Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
05. Strategi Sebelum Permainan Dimulai (2)


__ADS_3

Pemilihan Yang dilakukan menghasilkan hasil yang Seri antara Ferza dan Defen.


"Hasil kak Ferza dan Kak Defen seri. Jadi Gimana ?" Tanya Daisy.


"Gimana kalau Kak Ferza jadi ketua terus kak Defen menjadi wakilnya. Gimana ?" Usul Jhony.


"Aku sih gak masalah. Tapi Ferza kamu gimana ?" Tanya Defen.


"Gak apa-apa sih aku ikut aja." Jawab Ferza.


Mereka pun Akhirnya sudah menentukan Ketua mereka untuk membantu mereka pergi dari dunia Fantasy Dream.


Tidak terasa, waktu berlalu begitu cepat, dengan kehadiran bulan yang berarti malam. Besok adalah hari terakhir mereka dapat bersantai. Karena lusa besok permainan sudah dimulai.


              "Keesokan Harinya"


Pagi-pagi buta Di Dunia Fantasy Dream Ferza Terbangun dan langsung keluar rumah, dia meliahat sepucuk surat di depan rumah.


'Apa ini?' Tanya Ferza dalam hati.


Setelah itu Ferza membuka isi surat tersebut dan ternyata itu adalah kertas yang berisikan peta dan peraturan permainan. Ferza pun merasa semakin gelisah setelah melihat peta dan peraturan tersebut.


Tiba-tida di belakang Defen sudah ada di bepakang Ferza dan langsung merebut peta tersebut dari Ferza.


"Inikan. O... iya. Wah... tapi, ada yang berbeda dari peta ini. Ada 5 ronde tapi ada 18 jalan." Kata Defen terkejut.


"Iya. Ini lebih banyak dari bulan kemarin."kata Ferza.


Tak lama kemudian Daisy, Mia dan Jhony pun menghampiri mereka berdua.


"Ada apa ? Kok pagi-pagi mukanya udah kesel kayak gitu?" Tanya Daisy.


"Kak, itu kertas apa?" Tanya Jhony heran.


"Apa mungkin, itu kertas Petanya? " Lanjut Mia.


"Iya." kata Defen Menghela Nafas. Sambil memberikan petanya kepada Mia.


Daisy dan Jhony pun juga ikut melihatnya. Betapa terkejutnya mereka karena betapa banyaknya jalan tantangan.



"Apa ? Disini ada 18 jalan. Waw ini lebih banyak dari bulan lalu." Kata Mia kaget.


"Tunggu dulu ini apa artinya kok Ada garis terus ada Kotak ?" Tanya Jhony sambil menunjuk garis dan Kotak yang ada dipeta.


"Yang Kotak ini artinya Pintu dan Garis-garis ini artinya jalan." Jelas Mia.


"Terus tanda di atas itu apa ?" Tanya Daisy sambil menunjuk simbol yang ada di atas Peta.


"Ini artinya......... aku pun gak tau. Kak Ferza ini artinya apa ya?" Tanya Mia.

__ADS_1


"Ini gak mempunyai arti namun ini adalah Logo Pintu permainan." Jelas Ferza.


"Ngomong-ngomong soal Pintu, bulan lalu ada berapa Pintu ?" Tanya Daisy.


"Ada sekitar 10 Pintu." Kata Defen.


"Sebenarnya semakin sedikit pilihan Pintu maka semakin sulit permainannya."kata Mia.


"Kenapa begitu ?" Tanya Jhony.


"Karena kita akan semakin bingung." Kata Defen.


"Biasanya Di setiap babak kita akan bertemu dengan Peri yang membantu kita." Kata Ferza.


"Benarkah ? Jadi kita tidak perlu khawatir." Kata Daisy.


"Sebenarnya Peri pembantu ini adalah Prajurit yang akan memberikan pertanyaan kepada kita sebelum memasuki Pintu  dan akan memberikan kita 3 kesempatan untuk bertanya." Jelas Defen.


"Setelah itu dia pun Menghilang." Lanjut Mia.


  Daisy dan Jhony Kaget mendengar pernyataan Defen dan Mia.


"Sudahlah Ayo kita makan! Pasti Ferza sudah memikirkan cara yang terbaik untuk kita keluar dari sini." Ajak Defen kepada teman-temannya sambil berjalan masuk ke dalam.


Ferza kaget mendengar pernyataan Defen. Pernyataan tersebut membut Ferza tertekan.


Saat Makan Daisy berbisik kepada Mia.


"Mia, kak Ferza pernah jadi Ketua gak ?" Bisik Daisy.


  Defen yang melihat Daisy dan Mia berbisik, langsung bertanya.


"Kalian berbisik tentang apasih ?" Tanya Defen.


"Bukan apa-apa kok kak." Kata Daisy mengelak.


Mia yang mendengar Perkataan Daisy, malah menjelaskan yang sebenarnya kepada Defen.


"Begini lho kak...." Sebelum Mia menyelesaikan perkataannya Daisy menutup mulut Mia. Mia pun berusaha melepaskan tangan Daisy dari Mulutnya dengan menggigitnya.


"Awww." teriak Daisy kesakitan karena tangannya digigit Mia.


"Kamu ini apa-apaan sih Daisy malah menutup mulut aku dengan tanganmu?" Tanya Mia marah.


"Jadi Mia, tadi Daisy bisikin apa sama kamu ?" Tanya Defen.


"Jadi Begini Kak. Daisy tadi tanya...." Sebelum Mia menyelesaikan penjelasannya Daisy berteriak.


"Mia, tolong jangan kasih tau." Teriak Daisy.


Walupun Daisy sudah berteriak untuk tidak mengatakannya, Mia tetap mengatakannya kepada Defen.

__ADS_1


"Jadi gini, Tadi Daisy Bertannya Kak Ferza itu pernah memimpin gak? " Tanya Mia.


"Tidak, tapi dia selalu berjiwa pemimpin dan penolong bagi siapa saja yang membutuhkan. Ferza pernah memakan buah beracun karena, ketua egois itu menyuruh Ferza untuk memakan buah beracun itu. Disaat semuanya sudah kembali, aku dan Ferza masih terjebak didunia ini."Jelas Defen sambil merasa marah.


"Ada apa dengan buah beracun itu ?" Tanya Jhoni.


"Buah itu memiliki Racun yang dapat membunuh. Namun di dunia ini kita tidak mati saat memakan buah beracun tersebut." Jelas Defen.


"Namun sebagai gantinya kita harus mengulang dari awal lagi. Permainan akan diadakan setiap bulannya. Kalau pemain tidak bisa keluar dari Fantasy Dream World selama 5 bulan maka dia akan di arsipkan di Dunia Fantasy Dream." Jelas Mia.


"Lalu setelah di arsipkan, bagaimana keadaan kita ?" Tanya Jhony.


"Tidak tau. Aku kurang mengerti soal itu." Jawab Defen.


Mendengar Jawaban Defen, Jhony langsung melirik ke Mia untuk meminta jawaban. Mia yang melihat pandangan Jhony langsung  merasa kaget dan menjawab.


"Aku pun gak tau soal itu. Yang ku tau hanya setelah 5 bulan tidak keluar dari sini maka kamu bisa diarsipkan di Dunia ini." Jawab Mia.


Jhony yang mendengar pernyataan Mia langsung tertawa kecil.


"Kenapa tertawa." Tanya Mia curiga.


"Tidak ada apa-apa." Jawab Jhony.


Selang beberapa jam kemudian Ferza masuk. 


"Ada apa Fer? Mau Makan." Tanya Defen.


"Tidak, aku tidak mau makan." Tolak Ferza.


"Kamu kan belum makan. Cepat makan." Kata Defen sambil menyodongkan piring ke hadapan Ferza.


"Nggak, Aku gak Lapar. Aku punya ide yang bagus." Kata Ferza.


"Ide apa ? Apa jangan-jangan kamu punya Rencana untuk permainan ini." Kata Defen bahagia.


"Iya, kemarin sebenarnya aku berjalan-jalan dihutan dan mengumpulkan Informasi. Setelah aku ingat-ingat hari ini aku punya rencana yang bagus." Jawab Ferza.


"Terus bagaimana rencananya?"tanya Defen.


"Rencananya adalah..... sebenarnya babak pertama adalah babak yang mudah. Ada 5 pintu yang salah satunya harus kita pilih. Biasanya pintu yang terbaik adalah pintu yang ditengah." Kata Ferza.


"Kenapa ?" Tanya Defen.


"5 adalah bilangan ganjil maka ditengahnya itu adalah center. Aku dengar kemarin Center Babak 1 adalah pintu yang paling mudah dilewati." Jelas Ferza.


"Benarkah. Kamu dengar darimana?" Tanya Defen.


"Aku mendengar dari pembicaraan para Peri." Kata Ferza.


"Baiklah, ayo kita bersiap-siap untuk besok." Ajak Defen.

__ADS_1


"Ayo!" Kata Ferza.


Bagaimanakah mereka melewati rintangan yang akan diberikan ? Saksikan di Chapter Selanjutnya.


__ADS_2