Fantasiku Menjadi Kenyataan

Fantasiku Menjadi Kenyataan
Chapter 15


__ADS_3

>1 hari sebelum pertandingan<


Wush, suara manusia turun dari atas menginjak tanah, dan di lanjutkan dengan suara langkah kaki menuju patung besar, "panggil para petinggi yang lain" ucap dark sambil melihat patung besar di sebuah ruangan, tiba-tiba datang dari balik bayangan "baik" sautnya sambil menunduk lalu pergi dengan cepat.


Setelah beberapa saat mereka pun datang. "Kalian pasti sudah tau kan, alasan kalian di panggil" ucap dark. "Haay haay" saut enam dengan nada memelas. "Akan kutunjukan padanya, latihanku selama ini" ucap si pemarah sambil memukulkan kedua tangannya dengan semangat. "Geez geez geez, aku juga penasaran,apakah rasanya enak?" ucap si lima sambil menjilati bibirnya lalu tersenyum jahat. "Hmm, aku juga ingin tau kekuatannya yang sekarang" ucap Joni semangat.


"Hoooam" si empat menguap. "Baiklah kita akan ada di lapang itu, besok pagi, dan juga sambil awasi para penonton, kalau ada yang mencurigakan bunuh langsung." Ujar dark tegas. "Sampai jumpa di lapangan", ucap dark melompat kebayangan lalu menghilang dalam sekejap.


"Tch, selalu bersikap keren" ucap Joni sinis. "Hoaam, aku pulang, mau lanjut tidur" ucap si empat lalu pergi. Yang lain pun pergi tanpa berkata-kata.

__ADS_1


>Kembali ke waktu sekarang<


"Baiklah, ayo kitaaaa, perkenalan dulu" ucap Rio di tengah lapangan semangat, "ada apa sih dia?" Ujar salah satu dipinggir lapang "dia ngelawak ya?" Was wes wos, was wes wos.


"Apa!!,padahal aku serius" pikir Rio dengan tersenyum dan ada tetesan keringat seperti dikomik pada umumnya kalau melihat hal konyol.


"Ekhem" ucap pengawas di lapangan sana "apa aku dianggap tidak ada?" Ucap pengawas itu.


"Baiklah , mari kita mulai, dari petinggi ke enam" silahkan ke arena lapangan. Lalu di kursi para petinggi, petinggi no 6 pun melompat dengan gaya,, wosh, "baiklah kamu atau aku yang menyerang dulu?" Ucap nya sombong. "Ok, sebelum itu sebutkan namamu" saut Rio senyum semangat. "Oh, maaf? Panggil saja aku shine" ucapnya sambil memegang jidatnya dan kepalanya ke atas dengan nada sombong mulutnya tersenyum.

__ADS_1


"Woow" Rio melongo sambil memberikan jempol. "Hoek" pengawas dan beberapa penonton.


"Baiklah, mulai" ucap pengawas itu sambil menyusut bibirnya. Rio langsung memakai kuda-kudanya "aku belum tahu kemampuannya" pikir Rio. Rio pun melompat ke arah shine dan berniat memukulnya, namun shine dengan lenturnya menghindari serangan tersebut dan menyerang balik, dan Riopun menangkisnya. "Apa tubuhnya bisa berbelok seper tinggu dia menyerang" pikir Rio sambil berjalan ke samping. "Warna api di tubuhnya adalah kuning, sombong atau tidak tahu malu?" Pikir Rio. Lalu Riopun kembali melompat ke arah shine karena dia tidak menyerang, jadi Rio berinisiatif lagi. Kali ini Rio bergerak dengan sangat cepat, tapi terkendali, Riopun memukul dengan tangan kanannya lagi-lagi shine menghindar lalu dengan cepat tangan kanan itu berbelok menuju shine dan kali ini tangan kiri juga ikut di sebelah kiri, di titik buta shine, namun shine dengan lentur nya melompat , dan melontarkan tendangan, Riopun tersenyum menunggu kesempatan itu, dan Rio pun akhirnya berhasil memukul mundur shine.


Shine terbang dan berputar lalu mendarat dengan keren. Tring muka shine tersenyum dan disekitarnya berkilauan dengan mulutnya yang keluar darah.


"Apa? Dia memegang kakiku dengan kekutan tendangan sebesar satu ton dengan mudah dari bawah?" Pikir shine sambil membersihkan darah di sekitar mulutnya, karena mendapat pukulan upper cut dari Rio. Shine berdiri "bagus, kau cukup bagus" ucap shine memejamkan mata sambil tanganya di dagu berbentuk ceklis, saat shine mau membuka mata dan mengangkat tangannya dan menunjuk ke atas, Rio langsung memukulnya . "Aah- ah- ah" suara yang dramastis dan menggema. Hidungnya mengeluarkan darah shine berguling-guling di tanah lalu pingsan tersenyum. "Apa dia bodoh?" Pikir Rio bengong sambil melihat kepalannya tangannya yang berdarah. "Si bodoh itu" ucap dark jijik dan mengertakan giginya. "Geez geez geez" si lima bertepuk tangan , "selanjutnya giliranku." Ucap si lima sambil menjilat mulutnya lalu tersenyum. "Kau harus menang" ucap dark dingin, "geez geez geez kau pikir aku ini si bodoh itu" saut si lima lalu melompat ke lapang. "Benar, dia itu lebih kuat dari Joni, namun dia ingin tetap berada di posisi lima" ucap dark dalam hati dan senyum panik. "Kalau mereka kalah setidaknya aku harus menang." Pikir dark meyakinkan dirinya. Tiba-tiba dark merasakan kehadiran seseorang dan mukanya mulai serius. "bagaimana? Apakah ada penyusup?" Tanya dark dengan telepati. "Sejauh ini, belum ada" saut mua dengan telepati di balik bayang-bayang. "Terus pantau" kita tidak boleh membiarkan mereka tau kemampuan raja kita, apalagi kalau dia manusia." Ujar dark serius dengan muka dingin. "Baiklah" saut nya lalu pergi.


"Geez geez geez kau hebat juga, sudah mengalahkan dua dari kami, tapi si pemarah itu mungkin berbeda kali ini" ucap si lima sambil bertepuk tangan. "Jadi geez man, ayo segera mulai" saut Rio dengan tangannya yang menantang si lima. "Apaa geez man, panggil aku blue" dengan nada kesal langsung menerjang Rio, "apa mereka semua itu bodoh?" Pikir Rio heran

__ADS_1


__ADS_2