
...Happy Reading...
Sebelum mereka keluar dari Fantasy Dream World, Putri Irenda menanyakan satu persatu diantara mereka sebelum melewati portal menuju ke Dunia nyata.
"Sebelum kalian semua keluar, Aku akan menanyakan satu persatu dari kalian. Dimulai Dari Daisy Tegaklah didepan portal ini." Suruh Putri Irenda.
Daisy pun tegak di depan portal sambil menunggu pertanyaan yang akan diberikan oleh Putri Irenda.
"Sekarang aku akan bertanya kepadamu, Apakah kamu siap untuk keluar dari Dunia Fantasy ini dan menerima kenyataan pahit yang akan menimpamu di dunia nyata nanti."
Daisy tiba-tiba terhentak kaget dan mulai memikirkannya. Ia merasa bingung dan mengingat kembali tantang hari dimana ia sering sekali di tindas oleh Clara di dunia nyata sehingga ia tidak memiliki Teman setia, tapi sejak ia ke Dunia Fantasy Dream kenyataan pahit itu seketika berubah menjadi menyenangkan karena temannya yang selalu mendukung dirinya tanpa memandang bulu.
Tapi karena keyakinan dan kerja kerasnya, ia tidak mungkin tinggal di dunia Fantasy Dream. Dan dia pun menjawab.
"Aku yakin, Dan aku pasti bisa menghadapi hal-hal yang akan menggangguku di dunia nyata walaupun itu pahit." Jawab Daisy.
"Kamu bisa mengubah jawaban kamu."
"Aku akan tetap menjawab Tidak."
"Oke, Alasanmu diterima. Silahkan masuk portal dan kamu akan menuju ke tubuh kamu secara otomatis. "
Setelah itu Daisy pun langsung memasuki Portal dan meninggalkan Fantasy Dream World menuju ke tubuhnya yang berada di rumah sakit.
Sesampai jiwanya dirumah sakit, Fiona pun langsung tersadar dari komanya dan menyadari betapa bahagianya dirinya telah kembali ke bumi setelah sekian lama di Fantasy Dream World.
"Apa aku sekarang berada Di bumi ?" Tanyanya pada dirinya bahagia sambil
meratapi semua yang ada di sekitarnya.
Tak lama kemudian, Para dokter pun datang ke ruangan Daisy dan langsung memeriksa Keadaan Daisy.
"Apa kamu bisa melihat jariku ini ada berapa ?" Tanya Dokter yang menunjukkan 3 jarinya ke hadapan Daisy.
"5 lah."
Jawaban Daisy membuat Dokter Bingung dan mengira bahwa Daisy sepertinya tidak dapat melihat dengan baik.
"Apa kamu melihatnya samar-samar ?"
Daisy menggelengkan kepalanya, Dan itu membuat Dokter yang memeriksanya tambah bingung.
"Bukankah Jari dokter memang ada 5 ? Tapi jari yang Dokter tunjukkan kepada saya adalah 3."
"O... begitu. Bener juga sih."
Penjelasan Daisy membuat Dokter yang semulanya bingung itu menjadi mengerti. Dan Dokter itu pun sepertinya merasa bersalah karena ia telah memberi pertanyaan yang salah kepada Daisy. Sepertinya Daisy bertambah pintar setelah ia melewati Masa Komanya.
"Dokter !"
__ADS_1
"Ada apa ?"
"Kemana orang tua saya ? Kenapa mereka tidak ada di samping saya ?" Tanya Daisy mencari orang tuanya.
"Entahlah, Tapi tadi saya melihat ibu kamu pergi ke Toko. Sepertinya ia membeli makanan."
Penjelasan Dokter itu membuat Daisy mengangguk lega, Karena Orang tuanya telah menjaga dirinya selama ia tidak sadarkan diri.
Setelah Dokter pergi ke luar Ruangan Daisy, Orang tua Daisy pun datang. Betapa kaget dan bahagianya mereka melihat anak mereka telah sadar dari komanya.
Mamanya yang melihat Daisy terduduk di tempat tidur langsung menghampiri dan memeluk Daisy dengan erat dan penuh rasa rindu. Dan begitupun yang dilakukan Ayahnya.
"Mama, Papa. Kalian rindu aku ya ?"
Mama papanya Daisy tidak dapat dan hanya bisa mengangguk Iya karena menangis terharu melihat Daisy yang terbangun komanya.
Daisy juga senyum terharu melihat mama papanya yang terharu melihatnya. Suasana di ruang rawat Daisy pun menjadi Haru dan Bahagia secara bersamaan dan tidak dapat digambarkan lagi.
...***...
Di dunia Fantasy Drean terdapat Mia yang sudah berada di depan portal menunggu pertanyaan dati Putri Irenda.
"Mianda Oktavia, Apa kamu tidak akan menyesali keluar dari Dunia Fantasy Ini ?"
"Tentu saja tidak karena aku sudah menanti hari ini." Jawab Mia tegas.
"Kamu boleh mengganti jawabanmu."
"Aku akan tetap menjawab Tidak."
Mia pun masuk ke portal dan kembali ke tubuh dan dunianya yang berada di dunia nyata.
Ia juga bahagia seperti halnya dengan Daisy. Mami dan Papi Mia yang menunggu di samping Mia pun merasa Kaget.
"Mia ?" Tanya Maminya sembari melihat anaknya yang telah membuka matanya.
"Mami, papi." Walaupun Jawabannya kurang jelas tapi itu membuktikan bahwa Mia telah Sadar.
Tak lama kemudian datanglah Dokter untuk memeriksa kondisi Mia.
"Apa ada hal yang dikeluhkan badannya ?" Tanya Dokter.
"Enggak kok Dok."
"Syukurlah kalau begitu. Dokter benar-benar bahagia akhirnya kamu terbangun juga dari komamu. "
"Terima kasih dokter, telah menjaga dan merawatku." Ucap Mia bahagia.
Dokter pun hanya bisa tersenyum mendengar kata-kata yang telah diucapkan Mia.
__ADS_1
"Itu bukan apa-apa kok." Jawab Dokter.
Setelah Dipastikan tidak ada masalah pada tubuh Mia, Dokter pun pergi dari ruangan Mia dan meninggalkannya bersama Mami dan papinya.
...***...
Di Fantasy Dream World, Waktunya Jhonny menjadi orang yang selanjutnya akan keluar dari Dunia Fantasy Dream menuju ke Bumi.
"Jhonny Purnama, apa kamu Siap menghadapi Orang tuamu dan teman-temanmu lagi di Dunia Nyata ?"
Pertanyaan Putri Iranda membuat Jhonny menjadi bingung. Karena betapa banyaknya Masalah yang ia sebabkan dan membuat Hubungannya dengan Orang tua dan Teman-temannya menjadi renggang.
Jhonny bingung, Kenapa ia harus mendengar pertanyaan yang membuatnya semakin bingung dan tidak mengerti lagi.
"Bagainana ?" Tanya Putri Iranda yang membuat Jhonny tambah Bingung saja.
Tapi karena keyakinan dan rasa Tanggung jawabnya ia pun tetap memutuskan untuk tetap keluar dari Dunia Fantasy Drem World.
"Iya, Karena aku ingin keluatr dari Dunia Fantasy Dream ini."
"Apa kamu tidak akan menyesal ? Kamu boleh lho memilih lagi."
"Tidak." Jawab Jhonny singkat dan padat.
"Oke, silahkan saja kamu pergi melalui portal itu dan Kamu akan keluar Dari sini.
Setelah Jhonny memasuki Portal itu, Jhonny pun langsung sampai ke tubuhnya yang berada di Rumah Sakit Dunia nyata.
Di rumah Sakit ia terbangun, ia tak melihat sama sekali ada seseorang yang berada di sampingnya untuk menunggunya.
Tapi ia tak menghiraukannya dan langsung duduk di kasurnya.
Tak lama kemudian datanglah Dokter yang akan memeriksa dirinya.
"Apa kamu ada sesuatu yang dikeluhakan ?" Tanya Dokter lembut.
Jhonny hanya dapat Senyum sambil menggelengkan kepalanya tanda 'tidak'
"Baguslah kalau begitu. Baiklah saya pergi dulu ya." Kata Dokter meninggalkan Jhonny.
Setelah itu datanglah Orang tua Jhonny, Dan itu membuat Jhonny tidak menyangka bagaimana bisa orang tuanya menunggu dirinya. Tapi tetap saja rasa sakit hati dan ketakutannya sangat dalam.
Jhonny berpikir bahwa Orang tuanya tidak akan khawatir terhadap dirinya. Tapi ternyata itu salah karena ibu dan Ayahnya langsung memeluknya tanda sayang. Suasana pun bagitu mengharukan.
...***...
Di Fantasy Dream World Hanya terdapat 2 orang saja yang tersisa yaitu Ferza dan Defen yang merupakan orang yang cukup lama menjalankan kehidupan di Fantasy Dream World.
...Mau tau kelanjutannya ?...
__ADS_1
...Ayo dukung author dengan cara like dan Comment ya...
...Terima kasih...