
Waktu berlalu begitu cepat, waktu sudah menunjukkan tengah hari. waktu di dunia Fantasy Dream adalah 1/2 dari waktu di bumi. Berarti waktu di dunia Fantasy Dream Hanya 12 jam.
Mereka Semua masih duduk termenung dalam kesunyian. Mereka semua masih merasa khawatir, apalagi bagi mereka yang sudah pernah gagal dalam permainan.
* 1 jam kemudian..... *
"Heh kalian, ngomong-ngomong kalian umurnya berapa ?" Tanya Defen Tiba-tiba.
Mereka semua terkejut dengan pertannyan Defen yang tiba-tiba menanyakan soal Umur.
"Apa? Umur ?" Kata mereka semua serempak.
"Iya, umur. Jadi umur kalian berapa ?" Tanya Defen.
"Umurku 17 tahun." kata Daisy.
"Kalau aku Umurnya juga 17 tahun. Terus kalian umurnya berapa ?" Tanya Jhony.
"Aku umurnya 18 tahun." Kata Ferza.
"Kalau aku sih 17 tahun juga sama seperti kalian." Kata Mia.
"Kalau aku 18 Tahun, sama seperti Ferza." Kata Defen.
"O... iya, gimana aku memanggil kalian yang lebih tua daripada aku?" Tanya Daisy menunjuk ke arah ferza dan Defen.
"Kamu bisa panggil Kak, mas, Abang kalau perlu sekalian aja Pakde, bude, mbah, kakek." Kata Defen Kesal.
"Pakde itu bukankah arti dari kata Pak Defen ?" Tanya Daisy.
"Bukan, sebenarnya Pakde itu artinya Paman yang lebih tua dalam panggilan bahasa Jawa." Kata Ferza.
"Ooo, begitu." Jawab Daisy yang baru mengetahuinya.
Keadaan sedikit lebih ceria karena pertanyaan Defen yang Tiba-tiba.
"Aku pergi dulu ya ! Ada hal yang harus aku urus." Kata Ferza sambil meninggalkan mereka semua menuju ke dalam hutan.
"Hei, mau kemana ?" Teriak Defen. Namun teriakannya tidak terdengar oleh Ferza yang sudah masuk ke dalam hutan.
3 jam kemudian....
Waktu menunjukkan waktu malam sekitar Jam 4 malam waktu Fantasy Dream. Namun Ferza belum kunjung kembali, mereka semua merasa cemas. Dan menunggu di dalam rumah.
"Kemana perginya itu anak, kok belum datang juga sih ?" Tanya Defen pada dirinya Sendiri.
__ADS_1
Tak lama kemudian Ferza pun pulang.
"Heh, Darimana kamu ? Jam segini baru muncul. Buat orang serumah gak Tidur aja." Kata Defen Marah.
Namun Ferza tidak mengatakan apapun dan langsung kekamarnya, Namun Defen mencoba menghalangi Ferza untuk menjawab pertanyaannya.
"Huh, kenapa sif Def ?" Tanya Ferza seakan-akan tidak tau apa yang terjadi.
"Jawab dulu pertanyaanku Ferza. Kamu tau betapa merasa bersalahnya aku selama ini denganmu, entah nanti kalau kamu menghilang. apakah aku harus selalu merasa bersalah ?" Teriak Defen sambil berlinang air mata.
"Apa maksudmu dengan merasa bersalah ?" Tanya Ferza.
Pada saat itu yang lain menghampiri mereka berdua karena mendengar perdebatan. Mereka semua kaget karena Ferza dan Defen Bertengkar. Mia yang melihatnya langsung menengahi mereka.
"Sudah! Kenapa kalian ini?" Tanya Mia
Defen yang kesal dan tidak ingin mengungkapkan masalahnya langsung pergi ke kamarnya. Defen adalah tipe orang yang ceria, namun pada saat di marah dan kesal di tidak ingin mengungkapkan apa masalahnya.
"Ada apa sebenarnya dengan kak Defen ?" Tanya Daisy.
"Entahlah sudah 3 bulan aku mengenalnya disini namun aku sama sekali gak tau sifatnya." Kata Mia bingung.
Ferza pun juga bingung dengan perkataan Defen. Lalu diapun pergi kekamarnya. Yang lainnya pun juga pergi ke kamarnya masing-masing seakan-akan tidak terjadi apa-apa.
*Keesokan Harinya....*
Defen pun berbalik melihat Ferza dan berharap Ferza meminta maaf padanya saat dia berjalan di depannya, dan menyadari kesalahannya. Namun semua itu sia-sia saja. Ferza hanya menatapi tanah.
Mia yang melihat hal tersebut hanya menghela nafasnya. Mia pun datang menghampiri Defen yang duduk agak jauh dari Ferza.
"Ngapa sih kak ?" Tanya Defen dengan tersenyum.
"Gak ada apa-apa kok. Ngapain sih kamu disini sana pergi jauh-jauh." Kata Defen Mengusir Mia.
"Ih... kan hari ini kita Diskusi pemimpin kita. Kan, sebelum permainan harus ada pemimpin yang bisa dipercaya. Ayo Cepat. Besok kan hari pemberian petanya jadi ayo kita selesaikan sekarang." Kata Mia menjelaskan.
"Ya... oke. Kamu kumpulin yang lain sana." Suruh Defen.
"Apa ? kok aku sih ?" Tanya Mia kaget.
"Kan kamu tadi yang nyaranin. Cepat Sana pergi." Kata Defen.
"Iya, iya." kata Mia kesal dan terpaksa mengumpulkan anggota yang tersisa.
Saat Mia pergi, Defen melihat ada air mata keluar dari mata Ferza namun ekspresinya sangat dingin. Defen pun terheran-heran, bagaimana wajah yang dingin dan tidak memiliki ekspresi itu mengeluarkan air mata. Defen pun menghampiri Ferza,dan bertanya.
"Kamu menangis Fer ?" Tanya Defen memegang bahu Ferza.
__ADS_1
"Apa maksudmu ? Aku tidak menangis." Kata Ferza Heran.
"Gak usah disembunyikan, itu ada air mata keluar dari matamu." Kata Defen.
"Gak mungkin." Kata Ferza menyangkal sambil mengusap air matanya. Ternyata benar dia mengeluarkan air matanya namun dia heran dan tidak mengetahui kalau dia mengeluarkan air matanya.
"Bagaimana mungkin, ada apa ini?" Tanya Ferza Heran.
"Masa' orang yang menangis tidak mengetahui bahwa dia sedang menangis?" Kata Defen yang juga heran setelah mendengar pernyataan Ferza.
Setelah itu Mia, Daisy dan Jhony menghampiri mereka.
"Wih, ada yang udah baikan ini ye." Ejek Mia.
"Ih, apaan sih ?" Tanya Defen kesal.
"Eh, kak Ferza menangis ya ? Tanya Jhony.
"Enggak, dia gak menangis." Jawab Defen mulai menyadari sesuatu.
"Kok. Kak Defen yang jawab ?" Tanya Jhony.
"Ya... karena...." Defen Tidak bisa menjawab.
"Udah ayo kita pilih aja siapa yang akan jadi ketua." Potong Mia.
"Gimana kalau kandidatnya, yang sudah berpengalaman saja. Kayak Kak Defen, Kak Ferza dan Mia." Usul Daisy.
"Itu ide yang bagus. Karena kalau aku atau Daisy yang jadi ketua, pasti akan sulit merancang strategi." Lanjut Jhony.
"Benar, sih. Oke deh kandidatnya Kak Ferza dan Kak Defen." Kata Mia.
"Tunggu dulu, kok kamu gak jadi ketua aja sih ? Kamu kan suka menkritik orang, sekali-kali gitu kamu jadi orang yang dikritik." Ejek Defen.
"Ih, males kali." Kata Mia.
Ferza yang mulanya duduk langsung berdiri melerai Defen dan Mia.
"Udah kita Tunjuk aja siapa yang kalian pilih jadi ketua. Tidak perlu kandidat. Yang kita perlukan hanya Ketua dan Wakilnya saja." Kata Ferza.
Akhirnya mereka langsung menunjuk satu sama lain untuk memilih ketua. Mia menunjuk Ferza, Ferza menunjuk Defen, Defen menunjuk Mia, Daisy menunjuk Ferza dan Jhony Menunjuk Defen.
Akhir dari pemilihan tersebut menghasilkan hasil yang seri antara Defen dan Ferza.
Bagaimanakah kelanjutannya ? Siapakah yang akan memimpin mereka nantikan episode selanjutnya.
Jangan lupa Like, Vote, dan tambah ke Favorite
__ADS_1