
Hari ini kebahagia'an Naymar bertambah kali lipat..pasalnya dia di terima di dua sekolah sekaligus..
"Senang amat bangg, dari tadi mama perhati'in kamu senyium-senyium mulu memandang ponselnya, lagi cetingan sama calon mantu mama ya..."
"Gak Ma." Naymar menjawab singkat pertanya'an Mama Donan'ya.
"Gak usah ngelak bang...Mama malah senang jika kamu cepat menemukan jodoh kamu.. Ingat umur bang..32 tahun itu bukan remaja lagi loh bang,,dan menurut mama, pria matang seperti kamu ini seharusnya sudah beristri, dan mungkin sudah punya anak satu, atau dua mungkin.."
"Belum nemu yang cocok ma.." ucap Naymar pendek.. "Lagian kalau sudah ketemu, Aku akan kabarin mama agar langsung memintanya jadi istri'ku.."
"Mama tunggu kabar baiknya sayang." Mama Dona melirik jam tangannya, "Mama harus pergi..setengah jam lagi Acara di mulai.." Mama Dona mengambil tas di samping tempat duduknya dan bergegas pergi.
"Hati-hati Ma'.." padahal Naymar ingin memberitahu dan meminta pendapat, sekolah mana yang di pilih antara dua sekolah itu..
"Apa mamamu sudah berangkat boy?"
Papa Indra keluar dari kamar sudah rapi dengan setelan kantornya, tidak lupa sebuah tas jinjing bertengger cantik di tangan kirinya..
"Sudah pa.. baru saja, belum sampai lima menit mungkin.."
Naymar mulai biasa dengan panggilan papa mama, pada kedua om dan tantenya..
Dua laki-laki beda umur itu jalan beriringan keluar rumah..sebuah mobil mewah Mercedes Benz GL500 sudah teparkir indah di teras rumah..
"Kamu atau papa yang nyetir?" Papa Indra bertanya pada ponakannya..
"Papa aja, aku belum pernah nyetir mobil semewah ini.." Naymar merasa tidak pantas saja menyetir mobil itu..
Mobil dengan harga kurang lebih dua miliard ini membuat Naymar terkagum-kagum..Benar-benar miliander kelurga ini..
walau kelurga Naymar juga kaya, tapi tidak sekaya keluraga Mama Dona'nya..
"Papa baru memebelinya?" Tanya Naymar..pasalnya dia baru melihatnya pagi ini..
"Iya." jawab Papa Indra singkat..
Mereka akhirnya berangkat ke kantor dan papa Indra sendiri yang menyetir..
Seperti biasanya, kasak-kusuk dari mulut-mulut karyawan itu ada saja, ketika sang Big Bos dan Putranya menginjakkan kaki di Lobi kantor..
Di hari pertama Naymar Masuk kantor, Papa indra memperkenalkannya pada seluruh kariawan ,bahwa dirinya adalah putra pertama Papa Indra yang selama ini tidak di publikasikan karena atas kemauan putranya sendiri..
"Reza.... tolong kamu sampaikan pada seluruh kariawan, suruh mereka berkumpul si Lobi kantor karena ada sesuatu penting yang akan aku sampaikan.." Titah papa Indra pada asistennya.." Baik Pak.." jawab sang asisten patuh..
__ADS_1
Naymar yang tidak tau apa-apa hanya diam memperhatikan interaksi Bos dan asistenya itu..
Hal yang tak di duga-duga pun terjadi..dirinya di perkenalkan oleh papa Indra sebagai putra kandungnya..banyak pertanya'an yang terlontar dari bibir-bibir kariawan tentang di mana keberadaan dirinya selama ini..setau kami Pak Direktur hanya Mempunyai seorang Putri..
Tapi dengan tenang beliau menjelaskan..
"Putraku ada,, hanya saja dia sendiri yang tidak mau di publikasikan..selama ini dia mengabdikan diri sebagai seorang guru di sebuah sekolah Swasta di Jayapura Papua.." tutur Papa Indra waktu itu..
Apa ini yang di namakan fitnah membawa berkah?..di fitnah adik ipar, di usir papa kandung, dan di akui sebagai anak kandung oleh omnya, seorang pengusaha besar..
Pintu lift terbuka mengagetkan Naymar dari lamunannya..kata-kata Papa indra terus terngiang di telinganya ketika dia menginjakkan kaki di kantor ini..
"Apa ada sesuatu yang mengganggu pikiranmu Gab?" dari tadi Papa perhati'in kamu malamun terus.." Pak Indra mencoba mencairkan suasana ketika mereka berdua berjalan keluar dari dalam lift menuju ruangan masing-masing..
Seorang wanita cantik berdiri menyambut kedatangan Bos besar beserta putranya..
"Pagi Pak Bos, Pagi Pak Naymar.." Wanita itu drngan sopan berdiri dan memberi salam kepada Bosnya..yakni pemilik perusaha'an ini.
"Pagi." Keduanya menjawab singkat salam wanita itu..
Naymar sudah masuk ke ruangannya..
"Ikut ke ruanganku sekarang." ucap pak Inrda..
"Baik pak." jawab Indy sopan..
Semua orang sudah berkutat dengan pekerja'an masing-masing..
Tok... tok.. tok.. seorang pria dewasa yang sedang sibuk dengan laptopnya dan sesekali memeriksa surat-surat penting yang tadinya tersusun rapi di atas meja, kini sedikit betantakan karena ulah tangan nakalnya, di kagetkan dengan ketukan pintu dari luar..
Dia menggerakkan otot-otot tangannya lalu menyuruh orang yang di luar masuk...
"Masuk." perintahnya..
Muncul asisten Reza dari balik pintu..
"Maaf mengganggu waktu anda pak Naymar..Pak Bos menunggu anda di ruangannya.."
"Kenapa papa tidak menelpon saja?" ucapnya pelan yang masih di dengar orang yang masih berada di ruangan itu..
"Baiklah." ucap Naymar..
Setelah pamit Asisten Reza meninggalkan ruangan Naymar..
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Naymar pun ikut keluar menuju ke ruang Direktur..
Setelah mengetuk pintu dan di persilahkan oleh orang yang mempunyai ruangan, dia pun membuka pintu dan segera masuk..
Sepertinya sang papa sudah menunggu kedatangannya..
"Maaf pak sedikit terlambat..Tadi saya harus memeriksa kembali dokumen yang saya kerjakan..saya tidak mau ada kesalahan yang mengakibatkan perusahaan merugi..ucap Naymar Formal..
Pak Indra menepuk kecil bahu Naymar..
"Papa bangga padamu nak." Pak Indra mempersilahkan Naymar duduk di sofa yang berada di ruangan itu..
"Hanya kita berdua, kenapa bahasamu begitu formal?" tanta Pak Indra..
"Aku rasa kita masih di kantor, jadi aku harus menghargai papa sebagai atasanku.." Naymar menjawab prtanyaan Pak Indra..
"Okey..baik Papa mengerti..Bersiaplah setengah jam lagi kita akan menemui rekan papa di hotel Tentrem Yogyakarta.."
"Kenapa dengan Asisten Reza?" Naymar tidak mau hanya karena sudah ada dirinya yang sok pintar, orang lain merasa tersisihkan..
"Reza papa tugaskan malam ini mewakili perusaha'an, di temani Indy menghadiri acara ulang tahun anak rekan papa lainnya yang mengadakan acara ulang tahun..." Pak Indra menjelaskas pada Naymar..
"Kan papa masih punya waktu untuk menghadiri acara ulang tahunnya..kenapa harus Asisten Papa yang mewakili?"
"Kalau semua waktu papa gunakan untuk bekerja,menghadiri pesta hura-hura sama teman-teman papa, terus waktu untuk keluarga kapan? "Pak Indra membalik pertanyaan pada Naymar..
"Sehat terus ya pa? jangan sakit-sakit.." ucap Naymar terharu dengan pemikiran papa Indra'nya yang luar biasa sayang pada keluarga..
"Seharusnya kata-kata ini ku ucapkan pada papa Bayu, papa kandungku..tapi beliau telah membuat hati ini teramat kecewa..Semoga papa sehat, selalu dalam jalan Tuhan..Amin." Doa Naymar dalam hati..
"Tuh kan, melamun lagi.."
"Hehh? gak kok pah,cuma lagi berfikir saja, jika sa'at aku menikah dan punya anak, apa mungkin aku seperti papa Indra juga?" ucap Naymar berdusta..
Pak Indra tergelak dengan pertanyaan Naymar.."Pasti dong , Bekerja boleh, tanpa berkerja anak istrimu makan apa? tapi jangan lupa waktu agar tidak menimbulkan percecokan antara suami dan istri, dan ujung-ujungnya pasti perceraian dengan alasan sudah tidak cocok.." pak Indra menjelaskan dengan sisa tawanya..
"Nah Ayo berangkat..nanti kelama'an nunggu rekan papa."
"Papamu ini yang mereka butuh, bukan kita yang membutuhkan mereka.."
"Aku juga punya sesuatu yang harus ku ceritakan nanti malam setelah selesai makan malam , aku ingin meminta pendapat papa dan Mama Dona.."
"Kamu mau menikah Gab"?
__ADS_1
Naymar memijit pelipisnya pelan..heran dengan mereka berdua, suami istri yang satu pemikiran..