
...Happy Reading...
Suasana sangat menegangkan sekarang, Karena hanya tinggal mereka berdua yang masih berada di Fantasy Dream World.
"Defen, Berdirilah di depan Portal sekarang !" perintah Putri Irenda.
Defen pun segera berdiri dan menunggu pertanyaan yang muncul dari mulut sang putri. Defen benar-benar gugup sekarang. ia takut kalau Putri Irenda akan menanyakan hal aneh kepadanya.
"Defen, Apakah kamu siap untuk kembali ke duniamu dan mengorbankan temanmu ?"
Defen tersentak kaget mendengar pertanyaan itu. Ia tak menyangka kalau pembebasan dirinya dari Fantasy Dream World akan mengorbankan Ferza temannya. Defen terdiam dan tak bisa berkata apa-apa.
"Ferza, apakah kamu siap kembali ke duniamu dan mengorbankan temanmu ?" Putri Irenda menanyakan hal yang sama kepada Ferza sebelum Defen menjawab pertanyaan tersebut.
"Saya Tidak siap Putri." Jawaban Singkat Ferza mengagetkan Fiona dan Defen.
"Kenapa ?"
"Karena Fiona yang saya cari masih ada di disini."
Jawaban itu membuat Fiona dan Defen kaget dan tak percaya dengan apa yang barusan mereka dengar.
"Kalau aku memberi pilihan, Bebas sendiri atau membebaskan temanmu dan Keluargamu kamu pilih yang mana ?"
"membebaskan Teman dan Keluargaku." Dengan Ekspresi yang datar, Ferza mengatakan hal itu dengan mudah bahkan tanpa berpikir panjang.
"Baiklah, kami membutuhkan orang seperti kamu. Jadi sesuai jawaban yang kamu pilih, mereka berdua akan selamat sedangkan kamu harus menjadi seorang Raja disini." Ferza sama sekali tidak terkejut mendengar pernyataan dari Putri Irenda dan tetap berekspresi datar. Padahal Fiona dan Defen sudah meneteskan air mata.
"Tidak Putri ! Saya Menolak." Fiona angkat bicara dan tak terima dengan perjanjian yang disampaikan oleh Putri Irenda.
"Maaf, Penolakan tidak diterima ! Cepat ucapkan selamat tinggal !"
Fiona terjatuh karena Syok, wajahnya penuh dengan air mata. Ia tak menyangka akan pergi menjauh lagi dari saudara kembarnya tersebut dan tidak akan lagi merasakan telepati.
Ferza mendekati Saudaranya yang sedang menangis dan berjongkok.
"Maaf Fiona, Sudah saatnya kamu merasakan Udara Bumi yang Nyata. Tak Peduli kita terpisah ataupun tidak, aku tetap menyayangimu. Berusahalah kuat !" Ferza meneteskan air matanya walaupun tidak banyak.
Ferza pun berdiri dan memberi pesan kepada temannya yang sedang menangis juga.
"Jagalah Fiona ! Aku mohon sama kamu !"
Defen menggelengkan kepalanya tak percaya yang akan terjadi nantinya.
"Nggak Ferza ! Kamu harus jaga Fiona !" Cucuran air mata Membasahi pipi Defen.
Setelah itu, Ferza mengakhiri pertemuan dengan senyuman di wajahnya. Dan Akhirnya mereka berdua menghilang dari Fantasy Dream World dan berakhir di Rumah Sakit.
__ADS_1
...***...
Fiona tersadar dari Tidur panjangnya lalu menangis tersedu-sedu. Orang tua Fiona yang melihatnya merasa bingung dan langsung memanggil Dokter untuk mengecek keadaan anaknya tersebut.
"Fiona kamu tidak apa-apa ?" pertanyaan yang dilontarkan ibunya itu tak digubrisnya dan tetap menangis.
"Ada Apa Fiona ? Kenapa kamu menangis ? Ada yang sakit ?" Ibunya semakin khawatir dengan keadaan anaknya yang menangis tiba-tiba setelah tersadar dari tidur panjangnya.
"Fer...Fer....Za" Fiona berbicara dengan nada yang sesenggukan.
"Ferza, ada di sebelah kamu"
Cepat-Cepat Fiona berdiri dan membuka tirai yang tepat berada disebelahnya dan menemukan tubuh Ferza yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit.
Melihat hal itu, Fiona kaget dan langsung duduk di ranjangnya sambil meratapi Ferza yang entah kapan akan bangun.
"Kenapa kamu harus seperti ini Ferza !" Fiona benar-benar sedih dan mengharapkan suatu keajaiban akan menghampiri Ferza suatu hari nanti.
...***...
Setelah tersadar, Defen segera mendapatkan pemeriksaan dari Dokter. Namun tiada respon yang ditunjukkan Oleh Defen karena ia selalu menatap kosong ke depan dan memikirkan hal yang baru saja terjadi.
Defen masih tidak percaya dengan pengorbanan yang dilakukan temannya dan merasa tidak pantas untuk hidup di dunia ini.
"Ini angka berapa ?" Seorang Dokter menunjukkan 3 jari ke hadapan Defen. Tapi, Defen sama sekali tidak mengubrisnya.
"kamu ingat nama kamu ?" Lagi-lagi Defen hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan Dokternya tersebut.
"Sebutkan !"
Defen mulai angkat bicara walupun itu cuma sepatah kata saja.
"Defen." Orang tua dan Dokter bersyukur karena Defen mengingat nama dan responnya mulai meningkat.
...... ~5 Jam kemudian~......
Daisy berjalan santai sendirian di lorong rumah sakit. Tapi, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat sosok yang familiar di hadapannya.
"Mia ?" Daisy Kaget melihat Mia tepat di hadapannya.
"Daisy ?" Begitupun Mia yang kaget melihat Daisy tepat berada di hadapannya.
"kamu ternyata dirawat disini juga." Daisy memperhatikan pakaian rumah sakit yang Mia pakai sama seperti yang ia kenakan.
"Bukan hanya aku. Jhony, Kak Defen sama kak Fiona pun iya. sekarang meraka ada di sana !" Mia menunjuk ka arah kantin rumah sakit.
setelah itu, mereka berdua pun menemui orang- orang yang pernah mereka temui di Fantasy Dream World.
__ADS_1
Daisy memperhatikan semua orang yang berkumpul dan melihat ada sesuatu yang hilang.
"Kak Ferza mana ?" Daisy bingung kenapa hanya Ferza yang tidak ada di perkumpulan itu.
mereka semua menunduk mendengar pertanyaan Daisy. Hal itu tambah membuat Daisy semakin bingung.
"Ferza masih ada Di Fantasy Dream World dan tidak bisa keluar." Pernyataan Defen membuat Daisy terkejut dan bingung.
"Yang benar ?" mereka semua hanya bisa mengangguk mendengar pertanyaan Daisy yang tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Defen.
Daisy benar-benar tak percaya dan langsung terduduk lemas di kursi.
"kok ini bisa terjadi ?" Daisy benar-benar penasaran bagaimana ini bisa terjadi.
" Dia mengorbankan dirinya untuk mengeluarkan kita berdua. Saat di beri pertanyaan dia menjawab Untuk memilih keluarga dan temannya daripada dirinya sendiri." Defen tak bisa menahan air mata yang sudah terbendung di matanya saat ia harus menceritakan pengorbanan temannya tersebut.
"Harusnya aku yang berbicara seperti itu bukannya Ferza !" Defen benar-benar menyesal dengan apa yang sebelumnya terjadi.
"Sudahlah Kak, ini adalah pengorbanan yang harus kita hargai. Kita harus hidup lebih baik lagi !" Mia menyemangati Defen yang sudah meneteskan air mata.
"Iya, benar apa yang dikatakan Mia." Sahut Jhony.
Tiba-tiba ada seorang laki-laki datang penuh senyuman menghampiri mereka yang tengah bersedih.
"Hai Semuanya !" Sapa Ghani kepada semua yang berada satu meja dengan Defen.
"Ghani ? Ngapain kamu disini ?" Defen bingung dengan kehadiran temannya tersebut.
"Lho, Teman baik yang datang menghampiri untuk menjenguk temannya yang sakit emang gak boleh ?"
"Boleh Sih."
pandangan Ghani berbelok ke arah Fiona yang sudah sadar setelah sekian lama.
"Fiona ? Kamu Sudah sadar ? Pasti kalau Ferza melihat ini pasti dia senang banget. Dimana dia ?"
semua terdiam mendengar pertanyaan Ghani.
"Stop Tanyain Ferza ! Dia masih terbaring !" Defen melarang Ghani untuk bertanya tentang Ferza.
Pada Akhirnya mereka semua harus melupakan kisah pengorbanan Ferza di Fantasy Dream World dan mengingat kembali kilas balik masa lalu yang menyenangkan maupun yang menyedihkan.
... **Mau Tau kelanjutannya ?...
...Ayo dukung Author dengan cara Like, Comment dan +Favorite ya ...
...Terima kasih** ...
__ADS_1