Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Tawaran Yang Mengharu Birukan Hati Naymar


__ADS_3

Seperti yang di bicarakan Naymar pada Papa Indra'nya tadi sore,, malam ini mereka semua berkumpul di ruang tengah..


"Sepertinya penting sekali bang..apa Mas Bayu menyuruhmu kembali ke Papua?" Mama Dona tidak rela jika Naymar kembali ke Jayapura..


"Dengar dulu Gab mau bicara apa.. jangan kemena-mana pikirannya Ma.." Pak Indra menimpali.


"Abang di sini saja,, tidak usah kembali Rumah Papa Bayu..Di sana kan ada bang Kevin yang nemanin Papa Bayu," Rindu berucap dengan memasang wajah sedihnya yang membuat tiga orang dewasa di sana memandangnya jengah..


"Di buat biasa saja wajahmu Dek, pengen abang tempuk jidatmu dengan sandal WC."


"Aku ini tidak rela loh abang kembali ke papua, kenapa pula testeku yang harus kena trmpuk? pake sendal WC pula." Rindu berbicara sambil besungut sungut..


"Sudah-sudah apa yang hendak kamu sampaikan Gab?" Tanya pak Indra..


"Eheemmm." Naymar berdehem untuk menetralkan suaranya..


"Begini Ma, Pa..sebulan lalu'kan aku melamar kerja sebagai guru di beberapa sekolah swasta lewat Online..Dan dua sekolah menerima lamaranku..SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta, dan SMA Stella Duce 1 Yokyakarta..Menurut Papa sama Mama Sekolah Mana yang harus ku pilih?"


Suami Istri paruh baya itu saling berpandangan..


Mama Dona menghela napas panjang lalu berucap..


" Bang mama rasa dua-duanya bagus jadi mama tidak bisa menentukan pilihan..Kalau bisa Abang cek ke sekolahnya langsung dan lihat-lihat dulu dua-duanya, mana yang lebih cocok untuk guru pintar sepertimu.."


"Gimana menurut papa?" Tanya Naymar pada Papa Indra'nya yang berdiam diri memparhatikan Mama Dona yang mengemukan pendapatnya tadi..

__ADS_1


Papa Indra'pun sama hal dengan Mama Dona.sebelum bicara, beliau memgambil napas panjang dan menghembuskannya kasar..


"Gimana kalau papa menolak memilih? Papa maunya fokus kamu hanya di satu titik saja..jika pikiran kamu terbagi maka semua pekerja'an akan terbengkalai, entah itu di sekolah ataupun di kantor"


"Aku akan profesional pap.." jawab Naymar mantab..


"Papa tau kegigihanmu..Tapi gimana caramu membagi waktu? pagi kau harus kesekolah.pulangnya jam 14:00 siang. Apa ada kantor yang mempekerjakan kariawan dengan sore hari? kalau pilih jadi guru ya guru saja..kalau mau jadi pembisnis ya lepaskan gelar Gurumu dan mengabdilah pada perusahaan..Papa bicara begini karena papa sudah memikirkannya matang-matang..siapa yang akan menghandel perusahaan jika papa sudah tua,, dengan kehadiranmu di sini papa menaruh harapan besar padamu..papa ini anak tunggal, siapa yang akan menggatikan papa nanti? Apa harus Rindu? abang tau sendiri bagaimana adikmu itu.. papa banyak berharap padamu abangg, perusaha,an kita bukan perusaha'an kecil, cabangnys ada di mana-mana. papa yakin abang tidak tega membebani adik perempuan satu-satunya kamu yang tidak mengerti apa-apa mengenai bisnis...mohon pertimbangkan perkataan papa ini.."


Air mata Naymar hampir tumpah kala mendengar permintaan papa Indra..apa dirinya bermimpi? Dia mencubit pahanya keras..dirinya nyaris berteriak nyaring merasakan panas bercampur perih pada pahanya ulah dirinya sendiri..Naymar melirik adik resehnya yang duduk berdampingan dengannya..Syukur Si Rindu seperti sedang membalas pesan dengan seseorang..


Baru kali ini pak Indra memohon-mohon pada anak yang bukan darah dagingnya. anak dari almarhum kaka perempuan istrinya yang sekarang sudah menganggapnya anak sendiri, agar menggantikannya kelak mengurus perusaha'an yang dia sendiri dirikan 18 tahun lalu..bagaimana jika perusaha'an'nya jatuh ke tangan yang salah? Pak Indra tidak habis pikir tentang hal itu..


"Papamu benar bang..seharusnya mama mendukung papa atas rencananya itu..Tapi semua belum terlambat. Mama menolak keras kau menjadi guru lagi..ini perintah, tidak akan ada yang coba-coba melanggarnya.." ucapan mama Dona membuat sang suami yang tadinya murung, seketika tersenyium sangat lebar..dalam hati dia bersorak riang.."Good Job Istriku..bersiaplah malam ini, tidak ku biarkan kamu tidur nyenyak..akan ku buat kamu menjerit di kungkunganku." Mama Dona yang tidak sengaja memandang ke arah suaminya merasakan mual yang tiba-tiba, pasalnya sang suami baru saja mengedipkan seblah matanya genit..


"Mesum."


"Siapa sih yang mesum? dari tadi kita tidak membahas hal-hal yang berbau tumah tangga atau hal-hal jorok yang berkaitan dengan ranjang loh, "


Lagian ada-ada saja Papa Indra..senang bukannya kasih hadiah malah merencanakan ranjang berdecit..


"Itu bang,..anu..mama tiba-tiba mengingat teman mama yang bicaranya blak-blakan tentang suaminya yang gila Ranjang.." ucap Mama Dona gagap..


"Alasan macam apa itu ma? jelas-jelas aku melihat papa memberi kode pada mama dengan kedipan mautnya.."


"Anak kecil diam." hardik mama Dona dengan muka memerah menahan malu..sedangkan si pelaku yang membuat keributan kecil ini hanya tersenyium samar..

__ADS_1


"Mata kamu jeli sekali ya Dek," ucap papa Indra terbahak..


Naymar hanya memperhatikan tanpa menyambung kata dari ketiga orang gila ini..yang tadinya membahas tentang kelangsungan perusaha'an yang kelak jatuh ke tangan siapa, malah menjurusnya ke hal-hal tidak jelas..


"Bisa ikut gila aku, tapi ini yang membuat aku betah dan melupakan keluarga kandungku sesa'at." batin Naymar..


"Jadi gimana bang?" ucapan papa Indra membuyarkan lamunanku..


"Siapalah aku ini Pa' Ma' sehingga Papa mempercayakan semua aset purusaha'an milik papa padaku? Aku takut akan mengecewakan kalian berdua.."


"Kamu bicara apa bang? papa sangat percaya padamu.. jadi bagaimana? apa abang akan tetap mewujudkan impian abang dengan kembali menjadi guru atau menggantikan papa.. satu tahun lagi Papa akan menobatkanmu menjadi DIREKTUR Utama perusaha'an..


"Apa." Naymar sontak berteriak kecil mendengar penuturan pak Indra..


"Giliran abang yang teriak gak di marahin papa sama mama..coba saja jika aku yang berteriak,, akan habis di omel oleh seluruh penghuni rumah.." Tiga orang dewasa itu memandang sesaat ke arah Rindu..setelahnya mereka sudah kembali ke topik utama..


"Papa kenapa mengambil keputusan secepat ini?..satu tahun itu gak lama pah..Papa jangan bercanda dong.."


"Satu tahun adalah waktu yang sangat cukup bagimu untuk kamu belajar..Di lihat dari kecerdasanmu yang di atas rata-rata, papa yakin kamu bisa..Petinggi-petinggi di perusaha'an'pun mengakui itu, memperbanyak membaca buku yang berkaitan dengan bisnis, untuk mempertambah ilmumu.."


"Baik pah, jika itu keputusan finalnya..besok aku akan datang ke kedua sokolah itu guna untuk meminta maaf.."


"Tidak ada yang di bahas lagikan? ayok masuk kamar masing-masing..istirahatlah sudah hampir tengah malam. Dan kau Rindu..jangan coba-coba menyelinap masuk kamar abangmu dengan alibi meminta bantuan abang mengerjakan tugas.." Naymar terkekeh geli melihat raut wajah adiknya yang ketakutan.


"Makanya jangan ledekin papa mulu, ketahuankan kamu?"

__ADS_1


Papa Indra mengejek anak gadisnya, sontak membuat kami terbahak..Rindu yang kesal bangun dari sofa samping Naymar ,berlalu menuju kamarnya, dengan muka di tekuk lucu..


"Istirahatlah bang, agar besok tidak terlambat bangun.."Titah papa Indra.


__ADS_2