Fantasy Dream World

Fantasy Dream World
16. Pertempuran (2)


__ADS_3

...Happy Reading...


Pertarungan sangat hebat pun terjadi. Defen dengan Pedangnya langsung menyerang harimau itu. Namun Sang Harimau sangat pandai mengelak dan menakut-nakuti saja.


"Pantas saja di level 1, Harimaunya saja gak ganas." Ungkap Defen sambil menyerangnya dengan menargetkan bagian perut harimau.


Namun di saat Defen mulai ingin menusuk perut harimau tersebut, ia sudah keduluan oleh Ferza.


Defen Merasa marah atas kejadian tersebut, namun Ferza hanya dapat menunjukkan ekspresi dinginnya saja kepada sahabatnya yang telah berubah menjadi musuhnya itu.


Setelah itu, langsung datanglah layar android, untuk memberikan informasi.


...~Selamat, Kalian Menang di level  pertama di babak 4 ini. Ayo terus lanjutkan hingga Level 5 agar dapat keluar dari babak ini ...


...Level 1 mendapat 50 poin~...


"Kira-kira berapa poin kita sekarang ?" Tanya Mia.


"Entahlah." Jawab Ferza.


"Ayo kita lanjutkan sekarang !" Ajak Daisy.


Mereka menuju ke level selanjutnya yaitu melawan monster Buaya yang sangat ganas sambil membawa senjata berupa pedang.


...



...


Dari kejauhan meraka merasa sangat ragu-ragu setelah melihatnya. Walaupun jauh mereka dapat meraskan keganasan dan kekuatannya.


Apakah mereka bisa melawannya ? Jawabannya berada pada diri mereka sendiri. Bagaimana cara mengalahkannya ? Itu tergantung juga dengan cara mereka melakukannya.


Dengan keberanian yang besar, Ferza sebagai ketua dari timnya langsung maju duluan, dan disusul oleh teman-temannya dari belakang.


Mereka semua menodongkan pedangnya dengan berani ke hadapan buaya tersebut. Namun buaya tersebut sama sekali tidak gentar dan tidak takut. Bahkan Buaya tersebut tidak menghindari semua serangan yang diberikan. Ia malah menerimanya seolah-olah tidak terasa apapun.


"Apa-apaan ini ? Kenapa dia tidak menghindar ?" Tanya Defen sambil menyerang buaya tersebut dengan kekuatan penuh.


Namun, seberapa pun mereka berusaha, tetap saja buaya itu tetap tidak apa-apa. Bahkan tiada luka di Tubuhnya. Sehingga mereka kelelahan dan lemas. Disaat itu lah Buaya langsung menyerang dengan buntutnya. Sehingga mereka terpental dan kesakitan.


"Buaya Nakal. Kita belum siap masa diserang." Omel Mia sambil memegang tangannya yang kesakitan akibat terpental karena buaya tersebut.


Defen yang terjatuh juga, langsung bangkit dan langsung menyerang buaya tersebut kembali. Namun malang nasib Defen ia hampir saja terkena serangan buntut buaya tersebut, karena serangan itu ditahan Oleh Ferza.


"Serang bagian perutnya !" Suruh Ferza sambil menahan Buntut buaya.


Defen pun berlari dan langsung menusuk perut buaya tersebut. Benar saja buaya itu langsung tumbang begitu saja.


Namun tak lupa ia mengambil pedang yang dipakai oleh buaya tersebut.


"Nampaknya nanti bisa berguna deh." Pikir Defen terhadap pedang itu.


Defen hanya memikirkan pedangnya ia sama sekali tidak memikirkan tentang keadaan teman-teman yang lainnya.

__ADS_1


"Kak Def." Panggi Mia.


Defen pun langsung menoleh ke arah Mia.


"Kamu gak bantuin kita ?"


"Apa yang mau di bantuin ?"


"Kak Def."


"Iya....iya."


Defen pun membantu Mia, Daisy dan Jhony yang terduduk lemas di tanah untuk berdiri.


"Kak Defen hebat banget bisa ngalahin monster buaya itu dengan satu kali serangan." Pujian Daisy untuk Defen.


"Nggak kok, ini juga karena Ferza yang udah kasih tau aku."


Tanpa disadari oleh mereka, Ferza sudah berlumuran oleh darah di sekujur tubuhnya sehingga ia pun lemas dan Pingsan.


Suara Jatuh Pingsannya Ferza mengagetkan Teman-temannya yang lain.


Betapa terkejutnya mereka melihat Ferza terbaring lemas di atas tanah sambil berlumuran darah di sekujur tubuhnya.


Ternyata penyebab banyaknya darah di sekujur tubuhnya karena sang buaya telah menusuknya menggunakan Pedang disaat Ferza menahannya tadi. Namun Ferza tetap bertahan hingga sang buaya kalah.


Setelah itu datanglah Layar Android.


...~ Selamat kalian telah menyelesaikan level 2 babak 4 dan kalian mendapat 500 poin. ...


...Pilih salh satu diantara di bawah ini !...


...●Pengobatan...


...●Senjata Terkuat ...


...●Ilmu pengetahuan ...


...~...


Mereka pun dilanda oleh kebingungan memilih dianata senjata atau pengobatan untuk Ferza ?


Tapi karena mereka memilik rasa kemanusiaan, mereka pun memilih pengobatan untuk Ferza.


Beberapa saat kemudian Ferza pun sembuh, bahkan seluruh darah yang berada ditubuhnya pun langsung menghilang seketika. Namun Tetap saja Ferza masih lemah bahkan ia tidak dapat berbicara dengan keras.


Perlahan-lahan tapi pasti, Ferza pun mulai duduk.


"Fer, kamu gak apa-apa ?" Tampak muka kekhawatiran di wajah Defen dan yang lainnya.


"Kak Fer, Udah baikan sekarang ?" Tanya Daisy.


Ferza tidak bicara apapun, ia hanya bisa mengangguk dengan perlahan.


"Maaf ya Fer, Aku udah ngerepotin kamu." Kata Defen.

__ADS_1


Ferza hanya memberi jawaban dengan anggukannya saja yang bertanda iya.


"Kakak buat aku khawatir aja." Omel Maya.


"Iya." Jawab Jhony.


Tetap saja tiada jawaban dari Ferza sama sekali.


"Eh, hari udah mau sore ini, kita pergi yuk !" Ajak Defen.


"Terus Kak Ferza gimana ?" Tanya Mia.


"Aku udah bisa jalan kok." Saat Ferza ingin berdiri ia pun langsung terjatuh, namun dengan Sigap Defen dan Jhony yang ada di sampingnya langsung menahannya.


"Aku sama kak Defen aja yang merangkul Kak Ferza. Gimana ?" Tanya Jhony. 


Mereka pun menyetujuinya, denga bantuan Jhony dan Defen, Ferza pun pergi untuk mencari tempat bermalam.


Hari pun sudah mulai malam, tapi mereka belum juga mendapatkan tempat untuk bermalam juga.


Tempat di babak 4 itu begitu sepi, bahkan bisa dikatakan sangat sepi. Tempat yang ramai hanya di daerah medan perang saja.


"Kenapa tidak ada satu pu  rumah disini ?" Keluh Mia.


"Mungkin karena daerah ini adalah perbatasan medan perang." Jawab Daisy.


"Mungkin juga sih. O... iya gimana kalau kita menggunakan poin yang kita dapatkan tadi ?" Usul Mia.


"Iya. Berapa poin kita ? Mana tau kita bisa membeli rumah untuk bermalam dengan poin itu." Kata Daisy.


"Tapi Gimana cara layar itu muncul ?" Tanya Jhony.


"O... iya ya. Gimana caranya ?" Ujar Mia bingung.


Setelah mereka semua  memikirkan kenapa Layar itu muncul ? Datanglah layar yang mereka cari-cari itu.


"Itu dia." Ujar Daisy bahagia dengan senyum di wajahnya. Begitupun dengan yang lainnya.


Daisy berusaha mencari tau tentang poin yang mereka dapatkan itu. Ternyata poin yang mereka kumpulkan 550 poin karena membantu ferza 150 poin maka poin mereka tinggal 400 poin.


"Apa yang bagus ya untuk saat ini ?" Tanya Daisy.


"Emang ada apa aja disana ?" Tanya Mia.


"Disini gak ada rumah ataupun tempat tinggal. Tapi cuma ada Senjata dan Ilmu pengetahuan aja yang cuma cocok sama poin kita."


"Apa ? Emang berapa harganya semua ?" Tanya Jhony.


"Kalau Senjata 500 poin, dan kalau ilmu pengetahuan hanya 80 poin saja."


Mereka semua pun berada diantara  kebingung harus memilih antara senjata yang kuat atau ilmu pengetahuan.


...Mau tau kelanjutannya ?...


...Ayo dukung author dengan cara di Like, comment, dan +Favorite ya ^_^ ...

__ADS_1


...Terima kasih....


__ADS_2