
...Happy Reading...
Saat mereka semua sibuk dengan perbincangan, tiba-tiba datanglah Phoenix yang sudah mengantarkan mereka sampai gerbang babak 5.
"Kenapa Phoenix datang lagi ?" Tanya Defen Heran.
"Kalian beruntung sekali." Ujar Peri Riana sambil tersenyum bahagia.
"Kenapa ?"
"Phoenix sepertinya akan mengantarkan kalian langsung ke kerajaan dan menemui putri."
"Apa ?" Tanya mereka kaget.
"Kenapa Phoenix membantu kita ?" Tanya Defen.
"Entahlah, biasanya cuma orang-orang tertentu saja yang dapat tumpangan Phoenix di babak 5. Kemungkinan salah seorang dari kalian adalah orang yang punya hubungan dengan anggota kerajaan Fantasy di Bumi."
"Siapa ? Siapa ?" Tanya mereka semua kebingungan.
Siapa yang memiliki hubungan dengan salah satu anggota Kerajaan Fantasy Dream ? Pertanyaan itu sangat misteri bagi mereka semua sehingga tidak dapat dijawab.
Setelah itu mereka pun pergi menaiki Phoenix ke kerajaan Fanyasy Dream, Jalan yang seharusnya esok sampai melah menjadi 1 jam perjalanan terbang saja karena kepakan sayap Phoenix yang besar.
Tak terasa mereka pun sampai di kerajaan, disana mereka langsung disambut oleh para Peri dan penjaga kerajaan di depan pintu masuk kerajaan.
"Wah, kita seperti Ratu saja ya." Bisik Mia kepada Daisy.
Daisy hanya menganggukkan kepalanya tanda dari kata Iya.
Mereka benar-benar tak menyangka dengaan sambutan yang telah diberikan oleh para penjaga dan Peri Istana tersebut.
Setelah itu mereka pun masuk semua kecuali Peri Riana yang berada di luar kerajaan karena misinya untuk mengawal mereka semua sampai kerajaan sudah selesai.
Setelah mereka masuk, Seorang putri dengan keanggunannya datang menemui mereka dia Bernama Fiona.
"Fiona ?" Defen yang melihatnya merasa kaget dan seakan tak percaya dengan apa yang dilihatnya barusan.
Ferza yang melihatnya biasa saja, sepertinya ia tidak mengingat siapa Fiona itu. Dia merasa bahwa perempuan yang ada di depannya adalah Orang yang asing bagi dirinya.
"Ferza !" Panggil Fiona.
"Siapa kamu ?"
Fiona dan Defen yang mendengar ucapan Ferza yang singkat itu membuat mereka kaget dan hati mereka bergetar dengan cepat.
"Kamu gak ingat ? Dia Fiona saudara Kembar Kamu Ferza." Jelas Defen.
Namun Ferza masih tidak mengingat Saudaranya sendiri yang ada di depannya tersebut.
"Semuanya silahkan makan sepuasnya kecuali Ferza dan Defen ikut aku." Ucap Fiona.
__ADS_1
Setelah itu Fiona pun pergi ke taman Kerajaan sambil mengajak Defen dan Ferza untuk membicarakan hal yang penting.
Ingatan Ferza memang menghilang cukup banyak karena saking banyaknya hal yang membuatnya menderita selama Di Bumi. Bahkan Ferza pernah menderita penyakit Mental karena Trauma yang masa kecil.
"Ferza, kamu gak ingat aku ? "Tanya Fiona.
"Siapa kamu ? Kenapa kamu bisa tau nama aku ?"
"Aku saudara kembar Kamu. Kamu gak ingat ?"
"Fiona, sepertinya ingatan Ferza hilqng karena saking banyaknya masalah yang pernah dia alami dulu." Penjelasan Defen membuat Fiona sedikit sakit hati. Kenapa Saudara Kembar yang selalu bersamanya bisa lupa dengan dirinya ?
"Jadi kamu adalah Saudara Kembarku ?" Tanya Ferza.
"Iya."
"Kenapa kamu ada disini ?"
"Kamu gak ingat Fer ? Dulu Fiona kecelakaan ?" Pertanyaan Defen tersebut membuat Ferza merasa sedikit mengingat masa lalunya. Dulu Fiona pernah kecelakaan sampai membuat Ferza menderita hingga trauma kembali.
Karena mengingat masa lalu yang membuatnya pernah merasa terpuruk itu membuat Ferza lemas seketika.
Defen dan Fiona yang melihatnya langsung merangkul Ferza.
"Kamu ingat kan Fer ?" Tanya Fiona yang membuat Ferza ingatannya masa lalunya yang kelam semakin terlihat jelas.
"Aku sekarang mengingatnya bahkan sangat jelas sekali." Jawab Ferza.
Ferza pun seketika pingsan di rangkulan Defen dan Fiona. Mereka pun langsung membuat mereka panik seketika.
"Fer ! Fer ! Ferza." Teriak Fiona membangunkan Saudaranya yang pingsan di rangkulannya.
Fiona pun langsung menjentikkan Tangannya tanda untuk memanggil para Peri dan Penjaga.
Tak lama kemudian Beberapa Peri dan Penjaga langsung datang ke tempat Fiona berada.
"Ada apa ini ?" Tanya peri Riana kepada Fiona.
"Bawa Ferza sekarang ke kamar Tamu, dia nampaknya lelah sampai pingsan seperti ini." Ucap Fiona.
Setelah itu para peri dan penjaga menggunakan kekuatan Fantasy mereka membawa Ferza ke kamar.
Fiona dan Defen yang masih berada di taman berbincang sementara waktu.
"Aku boleh tanya sesuatu gak ?" Tanya Fiona ragu-ragu dan gelisah.
"Tanya aja, kamu kayak orang batu kenal aja."
"Apa yang terjadi kepada Ferza setelah aku kecelakaan ?"
"Waktu itu Ferza menangis dan syok karena telepatimu dengan Ferza menghilang secara tiba-tiba."
__ADS_1
"Setelah itu ?"
"Setelah itu Ferza......
...***...
...7 bulan setelah Fiona kecelakaan...
Ferza sedang duduk sendiri di sofa di depan televisi. karena Ferza memiliki penyakit mental karena Traumanya saat masih kecil, Ferza sering sendirian. Sebelum itu, Ferza selalu tampak Ceri bersama Fiona yang selalu bersamanya dan selalu mendukungnya.
Hanya Fiona yang membuat Ferza bisa melupakan masa lalunya yang membuatnya Trauma. Mungkin bisa dibilang Fiona adalah trapi dari penyakit Mental yang diderita saudaranya itu.
Beberapa saat kemudian datanglah Ibunya yang duduk disebelahnya. Ferza melihat ibunya dengan tatapan yang penuh kepasrahan.
"Ferza......" panggil ibunya dengan nada yang benar-benar lembut sambil mengelus rambut anaknya itu.
"Apa Fiona akan kembali sehat nanti ?" Tanya Ferza dengan Nada penuh keputusasaan.
"Tentu aja."
"Ini pasti kesalahan diriku. Kenapa aku tidak bisa menjaga Fiona ?" Ucap Ferza sambil menangis tersedu-sedu.
"Ini sama sekali bukan kesalahanmu Ferza. Ini kecelakaan." Ucap Ibunya sambil memeluk Erat anaknya itu.
Ferza tidak bisa menerima itu semua, Ferza menggeleng-gelengkan kepalanya dan selalu menyalahkan dirinya sendiri yang sebenarnya tidak ada sangkut pautnya dengan kejadian yang terjadi dengan saudara kembarnya Fiona.
Setelah tenang, Biasanya Ferza akan tertidur dengan sendirinya.
Tapi tentu saja dia tidak bisa melupakan hal-hal yang terjadi pada dirinya begitu saja. Di saat ia mencapai puncak stresnya itu ia akan mulai melakukan niatnya untuk bunuh diri. Tapi untung saja, Orang tuanya selalu bisa menghentikan anaknya untuk melakukan hal yang dapat menghilangkan nyawa anaknya itu.
"Kenapa ? Kenapa ? Ferza ?" Tanya Ibunya sambil menangis tersedu-sedu.
"Aku tidak bisa hidup lagi. Aku gak kuat." Ferza mengatakan hal tersebut sambil menangis.
Betapa sakitnya hati seorang ibu melihat anaknya melakukan bunuh diri dihadapannya ? Itulah yang sebenarnya dirasakan oleh Ibunya Ferza.
Selama ini, Ferza selalu bisa dikendalikan oleh Fiona. Hanya Fionalah yang dapat mengendalikan Ferza selama ini dari perbuatan yang seharusnya tidak ia lakukan.
Betapa hancurnya perasaan Ferza ? Karena kehilangan temannya yang sekaligus saudaranya yang selalu membantunya sehingga ia stress seperti itu.
Tapi untung saja Ferza dapat dikendalikan kembali setelah 5 hari berlalu, tapi tetap saja ingatan yang buruk itu selalu menghantui dirinya.
...Mau tau kelanjutannya ?...
...Ayo dukung Author dengan cara like dan comment ya ...
...TERIMA KASIH...
...
...
__ADS_1