Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
03. Pemain Terakhir


__ADS_3

   Di tengah-tengah keheningan pembicaraan mereka, tiba-tiba terdengar suara tapak kaki dari kejauhan yang menuju ke arah mereka. Dia adalah seorang pria misterius siapakah dia ?. Dia adalah pemain terakhir yang bernama Jhony.


"Hai ! " kata Jhony dengan ragu-ragu.


Tiba-tiba Pohon pemberitahuan memberi tahu bahwa waktu bermain  akan dimulai dalam 3 hari lagi.


"Apa ? 3 hari lagi. Jadi kamu pemain terakhir ? Hah kenapa kamu datang pada jam segini ? Waktu kita jadi dikurangi 1 hari kan. Huh!! Aduh gimana ini ?" Kata Defen kesal.


"Ini sudah jam 00.05. Pantas saja. Waktu disini begitu cepat sekali" kata Ferza.


"Maafkan saya." Kata Jhony.


"Udah gak apa-apa. Ini udah waktunya kita semua tidur. O... iya waktu tidur kita hanya 4 jam nanti pada jam 4 bersiaplah oke !" Kata Ferza mengingatkan.


"Iya" kata mereka semua bersamaan.


 


...


...


Mereka semua akhirnya masuk kerumah gubuk tua itu. Daisy dan Jhony sebagai anak yang baru masuk kedunia Fantasy dream mereka sedikit merasa takut.


"Daisy! Kamu takut ya ? " Tanya Mia menggoda Daisy.


"Enggak kok aku berani" kata Daisy sok berani.


Tiba-tiba terdengar suara barang terjatuh. Daisy yang sudah ketakutan langsung kaget lalu memegang tangan Mia dengan erat.


"Kamu takut kan bilang aja jangan sok berani. Dulu aku saat pertama kali kedunia ini aku juga takut. Tapi kak Defen berkata "Ini tidak semenakutkan yang akan terjadi nanti. Disini mungkin kamu aman namun saat kita mulai berjuang nanti kita akan merasakan itu lebih menakutkan dari rumah ini." Itu membuatku tidak takut lagi. Jadi jangan kita takut disini ayo kita teruskan sampai akhir." Kata Mia menenangkan Daisy.


"Mia, Terima kasih. Kamu ternyata baik" kata Daisy memuji dan dia pun tidak takut lagi.


"Aku memang udah baik dari dulu. Aku itu gak jahat." Kata Mia


"Iya" Jawab Daisy.


Setelah itu mereka pun tidur di kamar mereka masing-masing.


  Setelah 4 jam mereka tertidur, Ferza dan Defen  membangunkan mereka semua.


"Apa mereka lupa ? Atau mereka lelah ? Kenapa belum ada yang bangun ? " Tanya Defen kesal.


" Mereka masih baru jadi wajar saja." Kata Ferza.

__ADS_1


"Dulu kita pada saat pertama ke sini semua pemain langsung bangun. Walaupun masih baru disini." Kata Defen.


"Udahlah. O... iya kita jadwalnya hari ini harus Diskusi ketua, lalu besoknya Diskusi rencana lalu besoknya lagi kita akan Diskusi rencana lagi. Lalu besoknya lagi Hari Permainannya dimulai. " Jelas Ferza.


"Hari ini diskusi ketua. Baiklah sebelum itu aku akan jalan-jalan keliling dulu nanti aku akan kembali lagi dalam waktu 1 jam oke." Kata Defen sambil meninggalkan Ferza.


"Hei !!! Defen. Wah jadi aku harus menunggu. Benar-benar kamu Defen !!!" Teriak Ferza.


                  ~ 1 Jam kemudian ~


Ferza yang menunggu pun sampai tertidur kembali di dekat pohon. Defen yang tadinya pergi pun kembali datang dan membangunkan Ferza.


"Heh, Fer kok kamu tidur sih ? " Tanya Defen.


"Apa ? O... kamu Defen. Kapan mereka bangun ? Apa mereka lupa ?" Kata Ferza bertanya-tanya dan kesal.


Defen hanya menjawabnya dengan senyum.


Setelah itu Mia dan Daisy pun bangun dan keluar dari rumah tersebut.


"Wah....wah...wah baru bangun kalian udah ada 1 jam lho kalian terlambat bangun." Kata Defen kesal.


"Maaf, aku tadi baru bermimpi indah jadi lupa bangun." Kata Mia beralasan.


"Ya iyalah kita bisa bermimpi. Masa' kita gak bisa bermimpi." Kata Mia.


"Udah, bilang aja kamu males " kata Defen.


"Sudah! Sudah! Tunggu Anak baru itu belum bangun. Siapa namanya ? " Tanya Ferza.


"O... Jhony. Nampaknya dia belum bangun." kata Daisy.


"Def, coba kamu bangunkan Jhony" suruh Ferza.


"Oke" jawab Defen.


Namun pada saat Defen ingin  membangunkan Jhony, dia Sudah terbangun dan keluar dari rumah tua tersubut.


"Baru aja aku mau bangunin." Ungkap Defen Kesal.


"Kok kamu bangun paling terlambat sih ?" Tanya Ferza.


"Maaf aku terlalu lelah jadi aku tertidur terlalu pulas. Maaf!" Kata Jhony.


"Sudahlah. Ayo bersiap jadi hari ini kita harus berdiskusi !" Ajak Ferza.

__ADS_1


"O... iya Ferza, saat aku pergi tadi, aku mendengar dari para peri disini bahwa struktur permainan kita akan diubah kembali. Dan ada babak kejutan di babak terakhir." Jelas Defen.


"Benarkah ? Berarti kita harus punya strategi baru. 1 hari sebelum permainan dimulai kita akan diberi peta dan peraturan permainan. Jadi kita hanya memiliki waktu sehari saja untuk mendiskusikan babak pertama. " jelas Ferza.


"Ngomong-ngomong soal permainan. Apakah permainannya selalu diubah setiap bulannya ?" Tanya Daisy.


"Iya. Permainan disini akan selalu diubah tiap bulannya namun tata cara permainan selalu sama mungkin hanya jalannya saja." Jelas Mia.


"Lalu, bagaimana cara kita menyelesaikan permainannya? " tanya Jhony.


"Caranya kita hanya perlu memilih satu dari 2 atau lebih jalan yang telah diberikan." Jelas Ferza.


"Lalu bagaimana cara kita memilih jalannya ? " Tanya Daisy.


"Setiap babak memiliki pernyataan yang berbeda-beda jadi kita hanya perlu mencocokkan pernyataan dengan jalan yang kita pilih. " Jelas Ferza.


"O... begitu. Lalu kalau kita memilih jalan yang salah apa yang akan terjadi ?" Tanya Jhony.


"Kita akan kalah dan harus mengulangnya kembali seperti ini."Kata Mia sedih.


"Sebenarnya, jalan yang kita tempuh adalah sama. Sebenarnya tidak ada jalan yang benar maupun jalan yang salah namun jalan yang kita pilih memiliki kesulitan tersendiri." Jelas Defen.


"Semakin sulit jalan yang kita pilih, maka semakin besar pula peluang kita untuk kalah. Oleh karena itu kita harus pandai memilih jalan." Sambung Ferza.


"Permainan ini berarti benar-benar sulit dan menakutkan" kata Daisy takut.


   Semua terdiam dan mereka semua merasa takut. Walaupun rasa takut mereka di dalam hati, namun mereka semua saling mengerti satu dengan yang  lainnya.


"Sudahlah! Kenapa pada terdiam ?" Kata Mia seakan-akan tidak mengerti apa yang terjadi, walaupun di dalam hatinya juga merasa takut.


  Mereka semua memandangi Mia dengan tatapan sedih.


"Kenapa kalian pada memandangiku dengan tatapan menyedihkan itu ? Apa kalian tidak memiliki semangat untuk kembali apa ? " Teriak Mia.


"Mia! Aku tau maksudmu, kamu ingin menghibur tapi, kamu saja merasa sedih, merasa takut. Itulah kenapa kami memandangimu dengan tatapan seperti itu." Kata Defen.


"Ingatlah Mia, seseorang tidak akan terhibur apabila orang yang menghibur  tidak merasa terhibur. Maksudnya orang yang kamu hibur tidak akan merasa terhibur apabila penghiburnya saja sedang sedih, sedang takut." Kata Ferza.


"Iya Mia, kamu gak perlu menutupinya." Kata Daisy.


    Mia menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Namun masih ada misi yang harus mereka selesaikan.


Bagaimanakah kelanjutannya ? Saksikan Episode selanjutnya!


Jangan lupa Untuk Like, Vote dan nantikan terus ceritanya.

__ADS_1


__ADS_2