Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Pak Bayu Sakit


__ADS_3

Pagi ini Naymar sudah rapi..Tepat pukul 07:15 Naymar mengemudikan sebuah mobil BMW i8 dengan harga 3.5 milirad rupiah keluar dari pekarangan rumah mewah Pak Indra.Mama Dona sengaja menyuruh Naymar membawa Mobilnya yang baru di beli papa Indra Kurang lebih dua bulan lalu..


Naymar melajukan mobilnya menuju sekolah SMA Katolik Sang Timur Yogyakarta, setelah itu baru ke sekolah berikutnya yaitu SMA Stella Duce 1 Yogyakarta..


Sepanjang perjalanan Naymar menyempatkan diri melihat sekeliling kota Jogja yang sangat indah. Sungguh luar biasa, pantas orang-orang berbondong-bondong memilih menghabiskan liburannya di sini..


Setelah semua urusannya sudah selesai, Naymar langsung saja menuju kantor..Di tengah jalan, dia dikagetkan oleh seekor kucing yang tengah menyebrang..Hampir saja dia menabrak kucing hitam itu..


Jantungnya berpacu sangat cepat, aliran darahnya seolah berhenti, terlihat dari wajahnya yang pucat pasi..dengan pelan Naymar menepikan mobil mahal itu ke pinggir jalan..banyak pengemudi lainnya yang turun menanyakan keadaannya..Dengan sopan Naymar menjelaskan bahwa dirinya baik-baik saja..


Pikiran Naymar langsung tertuju pada Papanya, hatinya di ketuk seperti seseorang menyuruhnya untuk menghubungi sang papa..


Egonya yang tinggi dia kesampingkan..dalam hati Naymar berdoa "Ya Tuhan semoga ini bukan sebuah tanda yang buruk."


Segera Naymar mencari kontak Papa Bayu..dia mengaktifkan kembali nomor Papanya yang sempat dia blokir..


Dering pertama langsung di angkat oleh orang di sebrang.."Hallo."Bukan suara papanya, melainkan suara seseorang yang dengan tega menghajarnya hingga babak belur demi membela se'ekor ular betina ..Untuk beberapa saat dia tidak menjawab..


Nafasnya memburu menahan emosi..


"Hallo ka." seperti berat sekali suara akhirnya menyebutnya kaka..


Karena belum ada jawaban dari Naymar, akhirnya suara di sebrang terdengar lagi.."Kak ini aku Kevin, penyakit jantung papa kambuh,sudah dua hari beliau masuk rumah sakit di RS Dian Harapan, papa di tempatkan di ruang ICU.."


"Deg.."


Jantung Naymar hampir copot dari raganya..Dia langsung mematikan telepon sepihak..Hari ini juga Naymar akan terbang ke Jayapura..


Naymar kembali melajukan mobilnya..kini dirinya tidak ke kantor..dia kembali ke kediaman Papa Indra..


Mama Dona yang sedang memainkan ponselnya heran dengan kembalinya Naymar ke rumah..


"Kok kembali bang? bukannya tadi bilang setelah urusan abang selesai abang langsung ke kantor?.. Naymar berjalan pelan mendekat Mama Dona, dengan Reflex memeluk erat wanita paruh baya itu..


Mama Dona yang tidak mengerti apa-apa hanya mengelus pelan punggung Naymar..Ini untuk pertama kali Naymar memeluknya.


Bahu Naymar bergetar..Mama Dona tau ponakannya kini sedang menangis..


"Ma, Papa Bayu sakit, dan sekarang ada di rumah sakit..sudah dua malam beliau di masukan di ruang ICU..

__ADS_1


"Kok bisa? dengar dari siapa kamu bang? Jangan mengada-ada deh."


"Tadi di jalan hampir saja aku menabrak seekor kucing hitam..." lalu Naymar menceritakan apa yang di alaminy tadi dalam perjalanan kembali ke kantor..


"Maumu bagaimana?" tanya Mama Dona


"Aku akan ke sana menemui papa Bayu.." Jawab Naymar lesu.


"ya udah sekarang kamu telepon papa Indra, beritahu tentang keinginanmu dan tentang keada'an mas bayu.."


Naymar mengambil benda pipih di dalam sakunya celana yang dia pakai, segera mencari kontak Papa Indra lalu menelponnya..


Dari sebrang terdengar suara menyapa..


"Selamat pagi Gab,, ada apa? katanya selesai urusanmu kamu langsung ke kantor..apa ada kendala?


Mama Dona yang tidak tahan melihat keleletan ponakanya, dirinya dengan tidak sopan menyambar ponsel Naymar yang masih menempel di telinga..


"Hallo pah, ini mama.. jangan banyak tanya dan kerumah sekarang jika tidak ada kesibukan di kantor.." Tutt..telepon di matikan Mama Dona, membuat Pak Indra menggigit Ibu jarinya kuat..


"Selalu seperti itu, dasar mak lampir..Kalau di kantor tidak ada kesibukan yang seperti di bilang istri cerewetku, untuk apa aku ke kantor setiap hari? lebih bagus di rumah...mengurungnya di kamar dan membuatnya mendesah namaku sapanjang hari.." gerutu pak Indra..


"Heh?" Pak Indra kaget, ada suara lain yang berasal dari ruangan yang sama dengannya..


"Reza sejak kapan kau di sini? apa kau mendengarnya?" tanya Pak Indra..


"Mendengar apa dulu pak? aku mendengar semua apa yang Pak Bos katakan,, termasuk kata mendesah menyebut nama Pak Bos sepanjang hari.." Asisten Reza menahan senyium melihat perubahan muka Bosnya..


"Kamu salah dengar Reza, maksud saya tadi, anjing jantan saya yang baru di kebiri kemarin berteriak menahan sakit sepanjang malam.."


kebohongan macam apa itu? orang yang di dengar Asisten Reza tidak seperti penjelasanmu Pak Bos..Di iya'in saja Asisten Reza biar puas Pak Bosnya..


"Ohhh, sepertinya saya harus ke dokter memeriksakan telinga saya pak Bos..sepertinya telinga saya bermasalah.." ujar Reza dengan muka yang di buat serius,


"Tidak perlu..hari ini tolong kamu yang urus semuanya ya?..Aku ada urusan keluarga yang tidak bisa di ganggu gugat.."


Mama Dona cekikikan setelah mematikan telepon sepihak..Naymar yang melihat kelakuan Mama Dona'nya hanya mampu menggelengkan kepala..


"Ada apa Ma? apa Papa Indra mengatakan sesuatu yang lucu?"

__ADS_1


"Mama bahkan tidak sempat mendengar jawaban Papamu, sengaja Mama mati'in teleponnya tanpa mendengar protes dari Papamu, biar papamu penasaran dan langsung pulang.." Ucapan Mama Dona membuat Naymar tidak enak hati..hanya karena dirinya, Papa Indra rela meninggalkan kantor di saat masih jam kerja..


Beberapa saat kemudian, terdengar bunyi mesin mobil memasuki halaman rumah..


Pak Indra dengan tergesa-gesa memarkirkan mobil mahalnya dengal asal..Dia segera keluar mobil dan membanting pintu mobil sedikit kasar..


Mama Dona yang sudah tau dengan tabiat suaminya, segera bangkit dari sofa berjalan keluar menyongsong kedatangan sang pangeran, yang hampir 30 tahun membina rumah tangga dengannya..


Senyium manis Mama Dona persembahkan pada sang suami tercinta..


"Papa ngebut ya, kok cepat sekali tibanya.." cecar Mama Dona..


Ini perempuan maunya apa sih? tadinya di suruh cepat-cepat ke rumah jika tidak ada kesibukan yang penting..Tidak tau saja dia, apa yang berkaitan dengan kantor pasti semuanya penting..


Pak Indra hanya bisa mengelus dada melihat tingkah laku istrinya..Untung sayang..


Pak Indra berjalan masuk ke dalam rumah,,


"Loh' Gab, kok masih di rumah? apa urusanmu sudah selesai?"


"Iya pah semua urusanku sudah beres.." Jawab Naymar lesu..


"Pertanya'an papa seperti orang pikun..Ya jelas abang di rumahlah, yang telpon Papa kan abang, tapi mama yang bicara..Habis mama dengar pertanya'an papa banyak bangat.." Pak Indra manggut-manggut dengan penjelasan istrinya..


"Begini Pah, Mama sengaja menyuruh Papa kerumah karena ada sangkut pautnya dengan ketidak datangnya Abang ke kantor..ada hal penting yang perlu papa tau."


"Intinya saja Ma," ucap pak Indra datar.Dia masih sedikit jengkel dengan ketidak sopannya istri cantiknya yang mematikan lelepon sepihak..


"Maaf pah, aku harus berangkat ke Papua hari ini juga.Papa Bayu masuk rumah sakit, sudah dua malam beliau ditempatkan di ruang ICU, penyakit jantungnya kambuh lagi.." Naymar menjelaskan dengan muka muram..


"Kok bisa?" pak Indra kaget mendengar penjelasan Naymar..


"Oke, papa akan pesankan tiketmu sekarang..tapi kamu akan kembali ke Jogja'kan Gab," Ada kekwatiran tergambar jelas di muka beliau..Dan Naymar sangat paham tentang itu..


"Tidak perlu pesankan tiketnya Pah' Sudah aku pesan tadi..Papa Indra jangan kawatir, aku akan kembali bila Papa Bayu sudah sembuh betul.." Ucapan Naymar membangkitkan kembali semangat Pak Indra..Beliau juga tidak bisa menahan kepergian Naymar..Pasalnya yang sakit sekarang adalah suami almarhum kaka iparnya, Papa kandungnya Naymar..salah besar jika Pak Indra melarang Naymar..


"Papa yang akan mengantarmu ke Bandara.."


"Mama ikut." mama Dona tidak mau ketinggalan..

__ADS_1


"Adikmu pasti sedih, pulang dari kampus dan tidak mememukan abang kesayangannya di rumah.." sambung Mama Dona lagi..


__ADS_2