
*Semua Tokoh, latar dan Cerita adalah Khayalan Penulis semata. Harap tetap Enjoy Saat membaca.
Happy Reading !!****
Seorang anak pengusaha kaya bernama Daisy yang memiliki segala yang dia butuhkan mulai dari Pendidikan yang baik, Uang saku yang lebih dari cukup, hidup berkecukupan, Rumah Bagaikan Istana, Orang tua yang Baik dan banyak hal lagi karena dia memiliki banyak uang.
Namun semua itu tidak cukup membuatnya bahagia, walaupun dia memiliki banyak uang dan kasih sayang namun, dia tetep merasa jengkel terhadap hidupnya.
Suatu pagi dimana Daisy pergi kesekolah tanpa sarapan.
Lalu dia berpamiatan. "Ma...Pa... aku berangkat sekolah dulu ya... " pamit Daisy sambil menyalami tangan kedua orang tuanya.
" Iya.. kamu gak makan dulu nak ? Nanti kelaparan lho. " kata mamanya.
"Nggak lah ma, udah telat ini aku pergi ya" kata Daisy sambil tersenyum kepada orang tuanya.
"Daisy Hati-hati ya nak." Kata Papanya Daisy.
"Iya papa bye bye" kata Daisy sambil berlari pergi berangkat ke sekolah.
Setelah sampai disekolah terdapat anak-anak nakal yang sudah menunggu kedatangan Daisy. mereka selalu meloroti uang saku Daisy dan selalu memanfaatkan kebaikan Daisy dengan berpura pura berteman dekat dengan Daisy.
"Daisy udah datang ! Nanti pulang sekolah kita pergi jalan jalan yuk ! Oh.. iya aku gak punya uang terus gimana ya? " kata Clara, salah satu anak-anak nakal tersebut.
"Clar.. Kalau kamu gak punya uang kenapa kamu harus selalu mengajak aku ? Tapi pada saat kamu memiliki uang untuk jalan-jalan kamu tidak pernah sekalipun mengajakku. Emangnya aku ini Atm apa bisa kamu minta terus uangnya ? Aku tau orang tua kita berteman, mereka adalah rekan Kerja tapi apa karena itu kamu terus menerus meminta uang kepadaku ? " Teriak Daisy kepada Clara dan teman temannya.
" Heh, Daisy kamu itu kenapa sih? Clara itu lagi dibatasi lho uang jajannya terus kamu gak mau bantuin dia untuk jalan-jalan ? Clara pasti bantu kamu lho. Kan dia teman kamu, teman kita. masa' kamu teriak-teriak kayak gitu sih ? Kata Villa dengan wajah licik.
"Dengar ya Daisy kamu itu tidak sepantasnya ngomong kayak gitu di depan clara tau, kayak masalah besar aja" kata Shila dengan nada tinggi.
" O... gitu tapi kalian pernah gak sih nganggap aku ini teman kalian ? Enggak kan ? Jadi jangan pernah nganggap aku ini teman kalian lagi" kata Daisy dengan tegas.
Saat Clara ingin menampar Daisy tiba-tiba bel berbunyi tanda masuk tiba.
__ADS_1
Setelah pelajaran selesai adalah waktunya istirahat, namun Daisy hanya duduk termenung dikursinya. Setelah itu Clara dan teman-temannya mendatangi Daisy.
"Daisy. Aku minta maaf ya. Aku salah" kata Clara.
"Apa maksudnya Clara? Kok kamu minta maaf sama Daisy sih kan kamu gak salah apa-apa." Kata Shila
"Clara kamu benar-benar baik. Bahkan pada saat kamu tidak salah kamu minta maaf sama Daisy. Wah aku sangat terharu" kata Villa dengan wajah licik seakan-akan mengejek Daisy.
Daisy yang mulanya duduk dia kemudian berdiri menghadap Clara.
" Emangnya aku akan memaafkanmu apa ? Tentu tidak semudah itu Clara. Aku bisa melihatmu kalau kamu gak tulus minta maafnya." Tegas Daisy.
"Aku tulus kok. Kamu ini kenapa sih ? Kamu gak percaya sama aku ya ?" Ungkap Clara.
"Sekarang aku tanya ya! Kamu itu ada rasa ketulusan gak di hatimu ?" Bentak Daisy
"Ada dong mau aku tunjukkan ini" kata Clara sambil menunjukkan uang senilai Rp.100.000,00.
"Hah... Jadi ketulusanmu itu seharga seratus ribu! " kata Daisy sambil ketawa mangejek.
"O... kamu mau lagi uang, berapa seratus juta atau mobil sport atau rumah besar Atau Uang seratus Triliun ?" Kata Clara.
"Apa maksudmu. Mereka saja berteman dengan tulus denganku karena aku punya uang. Mereka tidak akan meninggalkanku. Tidak sepertimu Daisy yang tidak memiliki Teman." Kata Clara.
"O... jadi ini cara kamu dengan tidak memberi sebuah ketulusan terhadap pertemanan namun dengan kamu memberi Uang kepada temanmu agar mereka berteman denganmu Clara ? Aku gak nyangka jadi selama ini kamu membayar teman?" Ungkap Daisy kesal.
"Jadi, apa menurut kamu sebuah ketulusan itu? Apa aku harus memohon sambil bersujud-sujud agar mereka dapat berteman denganku ?" Tanya Clara.
" Tidak! Ketulusan itu memberi hal yang tidak dapat digambarkan tanpa pamrih. Seperti kasih sayang orang tua kepada anaknya" Kata Daisy.
"Dengar ya Daisy aku gak butuh lagi penjelasan kamu lagi. aku pergi." Kata Clara sambil meninggalkan Daisy.
"Kenapa Clara ? Saat kita membicarakan Orang tua kamu selalu menghindar. Apa karena kamu punya masalah dengan orang tuamu?" Tanya Daisy seperti memojokkan Clara.
Clara terus pergi meninggalkan Daisy tanpa berbicara sepatah kata pun.
Sebenarnya Clara memiliki masalah dengan Orang tuanya. Dia selalu dipojokkan oleh Orang tuanya dan selalu dipaksa untuk menjadi yang terbaik. Namun apa daya dia tidak dapat melakukannya jadi dia harus berteman dengan Daisy agar tidak kena marah oleh Papanya. Karena dengan berteman dengan Daisy, papa Clara akan berteman baik dengan Papanya Daisy. Dengan cara itulah papanya Daisy mendapatkan banyak Uang.
Hari sudah Sangat terik dan Jam sudah menunjukkan waktu Pulang.
__ADS_1
"Ini adalah hal yang paling buruk hah..." kata Daisy dengan suasana hati kesal sambil berjalan Pulang.
Di kejauhan ada Clara dan teman-temannya memperhatikan Daisy.
"Dia harusnya kita beri pelajaran!" Bisik Shila.
"Gak usah... kalau Papa tau aku punya masalah dengan Daisy aku mungkin bisa saja keluar dari sekolah ini. Dia adalah dampak buruk, biarkan saja dia. Ayo kita pulang" kata Clara.
" kayaknya kamu punya rencana ya... Clara ? Gak mungkin kamu melepaskan Daisy begitu saja, walaupun dia adalah masalah bagimu" Tebak May
" Tau aja kamu May. Tapi nanti aja aku urus dia, tenang aja" kata Clara dengan wajah licik
Di dekat gerbang sekolah, Supir Daisy sudah menunggu dengan mobil.
" Nyonya Daisy ayo kita pulang." Kata Pak supir sambil membukakan pintu mobil untuk Daisy.
"Ayo pak." Kata Daisy Sambil menaiki mobil.
Di perjalanan pulang, Daisy memikirkan hal yang terjadi tadi dan dia sempat berpikir untuk menghilang dari dunia ini.
Pikirannya Tersebut seperti Doa, tiba-tiba saat ditengah perjalanan mobil yang dinaiki Daisy mengalami kecelakaan. Daisy dan pak supir berada dalam kondisi yang kritis. Pada Saat itu datanglah keluarga Daisy dan mereka menangis melihat keadaan Daisy.
Di Tiba-tiba Daisy terbangun dari tidurnya. Namun, dia tidak berada di Rumah Sakit Namun, dia ada di tempat yang asing bagi dirinya
'Aku dimana?' Daisy Bertanya-tanya didalam hatinya dengan rasa Heran.
Baca Chapter selanjutnya !
Harap Like, Vote, Favorite dan Baca Novel Ini.
Catatan : Semua cerita, latar, dan Nama orang adalah Fiksi belaka. Jangan dibawa hati.
__ADS_1