
Siang itu juga Naymar menggunakan pesawat terbang dari Jogja-Jayapura..Di Surabaya Naymar harus bermalam di sana karena waktu transitnya lumayan lama..Pukul 07:45 Naymar tiba di Sentani..
Jantung Naymar sudah berdetak tak karuan..Kini dirinya sudah kembali menginjakkan kaki di kota kelahirannya..
Naymar mencoba menghibungi teman, yang dua bulan lalu dia titipkan mobilnya waktu keberangkatannya ke Jogja..Tapi detik berikutnya di urungkan niatnya,
"Kenapa aku musti lupa? Anton Pasti di sekolah.." Naymar memasukan kembali ponsel ke dalam saku celananya..
Naymar berjalan keluar bandara, beruntung dia tidak membawa koper, hanya sebuah ransel yang isinya beberapa pasang pakayannya..
Sopir-sopir rental melambai-lambai kala melihat banyaknya orang yang keluar dari pintu keluar masuk ruangan bandara..
Seorang sopir rental merasa kaget, kala dirinya di colek oleh seseorang..
"Anjing seee..traa usah ko colek-colek orang.." Naymar terbahak mendengar makian dari sang sopir..
Sopir muda itu memperhatikan Naymar dengan teliti.
"kira tempe yang colek sa.. ternyata terong batangan..." Naymar memegang perutnya..."Aduh...ko stop sudah sa punya perut sakit."
Tawa Naymar pecah sampai mengeluarkan air mata..Ada beberapa orang yang ikut tertawa melihat kekonyolan sang sopir..
"Ko sopir rental ka bukan.." tanya Naymar masih dengan sisa tawanya..
"Iya sa sopir to..mau pake mobil ka?"
"Ko kira???"
"Kaka mau di antar ke mana ka,,"
"Rumah sakit Dian Harapan.."
"Okey mbaikkk.. ayo berangkat.."
"Berapa saya harus bayar?" tanya Naymar..
"Tiga ratus ribu.."
"Mahal sekali.."
Kini sopir rental yang terbahak-bahak memamerkan giginya yang kuning bercampur hitam akibat kebanyakan makan siri pinang..
"Pelee kaka bagus,, ko baru dari mana datang..ini papua bukan jawa,,di Jawa lima ribu bisa dapat nasi, dengan lauk tempe tahu, tamba mie goreng..di papua lima ribu, dapat pinang dua biji dengan siri satu batang..
Yang di tanya apa, jawabnya apa,,
"Heh om sopir sa mengeluh harga sewa ko punya mobil yang kemahalan, kenapa ko sangkut pautkan dengan nasi bungkus dan pinang?" Protes Naymar..
__ADS_1
"Di lihat dari bawah sampai ujung rambut,apa yang kaka pake bukan kaleng kaleng.semuanya bermerk..apalagi kaka punya sepatu pasti sepuluh juta harganya..sepertinya kaka ini orang kaya, tapi tong kasi tarif rendah sudah bilang mahal.."
"Ko pu mata jeli juga ee, memperhatikan barang-barang yang bermerk.."
"Sa tau barang mana yang asli, mana yang KW , sa punya adik perempuan yang kuliah di UNCEN Biasa koleksi barang-barang bermerk..tapi belinya di CABO alias Cakar Bongkar ha... ha... ha..." sopir rental tergelak sendiri dengan pembicara'annya.
"Kalau ko terus curhat begini kapan ko mau antar saya?"
Sopir rental menepuk jidatnya kuat lalu membukakan pintu mobil untuk penumpang gantengnya..Mobil bergerak meninggalkan bandara menuju RS Dian Harapan..
Naymar memberi sopir rental lima lembar uang merah setelah mereka tiba di RS.Dian Harapan..
"Adoohhh makasi lagi kaka bagus..semoga orang yang di jenguk kaka bagus cepat sembuh, dan rejeki kaka bagus berlimpah ruah.."ucap sang sopir ketika menerima uang yang di sodorkan Naymar..
Naymar mengaminkan doa sang sopir rental dalam hati..
"Tinggalkan nomor ponselmu jika suatu saat aku membutuhkan taxsi.." ucap Naymar datar..
Sopir rental merasa merinding dengan perubahan Naymar yang tiba-tiba..Dengan patuh dia menyebutkan nomor teleponnya..
"Manusia jadi-jadian dari planet mana orang ini? tadi bicaranya baik sekarang berubah galak macam bunglon saja kaka bagus ini." batin SoRen(sopir rental).
Naymar langsung saja menuju ruang ICU di mana Papanya di rawat..hatinya yang tadi senang karena ulah sang sopir yang selalu saja berkata lucu, kini dadanya kembali berdebar..
Rasa marah, sedih, kecewa bercampur menjadi gado-gado..
Seorang Dokter Pria baru saja keluar dari ruang ICU..Naymar mengambil langkah panjang mendekati Dokter..
"Maaf Dok, boleh saya bertanya?"tanya Naymar formal..
"Silahkan Pak???"
"Naymar, nama saya Naymar Dok." Naymar memperkenalkan diri dengan mengulurkan tangan hendak bersalaman dengan Dokter yang mungkin seumuran dengannya..
"Saya Dokter Rizal yang menangani pasien yang berada di ruang ICU ini."Ujar Doktet Rizal menyambut jabatan tangan Naymar.
"Apa Dokter juga menangani pasien yang beratas nama Bayu Santoso?"
"Oh pak Bayu ya!! anda siapanya pak Bayu?"tanya Dokter Rizal menyelidik.
"Saya anaknya Dok.."
"Ohhh maaf ya pak, Bapak Bayu santoso baru saja keluar rumah sakit..Beliau meminta rawat jalan saja karena, pak Bayu sendiri tidak sanggup dengan bau-bau obatan di rumah sakit." Dokter menjeda kalimatnya..."Maaf lagi ya pa, saya lancang..apakah bapak tidak mengetahui itu?"
"Saya baru mendarat dengan pesawat jam 07:45, pagi tadi.. Makasi ya Dok atas infonya."
Untung Naymar meminta Nomor ponsel sopir rental tadi.."Tidak sia-sia aku meminta nomornya.." tak buang waktu lama, segera Naymar menelpon si sopir..
__ADS_1
"Hallo siapa ya," tanya si sopir sopan..
"Putar balik jemput aku di RS.Dian Harapan.."Tuttt...
"Dasar penumpang gila..di kira dirinya pejabat apa? jangan-jangan dia mau meminta kembali uang yang di lebihkan tadi? tidak mungkin dia'kan orang kaya," Sang sopir rental mengumpat Naymar habis-habisan, tetapi tetap saja dia putar balik mobilnya menuju Rumah Sakit..
Naymar menyebutkan alamat rumahnya, si sopir menjalankan mobilnya dengan diam, tidak ada percakapan di antara mereka berdua.
Sebuah rumah mewah berlantai dua dengan pintu pagar yang lumayan tinggi..
Sang sopir melongo melihat rumah itu.
Apa betul ini rumahnya? ternyata betul dia orang kaya.
"Jangan melamun, ini bayaranmu." Bayaran kali ini sesuai tarif, tiga ratus ribu..
"Sa pikir kaka mau kasi saya lima lembar uang merah lagi." ucap sopir cengengesan..
"Tidak usah bermimpi, dasar sopir matre." Naymar tergelak sendiri dengan kata-katanya..di ambilnya lagi lima lembar uang berwarna biru laut, lalu menyerahkannya pada si sopir..
"Nihh, ini hari adalah hari keberuntunganmu..gunakan uang itu baik-baik,"
Tiada henti mengucapkan terima kasih, dan mencium tangan Neymar berulang-ulang kali, sampai Naymar sendiri risih, akhirnya si sopir pamit pulang..
Pintu gerbang tidak terkunci,
Mobil pak Bayu juga sudah ada di halaman rumah, sepertinya mereka juga baru tiba di rumah..
Dengan pelan Naymar mendorong pintu pagar agar tidak mengeluarkan suara..Naimar berhasil masuk dan menutup kembali dengan pelan pintu pagar rumahnya.
Hati yang tadi tenang kini bimbang lagi, pasalnya di rumah inilah dia di fitnah, di pukul, dan di usir..
Kejadian yang di alami di rumahnya sendiri bermunculan di otaknya, Hampir tumpah air matanya jika tidak di tahan..
Deru napasnya tersendat-sendat akibat jantungnya yang berpacu sangat cepat..
Naymar mengatur napasnya dengan menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan kasar..
Tanpa salam Naymar menyelenong masuk ke dalam rumah, Naymar memberi kode menaruh telunjuk tangan di bibirnya pada bibi pembantunya yang hendak menegur dirinya..
Berjalan pelan supaya tidak menghasilkan suara menuju kamar papanya..Tanpa salam, tanpa ketukan pintu, langsung saja Naymar membuka pintunya dari luar..
Dua lelaki beda usia sedang bercengkrama, kaget dengan kehadirannya..
"Gab..."
"Kaka..."
__ADS_1