Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Naymar Di Tawar Kerja Di Perusahaan Papa Indra


__ADS_3

"Bang.. apa sekolah tempat mengajarmu sedang libur panjang? abang sudah hampir dua minggu loh di sini," tanya Mama Dona di suatu pagi,.


"Papa malah senang Gab berlama-lama di sini, selama seminggu ikut papa kerja, keuntungan di perusaha,an kita makin meningkat,banyak pengusaha yang berInvestasi dengan perusaha,an kita."


"Tapi Abang ini se'orang guru pap..dan tujuannya datang kesini itu, untuk berlibur, bukan membantu papa mengelola perusaha'an."


"Sangat di sayangkan ya Gab, padahal kamu sangat berbakat di bidang ini.. kenapa waktu kuliah tidak mengabil jurusan Manejemen Bisnis saja?"


Naymar tidak langsung menjawab, dia menggaruk pangkal hidungnya, dengan ibu jari dan jari telunjuk dengan gerakan persama,an..


"Kenapa ya om,, tidak tertarik mungkin,,,lebih suka saja jadi guru..tapi......." Naymar menggantung kata-katanya... "Tapi,," Papa Indra penasaran dengan kelanjutan ucapan Naymar..


"Tapi setelah di pikir-pikir, aku juga mulai tertarik dengan pekerja,an yang di tekuni Om Indra..Apa Om bisa membagi sedikit Ilmu om untukku?"


Papa Indra reflex bertepuk tangan, beliau berdiri dari sofa dengan senyiuman lebar tersemat di bibirnya, seolah dirinya baru menang Tender besar..


"Good Job Boy..."Ucap papa Indra Sambil mengacungkan kedua jempolnya pada Naymar..


"Tidak perlu belajar pun kamu sudah menguasai semua yang berkaitan dengan Bisnis..buktinya semua petinggi di perusaha'an papa tidak yakin bahwa, kamu baru pemula,atau baru bergabung dengan papa..mereka sangat suka dengan cara kamu memberi masukan atau pendapat.." papa Indra berucap bangga..


Beda dengan mama Dona..dari tadi dirinya bingung dengan keputusan keponakannya yang tiba-tiba. "Maksud kamu apa bang? bagaimana dengan sekolah, apa kamu akan mengundurkan diri dari guru dan beralih profesi jadi pembisnis??"


"Ma'af Ma, om Inrda..aku belum sempat cerita,, Aku sudah memberikan surat pengunduran diriku dari sekolah sehari sebelum ke kota ini.."


"Tapi kenapa bang, kamu tidak biasa seperti ini,.tolong ceritalah masalah apa yang kau hadapi, hingga sampai mengambil keputusan seperti itu.."


"Aku sebenarnya sudah di usir dari rumahku sendiri oleh papa Bayu.."


Muka mama Dona yang tadi bingung berubah seketika menjadi cabe masak..


papa Inrda yang melihat perubahan raut muka Mama Dona,beliau langsung bergerak lincah menghampiri sang istri, dan mengelus pundaknya pelan.

__ADS_1


"Kak Bayu tidak mungkin melakukan pengusiran itu, jika kamu tidak melakukan kesalahan Gab." Neymar mengangguk membenarkan ucapan papa Indra..


" Kesalahan apa yang kamu lakukan bang? apa kesalahannya sangat fatal? hingga Mas bayu tega mengusirmu.."


"Aku di tuduh melakukan pelecehan sexual pada istri Kevin,,"


"kok bisa?" tanya mama Dona dan Papa Indra berbarengan..


"Iya..waktu itu Kevin jemput Papa Bayu di bandara, dan istrinya tinggal di rumah.........." lalu mengalirlah cerita yang di alami Naymar pada om dan tantenya, yang sekarang sudah di rubah panggilannya menjadi Mama dan Papa walau masih canggung..


"Bukannya di rumah kalian ada kamera CVTVnya?bahkan kamu bilang, di semua sudut ada kameranya..Kenapa mas Bayu Seceroboh itu?..Marah boleh tapi jangan sampai mengusir juga..cari tau kebenarannya dulu,,,ini malah lebih percaya orang yang baru di kenal..." Mama Dona mengambil ponsel yang terletak di sampingnya, mencari kontak Pak Bayu dan hendak menelponnya..


Ya mama Dona tau rumah kakanya ada CCTV, karena pernah di kasitau oleh Naymar. tiga tahun lalu kala dirinya mengunjungi kedua keponakannya, dan mempertanyakan, kenapa rumah sebesar ini tidak ada satpamnya,?.. jawaban Naymar adalah,"tidak perlu Tante ksrena semua sudut rumah sudah ada kameranya pengintainya..


Papa Indra yang tau akan hal itu, langsung mencegah istrinya.."Jangan gegabah ma,,mama lagi emosi.."


"Tapi mas Bayu sudah keterlaluan, seharusnya dia yang keluar dari rumah itu, karna rumah itu sudah di atas namakan pada Gab, ini kok yang menumpang mengusir yang punya rumah...heran aku..." ucap Mama Dona bersungut-sungut..


"Apa mas Bayu dan Kevin sudah cek CCTV rumah kamu? terus apa tanggapan mereka berdua setelah mengetahui yang sebenarnya?" Tanya Mama Dona beruntun..


"Aku tidak tau mereka sudah cek apa belum..tapi aku rasa mungkin sudah, karena sebelum aku keluar dari rumah, aku sudah memperingati mereka tentang hal itu.."


"Jadi kesepakatannya mulai sekarang kamu bergabung dengan papa di perusaha'ankan?" tanya papa Indra..


"Tidak begitu juga, aku akan tetap mengajar jika lamaranku sudah di terima di salah satu sekolah,,selama beberapa hari ini aku mencoba melamar melaui Online di beberapa sekolah..Tapi tenang saja, aku akan tetap membantu om untuk mengelola perusaha,an.. dan jika memang aku tidak di terima,maka aku tetap akan bekerja di perusaha'an om,"


"Apa bedanya?, dari tadi pembicara'anmu hanya mebolak balikkan kalimat itu saja.." ucap papa Indra sedikit sewot..


Naymar dan Mama Dona terbahak mendengar ucapan Papa Indra..


"Good morning everybody.."

__ADS_1


Rindu tiba-tiba muncul dengan suara cemprengnya, mengagetkan ketiga orang yang lagi serius berbicara..


"Cih gayamu,,sok inggris.." Mama Dona berpura-pura tak senang dengan pengucapan sok inggris gadis kesayangannya..


"Apasih ma,,mama kelihatan gak suka bangat sama aku,,semacam ada dendam yang mama pendam padaku.."Rindu merasa risih dengan sang mama yang melihatnya seperti tidak suka..


"Kamu lupa sayang? Mamamu itu masih marah padamu..Mobil kesayangannya, kamu kotori dengan pilox yang kamu bilang bisa di cuci dengan air..ajak papa pula ikut dalam permainanmu, dan apa yang terjadi? ternyata piloxnya permanen.."


"Oh jadi itu? ya udah sih ma, itu hanya alasan mama saja.. kan papa udah beli ganti mobil yang lebih bagus dan lebih mahal.." Rindu kesal dengan mamanya yang dapat mobil baru..sedangkan dirinya sudah berulang kali memohon pada sang papa, untuk membeli mobil impiannya, tapi hingga sekarang belum terwujud..


"Jangan begitu sayang sama orang tua,,,dosa loh.." papa Indra memperingati anak gadisnya..


"Dih suami takut istri, papa sengaja belain mamakan, karna takut tidur di kamar tamu lagi, orang aku lihat sendiri kok, mama mengusir papa dan mengunci kamar dari dalam.."


Muka papa Indra memerah malu, pasalnya anak gadisnya tau kalau satu minggu lalu dirinya di usir oleh istri tercinta, dan malam itu dia menginap di kamar tamu, yang di tempati Naymar sekarang..


"Itu semua karena ulah gadis nakalnya papa, makanya papa yang kena imbasnya.."


Naymar yang melihat keharmonisan keluarga ini, seketika mukanya berubah murung.. seandainya sang mama masih ada, pasti mereka juga sebahagia keluarga tantenya ini..


"Abang yang antarin aku ke kampus ya?" Rindu berucap antusias, berharap sang abang yang mengantarinya agar dirinya bisa pamer pada teman-teman ceweknya..


"Abang ikut sama mama," Mama Dona sengaja mempermainkan emosi anak gadis kesayangannya..


"Mama aku yang cantik, kemarinkan abang sudah temanin mama...atau begini saja, mama tunggu abang ngantarin aku dulu, kan nanti abang balik setelah mengantarku..tidak mungkin kan, abang nungguin aku sampai selesai kuliah.." Rindu mencoba merayu mama kesayanganya..


"Ada maunya baru mama di sayang-sayang..sana pergi antarin adekmu bang.." perintah Mama Dona.'',


"Nah gitu dong." umaachhh..Rindu mencium pipi mamanya gemas, lalu berlalu keluar..


"pergi dulu ma.." Naymar meraih tangan mama Dona da menciumnya..rupanya dia sudah terbiasa dengan panggilannya..

__ADS_1


"Hati-hati bawa mobilnya bang..jangat ngebut ya?"


__ADS_2