
...Happy Reading...
Ferza yang berusaha menahannya, tiba-tiba kehilangan seimbangan dan terjatuh.
"Kamu baik-baik aja Fer ?" Defen bertanya khawatir. Namun Ferza tidak menjawab sepatah katapun pertanyaan Defen dan Kembali berdiri.
Ferza tidak menyerah, ia balik menyerang monster ular yang hampir saja Menyerang temannya tersebut.
Dengan kekuatan dan tekad yang besar akhirnya ia pun berhasil memusnahkan ular tersebut.
Setelah itu Jhony pun berusaha memanggil Defen yang telah meninggalkannya.
Namun Defen sama sekali tidak mendengarnya, walaupun Jhony teriak memanggil namanya dengan suara yang sangat keras. karena ia mengkhawatirkan temannya yang ada di depannya yang sudah bertaruh nyawa demi dirinya.
Defen berpikir ia selalu saja membuat temannya selalu dalam masalah baik di dunia biasa maupun dunia Fantasy. Ia berpikir bahwa ia adalah Beban bagi temannya dan salalu membawa petaka bagi temannya.
Ferza yang mengetahui isi pikiran Defen, langsung berusaha membangunkannya dalam lamunannya.
"Def, kamu kenapa melamun ?"
Kata-kata Ferza tersebut membuat Defen kaget dan tersadar dari lamunannya.
"Hah, apa ?"
"Kamu mikirin apa sih ?"
"Gak ada ?"
Ferza berpikir ada yang aneh dengan Defen, kenapa orang yang selalu ceria dan membuat orang bahagia dengan lawakannya menjadi suka termenung dan jarang bicara ?
Beberapa saat, datanglah Jhony yang membuat suasana hening menjadi suasana yang penuh rengekan.
"Kak Defen..... kenapa kakak meninggalkanku ?" Siapa yang meyangka anak yang biasanya bersifat seperti orang dewasa menjadi seperti bocah kecil yang tidak diberi permen.
"Kenapa ?" Defen menanggapinya dengan wajah tanpa ada rasa bersalah.
"Kata kakak mau nungguin aku BAB."
"Aku tadi cuma jalan-jalan sambil nunggu. Gak mungkin aku nunggu orang BAB di dekat kamu. Kan BAB mu bau banget."
"Ih, setidaknya gak usah jauh-jauh juga kali."
"Maaf. "
Jhony kaget seketika melihat ular yang ada di depannya yang sudah berlumuran darah.
"Apa itu ?"
"Kamu gak lihat itu ular ?" Defen menjawabnya dengan Tenang
"Iya, kenapa dia seperti itu ?"
"Habis dibantai tadi sama Ferza."
"Apa ? Dibantai ?"
"Heh, udah yuk kita periksa kondisi Daisy dan Mia. Entah-entah ada apa-apa sama mereka." Ferza pun menghentikan pembicaraan mereka berdua dengan mengusulkan untuk kembali ketempat Daisy dan Mia tertidur.
Ternyata setelah sampai di tempat mereka bermalam, tidak ada masalah yang terjadi.
__ADS_1
Setelah di rasa telah aman mereka pun kembali tertidur dengan pulas kecuali Defen. Ia masih trauma dengan apa yang terjadi tadi.
Dengan hati penuh kewaspadaan, Defen pun tetap membuka matanya walaupun sebenarnya ia sangat lelah dan ingin menutup matanya dan ingin istirahat.
Tapi tak lama kemudian, Tanpa sadar Defen pun tertidur dengan pulasnya.
Keesokan harinya, mereka pun melanjutkan perjalanan mereka mencari Monster paling ganas untuk menyelesaikan babak 4 untuk menuju ke babak 5.
Kedekatan mereka semua dengan babak 5 membuat mereka semakin bersemangat untuk menggapai impian mereka yaitu keluar dari Fantasy dream World.
Saat Diperjalanan, mereka menemuka seekor Kelinci mungil yang sepertinya akan menunjukkan jalan untuk mereka.
...
...
Mereka pun mengikuti kelinci tersebut, tapi siapa yang menyangka kelinci yang imut itu membuat mereka semua tersesat di hutan yang gelap.
...
...
"Kenapa.... kenapa kita harus tersesat ?" Keuh Mia kesal karena mereka tersesat.
"Ini karena kelinci itu tuh." Jawab Daisy.
Mereka pun berdebat karena Seharusnya mereka sudah sampai di medan pertempuran dan mengalahkan bos terakhir babak 4 namun mereka malah tersesat di hutan yang gelap tersebut.
Benar saja mereka semua tidak kehilangan akal karena mereka telah mengambil sistem tentang ilmu pengetahuan tersebut.
Mereka pun menentukan arah mata angin dengan menggunakan lumut agar mereka dapat kembali ke tempat jalan yang seharusnya dan melawan monster terakhir babak 4.
Beberapa saat kemudian mereka pun berhasil untuk kembali ke tempat yang seharusnya.
"Akhirnya." Ujar Mia dan Daisy lega akhirnya mereka kembali ke tempat yang seharusnya.
Walaupun membutuhkan waktu yang lama agar mereka dapat kembali. Namun tetap saja mereka berhasil.
Setelah mereka berjalan cukup lama mereka pun sampai di medan pertempuran dan dihadapkan oleh monster naga berkepala lima.
...
...
Monster tersebut benar-benar menyeramkan dan memiliki cakar tajam serta tubuh bewarna hijau.
Wajah monster tersebut sangat menyeramkan dan suara mereka yang keras membuat siapa saja takut.
Namun mereka semua sama sekali tidak gentar dan mulai strategi untuk melawan monster naga tersebut.
"Kita hatus menyerang 1 kepala setiap orang oke." Usul Ferza.
Mereka pun menyetujui usulan Ferza dan mengikuti usulan Ferza tersebut yaitu menyerang 1 kepala naga setiap 1 orang.
__ADS_1
Mereka semua menodongkan pedang mereka ke atas dengan berani sambil berteriak menyerang naga.
Tapi usaha mereka ternyata sia-sia. Naga itu sepertinya tidak merasakan satu pun serangan dari mereka.
Akhirnya layar android muncul dihadapan mereka semua.
...~Apa kalian butuh bantuan ?...
...A. Senjata 100 poin...
...B.Phoenix 200 poin...
...D. Kedua-duanya 300 poin ~...
Karena saldo mereka sekitar 500 poin akhirnya mereka pun memilih kedua-duanya. Yaitu senjata dan Phoenix.
Setelah itu senjata mereka pun terasa semakin kuat dan terdapat api dan Es.di masing-masing pedang mereka.
Mereka pun menyerang naga tersebut dengan pedang mereka dengan kuat. Naga tersebut pun mulai merasa kesakitan dengan pedang upgrade mereka.
Naga tersebut semakin lama semakin lemah karena serangan mereka semua yang tiada henti.
Tak lama kemudian datanglah Phoenix yang bertugas untuk memusnahkan naga tersebut.
...
...
Akhirnya karena serangan terakhir yang diberikan oleh Phoenix akhirnya naga tersebut kalah dan terkapar di tenah.
Akhirnya mereka semua pun bisa pergi dari babak 4 dan melanjutkan perjalanan mereka ke babak 5.
Saat ingin berjalan, Phoenix menawarkan tumpangan kepada mereka semua. Karena tubuhnya besar akhirnya mereka semua pun tanpa ragu menaiki tubuh Phoenix tersebut.
Saat terbang, mereka begitu bahagia melihat semua pemandangan Fantasy dari atas tubuh Phoenix.
...
...
Bahkan perjalanan yang seharusnya panjang dan melelahkan itu menjadi sangat pendek dan menyenagkan.
Tak terasa akhirnya mereka semua sampai di gerbang babak terakhur yaitu babak 5.
"Terima kasih Phoenix." Ucap mereka semua.
Phoenix pun pergi meninggalkan mereka semua di depan pintu gerbang babak 5.
Setelah itu seperti babak-babak lainnya datanglah penjaga babak 5. Namun di babak 5 ini jalan yang ditawarkan tidak seperti jalan yang lain. Walaupun jalannya terdapat 2 arah yang berbeda namun tetap saja jalan itu tetap terhubung. Walaupun memilih salah satu jalan tetap saja akan merasakan jalan yang satunya juga. Tapi tetap ada konsekuensi yang berbeda di setiap jalan. Ada satu jalan yang hanya akan mengeluarkan 4 orang saja dan ada juga jalan yang akan mengeluarkan mereka semua.
...Mau tau kelanjutannya ? ...
...Ayo dukung Author dengan cara like, Comment dan + Fovorite agar tidak ketinggalan episode barunya ya....
...Terima kasih....
__ADS_1