecapean berdiri sambil memegang lutut.
"Hosh, hosh, haha aku sudah tua kemampuan ku sudah berkarat." Ujar Hage yang terbaring melihat langit-langit sambil tersenyum.
(Brukk) suara Rio langsung duduk karena kelelahan.
"Jadi kapan dan dimana?" tanya Rio.
"Disini, dan usir dulu semua bawahanmu" jawab Hage sambil bangun dan duduk.
Rio pun mengisyaratkan tangan ke Sherly.
"Huss, huss" dengan muka konyol, dan tangan Rio mengusir Sherly.
"tch" Sherly langsung keluar dengan kesal.
Apa dia baru saja mendecakan mulutnya? Pikir Rio sambil melihat bayangan dan mengangguk.
"Jadi gimana?" Tanya Rio.
Hage tersenyum.
"Jadi...."
Hage POV
"Ini bukanlah teknik, tapi kemampuan khususku yang cocok dengan tubuhku yang khusus"
"Apaa??" Rio kaget,
__ADS_1
"Meskipun begitu, coba ajari aku dulu" lanjut Rio
"Haha, baiklah akan ku ajarkan"
"Kau hanya harus memikirkan, bahwa kau menyatu dengan angin, meski udara tipis itu bisa menghalangi kehadiran mu"
"owh" ucap Rio menganggukan kepala.
Akupun mengajarkan Rio teknik nya, namun yang tidak disangka-sangka , si Rio ini bisa mempelajarinya dalam waktu 1 jam. bahkan aku yang punya tubuh khusus butuh waktu 1 bulan untuk bisa melakukan hal tersebut.
"Kau tidak akan bertanya bagaimana aku sembunyi?"
"Tidak, aku sudah menyadarinya, itu mungkin tingkatan lebih jauh dengan tubuh khusus mu dengan angin pak tua" Ujar Rio.
"Hahaha, kau ini memang menarik ya, lalu bagaimana kau mematahkan tekniku?"
"Haha, kalau itu sih......." ucap Rio
Rio POV
Waktu itu aku berpikir "Ruangan ini besar tapi lapangannya gak terlalu besar bahkan tidak ada tempat bersembunyi"
"Dan tiba-tiba aku punya ide saat itu"
"Aku melakukan gerakan aneh bukan untuk mencarimu, melainkan untuk mengeluarkan keringat ku agar tetesan nya berterbangan. Dan aku melihat mu melalui tetesan keringat itu."
Teknik ini kudapat dari menonton anime itu. hihi
"hahaha, Wow gak nyangka banget, teknik persembunyian yang sempurna digagalkan hanya dengan keringat" Ujar Hage tersenyum kagum.
........
Author POV
"Bagaimana pun itu pertarungan yang luar biasa, terima kasih sudah menghiburku" Ucap Hage sambil berdiri dan mengulurkan tangan.
Rio langsung memegang tangan Hage lalu berdiri dan mereka berdua pun salaman dan tersenyum.
"Haha, aku belajar banyak kok. terima kasih" Ujar Rio.
"Kau sudah pulih kan?, ayo keluar, mungkin bawahanmu sedang menunggu dengan kesal, ahaha, terutama si Dark itu" Ucap Hage sambil berjalan menuju ke tangga.
"Eh tunggu dulu" Ucap Rio sambil berlari lalu memegang pundak Hage.
"Ada apa?" Tanya Hage.
"Itu tentang segel kontrak" Jawab Rio sambil melepas tangan yang ada di pundak Hage.
"Oh iya. mudah kok keluarkan setetes darah mu, tempelkan kejidat dan bilang kontrak sambil mengalirkan kekuatan spirit mu" Ujar Hage.
Spirit??, mungkin yang dia maksud itu seperti mana kalau dalam game Pikir Rio sambil tangannya di dagu.
"Baiklah terima kasih" Ucap Rio berterima kasih dengan semangat.
Dan mereka berdua pun naik ke atas. Saat mereka berdua sudah di ruang penjara. mereka tidak melihat Sherly bahkan para bayangan tidak ada. Hanya satu saja untuk menjaga Alan.
"Kemana mereka?" tanya Rio sambil melihat bayangan yang sedang menjaga tahanan.
"Lapor yang mulia, Tetua Dark pergi karena ada serangan yang datang, dari para assassin manusia singa" Ujar bawahan itu.
"Apaa??, sial." Ucap Rio kesal sambil mengepalkan tangannya.
Rio tanpa pikir panjang langsung masuk ke dalam penjara menghancurkan pintu. lalu mengigit jarinya, dan meneteskan darah ke jidat Alan sambil berteriak.
"KONTRAK" sambil marah dan tiba-tiba ada cahaya sebentar.
Mungkin ini sudah berhasil Pikir Rio.
"Ikuti aku dan serang para bawahan manusia singa itu!" perintah Rio dengan niat membunuh dan mengancam ke Alan lalu melepaskan ikatan Alan dan pergi keluar.
"Ba-baiklah" jawab Alan takut
Alan tidak bisa menolak perkataan Rio. dan Alan pun mengikuti Rio. dan ke empat orang itu pergi keluar.
Kalau ada yang mati dari pihaku. Akan kudatangi kediaman manusia singa sendiri, tidak peduli dengan cara apapun akan kubunuh mereka Pikir Rio dengan aura membunuh yang keluar kemana-mana.
Bahkan hewan sekitar pun takut dan kabur.
Disisi lain
"Tch, apa ini akan menjadi akhirku?" Ucap Sherly pelan sambil memegang tangan yang terluka dekat sikut (atas sikut), tangan yang di sebelahnya.
__ADS_1