Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
11. Masa Lalu yang menyedihkan (2)


__ADS_3

...^Happy Reading^...


...Masa Lalu Defen 5 Bulan Yang Lalu...


Defen sedang duduk bercengkrama dengan Ghani dan Ferza sahabatnya.


"Eh, kalian tau gak ? Ada game baru.... aku baru download. Game nya seru tau." Kata Defen bangga, sambil menunjukkan Hp nya.


"Terus.... Kita harus bilang Waw gitu ?" Tanya Ghani dan Ferza.


"Nggak sih. Tapi kalian harus cobain deh. Seru tau." Kata Defen Promosi.


"Menurutku, mending kita belajar aja. Kan akan banyak ujian yang akan kita hadapi." Usul Ferza.


"Iya. Aku juga mikir kayak gitu." Kata Ghani.


"Ih, kalian gak seru kali sih ? Mending aku main sendiri." Kata Defen Sambi lanjut main.


"Ingat ya, nanti belajar kelompoknya dirumahku. Mumpung mama dan papaku lagi pergi keluar kota. Jadi kita lebih konsentrasi deh belajarnya." Kata Ghani.


"Iya. Def, Defen. Ingat ya ! Jangan sampai lupa. Defen !" Kata Ferza kepada Defen.


Namun, Defen sama sekali tidak mendengarkan Ucapan Ferza. Ferza pun yang kesal langsung mengambil Hp Defen dari genggamannya. Defen pun bertanya.


" kenapa ? Iya, iya, iya. Nanti aku pasti ingat kok. Tapi kembaliin Hp ku dulu !" Kata Defen Sambil memohon.


Ferza pun mengembalikan Hpnya kepada Defen.


Dirumah Ghani


Setelah pulang sekolah, Ferza pun langsung pergi kerumahnya Ghani. Ferza pun mengetuk rumah Ghani, dan Ghani pun langsung membukakan pintu rumahnya.


"O... Ferza, masuk Fer." Kata Ghani Ramah.


Setelah Ferza masuk Ghani pun menyuruh Ferza untuk duduk.


"Defen Belum datang Ghan ?" Tanya Ferza sambil duduk.


"Belum." Jawab Ghani Singkat


Ferza hanya menjawabnya dengan anggukan kecil.


"Aku siapin minum sama makan dulu ya biar konsentrasi nanti belajarnya." Ungkap Ghani.


"Iya." Jawab singkat Ferza.


Setelah itu Ghani pun langsung pergi kedapur.


Saat Ghani didapur, Ferza berusaha menelpon Defen. Namun hasilnya nihil. Dia tidak menjawab dan Chat pun tiada dia balas, walaupun tertulis disitu dia Online. Setelah 10 kali menelpon akhirnya dijawab oleh Defen.


📞 Di dalam Telpon


Ferza : Halo Defen.


Defen : Halo Fer. ada apa Nelpon ? Aku        


              lagi sibuk ini.


Ferza : Sibuk ? Kamu pasti gak ingat.

__ADS_1


             Oke inikan udah jadi


              Kesepakatan Kita. (Kesal)


Defen : maksudmu ? O... iya. (Kaget)


              Oke aku ke rumah Ghani  


              Sekarang. (Bergegas).


Akhirnya Defen langsung bergegas ke rumah Ghani.


Ghani yang sudah selesai menyiapkan makanan dan  dan minuman, langsung di bawa ke ruang tamu.


"Udah di telpon Defennya ?" Tanya Ghani sambil meletakkan makanannya di atas meja.


"Udah." Jawab Ferza singkat.


Tak lama kemudian Defen pun sampai dirumah Ghani dan langsung mengetuk rumah Ghani.


"Ghan, Ghany, Ghan, Ghany!!!!" Teriak Defen memanggil Ghany dari luar.


Ghany pun membukakan pintunya untuk Defen.


"O... Defen, Cepat masuk. Ferza udah nungguin dari tadi." Kata Ghany.


Defen pun hanya dapat menelan ludahnya saja, saat bertemu dengan Ferza.


"Udah, ayo cepat kita kerjakan." Suruh Ferza dengan muka tampak kesal.


Namun, Defen tetap memberanikan diri meminta maaf


Ghany menjawabnya dengan anggukan dan Senyuman. Namun Ferza hanya menghembuskan nafasnya dan tidak mengatakan apapun, dan langsung ke inti pembelajaran mereka.


Mereka pun akhirnya mengerjakan Pr bersama. Setelah Selesai Defen langsung bermain Hpnya lagi.


Ferza yang melihatnya kesal, dan mengambil Hp Defen. Defen pun marah dan kesal dengan prilaku Ferza.


"Ngapa sih Fer ? Kan pr nya udah siap jadi aku boleh main lah." Tanya Defen sambil berusaha mengambil hpnya kembali.


Namun Ferza berusaha menghindari Defen mengambil Hp miliknya. Karena  Kesal, akhirnya Defen langsung menarik kerah baju Ferza.


"Ngapa sih Fer ? Ganggu orang main s


aja." Tanya Defen dengan suara tinggi.


Ferza pun langsung menatap mata Defen dengan tatapan penuh kemarahan. Situasi semakin memanas, Ghany punturun tangan untuk melepaskan mereka berdua dari perkelahian.


"Sudah! Kalian ini kenapa sih Berantem ?" Tanya Ghany.


"Defen, pelajaran ini bukan hanya untuk aku, bukan hanya untuk Ghany tapi untuk kamu juga. Kenapa sikap kamu kayak gak menghargai ?" Tanya Ferza.


"Entahlah. Terus kenapa ? Apa pedulinya aku sama pelajaran itu ? Kenapa aku harus peduli?" Teriak Defen kepada Ferza.


"Kamu tau. Kami bersama-sama membantu kamu, mewujudkan keinginan orang tua kamu. Tapi kamu sama sekali gak peduli." Teriak Ferza.


"Apa?" Tanya Defen Kaget.


Ferza pun akhirnya mengambil barang-barangnya dan langsung pergi meninggalkan Ghany dan Defen dengan rasa penuh kekecewaan.

__ADS_1


Hari itulah hari yang Buruk terjadi. Saat Ferza hendak menyebrang jalan,  ada Sebuah Bus besar yang langsung menabrak Ferza. Defen yang menyusul Ferza dan hendak meminta maaf melihat kejadian itu. Defen pun merasa bersalah karena pada saat dia ingin meminta maaf kepada Ferza, dia malah sedang berada dalam kondisi ktitis.


Itu adalah hari yang menyedihkan bagi Defen.


...Masa lalu Ferza 7 Bulan Yang Lalu...


Pada saat itu Ferza Sedang duduk di kelasnya sambil membaca sebuah buku. Lalu datanglah seorang perempuan menuju ke tempat Ferza duduk dan mengagetkannya dari belakang, dengan memegang pudaknya.


"Bwa..." Teriak Perempuan tersebut dengan Ferza.


Ferza pun merasa kaget, namun dia sama sekali tidak marah, tapi, dia malah tersenyum.


 


  Ternyata dia adalah Fiona saudara kembar Ferza. Dia begitu mirip dengan Ferza, mulai dari Feshion, Sikap bahkan Otaknya pun mirip. Bahkan mereka berdua selalu memiliki tempat khusus di peringkat 1 dan 2.


"Kenapa ?" Tanya Ferza.


Fiona pun langsung duduk di kursi kosong di depan Ferza.


"Nggak ada apa-apa kok." Jawab Fiona tersenyum. Lalu Fiona pun melihat-lihat buku yang ada di Meja Ferza


"Oh, ini buku apa ?" Tanya Fiona penasaran, sambil memegang salah satu buku.


"Itu Novel Fiksi Ilmiah." Jawab Ferza.


"Apa ? Novel Fiksi Ilmiah. Aku boleh baca gak ?" Tanya Fiona merayu.


"Boleh, baca aja. Lagi pula aku sudah habis kok bacanya." Jawab Ferza.


"Kamu ini bener-bener tau ya genre Novel kesukaan aku." Kata Fiona memuji Ferza.


"Ya, iyalah, selera kita kan sama." Jawab Ferza.


"Iya, iya." Kata Fiona sambil menganggukkan kepalanya.


"O... iya Fer, kamu dapat buku ini dari mana ?" Tanya Fiona.


"Aku beli lah." Jawab Ferza.


Fiona dan Ferza sangat dekat, bahkan selera mereka hampir-hampir mirip dan cuma beda sedikit saja.


Fiona dan Ferza memiliki Telepati yang kuat dan bisa menghubungkan mereka. Apabila Salah satu diantara mereka sakit maka yang satunya lagi akan merasakan sakitnya juga.


Setelah Bel masuk berbunyi, Fiona pun langsung kemejanya sambil membawa novel milik Ferza.


Setelah itu pelajaran pun berlangsung di lapangan karena pelajaran olahraga.


Sebelum itu mereka mengganti pakaian mereka menjadi Baju Olahraga sebelum mereka ke lapangan.


Dilapangan, mereka melakukan pemanasan dan setelah itu lari keliling lapangan Basket 6 kali putaran.


Saat  lari yang ke 5 tiba-tiba Fiona merasa kesakitan dan  Jantungnya mulai berdetak tidak karuan dan ini pun dirasakan oleh Ferza.


'Ini pasti ada sesuatu sama Fiona.' Kata Ferza didalam hati.


Fiona pun dibawa ke UKS Karena Fiona sakit bahkan hampir pingsan. Ferza yang masih bisa menahannya masih berada di lapangan. Namun pada akhirnya Ferza pun juga tidak kuat, dia pun disuruh gurunya untuk pergi ke UKS.


Mau tau kelanjutannya Nantikan Terus Novel Fantasy Dream World dan Tolong juga untuk di Like, Comment, +Fovorite agar Author bisa berkarya lebih baik lagi.

__ADS_1


__ADS_2