
*Keesokan Harinya....*
Ferza dan yang lainnya bangun pagi sekali untuk menyiapkan perlengkapan yang dibutuhkan nanti.
Setelah selesai bersiap, mereka semua keluar dan menunggu sang Peri muncul. Setelah 1 jam Sang peri langsung datang.
"Perkenalkan nama saya Ezwa Peri penolong babak 1." Kata Ezwa memperkenalkan diri dengan wajah sedikit tersenyum.
"Dia laki-laki." Bisik Daisy.
"Iya" jawab Mia.
"Ada 5 jalan yang harus kalian pilih, pintu pertama adalah Pintu kejujuran dimana kalian harus jujur saat menjawab pertanyaan tiba-tiba muncul. Lalu Pintu kedua adalah Pintu kebaikan dimana kalian harus saling menolong orang yang membutuhkan. Pintu ketiga adalah Pintu kesakitan dimana kalian hanya perlu melewati jalan keriki. Pintu keempat adalah pintu jalan dimana kalian hanya perlu melewati jalan tersebut sepanjang 10 km. Dan jalan terakhir Pintu Tersesat, apabila kalian melewati jalan tersebut kalian tidak dapat kembali." Jelas Ezwa.
Mereka semua yang mendengar perkataan peri Ezwa langsung terkejut.
"Apa kalian memiliki pertanyaan ? Kalian memiliki 3 kesempatan bertanya." Tanya Ezwa.
"Aku akan bertanya." Kata Ferza sambil Tunjuk Tangan.
"Iya. Silahkan." Kata Ezwa sambil mengangguk.
"Jalan yang Kita pilih, apakah bisa di tukar kembali ?"Tanya Ferza.
"Boleh. Namun itu bisa menghabiskan waktu. Kalau kalian kehabisan waktu maka kalian bisa kalah." Jelas Ezwa.
"Apakah Kita semua bisa memilih jalan yang berbeda ?" Tanya Defen.
"Untuk peraturan bulan ini. Tidak diperbolehkan untuk memilih jalan yang berbeda dari timnya." Jawab Ezwa.
"Bolehkah kami membawa sesuatu dari markas kami." Tanya Jhony.
"Yang diperbolehkan, hanya Makanan dan alat ringan lainnya seperti alat tulis." Kata Ezwa.
"Baiklah. Kalian sudah bertanya 3 kali waktunya aku pergi. Selamat melewati Rintangan!" Kata Ezwa sambil terbang.
Setelah Peri Ezwa Pergi Pohong peringatan. Memberikan peringatan.
"Waktunya Permainan dimulai ,waktunya permainan dimulai, waktunya permainan dimulai. Para pemain harap pergi menuju Rintangan babak 1." Suruh Pohon Peringatan.
"Wah, akhirnya dimulai. Ayo pergi !" Ajak Defen Sambil berjalan.
Setelah 15 menit berjalan mereka menemukan 5 buah pintu. Mereka pun berdiskusi tentang pintu tersebut.
"Hei, jalan yang kita pilih harus jalan yang cepat. Agar kita tidak kehabisan waktu." Usul Mia.
"Kita harus mencari jalan yang mudah dan cepat." Usul Daisy.
"Tapi sepertinya. Tidak ada Jalan yang mudah dan Cepat." Kata Jhony.
__ADS_1
"Itu benar. Tidak ada Jalan yang mudah dan Cepat. Kalau kita ingin Cepat kita harus memilih Jalan yang Medannya sulit. Biasanya Jalan yang medannya sulit lebih cepat jalannya." Kata Defen.
"Itu benar. Kita harus memilih Jalan nomor 3." Kata Ferza.
Mereka pun berjalan membuka Pintu nomor 3. Betapa terkejutnya mereka melihat jalan yang penuh kerikil dan duri.
"Benar ini, kita lewat sini ?" Tanya Mia ragu.
"Iya." Kata Ferza.
"Oke ayo kita jalan!" Ajak Defen.
Mereka semuapun akhirnya berjalan melewati kerikil dan batu tersebut dengan penuh keraguan di hati mereka.
Di tengah perjalanan Defen yang mulanya Ceria sekarang bermuka Pasrah.
"Kapan kita sampainya ? Udah capek ini kaki." Keluh Defen.
"Tadi Ceria kali, Sekarang kok mengeluh aja." Ejek Mia.
Mereka Semua yang mendengar Ejekan Mia langsung tertawa. Suasana yang penuh keluhan tersebut sekarang menjadi sedikit Ceria kembali.
"Kenapa tertawa kalian?"Tanya Defen.
Mereka Tetap tertawa. Defen pun merasa kesal dengan tingkah teman-temannya.
Mereka semua akhirnya saling membuat lelucon yang mengundang tawa.
Tidak berapa lama kemudian mereka semua melihat cahaya di depan.
"Bukankah di depan kita itu Cahaya ?" Tanya Daisy.
"Iya. Kenapa Cahaya terang sekali?" Kagum Daisy.
"Tidak terasa ya, kita berjalan disini. Tadi kita merasa lelah, dan sakit. Tapi sekarang kita sudah melihat cahaya saja." Kata Jhony.
"Benar. Kunci dari perjalanan ini adalah kita harus saling mendukung satu dengan yang lainnya agar perjalanan kita yang penuh derita dan duri ini bisa kita lewati." Jelas Ferza.
"Itu benar. Karena Tawa kita ini adalah tawa bercanda, tawa mendukung." Kata Defen.
"Iya. Yaudah yuk kita Lanjut." Ajak Mia.
Setelah sampai di pintu keluar bababk pertama, mereka pun berhenti sejenak di bawah pohon yang rindang.
"Akhirnya. Aku bahagia sekali kita bisa bebas dari babak pertama." Kata Mia senang.
"Iya." Lanjut Daisy.
"Jangan Bahagia dulu. Permainan ini baru dimulai." Kata Defen Mengingatkan.
__ADS_1
"Perjalanan menuju babak kedua cukup panjang jadi kita istirahat sebentar disini." Ajak Ferza.
"Ngomong-ngomong Kak Ferza. Kenapa kakak memilih nomor 3 ?" Tanya Jhony.
"Karena, aku sudah mencari tau tentang tentang babak 1. Aku mengerti karena biasanya jalan terburuk adalah jalan terbaik." Jelas Ferza.
"Tunggu, Apa ? Apa maksudnya jalan terburuk adalah jalan yang terbaik ?." Tanya Jhony kaget.
"Karena jalan terburuk hanya memiliki panjang 2 Km saja. Tapi jalan yang lain panjangnya lebih dari 2 Km. Selain itu Jalan yang buruk biasanya tidak memerlukan Sikap yang spesifik." Jelas Ferza.
"O... begitu." Kata semuanya memahami penjelasan Ferza.
Setelah beristirahat cukup lama. Akhirnya mereka semua pun melanjutkan Perjalanan menuju ke Pintu babak ke 2.
Di tengah perjalanan mereka menemukan gubuk tua. Karena hari sudah mulai malam akhirnya mereka bermalam di gubuk tua tersebut.
"Emangnya gak apa-apa ya tinggal di gubuk itu ?" Tanya Daisy Ragu-ragu.
"Gak apa-apa sih." Jawab Mia.
"Emangnya gak ada yang menghuni di gubuk itu ?" Tanya Jhony dengan wajah takut.
"Ngapa takut ya ?" Ejek Defen.
"Nggak kok." Kata Jhony sambil menunjukkan keberaniannya padahal di hatinya merasa takut.
"Biasanya Rumah seperti ini tidak ada yang menghuni. Rumah gubuk seperti ini hanya untuk para pemain Fantasy Dream World." Jelas Ferza untuk menenangkan Jhony.
"Terus penghuni Dunia ini pada kemana ?" Tanya Daisy.
"Mereka semua tinggal di kastil." Jawab Ferza.
"Kastil hanya bisa kita temui di 3 babak terakhir. Biasanya para penghuni Fantasy Dream World tinggal di 3 babak terakhir." Lanjut Defen.
"Kenapa mereka tinggal di 3 babak terakhir ?" Tanya Jhony.
"Karena tempat tinggal penghuni Fantasy Dream world ditentukan oleh level. Jadi level paling rendah tinggal di babak 3, lalu level menengah tinggal di bebak 4 dan level tertinggi tinggal di babak 5. Biasanya yang tinggal do babak 5 adalah para pemimpin." Jelas Ferza.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam gubuk tersebut. Betapa terkejutnya mereka karena gubuk tersebut sangat berantakan.
"Katanya gak ada yang menghuni. Tapi kok berantakan sekali ?" Tanya Daisy Heran
"Sepertinya ada keributan disini." Kata Defen Curiga.
"Tidak. Ini karena angin kemarin." Kata Ferza menyangkal.
"Angin ? Angin dari mana ?" Tanya Jhony.
"Angin dari....."
__ADS_1
Mau tau kelanjutannya ? Nantikan terus Fantaay Dream World.
Jangan lupa Like, comment, Vote dan Follow.