
...Happy Reading...
Fiona menunggu Saudaranya yang sedang tak sadarkan diri sedari satu jam yang lalu. Fiona benar-benar bingung dan sangat sedih dengan apa yang telah dialami saudaranya itu. Tanpa ia sadari ia pun mengeluarkan Air matanya yang mungkin tidak dapat dibendung lagi oleh matanya.
Di saat Fiona sedang menangis, Tiba-tiba Ferza terbangun dengan wajah yang masih terlihat sangat Pucat.
"Kamu kenapa menangis Fiona ?" Tanya Ferza penasaran sambil berusaha duduk.
Fiona sontak saja terkejut dan terdiam Karena Ferza yang tiba-tiba terbangun dan langsung menanyakan soal dirinya.
"Kamu kenapa menangis Fiona ?"
Fiona hanya bisa mengeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.
"Kamu pasti menangis karena diriku lagi. Maaf ya Fiona telah membuat dirimu selalu khawatir dengan diriku. Seharusnya aku yang menjagamu bukan dirimu."
Ferza menyesal dengan dirinya yang selama ini telah menyusahkan Fiona dulu di Dunia. Ia merasa bahwa sepertinya ia sudah mengingat semua ingatannya yang ada didunia.
"Kamu ingat ?"
"Mungkin aku tadi gak ingat. Tapi setelah mendengar penjelasanmu dengan Defen aku sekarang sudah mengingat semuanya."
"O... begitu. Tapi apa kamu sama sekali tidak trauma Ferza ?"
Ferza menggelengkan kepalanya. Ferza sepertinya tidak menderita Trauma Masa kecil lagi disini. Tapi tidak menutup kemungkinan bahwa Ferza mungkin saja akan mulai Trauma lagi saat dia kembali ke dunia.
"Ferza, Apakah kamu ingin kembali ke Dunia lagi ?" Tanya Fiona penasaran.
Ferza lagi-lagi menjawabnya dengan gelengan kepala. Fiona benar-benar bingung kenapa Ferza tidak ingin kembali ke Dunia ? Padahal ada banyak orang yang telah menunggu ia sadar di Dunia luar sana.
"Kenapa kamu tidak ingin kembali ?"
"Aku tidak ingin menyusahkan Orang tua dan orang-orang atas kekurangan yang aku miliki. Dunia pasti akan baik-baik saja tanpa adanya diriku bukan ? Aku di dunia itu tidak ada gunanya sama sekali." Jelas Ferza sambil tersenyum lebar.
"Kenapa kamu berbicara seperti itu ? Bukannya kamu menderita saat aku tidak ada disampingmu saat itu ? Coba kamu pikirkan bagaiman keadaan Ayah dan Ibu yang akan bersedih saat melihat anaknya yang tidak sadarkan diri di depan matanya sendiri. Mungkin mereka akan seperti kamu sekarang, menyalahkan diri mereka sendiri dan merasa sangat bersalah. Padahal ini bukanlah kesalahan mereka." Jelas Fiona sambil menangis dan Bergetar.
__ADS_1
Ferza tersenyum kepada Fiona dan menepuk pundak Fiona yang sedang duduk di sampingnya.
"Lalu, apakah kamu pernah berpikir seperti itu ? Mungkin tidak kan. Kamu pernah berpikir tidak ? Betapa sakit hatiku saat kamu tiba-tiba menghilang saat aku menang di olimpiade, dan itu membuat aku ingin membunuh diriku sendiri." Penjelasan Ferza membuat Fiona sedikit menyadari kesalahannya dan tidak mengikuti arahan Ferza. Walaupun itu kecelakaan tapi ia tetap merasa bersalah pada orang tuanya dan Ferza.
Sebelumnya ia berpikir dengan tidak ada dirinya itu bukanlah hal yang besar dan tidak akan ada yang mencemaskan dirinya dan kehidupan alan tetap berjalan dengan sendirinya dan baik-baik saja. Ia pun tak menyangka hati saudara kembarnya itu hancur berkeping-keping bagaikan Kaca yang telah jatuh dan Pecah. Saat di perbaiki dam ditempelkan kembali akan nampak jelas pecahan-pecahan yang masih akan tetap berbekas di cermin tersebut. Dan seperti itu juga yang dirasakan oleh Ferza saat Fiona kecelakaan.
"Maaf Ferza, aku bersalah. Aku seharusnya juga tidak egois. Aku harusnya tak pernah berpikir bahwa aku tidak berguna di dunia." Ungkap Fiona sadar.
"Ingatlah ini Fiona, Tiada manusia yang sempurna namun tiada manusia yang tidak berguna."
Kata-kata itu membuat Fiona termotivasi kembali dan membuatnya tersenyum secara spontan saja. Senyuman Fiona pun juga menular kepada Ferza.
Setelah itu, mereka berdua pun keluar dari kamar dan menuju ke taman yang lantainya berlantai Emas.
Di saat Fiona dan Ferza Berjalan Santai, secara kebetulan mereka pun bertemu dengan Defen, Mia, Jhony dan Daisy yang sudah sedari tadi berkeliling Taman Emas Fantasy.
"Kalian sedang apa disini ?" Tanya Fiona penasaran.
"Sedang berkeliling mencari udara segar." Jawab Defen.
Mereka semua pun Langsung tertawa dam terheran-heran setelah mendengar penjelasan Mia yang seprtinya bermata Duitan itu.
"Kamu ini Mia, Yang dipikirin Uang aja." Ujar Daisy yang terheran-heran dengan sifat Mia.
Mia yang mendengar ujaran Daisy hanya bisa tertawa saja.
Tiba-tiba di saat mereka semua tertawa, datanglah seseorang Pria yang memiliki mahkota diatas kepalanya. Pria itu bernama Hans. Pangeran Hans yang merupakan Raja dengan pangkat Tertinggi di Fantasy Dream World.
Fiona yang melihat Pangeran Hans langsung seketika saja menundukkan kepalanya.
"Fiona, Sudah saatnya."
"Apa ? Sudah saatnya ?"
"Iya, Bawa mereka semua untuk datang ke portal sekarang Juga."
__ADS_1
Mereka semua merasa bingung dan penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh Fiona dan Pengeran Hans. Karena keingintahuannya, Ferza pun langsung bertanya dengan pangeran Hans.
"Maaf, menyela pembicaraan kalian. Tapi apkah maksud pembicaraan kalian adalah kami akan kaluar dari dunia ini ?"
"Iya. Sudah saatnya kalian pergi dari Fantasy Dream World. Karena kalian telah menang di dunia maka kalian diperbolehkan untuk keluar dari dunia ini." Jawab pangeran Hans.
Betapa girangnya mereka semua, Akhirnya penantian yang sudah lama mereka nantikan dengan perjuangan dan keringat mereka akhirnya dibalas juga.
"Beneran nih ?" Tanya Jhony tak percaya dan langsung mencubit dirinya sendiri.
"Ini gak bohong kan ?" Tanya Daisy tak percaya.
Mereka semua tak percaya, sangat tak percaya apalagi Ferza, Defen dan Mia yang sebelumnya telah merasakan kegagalan dan tidak dapat keluar dari Fantasy Dream World.
Tapi disisi lain, Ferza merasa sedih karena pertemuannya dengan Fiona saudara kembarnya harus berakhir dengan singkat begitu saja. Tapi, apalah boleh buat. Ia harus tetap berpisah dengan Fiona.
Setelah itu, mereka pun pergi ke portal penghubung Fantasy Dream World dengan Bumi memgikuti arahan Pangeran Hans.
...
...
Setelah sampai, betapa sangat terkesimanya mereka melihat portal yang akan membawa mereka semua untuk pulang dari dunia Fantasy ini.
Sekarang perjalanan mereka tinggal 1% lagi, yaitu dengan melewati portal itu maka mereka akan kembali ke dunia nyata. Walaupun ada rasa gugup dan canggung tapi mereka tetap bersemangat untuk keluar dari Dunia Fantasy Dream World.
Beberapa menit kemudian datanglah Putri Irenda, Putri yang memiliki kewenangan terbesar di Fantasy Dream World dan sekaligus penjaga portal penghubung yang menghubungkan dunia nyata dengan Fantasy Dream World.
...Mau tau kelanjutannya ? ...
...Ayo dukung Author dengan cara like dan Comment ya ...
...Terima kasih...
__ADS_1