Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
08. Babak 2


__ADS_3

...^_^ Happy Reading ^_^...


...Mereka pun Berdiskusi untuk memilih Pintu....


"Bagaimana ini ? Kita harus memilih Pintu yang mana ?" Tanya Mia.


"Ferza Bagaimana ini ?" Tanya Defen.


"Aku tidak tau. Menurut kalian Pintu mana yang lebih baik ?" Tanya Ferza.


"Pintu Keinginan. Kita bisa meminta apapun di jalan itu." Usul Jhony.


"Tidak, sepertinya Pintu itu menjebak. Pintu terbaik adalah Pintu keajaiban." Jelas Daisy.


"Kenapa Pintu Keajaiban?" Tanya Defen Ragu.


"Menurutku...." Saat Daisy kebingungan, Ferza langsung menjawab pertanyaannya.


"Benar, Pintu Keajaban. Karena Pintu itu akan memberi kita keajaiban. Ingat pertanyaannya apa yang kalian ingin lakukan ? Tentu ingin keluar dari sini, Kita disini karena kita mengalami kesulitan, kita ingin terjadi Keajaiban terjadi pada kita. Oleh karena itu kita harus memilih Pintu Nomor 2." Jelas Ferza.


"Itu alasan yang logis. Iya kita ikuti saran Ferza." Kata Defen.


Mereka semua akhirnya setuju dan memilih Pintu nomor 2, Pintu Keajaiban.


Setelah mereka masuk, Betapa terkejutnya mereka karena melihat banyaknya Keajaiban yang ada didalamnya.


Di perjalanan Daisy berterima kasih kepada Ferza.


"Terima kasih ya kak sudah bantuin aku." Ucap Daisy.


"Aku bantuin apa ?" Tanya Ferza bingung


"Kakak udah mau bantuin menjawab yang tadi." Kata Daisy.


"O... itu aku tidak membantu kamu, tapi aku memang memiliki opini tersendiri atas jawaban kamu." Jelas Ferza.


"Tetap aja kakak udah bantuin aku." Kata Daisy memaksa.


"Terserah." Kata Ferza sambil meninggalkan Daisy.


Walaupun sikap Ferza sedikit dingin, namun Daisy bahagia karena dia dapat mengucapkan terima kasih kepada Ferza.


Sepanjang jalan yang mereka lihat hanyalah keajaiban yang membuat mereka senang. Tanpa terasa perjalanan, akhirnya mereka keluar dari Pintu babak kedua.


"Itu menyenangkan sekali, sampai tidak terasa aku berjalan." Kata Mia.


"Benar." Jawab Jhony sambil tersenyum.


"Sebenarnya inti dari pintu tadi adalah keajaiban yang kita inginkan, jadi kita tidak terasa dengan perjalanan yang  penuh lika-liku dengan adanya keajaiban." Kata Defen.


"Benar. Kamu pandai juga menyimpulkan." Kata Ferza memuji.


"Terima kasih." Kata Defen.

__ADS_1


Mereka semua pun tetap melanjutkan perjalanan karena Pintu Keajaiban itu sangat mengasyikkan bagi mereka jadi mereka tidak meresa lelah.


Tidak terasa mereka berjalan, waktu sudah mulai senja. Namun keberuntungan seprtinya memihak kepada mereka, mereka pun menemukan Rumah tua.


"Wah, ada rumah lagi. Jadi kita bisa tidur disana. Yeee." Kata Daisy Bahagia.


"Iya. Ini adalah hari leberuntungan kita." Kata Defen.


"Bulan lalu saja kita tidak menemukan rumah saat senja tiba. Jadi kita terpaksa tetap terjaga sepanjang malam." Kata Mia membandingkan bulan lalu dengan bulan sekarang.


Mereka pun akhirnya bermalam dirumah tua tersebut. Rumah tua tersebut sangat tua, namun masih kokoh.


"Ini gak apa-apa kan ?" Tanya Daisy Takut.


"Gak apa-apa Daisy." Jawab Mia.


"Untuk malam ini kita tidur disini." Kata Ferza.


"Disini tidak berantakan, jadi kita bisa langsung tidur dong. Yeee." Kata Defen bahagia.


Mereka semua pun bersiap untuk tidur namun Mia kelaparan.


'Haduh, laper banget lagi. Ada makanan gak ya di dalam tas ?' Tanya Mia dalam Hati.


Mia pun mengendap-endap untuk mengambil dan memeriksa tasnya. Apakah tasnya ada makanan atau tidak.


Sebelum Mia membuka tasnya dia melirik terlebih dahulu apakah ada yang melihat atau tidak. Saat Mia melirik kekiri aman, namun saat Mia melirik ke kanan ada Defen di hadapannya sehingga Mia pun berteriak. Defen yang mendengar teriakan Mia pun Kaget. Bahkan Semua yang tertidur pun pada terbangun.


"Hwa........" teriak Mia


"Ih, apaan sih kak, hampir aja jantung aku copot." Tanya Mia kesal


"Terus kenapa kamu ada disini ? Teriakan kamu buat kaget aja bisa-bisa Tuli aku karena teriakanmu." Jawab Defen Kesal.


Setelah itu, Mereka semua yang terbangun karena teriakan Mia pun langsung menuju ke tempat kejadian.


"Ada apa ada apa?" Tanya Daisy bingung.


"Mia kenapa kamu teriak seperti itu ? Mengagetkan satu rumah tau." Tanya Jhony.


Ferza pun melihat apa yang sedang dipegang oleh Mia.


"Kamu lapar ?" Tanya Ferza yang langsung mengheningkan suasana.


'Kok bisa tau sih. Kan jadi malu.' Kata Mia dalam Hati.


"Benar kamu lapar Mia ?" Tanya Defen.


Mia hanya menjawab dengan anggukan pelan.


"Kalau mau makan, makan aja gak usah ngendap-ngendap kayak maling." Kata Defen.


"Iya, maaf ya." Kata Mia meminta maaf.

__ADS_1


Akhirnya Mia pun mengeluarkan makanan yang ada di dalam tasnya, namun mereka semua melihat Mia dengan tatapan kelaparan sambil menelan ludah mereka.


"Ada apa kalian ini ? Apa kalian juga pengen makan ?" Tanya Mia ragu.


"Iya" jawab mereka bersamaan.


Setelah itu mereka pun langsung duduk melingkar ke hadapan sebuah tas yang di pegang Mia, lalu mereka pun makan bersama, saling berbincang dan bercengkrama satu dengan yang lainnya serambi memakan makanan mereka.


Setelah selesai makan mereka masih duduk sejenak sebelum mereka tidur.


"Jadi besok menurut peta ada berapa pilihan Pintunya ?" Tanya Defen.


"Bukankah, kalau gak salah ada sekitar 3 pintu." Kata Jhony.


"Benar, Ada 3 pintu. Berarti pilihan kita semakin lama semakin menyulitkan." Kata Ferza.


"Menurut kamu apa yang akan terjadi selanjutnya ?" Tanya Defen.


"Menurutku kita bisa melewatinya bersama. Dulu kita memilih jalan sendiri-sendiri, lalu kita terpecah. Diantara kita ada yang keluar dan ada yang tidak. Namun sekarang karena kita bersama-sama pasti kita bisa melakukannya." Ucapan Mia yang memotivasi mereka semua.


"Iya, kata-katamu benar-benar menyayat hatiku." Kata Defen.


Teman-temannya pun tersenyum kecil atas ucapan Mia. Mia pun yang melihat teman-temannya tersenyum walaupun itu tampak kecil namun dia bahagia, dan tanpa sadar dia pun tersenyum juga.


Setelah selesai, mereka pun melanjutkan tidur mereka dengan nyenyak.


Keesokan paginya mereka terbangun. Saat ini mereka marasa lebih siap dari swbelumnya dan langsung bersiap-siap untuk pergi menuju babak selanjutnya.


"Ayo!!!" Ajak Defen.


Mereka pun meneruskan perjalanan mereka.


"Ini cukup jauh, nampaknya udah lebih dari 10 menit kita berjalan." Keluh Daisy.


"Benar. Udah ada 15 menit kita berjalan." Kata Ferza.


"Apa ? Jadi jalan ini lebih panjang dari yang kemarin ?" Tanya Jhony kaget.


"Iya karena kita sudah mau masuk babak selanjutnya, sudah naik level kita ini. Jadi dipanjangkan sedikit jalannya." Jelas Defen.


"Gak apa-apa. Kamu tau gak jalan ini sama kayak jalan kehidupan kita. Semakin kita bertambah tua maka akan semakin banyak pula rintangan dan semakin sulit pula perjalanannya." Kata Mia.


"Kayak Naik kelas ?" Tanya Daisy.


"Iya. Kayak kenaikan kelas. Semakin tinggi tingkat kelas maka semakin sulit pelajarannya." Kata Mia.


"Wah, Mia. Kamu makan apa sih kemarin kok kamu tambah pinter nampaknya." Ledek Defen.


"Jadi emangnya aku gak pinter apa ?" Tanya Mia kesal.


"Sudah, berhenti. Kita sudah sampai ini." Kata Ferza.


Akhirnya mereka pun sampai di babak 3.

__ADS_1


Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Nantikan terus Fantasy Dream World hanya Di Noveltoon.


Tolong comment, Like, Follow, dan +favorite. Terima kasih.


__ADS_2