Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
10. Ingatan Yang Menyedihkan


__ADS_3

...*Happy Reading*...


...Masa lalu Mia 7 bulan yang lalu...


Mia sedang berada di Kelas melukis dan sedang melukis sambil menghela nafas. Karena dipilih untuk lomba melukis.


"Ini bagus gak ya ? Besok aku bisa gak ya ?" Tanya Mia pada dirinya sendiri.


Mia dikenal sebagai Perempuan yang cerewet dan cuek di sekolahnya, namun jauh di dalam lubuk hatinya dia adalah orang yang berhati rapuh dan suka khawatir.


Saat Mia berlatih melukis, datanglah Yuna temannya Mia, yang mengagetkan Mia.


"Heh Mia! Melukis aja." Kata Yuna sambil memegang bahu Mia.


Mia yang sedang berkonsentrasi melukis, menjadi terkejut dan ada satu coretan di lukisannya.


"Ih, apaan sih ? Kan aku lagi melukis. Tuhkan ada Coretan. Huh, aku harus ulangin lagi deh." Omel Mia.


"Ke kantin yuk! Aku laper lho." Kata Yuna memohon.


"Ke kantin aja sendiri aku mau melukis lagi." Kata Mia sambil mencari barang untuk membuat lukisan baru.


"Ih, Mia gitu. Aku kesel." Kata Yuna.


Mia pun mendekati temannya.


"Gak usah kesel kali. Yaudah kamu mau makan apa ?" Tanya Mia dengan lembut.


"Gak tau. Kamu aja deh yang milih. Aku ikut aja." Kata Yuna.


"Yaudah kita lihat dulu dikantin. Kalau ada yang enak kita beli." Kata Mia.


"Oke! Ayo!" Kata Yuna sambil menarik Tangan Mia menuju Kantin.


Saat dikantin. Ada sekumpulan perempuan  yang memalak adik kelasnya. Mia yang melihat itu langsung berdiri dan langsung menggomeli mereka.


"Gak ada uang ya ? Sampai memalak adik kela ?" Tanya Mia dengan Arogan.


"Ih, siapa sih kamu ? Ikut campur urusan orang aja." Kata salah satu perempuan.


"Berarti kamu gak punya uang kan ? Kalau gak punya uang kerja!" Omel Mia.

__ADS_1


"Heh, kalau gak salah kamu Mia kan ? Anak yang mau ikut lomba lukis itu." Tanya Salah satu perempuan yang lain.


"Kalau iya kenapa ?" Tanya Mia.


"Gak nyangka. Akhirnya aku akhirnya bisa ketemu sama kamu." Kata Nifa pemimpin dari geng perempuan tersebut.


Dengan penuh amarah Mia menatap Nifa.


"Kenapa ? Kamu mau menantang kami hah ?" Tanya Nifa.


Akhirnya karena Mia kesal, mereka pun berantem. Kantin pun jadi berantakan karena perkelahian mereka. Yuna yang melihat Mia bertengkar, langsung membawa Mia kabur dari Kantin.


Sampailah mereka di tempat yang aman. Setelah dirasa aman mereka pun mulai berbicara.


"Mia ? Kenapa kamu cari gara-gara sama mereka ?" Bisik Yuna kepada Mia dengan kesal.


"Karena mereka cari gara-gara. Emangnya kenapa ?" Jawab Mia.


"Kamu tau gak ? Itu gengnya Nifa Lho. Dia adalah Geng yang terkuat disekolah tahun ini." Jelas Yuna.


"Terus kenapa ?" Tanya Mia Santai.


"Mereka bisa melakukan apapun untuk mendapatkan kehendak mereka. Apalagi aku dengar mereka akan mencari sampai dapat orang yangmembuat mereka kesal." Jelas Yuna cemas.


Setelah itu Mia pun langsung pergi ke kelasnya, tanpa ada rasa ragu dan cemas dari wajahnya. Tapi memang ada rasa sedikit takut di hatiny.


Lomba Melukis pun tiba. Lomba ini terdiri dari 2 babak. Babak pertama adalah para peserta harus membawa lukisan jagoan mereka. Dan apabila lulus dibabak pertama mereka akan masuk ke babak kedua yang menandingkan lomba melukis secara langsung.


Disaat babak pertama Mia mendapti lukisannya rusak, dan robek. Dan dia dieliminasi di babak pertama.


Mia pun merasa sedih bercampur kesal. Saat pulang dari perlombaan dia meratapi lukisannya. Sambil menghela nafas. Itu adalah hari yang paling menyedihkan bagi Mia. Karena hari itu Seharusnya adalah hari dia yang paling bahagia. Dia sebenarnya sudah tau pelakunya tapi dia tidak ingin menanggapinya.


...Masa lalu Jhony 1 bulan Yang lalu...


Jhony sedang bersiap menuju sekolah, namun ada sesuatu yang menjanggal di pikiran Jhony.


"Kok kayaknya ada yang lupa ya ?" Tanya Jhony pada dirinya sendiri.


Jhony pun melihat ke meja belajarnya namun tidak ada apapun di dalam pikirannya dan ia pun tersadar. Hari itu dia ada Ulangan.


"Tunggu dulu, Hari ini kan ada ulangan." Teriak Jhony sambil bergegas ke sekolah. Tanpa ada satu suap pun makanan masuk ke mulut Jhony.

__ADS_1


Saat di sekolah dia pun langsung membuka buku untuk belajar.


Dan sampai waktunya masuk, dan bel pun berbunyi.


"Hah, Gimana ini aku gak ingat lagi. Jam ulangan Jam pertama lagi. Gimana ini." Tanya Jhony dalam Hati.


Saat Jhony melihat soal ulangan, seketika yang ia pelajari hilang.


'Kok aku gak ingat ya ? Padahal tadi udah kubaca.' Tanyanya dalam hati.


Dengan penuh perjuangan dan sebagian jawaban yang asal Jhony pun akhirnya selesai mengerjakan Ulangan.


Pada saat pembagian nilai ulangan Jhony mendapatkan nilai yang lumayan yaitu 85, Namun dia malah menghela nafas panjang tanda menyesal.


"Jhon, kamu dapet nilai berapa ? Pasti 100. Aku iri lho sama kamu." Kata Teman Jhony.


"Entahlah." Jawab Jhony sambil menyembunyikan kertas ulangan miliknya.


Saat dia pulang kerumah, ternyata sudah ada yang menunggunya. Ternyata mereka adalah Mama dan papanya Jhony.


"Jhony kamu sudah pulang ?" Tanya Ibu Jhony.


"Bagaimana Nilaimu ?" Tanya Ayh Jhony.


Jhony tidak menjawab apapun, dan langsung menyerahkan nilai ulabgannya kepada Mama dan papanya. Tidak disangka muka Orang Tua Jhony yang awalnya berseri-seri berubah seketika menjadi dingin dan kesal.


"Kenapa kamu dapet nilai ini ? Kamu gak belajar kan ?" Tanya ayahnya Jhony.


"Itu..." Omongan Jhony pun menjadi gagap.


"Sekarang ikut Papa." Kata papa Jhony sambil menyeret Jhony menuju ke gudang.


Saat sampai digudang, Jhony pun dikurung disana dan dibawakan juga buka yang bertumpuk untuk dia belajar.


"Kamu harus intropeksi diri. Jangan keluar sampai Besok! Baca semua itu !" Perintah Ayahnya Jhony sambil meninggalkan Jhony di Gudang sendirian.


Jhony merasa putus asa, dia selalu dituntut oleh orang tuanya menjadi yang terbaik, menjadi yang nomor 1.  Tapi apalah daya. Satu kesalahan kecil saja bisa membuatnya dihukum. Hari itu adalah hari yang paling .enyedihkan bagi dirinya


Jhony hanya bisa menuruti kata ayahnya sambil menangis tersedu-sedu. Selama hidupnya Jhony tidak pernah pergi jalan-jalan dia hanya dirumah dan dirumah saja dan terus belajar dan belajar. Muka Pucat dan Tangisan yang hanya mewarnai wajahnya setiap hari dirumahnya karena Itu adalah hari-harinya menjalani hidup. Jhony hanya menunjukkan wajah bahagia dan cerianya apabila dia berada di sekolah saja karena banyak orang yang mendukungnya. Namun pada saat dia dirumah, dia selalu cemberut. Karena tidak ada satu kenangan bahagia pun yang ada dirumahnya, dan tidak ada satu orang pun yang mendukungnya.


Mau Tau kelanjutannya ? Nantikan terus Novel Fantasy Dream World hanya di NovelToon

__ADS_1


Jangan Lupa Like, comment,+Faforite agar Author bisa membuat novel lebih baik lagi.


__ADS_2