
..."Happy Reading"...
Betapa sakit hatinya Fiona mendengarkan Cerita yang menyedihkan tentang kehidupan Ferza dari Defen.
"Benarkah hal itu ?" Tanya Fiona penuh keraguan dan tidak percaya dengan apa yang telah didengarnya dari Defen.
"Tentu aja." Jawaban singkat itu, membuat Fiona tambah sakit hatinya. Ia merasa bahwa Ferza tidak akan pernah mempedulikan apa yang terjadi padanya sekalipun ia akan meninggal.
Tapi kenyataan menjawabnya berbeda dari apa yang ia bayangkan. Ia tidak pernah berpikir kedepannya apa yang akan yang terjadi, ia dulunya selau berpikir bahwa Ferza adalah orang yang Egois karena ia selalu melarangnya melakukan hal yang ia inginkan tapi ternyata selama ini yang egois adalah dirinya sendiri karena ia tidak pernah memikirkan perasaan dan tujuan Ferza. Ia selalu memaksakan kehendaknya walaupun ia tau itu bisa saja menyakiti dirinya sendiri.
"Tapi, kenapa kamu bertanya seperti itu Fiona ? Apakah kamu tidak yakin dengan apa yang aku ucapkan padamu barusan ?"
Fiona hanya menjawabnya dengan gelengan kepala. Dan tidak dapat mengatakan apapun dari mulutnya.
"Fiona, sekarang aku tau. Tujuan dari dihilangkannya ingatan Ferza di dunia ini." Ungkap Defen bahagia.
"Apa maksud kamu ?" Tanya Fiona penasaran dengan apa yang akan Defen bicarakan.
"Kalau Ferza dihilangkan ingatannya di dunia nyata akankah ia bisa tertawa dan tersenyum lepas tanpa harus memikirkan hal yang menyakitkan bagi dirinya. Sebelumnya aku belum pernah sekalipun melihat Ferza seperti itu."
"Kenapa kamu berkata seperti itu ?" Ucap Fiona sedih tak karuan.
"Aku cuma berharap, Ferza bisa hidup seperti itu. Hanya itu yang aku mau."
Fiona tiba-tiba tediam dan berpikir keras kembali. Ia memikirkan tentang kesakitan yang dirasakan oleh Ferza. Mungkin itu tidak akan pernah terbayangkan oleh hati Fiona.
"Fiona ! Fiona ! Fiona !" Panggil Defen yang melihat Fiona termenung di depannya.
"Apa ?" Ucap Fiona linglung dan bingung.
"Kamu mikirin apaan sih ?"
"Nggak ada apa-apa kok. Ayo kita masuk ke dalam !" Ajak Fiona untuk mengalihkan pembicaraannya dengan Defen.
Tapi, ada satu hal yang ingin di ketahui oleh Defen selama ia berada di dunia Fantasy Dream World.
"Fiona, aku boleh tanya sesuatu gak ?"
"Apa itu ?"
"Akankah, nanti aku akan bisa keluar dari sini ?"
"Tentu aja. Tapi ada satu konsekuensi yang akan kamu terima."
__ADS_1
"Apaan itu ?"
"Sesuai dari jalan yang kamu pilih."
"O... begitu."
"Ya sudah. Ayo kita masuk."
... ~~~...
Di dalam, terdapat Jhonny, Daisy, dan Mia yang telah selesai makan. Mereka semua penasaran dengan keberadaan Ferza dan Deren yang tak kembali sedari tadi.
"Kemana ya Kak Deren dan Kak Ferza ?" Tanya Daisy penasaran.
"Entahlah, tapi ngomong-ngomong mereka berdua ada hubungannya ya sama putri yang tadi ?" Tanya Mia.
"Kayaknya iya. Oleh karena itu kita dikirim burung Phoenix." Jelas Jhonny.
Mereka bertiga mulai memikirkan kembali tentang beberapa kejadian yang terjadi di babak 5 yang sebenarnya dirasa cukup aneh.
Sebenarnya bukan itu saja yang harus dipertanyakan. Mereka juga sebenarnya bingung kenapa mereka bisa masuk ke dunia Fantasy Dream World ? Apa alasannya ? Apa ada hubungan tertentu antara mereka semua dengan Fantasy Dream World
Pertanyaan itu pun sebenarnya masih melekat pada mereka semua dam serasa tidak mau lepas bagaikan sebuah barang yang sudah direkatkan oleh Lem yang super lengket.
"Apa kalian menikmati makanannya ?" Tanya Fiona lembut sambil duduk di sebrang mereka bertiga.
"Tentu saja. Kami sangat senang bisa makan disini dan seperti ini Putri." Jawab Daisy bahagia yang sebenarnnya sudah cukup lama ia tidak makan seperti ini.
"Mohon, maaf putri. Tapi apakah saya boleh bertanya tentang seauatu ?" Tanya Mia ragu-ragu.
"Silahkan."
"Sebenarnya hubungan apa yang anda miliki antara Kak Deren dan juga Kak Ferza ?"
"Aku dengan Deren adalah Teman sekelas. Sedangkan Aku dengan Ferza adalah Saudara Kembar."
"Apa ?" Tanya Daisy, Mia, dan Jhony kaget bersamaan.
Mereka bertiga tak percaya, ternyata Ferza memiliki seorang saudara kembar tidak identik yang menjadi seorang putri di dunia Fantasy Dream World.
"Kalian baru tau ya ?" Tanya Deren.
"Ya iyalah. Kan kami baru mengenal Kak Ferza di Dunia ini." Jawab Mia.
__ADS_1
Betapa tidak menyangkanya mereka bertiga. Ternyata itu juga menjawab satu pertanyaan yang berada di benak mereka. Yaitu tentang mengapa seekor burung Phoenix bisa mengantar mereka bertiga ke babak 5.
"Putri, bolehkah aku bertanya satu hal kepada anda ?" Tanya Jhony.
"Silahkan."
"Apa yang akan terjadi setelah kami keluar dari Fantasy Dream World ?"
"Kalian akan terbangun di rumah sakit dan kalian akan kembali ke kehidupan kalian masing-masing."
Jhony sedikit khawatir tentang hal tersebut karena ia merasa tak yakin untuk bisa melanjutkan hidupnya di dunia nyata karena hal buruk yang sudah terjadi di kehidupannya sebelumnya. Tapi ia tidak ingin untuk tetap di Fantasy Dream World. Ia sekarang merasa dalam ambamg kebingungan dan berpikir dengan keras.
"Apakah aku boleh bertanya juga ?" Tanya Daisy.
"Apa itu ?"
"Kenapa kita semua berada Di dunia Fantasy Dream World ini ? Apakah ada alasannya ?"
"Kalau itu, sebenarnya aku tak tau. Aku pun sebenarnya juga tiba-tiba ditarik ke dunia ini entahlah dengan alasan apa."
Pertanyaan itu sekarang sama sekali tidak terjawab dan mengganggu mereka kembali.
Beberapa saat kamudian, mereka semua bubar dari tempat makan dan pergi ke arah yang mereka inginkan masing-masing. Fiona pergi ke ruangan Ferza untuk melihat keadaannya. Sedangkan yang lain pergi ke arah taman yang ada air mancur di tengahnya. Sehingga mereka terkagum-kagum melihatnya. Karena air mancur itu mengeluarkan Air Bewarna Emas yang berkilau yang tidak ada di bumi.
"Wah, ini benar-benar dunia Fantasy yang keren." Kagum Daisy.
"Ini, Emas visa dibawa ke Bumi gak ya ? Aku ingin jual nih." Ungkap Maya.
"Apa ? Menjual emas ini ke Bumi ?" Tanya Deren bingung.
"Ya, iyalah. Kalau aku jual emas ini bisa kaya aku ini, Jadi aku gak akan menyusahkan orang tua ku deh."
"Wah, pikiran kamu itu sebenarnya apaan sih?" Deren bingung kenapa Mia Hanya memikirkan Uang padahal ia masih terjebak di Dunia Fantasy.
"Ya iyalah. Kalau gak ada uang maka gak bisa hidup."
Sebenarnya Tujuan Maya bagus lho, dia bertekad untuk tidak menyusahkan orang tuanya dengan cara menghasilkan uang untuk kehidupannya sendiri.
...Mau tau Kelanjutannya ?...
...Ayo dukung Author dengan Cara like dan comment Ya...
...Terima kasih...
__ADS_1