Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
Bercerita (The End)


__ADS_3

...Happy Reading...


Ferza dan teman-temannya duduk di sofa yang berada di ruangannya Fiona. mereka berempat bercakap-cakap dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan Ferza.


"Gimana caranya kamu keluar dari Fantasy Dream World ?" Defen sangat penasaran dengan alur cerita yang terjadi kepada Ferza.


"Iya, Aku juga pengen tau !!!" Lanjut Fiona.


Ferza menatap teman-temannya dengan senyum yang masih mengemban di wajahnya. Walaupun terlihat pucat, Ferza tetap tersenyum.


"Aku berhasil mengalahkan Raja tertinggi di Fantasy Dream World."


Mulut mereka terbuka lebar ketika mendengar pernyataan dari Ferza. mereka sangat tidak percaya dengan apa yang baru saja Ferza bicarakan.


"Siapa Raja tertinggi di Fantasy Dream World ?" Fiona penasaran dengan Raja yang di maksud eh Ferza. Sebelum ini, Fiona telah menjadi seorang Putri di Kerajaan Fantasy Dream World dan mendapat bagian pemerintahan untuk menata Dunia Fantasi tersebut. Tapi, ia sama sekali belum pernah melihat seorang Raja di Dunia fantasi tersebut.


"Dia yang membuat kita masuk ke Fantasy Dream World."


"Gimana Caranya dia masukkan kita ke Dunia Fantasy Dream ?" Tanya Defen penasaran.


"Sebenarnya Rumah sakit tempat kita semua di rawat adalah portal menuju Fantasy Drem World. Bagi orang terpilih yang sedang berada di dalam kondisi kritis maupun Koma akan dibawa ke Fantasy Dream World."


Untuk kedua kalinya mereka dikagetkan dengan apa yang barusan dikatakan oleh Ferza. Walau nampak seperti omong kosong belaka bagi Ghani, tapi Fiona dan Defen tau kalau itu nyata dan pernah mereka alami. Satu persatu teka-teki yang selama ini membungkam di kepala mereka berdua terpecahkan.


"Fantasy Dream World itu apaan sih ?" Tanya Ghani yang tak tau arah pembicaraan Ferza sedari tadi.


"Kamu gak bakalan paham Ghan, Karena itu rahasia kami." Defen tak ingin membicarakan tentang seluk beluk Fantasy Dream World.


"Ih, Jahat ! Kalian bertiga nyembunyian sesuatu hal yang besar dari Aku !" Kini Ghani kesal dengan apa yang Defen katakan. Ia merasa kini bukanlah teman dari mereka bertiga.


Ferza yang memperhatikan hal itu, mulai angkat bicara dan menceritakan Fantasy Dream World dengan ringkas.


"Fantasy Dream World adalah tempat imajinasi orang-orang yang sedang koma di rumah sakit aku di rawat kemarin. Ini mungkin tidak bisa dimengerti tapi kerena terjebak di dunia Fantasy itu aku tak bisa bangun dari Koma."

__ADS_1


Ghani mengangguk-anggukan kepalanya, ia memang tidak terlalu yakin dengan semua yang dibicarakan oleh Ferza. Tapi ia percaya kalau sahabatnya itu tidak akan berbohong kepadanya.


...... ***......


Daisy pergi bersama Mia dan Jhony ke Kantor yang berstatus milik Fiona tersebut. Ia dan teman-temannya ingin memberi suatu hadiah karena hari ini sebenarnya ulang Tahun Fiona.


Beberapa saat yang lalu di restaurant, mereka telah menyiapkan sebuah kue kejutan untuk Fiona. Tapi, tiba-tiba ada suara telpon yang mengharuskan Fiona harus meninggalkan teman-temannya untuk kembali ke kantor.


Dengan izin Defen, Daisy dan teman-temannya memutuskan untuk membawa kue ke kantor Fiona untuk merayakan ulang tahun Fiona yang ke 24 tahun.


Diam-diam Daisy yang membawa kue memasuki ruangan dan disusul oleh Mia dan juga Jhony di belakang.


"HAPPY BIRTHDAY TO YOU !" Teriak Daisy, Jhony dan Mia.


Fiona dengan wajah kagetnya langsung berbalik melihat ke arah Daisy yang membawa sebuah kue dan Lilin angka 24 di atasnya yang sudah menyalakan sebuah api.


"TIUP LILINNYA kak Fiona !" Teriak Mia yang bahagia meneriaki Fiona.


Ia pun melambaikan tangannya tanda mengajak. Orang tersebut pun pergi ke arah Fiona dengan cepat dan berdiri tepat di sebelah Fiona. Disusul dengan rasa kaget dan takut dari Daisy, Mia dan Jhony. Bahkan Kue yang dipegang Daisy hampir saja terjatuh karena ketidak seimbangan tubuhnya karena terkejut.


"Kak Ferza ?" Tanya Daisy memastkan kalau orang yang berada tepat di depannya adalah orang yang pernah ia temui sebelumnya di alam bawah sadar.


Ferza hanya tersenyum menanggapi sapaan dari Daisy. Ia tak mengerti harus menjawab apa kepada gadis yang sudah berumur 23 tahun di hadapannya tersebut.


"Heh, Cepet tiup lilinnya !!!!!" Teriak Defen menanggapi sebuah lilin yang mulai mencair tersebut. karena semua orang terkejut akan adanya Ferza di hadapan mereka.


Akhirnya mereka pun tersadar dan meneruskan acara sederhana tersebut. Fiona dan Ferza bersama-sama meniup lilin tersebut dengan perasaan bahagia menyelimuti hati keduanya.


"Hari ini adalah Hari ulang tahun paling Spesial karena hadiah paling besar ada disini yaitu kamu !" Fiona sangat bahagia karena Kembaran yang tidak identik dengan dirinya itu kembali lagi ke Dunia ini.


"Aku bahagia juga karena, Hadiahku terkabul juga sekarang. Sudah sekitar 5 tahun aku selalu melihat ulang tahunmu dari belakang. Aku tak percaya akhirnya bisa meniup lilin lagi bersama dirimu." Tanpa sadar Ferza mengeluarkan cairan bening dari matanya.


Selama ini, Setiap hari ulang tahunnya ia akan bergentayangan mencari Fiona untuk melihat ulang tahunnya. Walau tidak terlihat di acara itu, Ferza selalu tersenyum ke arah Fiona seperti yang ia lakukan tadi.

__ADS_1


Melihat Saudara kembarnya menangis, Fiona memeluknya dengan Erat dan menenangkan hati Ferza.


"Kamu kuat, Kamu hebat Ferza !" Bisik Fiona ke telinga Ferza.


Ferza masih tak percaya dengan apa yang baru saja terjadi. Ia masih merasa kalau dirinya ini masih bermimpi.


Setelah itu, Mereka semua memakan kue ulang tahun dan lanjut berbincang-bincang. Topik pembicaraan mereka sekarang adalah Fantasy Dream World yang sangat mereka ingin lupakan sebelumnya dan Hal ini membuat Ghani semakin bingung dan berusaha untuk mendengarkannya saja.


"Kalian tau, Raja Akan mengabulkan 3 keinginan kita kalau berhasil menjawab 1 pertanyaan dari dirinya." Jelas Ferza.


"Kamu berhasil ?" Tanya Daisy.


"Iya." Ungkap Ferza bangga.


"Dia tanyain apaan ?" Tanya Defen penasaran.


"Dia bertanya Mana yang lebih penting Ego Atau Otak ? lalu aku menjawabnya Otak karena kalau hanya menggunakan Ego kemungkinan dunia bisa hancur karena egonya yang tidak ingin mematuhi peraturan ataupun kebaikan yang akan di tinggalkan suatu hari nanti."


Defen kagum dengan jawaban sahabatnya tersebut dan mengingat perkataan kalau Ferza diberi 3 Keinginan.


"Tadi, kata kamu ada 3 keinginan kamu minta apa aja ?"


"Pertama minta keluar dari Fantasy Dream world dan menghentikan jabatan sebagai Raja.


Yang kedua, Kemampuan bela diri yang baik agar bisa melindungi teman dan keluargaku. Lalu yabg ketiga...." Ferza ragu mengatakan keinginan yang ketiga dan membuat yang lain semakin penasaran dan menunggu jawaban dari Ferza.


"Menghapus ingatan buruk yang membuatku menderita."


Mereka semua puas mendengar jawaban dari Ferza dan ikut bahagia atas kepulangan Ferza.


...... The End......


Terima kasih udah baca Novel pertamaku di Noveltoon. Sampai jumpa lagi di Novel yang lain suatu hari nanti.

__ADS_1


__ADS_2