
...Happy Reading...
...~5 tahun kemudian~...
Kehidupan tanpa Ferza tidak mengubah banyak hal di dunia ini. Dan mereka semua mulai terbiasa dan menganggap kalau Ferza sudah tidak ada lagi dan mungkin tidak akan pernah terbangun dalam mimpi panjangnya.
Bahkan sekarang, Fiona telah menjadi seorang Pewaris dari kantor Ayahnya yang begitu besar. Sedangkan Ghani dan Defen menjadi ajudan Fiona yang selalu melindunginya.
Daisy menjadi seorang wanita karir yang bekerja di perusahaan Ayahnya. Sedangkan Mia menjadi seorang selebgram yang cukup terkenal. Dan Jhonny sekarang menjadi seorang Dokter di sebuah Rumah Sakit.
Terkadang, mereka semua memikirkan kejadian di Fantasy Dream World yang sangat sulit di jelaskan. Walaupun begitu, Kenangan itu memang jelas masih membekas di memory mereka semua yang menyaksikan.
... ***...
Hari ini Daisy hendak pergi ke sebuah restaurant, tapi tiba-tiba ada orang jahat yang ingin merampok dirinya.
"Kayaknya Isi tasnya mahal tuh, Bagi-Bagi dong !" Ucap seorang penjahat yang menghalangi.
Daisy benar-benar takut dan tak bisa berkutik di depan para preman yang akan merampoknya itu.
"Bagi dong, Ini kan termasuk amal baik yaitu berbagi." Ucap seorang teman perampoknya lagi.
"Kalau mau uang, kerja dong !" Daisy mulai membentak preman tersebut dengan nada yang cukup keras agar mereka pergi.
Tapi, sayang mendengar hal itu Para preman tambah marah dengan Daisy.
"Udah ngomong baik-baik kok bentak. Ayo rebut." Mereka semua langsung mengambil tas milik Daisy yang di gandeng sedari tadi.
Tiba-tiba datanglah seseorang memakai pakaian Hoodie hitam menendang para preman yang ingin menyakiti Daisy.
Daisy tersentak kaget melihat seorang pria misterius yang tiba-tiba berada di depannya.
"Siapa kamu ?" Daisy bertanya sambil ketakutan. Ia takut kalau pria yang ada di depannya itu juga akan menyakiti dirinya.
Namun, sang Pria misterius tak menghiraukan Pertanyaan Daisy dan fokus untuk memberi pelajaran yang tak akan terlupakan bagi preman-preman yang menyerang Daisy.
Dengan kemampuan beladirinya, Akhirnya sang Preman itu kalah dan pergi meninggalkan Daisy dan Pria misterius tersebut.
"Lain Kali hati-hati !" saat Pria itu berbalik, nampak wajah yang sangat familiar. Daisy yang melihatnya itu bahkan tak bisa berkata apa-apa lagi sampai pria misterius itu pergi menjauh.
"Gak mungkin." Daisy benar-benar shok melihat wajah pria tersebut.
Setelah itu, Daisy berusaha menyadarkan dirinya dan kembali ke tujuan awalnya dan teringat akan sesuatu.
"O... iya aku belum berterima kasih kepadanya." Daisy benar-benar Shok hingga ia lupa untuk mengatakan Terima kasih kepada Pria misterius tersebut.
Setelah itu, Daisy pun pergi ke restaurant Untuk Reuni bersama Fiona, Defen, Mia, Jhony dan Ghany.
"Hello Gays." Sapa Daisy ceria.
Semuanya menjawab sapaan Daisy dengan ceria juga. Ternyata Daisy paling terakhir yang datang di Restaurant tersebut.
"Kok Terlambat sih ?" Tanya Mia Khawatir.
"Tadi ada insiden."
__ADS_1
"Insiden apa ?" Tanya Jhonny khawatir.
"Ada yang mau merampok Tasku."
semuanya kaget mendengar hal tersebut dan langsung melihat ke arah Daisy untuk melihat keadaannya.
"Kamu gak apa-apa ?" Tanya Fiona.
"Gak apa-apa tadi ada orang yang menyelamatkan."
"Siapa ?" Tanya Defen Penasaran akan siapa yang menyelamatkan Daisy.
"Aku gak yakin sih. Tapi, Aku melihat jelas wajah Kak Ferza."
Semuanya terkejut mendengar hal tersebut dan tak percaya dengan apa yang barusan di bicarakan oleh Daisy.
"Gak mungkin !" Teriak Ghani
Daisy hanya tertunduk mendengar teriakan Ghani dan terus menerus berpikir apakah yang dilihatnya itu nyata atau tidak.
Tapi, Tiba-tiba Fiona mulai angkat bicara dan seakan-akan ekspresinya menunjukkan bahwa ia percaya dengan perkataan Daisy.
"Itu mungkin saja Ghani."
"Apa maksudmu ?" Ghani tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar dari Fiona.
"Kemarin, Saat aku ingin dirampok ada seorang pria misterius membantuku. Dia mirip sekali dengan Ferza dan menatapku dengan penuh semyuman. Tapi sayang itu cuma sebentar lalu dia pergi." Fiona menjelaskan hal itu sambil meneteskan air matanya.
"Kamu gak pernah bilang sama aku ?" Defen kesal karena Fiona tak pernah membicarakan hal ini kepadanya.
Semuanya mulai berpikir tentang apa yang dilihat oleh Fiona dan Daisy. Tapi itu tak masuk akal, Bagaimana bisa Ferza bebas dari Fantasy Dream World. Itu Mustahil karena Fantasy Dream World harus memiliki pemimpin. Kalaupun ada akankah Ferza akan bebas ?
Tiba-Tiba suara dering telpon mengganggu konsentrasi mereka. Ternyata itu adalah suara dering telpon dari ponselnya Fiona.
"Sebentar Ya." Fiona pergi mencari tempat untuk menelpon dengan salah satu stafnya.
Asisten :๐Maaf buk mengganggu.
Fiona :๐Iya ada apa ?
Asisten :๐ Ada seseorang yang ingin bertemu
ibuk.
Fiona : ๐ Ayah ? Ibu ?
Asisten :๐ Bukan Buk.
Fiona : ๐Client ?
Asisten :๐ Bukan buk.
Fiona : ๐Terus siapa ?
Asisten : ๐Dia mau melamar pekerjaan buk.
__ADS_1
Dia mau mendapat pelayanan dari Ibuk.
Fiona benar-benar bingung kenapa ada orang yang ingin melamar pekerjaan tapi ia ingin bertemu dengan dirinya. Padahal hal itu bisa dikerjakan oleh Asisten ataupun manager yang berada di kantornya.
Fiona :๐Ya sudah nanti saya akan kesana.
Fiona pun segera menutup ponselnya dan pergi menuju ke teman-temannya untuk berpamitan pergi ke kantor.
"Gays Aku pergi dulu ya."
"Kemana ?" Tanya Daisy penasaran.
"Ke kantor. Ada urusan mendesak."
"Ya udah, pergilah !" Ucap Defen.
"Kamu gak ikut ?"
"Harus ya ?"
Fiona menatap tajam ke arah Defen dan Ghani untuk pergi mengikuti dirinya.
"Cepat !"
Mereka berdua mengerti artinya dan dengan cepat mengikuti di belakang Fiona.
Beberapa Saat kemudian, Mereka pun sampai di Kantor. Saat Fiona, Defen dan Ghani masuk ke ruangan untuk CEO mereka melihat seorang Pria tengah duduk membelakangi mereka dan Asisten Fiona yang berdiri sambil ketakutan.
"Siapa dia ?" Defen penasaran siapa yang berani masuk dan duduk di ruangan CEO itu tanpa izin.
"Kamu keluar aja." Fiona menyuruh asistennya untuk pergi.
Setelah itu, Seorang Pria yang duduk tadi langsung berdiri dan berbalik ke arah mereka sambil tersenyum.
Betapa terkejutnya mereka melihat sosok yang sudah lama tidak pernah muncul dihadapan mereka selama ini.
"Ferza ?" Fiona tak percaya apa yang barusan ia lihat.
"Hai, Apa kabar ?" Ferza menyapa dengan ramah namun, mereka bertiga malah menangis tersedu-sedu.
"Kok kalian menangis sih ?" Ferza bingung harus menyikapi mereka yang menangis.
Tapi, Ferza mulai menyadari dan berjalan ke arah Fiona dan memelukanya dengan erat.
"Kamu jahat ! Aku sudah menunggumu selama ini !" Fiona masih tidak percaya dan tetap memarahi Ferza.
"Maaf ya, udah buat kamu menunggu." Ferza berusaha menenangkan saudara kembarnya yang masih menangisi kembalinya dirinya.
Sedangkan Defen dan Ghani, berusaha menyentuh Ferza untuk membuktikan apakah Ferza yang ada di hadapannya benar-benar nyata atau tidak.
Ternyata itu Benar-benar nyata, Tapi mereka sama sekali tidak menyangka hal tersebut.
... Mau tau kelanjutannya ?...
... Ayo dukung Author dengan cara Like dan Comment ya...
__ADS_1
... Terima kasih...