
>Beberapa jam sebelumnya<
Kelompok satu yang sudah berada di hutan lebih awal, "siapa yang penciumannya sangat tajam?" Ucap Bolt. "Saya" saut salah satu anggota Bolt. "Kamu, siapa namamu?" Ucap Bolt tersenyum. "Siap, nama Insting" jawab Insting, "bagus, selain kuat, penciumanmu tajam," ucap Bolt sambil memegang pundak insting.
"Insting, sekarang pimpin jalan!" Ucap Bolt tegas. "Siap, pak" saut Insting sambil hormat.
"Gaya apa itu?" Ucap Bolt heran. Insting terlihat ragu-ragu untuk menjawab pertanyaan Bolt.
Bolt menatap tajam (padahal emang mukanya kayak gitu, tidak bisa muka santai, meski Bolt biasa saja melihat Insting) , tapi di mata Insting tatapan Bolt seperti sedang menekannya. "I-itu kebiasaan ma-manusia" ucap Insting gagap. "Hmmp, Bolt mendekat dengan tatapan tajam (karena mukanya menyeramkan). Tubuh Insting kaku, menahan takutnya. "Oh begitu, ya, baiklah lanjutkan. Yang lain ikuti gerakan tadi, jika aku memberi perintah!" ucap Bolt dengan suara menggeram dan tegas. "Baik" saut semuanya dengan serentak. "Sekarang, lanjutkan Insting!" ucap Bolt. "Ba-baiklah" jawab Insting heran, karena tidak percaya, "Insting!!" Teriak Bolt.
Sontak Insting kaget, "I-iya??" Ucap Insting ketakutan. "Kamu lupa gerakan tadi!!" Ucap Bolt.
"Siap pak" saut Insting sambil hormat. Bolt tersenyum, namun tetap mengerikan dari sudut pandang Insting.
Tak lama kemudian, kelompok pertama langsung bertemu dengan Rio.
"Wow, wow, wow" Rio kaget melihat Bolt duluan yang sampai, tapi dia juga mengacungkan jempol nya. "Jadi kalian yang pertama ya, kainnya?" Ucap Rio. "Apa, kainn?" Saut salah satu anggota Bolt. "jangan bilang, kalian kesini tanpa mencium bau kain?" Ucap Rio heran.
"Kami tidak butuh yang seperti itu,haha" ucap Bolt (padahal sebenarnya dia lupa). Rio langsung tau manusia serigala mana yang membawa mereka langsung kesini "kamu, kamu kan yang menemukanku, siapa namamu?" ucap Rio sambil menunjuk Insting. Insting kaget "na-namaku Insting, i-iya penciumanku sedikit spesial berbeda dengan orang lain, yang mulia" ujar Insting.
"Apa??, Spesial, lalu pasti kamu akan menemukan kain dulu bukan aku?" Ucap Rio. "Sebenarnya, penciumanku bukan tajam, tapi lebih ke spesifik, jadi kalau aku sudah mencium bau seseorang, jika ingin mencari orang nya, aku harus fokus agar bisa mengetahui lokasi orang tersebut.yang mulia" Ujar Insting. "Woooah" Rio mengacungi jempol lagi. "Kau latihlah skill bersembunyi, agar bisa jadi mata-mata, agar bisa mencium bau musuh, semuanya" ucap Rio. "Oh iya, jadi punya ide, mungkin aku akan membentuk pasukan khusus" pikir Rio sambil tersenyum. Kelompok pertama hanya melongo melihat Rio senyum-senyum sendiri.
"Ekhem, baiklah sekarang serang aku" ucap Rio menantang dengan tangannya. "Ikuti Rencanaku, seraang" teriak Bolt. "Emangnya kita punya rencana?" Ucap salah satu anggota. Anggota yang lain hanya mengangkat pundak dan tangannya(karena tidak tahu). "Apa yang kalian lakukan, serang yang mulia" teriak Bolt yang sudah menyerang Rio duluan. "Si-siap pak" dengan serentak sambil hormat, lalu mereka pun menyerang. "Dasar bodoh, apa mereka mungkin kelompok pertama?, Kalau adu panco yang ku usulkan, bisa saja mereka kelompok pertama" pikir Rio
Mereka hanya menyerang membabi buta, Rio juga cukup kerepotan, "wow tenaga mereka kuat, bahkan si Bolt ini berbeda saat di pertandingan, tapu tanpa strategi hanya akan sia-sia" ucap Rio.
Setelah beberapa jam
Kelompok yang lain sudah berada dalam jangkauan insting Rio. Rio tersenyum "hmm mereka sudah datang ya" pikir Rio "owh mereka diam?" Ucap Rio dalam hati. Tak lama mereka berpencar. "Hooh, strategi bagus" ucap Rio tersenyum sambil melawan kelompok pertama yang sudah babak belur. Serangan di mulai dari samping Rio , Rio melirik nya lalu menangkis dan meninjunya, saat Rio mau meninju dari sisi lain menerjang Rio, yang tadinya mau meninju Rio memegang tangannya dan membenturkannya ke si penyerang uang satu lagi. Saat mereka terbentur dari 4 arah langsung menerjang Rio, kali ini semuanya datang 22 anggota dan 4 petinggi."geez geez geez" Blue tersenyum senang. Kelompok pertama yang sudah lelah pun jadi semangat kembali, dengan bar bar mereka menerjang Rio. Rio tersenyum dan menangkis sebisa Rio. Karena kekuatan Rio terbatas, Rio hampir kalah. Rio menangkis, mencounter. Bahkan para petinggi sudah semakin mahir,(serangan mereka tidak hanya serangan dekat,tapi serangan jauh juga ada yang Rio juga menyerang serangan itu dengan cakaran jarak jauh nya) Rio banyak terluka, namun dia tetap tersenyum. "Kalian, kuat" teriak Rio. Setelah Rio mencounter, lalu Rio mundur kebelakang "Cukup, aku lelah, ini bukan serangan penghabisan, kita perlua bersiap untuk serangan yang akan datang" ucap Rio ngos-ngosan. Yang tersisa ada 10 manusia serigala 4 petinggi dan 6 anggota mereka juga kelelahan, dan babak belur. Namun Rio memang cepat pulih. "Geez geez geez, padahal aku masih ingin bermain lagi" ucap Blue menjilati kukunya yang ada darah Rio. "Yang mulia darah mu sangat menggairahkan" ujar blue. Rio muncul keringat dingin. "Apa-apaan dia" pikir Rio. "Yah, baiklah" ucap Dark. "Hah, kulit ku, sudah jadi jelek" ucap shine membersihkan noda yang ada pada kulit dan bajunya.
"Baiklah bawa yang tertidur, kita fokus memulihkan diri" ucap Rio.
"Baik yang mulia" dengan serentak. "Males banget, harus membawa mereka, terpaksa deh" pikir Shine.
__ADS_1
Setelah satu bulan mereka pulih total , selama satu bulan itu, Rio membuat segala hal peraturan, bahkan membuat pasukan khusus.
Kalau ada manusia tersesat biarkanlah
Kita tidak boleh jadi penyerang pertama, kalau ada musuh yang langsung menyerang bunuh langsung. Kalau bisa negosiasi, bicara dulu.
Kita harus berbaur dengan manusia, agar peralatan, rumah, baju sesuatu seperti itu kita punya.
Kita buat hutan ini aman agar tidak terekspos kedunia luar.
Itulah peraturan yang di buat Rio.
" Untuk berbaur nanti ku beli(mungkin) jaket berhodie" ucap Rio (mungkin nya dengan suara pelan. Rio sempat meminta jaket itu ke Dark, tapi dark menolaknya mentah-mentah.
Rio tiba-tiba datang ke rumah nya malam-malam, sontak keluarga nya terkejut. "Dasar anak bodoh, bukannya mengetuk pintu, main terobos aja, anak siapa kau" ucap ayahnya, adik nya hanya melongo melihat Rio karena keren, ibunya hampir menangis melihat Rio, lalu berlari dan memeluk Rio.
"Ibu" Rio tersenyum sambil membalas pelukannya. "ibu mungkin aku tidak akan melanjutkan sekolah ku, aku jadi pemimpin sekarang" ucap Rio. Ibunya tersenyum, "dasar kau ini" ucap ibunya sambil memukul lembut kepala Rio. "Eh ibu tidak marah??" Ucap Rio terkejut. "Mana mungkin ibu marah, asal jangan lupa mengirim surat, awas kau lupa, ibu mungkin akan datang ke tempat mu" ucap ibunya "ibuu" ucap Rio khawatir "bercanda kok, haha, tapi jangan lupa mengirim surat" ucap ibu nya, "baik ibu" saut Rio, "sayang, apa tidak ada yang mau kamu katakan " ucao ibunya sambil melihat ayahnya. "Pergilah yang jauh" saut ayahnya. Rio hanya tersenyum. "Kakak, minta foto bareng, kita foto bersama keluarga juga" ucap Rehan sambil mengambil tangan Rio. Dan mereka pun berfoto. "Kakak, ku foto kamu sendiri ya" ucao Rehan, "baiklah," ucap Rio. "Hehehe, akan ku kirim ke kak Rina" pikir Rehan.
"Gini, gini aku kayak, haha,.. aku tidak pernah jajajn di sekolah jadi selama ini uangku tabung, kepotong buat beli kuota palingan " ujar Rio.. "tch" ayah nya berdecih. "Ish, sayang" ucap ibunya.
Setelah Rio keluar kamar, "nih untuk tambahan dan juga bekal, tidak akan menginap?, Sehari saja" ucap ibunya, "tidak bisa bu, maaf" ucap Rio sedih. "Baiklah, kapan-kapan kesini lagi ya" ucap ibunya menahan sedih. "Baiklah bu" ucao Rio sekali lagi mereka berpelukan "terima kasih bekal nya bu," teriak Rio sambil melambaikan tangan.. Dan Rio pun pergi. Hampir semua uangnya di belikan jaket berhodie, tapi jaket termurah makanya uangnya bisa cukup bahkan ada sisa. Semua jaket itu di masukan tiga dus. Dan Rio menuju kegelapan disana ada Dark dan Joni yang membantu. Setelah sampai di hutan terdalam Rio, rakyat nya sudah menunggu kedatangan Rio, Rio terkejut, dan langsung mengumumkan sesuatu
"Mungkin sebentar lagi, ras lain akan menyerang kita, kita fokus bertahan," ujar Rio "mengerti!!" Ucap Rio tegas. "Yaa, auuuu" saut mereka dengan serentak. Dan untuk jaket berhodie, akan ku bagikan sekarang. Mereka terlihat sangat senang. "Mereka terlihat sangat senang, Padahal jaket paling murah, haha" pikir Rio
Selama Rio membuat kebijakan itu, Rio selalu merasakan sekitar kalau ada Alan(si empat)
Rio langsung bertindak, Rio selalu muncul tiba-tiba di belakangnya Alan. "Apa kau tidak akan kembali?" Ucap Rio mengagetkan Alan, Alan sontak terkejut dan langsung kabur. Begitu terus kejadian nya.
Rio tidak langsung membunuh Alan karena dia melihat warna apinya hitam, tapi ada putih di tengahnya. "Mungkin saja dia bisa berubah" itu pikir Rio, "yah aku tau ini pemikiran naif, tapi tetap saja aku tidak bisa membiarkan nya, mungkin dia akan berguna dimasa depan" pikir Rio.
Alan juga tidak bisa mendapatkan informasi apapun, dia seperti melakukan hal yang sia-sia. Bahkan Alan tidak tahu kalau semuanya sudah bisa membaur dengan manusia,
Disisi lain para demi human sudah semakin mendekat
__ADS_1
Para demi human yang lain, tidak tau bahwa ras manusia serigala sudah semakin kuat. Dan dari berbagai arah mereka datang, "kita buat putus asa ras lemah itu" di setiap ras mengucap kan seperti itu. Kecuali ras tertinggi yaitu ras singa, mereka hanya mengamati (mengirim pengintai).
Rio tidak hanya diam menunggu ras lain datang, Rio selalu pergi ke markas serigala, Rio mencoba berbicara kepada mereka. Awalnya Rio mendekati mereka dengan menekan mereka , dengan auranya Rio. Dan pada akhirnya salah satu dari mereka berbicara lewat telepati, "cukup, rakyatku ketakutan, saat kau datang" ucap pemimpin serigala itu. Sontak Rio melihat-lihat sekitar "siapa yang berbicara" ucap Rio "aku, pemimpin serigala" tiba tiba muncul dari kawanan serigala itu. "Owh, maaf ya aku hanya ingin berteman dengan kalian, tapi melihat mereka seperti ingin memakanku, ya aku terpaksa" ujar Rio. "Jadi, mau apa kamu" ucap pemimpin itu. " Ya aku mau berteman, kalau bisa aku lebih memilih jadi saudara kalian" ucap Rio (pembicaraan ini lewat telepati antara Rio dan pemimpin serigala). "Kamu siapa, baru kali ini manusia memancarkan aura ras manusia serigala, dan juga bisa menerima telepati ku, bahkan lebih kuat dari pada manusia serigala lain" ucap pemimpin serigala itu. "Oh maaf aku belum memperkenalkan diri, aku Rio pemimpin manusia serigala itu,namamu?" Ucap Rio.
"Apa??, Manusia jadi pemimpin manusia serigala?" Pemimpin serigala nampak terkejut. "Owh maaf, kami tidak punya nama." Ucap pemimpin serigala itu. "Kalau mau berteman, bisa kah kamu melindungi kami, aku mempunyai firasat buruk" ucap pemimpin serigala itu. "Aku tidak bisa menjamin, tapi selama aku ada aku akan berusaha melindungi, dan bahkan menyuruh rakyat ku untuk melindungi mu." Ujar Rio. "Baiklah, kalau begitu beri aku nama" ucap pemimpin serigala itu. Dia seperti nya sangat mempercai Rio, dia melihat Rio bukan karena kuatnya tapi karena sikap Rio. Rio sebagai pemimpin manusia serigala.
"Baiklah ku beri nama, Felios, bagaimana?" Ucap Rio.
Serigala itu menggoyangkan ekornya, dan melolong "auuuu" rakyat nya juga ikut melolong.
"Kamu tampak senang dengan pemberian nama itu" ucap Rio. "Ya, hehehe" saut pemimpin serigala itu. "Untuk beberapa hari kedepan, jangan keluar dulu dari gua kalian, akan ada ras lain yang menyerang, dan aku akan memberi tau rakyat ku dulu tentang kalian." Ucap Rio ,"Ba-baiklah, auuu". Ucap pemimpin serigala itu.
Dan Rio pun balik ke daerah nya. Lalu meminta dark untuk mengumumkan agar berkumpul semua rakyat nya di lapangan itu. Dan Rio pun menjelaskan tentang barusan, sontak mereka semangat, karena tidak pernah terjadi hal seperti itu. "Mereka akan tinggal bersama kalian jadi jaga baik-baik, aku menyuruh mereka agar tetap tinggal di hua untuk sementara, sampai perang berakhir, karena kita belum melatih mereka" ujar Rio. Rakyat Rio mengerti dengan ucapan itu. Dan tiba-tiba ada seseorang muncul di hadapan Rio, ternyata itu adalah pemimpin pasukan khusus, dia memberi tau Rio bahwa ras lain sudah dekat, "ras lain hampir kesini dengan kecepatan mereka kira-kira 2 hari lagi" ujar orang itu (pemimpin pasukan khusus adalah manusia serigala yang terkuat yang selalu ada di bayangan.)
Rio pun mengangguk dan memberi tahu rakyat nya agar bersiap -siap. Selama dua hari itu hanya istirahat untuk mempersiapkan perang. Rencana Rio adalah kalau sudah dekat sergap mereka di malam hari, karena itu keunggulan ras Rio.
Rio sedang duduk di ruang tahta itu, dan hari mereka datang ternyata malam, tapi mereka berhenti, karena tau kalau keunggulan ras manusia serigala adalah malam hari. Meski ras harimau bisa melihat di malam hari, tapi mereka mengurungkan niatnya menyerang. Tapi Rio berbeda dia memanfaatkan situasi itu untuk menyergap, Rio tahu karena memang Rio hebat dalam merasakan sekitar, dan mereka sudah berada dalam jangkauan nya Rio, jadi Rio bisa merasakan mereka.
Disisi lain, "kenapa diam padahal sudah dekat," ucap salah satu dari ras harimau, tunggu pengintai kembali "ucap Jendral ras harimau. Di setiap ras punya pengintai, mereka semua melaporkan jumlah ras serigala bahkan melaporkan kalau ras yang lain juga ikut menyerang.
"Kalau begitu tunggu apa lagi kita beritahu yang lain untuk bersama-sama menyerang mereka" ucap salah satu ras harimau. "Ya, ya" saut yang lainnya. "Baiklah Mereka hanya ras lemah, dengan jumlah kita pasti menang" ucap jendral ras harimau dengan tersenyum licik.
Namun saat mereka mau menyampai kan pengintai itu, di tengah-tengah mereka di bunuh dan pesan nya tidak tersampaikan, di saat itulah ras mereka di sergap oleh pasukan Rio, terutama ras harimau mereka di sergap oleh pasukan khusus manusia serigala.
Beberapa saat yang lalu
Rio sengaja membiarkan mereka, saat para pengintai itu pergi, Rio langsung memberi tahu pasukan khusus untuk menyerang ras harimau. Dan memberi tahu yang lain untuk bersiap menyerang. Yang tak di sangka Rio adalah para segala membantu Rio mereka menyergap ras gajah, Rio mengetahui nya karena m, dia merasa kan sekitar, Rio hanya tersenyum.
"Sergapan-sergapan" teriak salah satu ras harimau, "apa!!, Bagaimana?" Ucap jendral ras harimau langsung berdiri namun saati dia berdiri, tangan seseorang menembus jantungnya, "a-apa" jendral terkejut dan muntah darah lalu perlahan melihat kebelakang, dengan mulut nya penuh darah. Jendral itu sempat menyerang balik, namun pemimpin pasukan khusus itu langsung melompat. Jendral ras harimau itu memegang dadanya "apa aku akan mati, informasi nya salah, ohok" ucap jendral itu penglihatan nya mulai kabur dan brukk.
Note : semuanya adalah demi human yah,
Kecuali para serigala yang di pimpin Felios.
__ADS_1