Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
09. Babak 3


__ADS_3

...*Happy Reading*...


Setelah mereka sampai, di pintu babak 3, datanglah Peri dari Kejauhan.


"Halo, perkenalkan Nama Saya Amy. Saya akan menjadi penolong kalian di babak 3 ini." Perkenalan Peri Emy dengan wajah yang Ceria.


Lalu, Daisy Menunjuk Tangan tanda ingin bertanya.


"Boleh saya bertanya ?" Tanya Daisy


Peri Amy hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum dengan lembut.


"Kenapa di babak ini terdapat peri penolong ?" Tanya Daisy.


Peri pun menjawab. "karena  Ini adalah babak tingkat menengah, oleh karena itu aku akan menolong kalian dengan cara menjawab semua pertanyaan kalian dan mendampingi kalian sampai ke pintu babak 4." Jelas Peri Amy dengan tersenyum kecil.


mereka semua pun menganggukan kepala mereka tanda mengerti.


"Baiklah ada 3 Pintu Disini. Pertanyaanya : Apa yang paling kalian suka ?" Disini ada Pintu kehormatan, disepanjang jalan kalian akan dihormati. Terus yang kedua ada Pintu menyedihkan, kalian akan terus menderita bila masuk ke dalam pintu ini. Lalu pintu yang terakhir adalah pintu pelajaran. Kalian akan mendapatkan soal MTK mendadak, dan kalian harus cepat memilih. Baiklah kalian mau pilih yang mana."Tanya Peri Amy kepada Mereka.


Mereka pun mulai berdiskusi.


"Aku tau, gimana kalau soal MTK mendadak.huh pasti seru." Usul Jhony.


"Itu ide yang bagus." Jawab Ferza.


Defen, Mia dan Daisy menggelengkan kepalanya tanda tidak menyanggupi. Jhony dan Ferza sangat MTk namun Defen, Mia dan Daisy tidak suka MTK.


"Nggak" Teriak Defen, Mia dan Daisy bersamaan.


"Kenapa ?" Tanya Ferza kaget.


"Fer, aku tau kamu pinter. Tapi pikirin juga dong teman-temanmu ini." Pinta Defen.


Ferza yang mendengarnyapun hanya tertawa kecil.


"Mendingan kita ke pintu nomor 1 menuju Kehormatan dan kita pasti bisa dihormati sepanjang jalan." Usul Mia.


"Oke, kita coba aja dulu." Jawab Ferza.


Mereka pun akhirnya memilih jalan nomor 1. Setelah mereka masuk betapa kagetnya mereka Pintu yang mereka pilih banyak penduduk yang sepertinya sudah menunggu mereka. Semua penduduk pun langsung pergi ke arah mereka.


"Kenapa dengan mereka ini ?" Teriak Defen.

__ADS_1


"Bolehkah kami pindah ke Pintu yang lain." Tanya Ferza kepada Peri Amy.


"Silahkan. Ayo kita keluar dulu." Ajak peri Amy sambil berlari tempat awal mereka tadi.


Mereka semua pun langsung lari keluar.


"Huh, akhirnya." Kata Mia Lega.


"Heh, Peri. Itu bukan kehormatan tapi lebih ke terkenal. Kamu memberi informasi yang salah." Teriak Defen kepada Peri Amy.


"Maafkan saya. Tolong pilih lagi Pintu yang ingin kalian masuki." Suruh Peri Emy.


"Pintu nomor 2." Jawab Ferza spontan.


Sontak saja Jawaban Ferza itu mengagetkan semua temannya. Bahkan Defen Langsung menarik Kerah Ferza.


"Apa maksudmu memilih nomor 2 ? Apa  kamu mau kita semua menjadi orang yeng menyedihkan ?" Tanya Defen Kesal dan marah.


Ferza pun melepaskan tangan defen dari kerahnya, dengan muka dingin tanpa ekspresi.


"Kamu tau, kita disini sudah menjadi orang yang paling menyedihkan. Tidak masalah kalau kita ke pintu menyedihkan. Kamu tau kita udah selama 4 bulan. Kalau bulan ini kita gak bisa keluar apa yang akan terjadi ?" Ucap Ferza marah kepada Defen.


"Itu benar. Apa salahnya kita maauk aja dulu." Usul Mia.


Mereka pun akhirnya menuruti kata Ferza dan masuk ke Pintu menyedihkan. Tapi Defen masih marah dengan Ferza.


Setelah mereka masuk betapa terkejutnya mereka. Mereka semua tiba-tiba pingsan dan Flashback menuju masa lalu mereka yang paling menyeramkan.


...Masa lalu Daisy 1 Tahun yang lalu saat Hari pertama masuk sekolah setelah Orientasi Sekolah....


Daisy sedang duduk termenung di kursi kelasnya di saat jam istirahat dan datanglah seorang perempuan menuju tempat Daisy duduk. Dan duduk di depan kursi Daisy yang sedang kosong.


"Kamu sendirian aja ?" Tanya perempuan tersebut dengan lembut.


Daisy pun hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.


"O... inikan jam istirahat. Kenapa kamu masih disini ?" Tanyanya penasaran.


Daisy tidak menjawabnya. Namun dia malah menundukkan kepalanya.


"Hah, yaudah deh. Ayo keluar. !" Ajak perempuan tersebut sambil menarik tangan Daisy.


Daisy pun ikut pergi dengan perempuan tersebut pergi ke taman sekolah.

__ADS_1


Saat sampai ditaman sekolah, perempuan tersebut terus-menerus bertanya  kepada Daisy. Namun hanya menjawabnya dengan kode menggeleng, dan mengangguk saja, tanpa berbicara apapun.


"Hei, aku pengen tau dong siapa nama kamu?" Tanya perempuan tersebut.


Daisy yang awalnya terdiam lalu mulai berbicara.


"Daisy." Kata Daisy pelan.


"O... Daisy." Kata perempuan tersebut.


"Nama kamu siapa?" Tanya Daisy ragu.


"Hah, Nama aku Nasya. Panggil aja aku Nanas. Oke." Kata Nasya.


Daisy yang mendengar perkataan Nasya pun mulai tersenyum.


"Hah. Akhirnya kamu tersenyum juga. Karena kita udah saling mengenal, mulai sekarang kita akan jadi sahabat ya !" Kata Nasya dengan senyuman bahagia yang terpancar dari wajahnya.


Daisy pun menganggukkan kepalanya tanda dari jawaban "IYA".


Setelah hari Itu Nasya dan Daisy pun sering terlihat selalu bersama. Mereka pun menjadi teman yang bahagia.


Namun hal buruk terjadi kepada Daisy, setelah 2 bulan berteman dengan Nasya. Nasya mulai menjauh dari Daisy karena bertemu dengan teman-teman baru.


Sebenarnya Nasya tidak pernah menjauh dari Daisy namun, karena Nasya punya Teman baru, Daisy merasa iri dengan teman-teman baru Nasya dan menurutnya lebih baik untuk menjauh dari Nasya. Itulah yang membuat hubungan Daisy dan Nasya begitu renggang.


Saat yang bersamaan, Clara dan teman-temannya langsung mengajak bermain dengan Daisy.


"Heh kamu Daisy Kan ? Ayo kita ke kantin bersama." Kata Clara dengan senyum manis diwajahnya, namun dengan hati yang busuk.


"Iya." Jawab  Daisy sambil mengangguk, dan mengikuti


Sebenarnya perusahaan keluarga Clara adalah perusahaan bawahan dari keluarga Daisy. Jadi Clara diharuskan berteman dengan Daisy agar pendapatan orang tuanya lebih besar.


Namun Clara dan teman-temannya sama sekali tidak ada rasa tulus dalam pertemanannya dengan Daisy. Mereka hanya membuat Daisy menderita dengan selalu meminta uang, dan traktiran dari Daisy.


Disaat Daisy membutuhkan, mereka tidak peduli sama sekali dan meninggalkan Daisy. Namun disaat mereka membutuhkan Daisy Selalu siap Siaga membantu mereka.


Mungkin begitukah Teman terbaik itu ?Apa mungkinkah begitu teman swjati itu ? Walaupun begitu Daisy tetap sabar dan menerimanya dengan tulus.


Bahkan sampai dia naik kelas pun Clara dan teman-temannya  selalu dekat dengan Daisy, namun kedekatan itu  tidak membuat Daisy bahagia sama sekali. Itulah hari-hari yang menyedihkan bagi Daisy yang selalu dia jalani setiap hari.


Mau tau kelanjutannya tolong bantu Author untuk Like, bantu Comment, +Fovorite dan Follow Author agar Author bisa berkarya lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2