Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
menggoda pengantin Baru


__ADS_3

Sekitar pukul 1 siang Reva baru bangun tidur! Dia merasakan seluruh tubuhnya pegal-pegal dan sangat sakit. "Kenapa badanku sakit-sakit semua ya! aku seperti di paksa kerja rodi dengan mencangkul tanah satu hektar" monolog Reva pada diri sendiri.


Sedari tadi Naymar sudah bangun, dia mendudukkan dirinya dan bersandar di kepala ranjang, sambil bermain ponsel! Naymar memperhatikan istrinya yang baru bangun tidur,Sengaja tidak mengeluarkan suara! Dia mau melihat apa yang akan dilakukan Reva.


Naymar tersenyum geli mendengar gumaman istrinya. "Memang semalam kita kerja rodi sayang! Apa kamu sudah lupa?"


Reva terlonjak kaget mendengar ada suara lain di dalam kamar ini. "Mas! apa yang Mas lakukan disini?" Teriak Reva pada suaminya.


"Aku? tunjuk Naymar pada diri sendiri.


"Ya iyalah kamu Mas Emang siapa lagi?"


"Menurutmu apa yang Mas lakukan disini?"


Bukannya menjawab pertanyaan istrinya, Dia malah balik memberikan pertanyaan pada istrinya.Detik berikutnya Reva mencubit pelan tangan kekar suaminya.


"Aku lupa mas, Padahal kemarin kita baru saja menikah. Bahkan semalam kita sudah melakukan itu!" Reva berbicara malu-malu sambil menutup wajahnya dengan selimut.


Naymar gemas sendiri melihat tingkah istri remajanya. Dengan pelan dia menarik selimut yang menutupi wajah Reva.


"Emang semalam kita melakukan apa sayang?" goda Naymar pada istrinya.


Air muka Reva langsung berubah. Dalam pikiran Reva' Naymar sengaja melupakan apa yang mereka lakukan semalam. Dia menatap suaminya dengan mata berkaca-kaca.


"Apakah mas akan mencampakkanku, setelah Mas mendapatkan apa yang sangat berharga dari diriku?" tanya Reva pada suaminya dengan air mata yang sudah berjatuhan!


Naymar gelagapan, ternyata perkataannya yang hanya sebuah candaan dianggap serius oleh istrinya. Naymar menarik tubuh Reva ke dalam pelukannya. dan membelai lembut punggung telanjang sang istri.


"Kenapa pikiranmu jauh sekali sayang? Mas hanya ingin menggodamu saja. Bagaimana mungkin Mas mencampakkan kamu. lagi Sekarang kamu adalah istri mas yang sah dimata agama dan negara.ucap panjang Naymar.


Reva mengeratkan pelukannya pada sang suami. "Aku sangat takut sekali mendengar pertanyaan Mas tadi! Jika Mas benar-benar akan membuangku, Siapa yang mau memungut wanita yang sudah tidak perawan seperti aku!"


Satu hal yang Naymar lupa! Istrinya ini ternyata masih sangat labil. "Jangan buang aku ya Mas, aku sudah sangat sayang sama Mas! walaupun cinta itu belum ada untuk Mas!."


Jantung Naymar berdetak sangat kuat, dia tahu istrinya pasti merasakan detakan jantungnya! Terbukti dari sang istri yang menempelkan telinga di dada bagian kiri Neymar.


"Mas juga sayang kamu! kita akan sama-sama belajar untuk saling mencintai." ucap Naymar lembut sambil membelai rambut istrinya.


"Sudah jam berapa sekarang Mas?"


"Hampir 12.30 sayang! kenapa? "


"Ya ampun Kenapa tidur kita seperti orang mati begini, Papa Bayu dan keluarga Om Indra pasti ilfil punya menantu yang tidurnya kebo seperti aku." Reva berucap Sendu.


"Mereka mengerti kita ini pengantin baru, mana ada pengantin baru yang bangunnya pagi-pagi?"


"Aku mandi dulu ya Mas, badanku sangat lengket sekali."


Naymar bangkit bangun dari ranjang berjalan ke arah arah lemari hanya denganmemakai Boxer saja.Dia mengambil sebuah handuk dan menyerahkan pada istrinya.

__ADS_1


"Bungkuslah tubuhmu Sayang. Padahal aku ingin sekali mengulangi ritual yang semalam kita lakukan." ucap Naymar sok dramatis.


"Tapi aku sudah sangat lapar mas,"


"Sudah sana mandi, sebelum Mas menyerangmu lagi."


Naymar memperhatikan istrinya berjalan ke arah kamar mandi dengan cara jalannya yang tidak biasa.


"Kenapa jalanmu seperti bebek begitu Re?" tanya Naymar pada istrinya.


Reva berbalik kecil ke arah suaminya.


"Area bagian bawahku perih Mas." jawab Reva'


"Seharusnya aku tidak menanyakan itu." gumam Naymar dalam hati.


"Ya sudah! Kompres dengan air hangat ya, Atau kau mau Mas membantu mengompreskannya?" Goda Naymar pada sang istri.


"Nggak usah Mas, aku bisa sendiri!"


Sepasang pengantin baru itu, baru saja keluar dari kamar mereka. Di ruang keluarga Naymar celingak-celinguk seperti mencari sesuatu.


"Cari apa Mas?"


" Itu sayang, orang-orang rumah pada kemana ya! kok tidak ada satu orang pun yang tetlihat?"


Wanita ini kenapa dia malah menanyakan jam! Padahal dia tahu sendiri Jam berapa sekarang.


Naymar melihat jam yang bergantung di atas dinding ruang keluarga.


"Jam 1.30 sayang."


"Mas pasti tidak lupa jam begini adalah jam untuk orang istirahat siang."


Naymar menepuk jidatnya keras.


"kita sudah melewatkan dua jam makan sekaligus."


"Iya betul itu mas! pantasan Aku sangat lapar sekali."


Mereka makan dengan sangat lahap diselingi dengan candaan kecil yang membuat mereka sekali-sekali tertawa pelan.


"Wah wah wah, pengantin baru kita baru bangun iya, Rindu yang tiba-tiba muncul seperti Jelangkung mengagetkan 2 orang yang sedang makan itu.


"Apaan sih dek ganggu orang makan saja."


Rindu tertawa terbahak-bahak melihat muka sewot abangnya, sedangkan Reva biasa saja menanggapi pembicaraan Abang dan adik itu.


Selesai menyantap makanan mereka, Neymar membawa istri beserta adiknya berduduk santai di samping rumah, di bawah naungan pohon durian. Di sana terdapat sebuah bangku panjang besar menyerupai tempat tidur. Mereka berbincang-bincang cukup lama hingga sore.

__ADS_1


"Masuk yuk sudah sore ini." ajak Naymar pada kedua orang kesayangannya itu.


Sepasang pengantin baru itu digoda habis-habisan oleh banyak mulut yang berada ada di ruang keluarga.


"kalian sudah bangun? kupikir kalian akan tidur sampai malam hingga pagi lagi." goda Kevin pada Kakak dan kakak iparnya.


"Apaan sih vin, jomblo sih Sirik saja."Naymar seperti tidak suka dengan goda'an yang di lontarkan adiknya.


"Kalian berdua sudah makan bang?" tanya Mama Donna pada Neymar.


"Oh ya Reva Mama sampai lupa! orang tuamu sudah pulang tadi pagi mereka sudah kembali ke Yogya. Ingin membangunkan kalian berdua tapi dilarang oleh orang tuamu. mungkin mereka mengerti, kalian pengantin baru, yang tidak boleh diganggu, karena kemungkinan besar kalian berdua dalam proses pembuatan cucu."


Sontak semua orang yang berada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak.


"Betul itu mah!" sambung Kevin lagi.


"Kau pasti mengerti lah Bro, kita kan pengantin baru. Kau yang sudah pernah menikah pasti tahu itulah,"


"Aku setuju denganmu Bang, nikahnya tidak bilang-bilang keluarga, Makanya cepat sekali Bang Kevin menduda." Rindu tiba-tiba berkicau membuat Kevin sangat jengkel dengan kata-kata adiknya.


"Bicara apa kamu dek? sini kamu." Kevin Melambaikan tangan pada Rindu bermaksud Rindu mendekatinya. Cepat ke sini atau Abang yang ke situ?"


"Rindu yang sudah tahu apa yang nanti dilakukan abangnya berlari mendekati Pak Bayu yang duduk sendirian di sofa tunggal ruangan itu. Tidak segan-segan Rindu langsung naik di atas pangkuan Pak Bayu.


Mama Dona dan Pak Indra sangat marah melihat kelakuan Putri tunggalnya.


"Apa yang kau lakukan Dek? turun dari pangkuan papamu. Berat badanmu bukan main-main loh, kasihan papamu baru sembuh sayang."


" Iya dek Mamamu benar, Papa Bayu kan baru sembuh dari sakitnya." Pak Indra menyambung ucapan istrinya.


Rindu tidak menghiraukan kemarahan orang tuanya.


"Papa Bayu saja tidak apa-apa memangku aku,kenapa Mama dan Papa yang **** repot?" kata rindu cuek.


"Iya sayang, mama papamu berbicara seperti itu seolah-olah Papa ini sakit berat dan tidak ada harapan untuk sembuh."Pak Bayu juga sepertinya tidak suka dengan pengucapan kedua adik iparnya.


"Bukan begitu maksud kami Mas, kami hanya tidak mau malam ini Mas bermalam lagi di ruang ICU." Mama Dona tergelak sendiri mendengar kata-kata terakhirnya.


"Ucapan mama seperti berharap Papa Bayu kembali sakit." Rindu tidak terima dengan ucapan mamanya! Dia sangat marah.


Wajar rindu marah, dia sudah menganggap Pak Bayu seperti papa kandungnya sendiri! Karena sejak umurnya yang baru menginjak 3 tahun, orang tuanya pernah menitipkan Rindu pada Pak Bayu dan mendiang istrinya.


Rindu sering sakit-sakitan ketika hidup bersama kedua orang tuanya, dikarenakan, usaha Pak Indra yang sedang maju pesat!


Itulah menurut orang pintar ketika kedua orang tua Rindu mencari sebab akibat kenapa Putri tunggalnya tidak sembuh-sembuh juga! Padahal semua rumah sakit yang terkenal di Indonesia mereka sudah mendatanginya, berharap Putri mereka akan sembuh.


Mereka mencoba mengikuti saran orang pintar itu, yang menyuruh mereka untuk jangka waktu dua atau tiga tahun berpisah dulu dengan putrinya! Dan jalan satu-satunya, ya mereka menitipkan Rindu untuk beberapa tahun kedepan diasuh sama keluarga Pak Bayu!


Dan itu berhasil! Putri mereka sembuh total hingga sekarang tidak sakit-sakit lagi! Makanya jangan heran jika rindu sangat lengket dengan Pak Bayu.

__ADS_1


__ADS_2