
...*Happy Reading*...
"Angin itu biasanya berasak dari jiwa seseorang pemimpin yang ingin keluar dari Fantasy Dream World, namun tidak bisa." Jelas Ferza.
"Jadi kalau kita menjadi seorang raja atau ratu kita harus berjiwa baik dan tidak boleh memberontak." Jawab Jhony.
"Kamu tau dari mana Ferza ? Apa jangan-jangan kamu mendengarnya dari Peri-peri itu lagi ?" Duga Defen.
"Benar. Aku kemarin mendengarnya." Jawab Ferza.
"Jadi kamu kemarin pergi lagi ke hutan itu ?" Tanya Defen Curiga.
"Iya. Kenapa ?" Jawab Ferza.
"Gak apa-apa kok. Cuman tanya aja." Kata Defen sedikit kesal.
Setelah itu mereka pun membersihkan Gubuk tersebut, agar mereka dapat bermalam di situ. Setelah selesai membersihkan gubuk, mereka semua tertidur kecuali Ferza.
Ferza merenung di luar gubuk, dan hanya memikirkan caranya keluar dari Dunia Fantasy Dream World.
Defen yang melihat Ferza merenung di luar, langsung menghapirinya.
"Kenapa Fer ?" Tanya Defen.
"Nggak ada apa-apa." Kata Ferza sambil tersenyum kecil kepada Defen.
"Terus kenapa kamu termenung disini ?" Tanya Defen.
"Aku hanya memikirkan. Nanti kalau aku tidak bisa keluer dari sini, Bagaimana nasibku ?" Kata Ferza.
"Tenang aja Fer, sakarang kita bersama-sama akan keluar dari sini. Gak usah khawatir." Kata Defen menenangkan Ferza.
"Aku tidak khawatir. Tapi aku ingin tau aja apa yang akan terjadi." Kata Ferza.
"Nggak ada yang tau apa yang akan terjadi besok. Sebaiknya kita tidur dan menyimpan energi kita untuk besok." Ajak Defen.
"Kamu duluan aja. Aku akan disini sebentar, sambil menghirup udara segar." Kata Ferza menolak permintaan Defen.
"Ya udah. Tapi ingat jangan pergi kemana-mana awas aja." Ancam Defen.
"Iya...iya." kata Ferza sambil tertawa kecil.
"Ih, malah ketawa. Yaudah aku masuk dulu ya, aku mau tidur." Kata Defen sambil masuk ke dalam gubuk tersebut.
"Iya, tidur yang nyenyak ya!" Kata Ferza.
Defen hanya menjawabnya dengan melambaikan tangannya saja.
Ferza Masih termenung diluar, tiba-tiba terdengar suara gemuruh besar. Ferza pun Kaget.
'Ada apa ini ?' Tanya Ferza dalam Hati.
Semua yang ada di dalam gubuk pun kaget langsung pergi keluar untuk melihat kejadian. Mereka semua pun bertanya-tanya.
"Ada apa ini ?" Tanya Mia.
__ADS_1
"Suara apa tadi ?" Lanjut tanya Daisy.
"Seprtinya ada sesuatu yang terjadi." Pendapat Defen.
"Sepertinya iya. Sepertinya ada Raja atau Ratu yang bertengkar." Pendapat Ferza.
"Ih, menyeramkan."kata Jhony Takut.
Tiba-tiba datanglah seorang wanita dari kegelapan ternyata dia adalah seorang Peri.
"Maaf atas keributan yang terjadi. Saat ini kerajaan sedang kacau balau karena perdebatan yang terjadi." Kata Peri Yuri dengan raut wajah menyesal.
"Kalau boleh tau ada keributan apa ?" Tanya Ferza ingin tau.
"Maaf ini adalah Privasi. Hanya orang-orang yang sudah sampai atau tinggal di babak 5 saja yang boleh tau." Jelas Peri Yuri.
"Tidak apa-apa kami mengerti kok." Kata Defen.
"Baiklah selamat istirahat. Maaf mengganggu." Kata Yuri sambil pergi meninggalkan mereka.
Setelah Peri Yuri pergi mereka semua pun masuk untuk tidur. Namun mereka semua masih penasaran dengan perdebatan yang terjadi, dan cara satu-satunya untuk mengetahuinya adalah melewati babak-babak yang tersisa.
*Keesokan Paginya*
"Hwaa...." Mia Menguap sambil berjalan menuju keluar.
"Sudah bangun ?" Tanya Defen yang sudah berada diluar daritadi.
"Kakak melihat gak aku lagi ngapain ?" Tanya Mia Kesal.
"Terus kenapa kakak bertanya sudah bangun ? Jelas-jelas aku lagi berdiri di depan kakak." Kata Mia kesal.
"Hanya memastikan kamu benar-benar sudah bangun belum ?" Kata Defen tertawa.
"Ih, pagi-pagi udah buat orang kesel aja." Kata Mia kesal sambil mengejar Defen.
Defen yang melihat Mia ingin mengejarnya langsung lari terbirit-birit.
"Jangan Lari!!!!!! Sini kamu Kak Defen." Kata Mia sambil mengejar Defen.
Ferza yang melihat pertengkaran mereka hanya dapat menghela nafas saja.
"Seperti Tom & Jerry aja." Kata Ferza sambil menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.
Daisy pun yang melihat Defen dan Mia bertengkar, hanya terdiam saja.
Jhony pun yang melihat Defen dan Mia, langsung menunjukkan ekspresi kebingungan.
"Heh, Ferza, Jhony tolong !!!!!!" Teriak Ferza.
"Ayo terus lari kak !!!!!! " Teriak Jhony menyemangati Defen sambil tertawa geli.
"Daisy!!!!!! Tangkap kak Defen !!!!! Aku ingin menghajarnya !!!!!" Kata Mia sambil Lari.
Namun, Daisy hanya memberi Mia Semangat saja.
__ADS_1
"Kejar terus Mia!!!!" Teriak Daisy menyemangati Mia.
"Sudah, waktunya kita berjalan lagi. Cepat Ambil barang-barang kalian. Mia, Defen udah olahraganya ayo siap-siap."
Kata Ferza menghentikan Mia Dan Defen.
Setelah mendengar perkataan Ferza, Mia pun berhenti mengejar Defen. dan mereka semua pun pergi bersiap untuk menuju pintu babak selanjutnya.
Apabila Ferza sudah berbicara, walaupun itu pelan pasti akan langsung dilakukan oleh mereka. Mungkin Karena wajah Ferza yang Dingin tanpa Ekspresi yang menakuti mereka.
Setelah mereka selesai bersiap mereka pun melanjutkan perjalanan mereka.
"Sekitar berapa lama lagi kita bisa menuju babak selanjutnya ?" Tanya Daisy.
"Jalan aja dulu." Jawab Ferza.
10 menit kemudian mereka sampai di Pintu babak kedua.
"Cepat juga." Kata Jhony.
"Kenapa gak tadi malam aja kita perginya ?" Tanya Daisy.
"Karena kita baru melewati babak 1." Jawab Mia.
"Karena kita menemukan gubuk itu. Karena entahlah malam ini kita bisa tidur atau tidak." Lanjut Defen.
Setelah itu datanglah Peri Yuri.
"Bukankah dia Peri yang memberitahu kita kemarin kalau ada keributan ? Kenapa dia ada disini ?" Bisik Daisy.
"Itu karena kita hampir memasuki babak 2 jadi dia yang memberitahu. Biasanya Prajurit dari babak 5 akan memberitahu setiap para Peri di setiap babak." Bisik Mia.
"Baiklah, saya akan menjelaskan isi pintu ini. Pertanyaan : Apa yang ingin kamu lakukan ?
Disini ada pintu pertama yaitu Pintu Permainan, kalian diperbolehkan bermain di Pintu ini. Lalu Pintu Kedua adalah Pintu Keajaiban, disini kalian bisa melihat hal-hal ajaib yang belum pernah dilihat di dunia kalian, lalu pintu ketiga adalah Pintu Makanan, kalian diperbolehkan memakan makanan apapun yang ada di dalam pintu ini dan pintu terakhir adalah Pintu Keinginan, kalian diperbolehkan meminta keinginan kalian di pintu ini." Jelas Peri Yuri.
"Sebentar Kami berdiskusi terlebih dahulu" kata Ferza.
"Baiklah, Silahkan." Kata Peri Yuri.
Mereka pun Berdiskusi.
"Bagaimana ini ? Kita harus memilih Pintu yang mana ?" Tanya Mia.
"Ferza Bagaimana ini ?" Tanya Defen.
"Aku tidak tau. Menurut kalian Pintu mana yang lebih baik ?" Tanya Ferza.
"Pintu Keinginan. Kita bisa meminta apapun di pintu itu." Usul Jhony.
"Tidak, Pintu itu menjebak. Pintu terbaik adalah......" Kata Daisy.
Mau melihat Kelanjutannya Nantikan terus Novel Fantasy Dream World Chapter Selanjutnya.
...Jangan lupa Like, +Favorite, dan Follow Author agar Berkarya Lebih Baik Lagi !...
__ADS_1