Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Terusir Dari Rumah Sendiri


__ADS_3

Kevin yang sedari tadi berdiam diri, kini melepaskan pelukan istrinya,dan melangkah maju mendekati kakanya.


Satu bogeman mentah mendarat telak di pelipis Naymar.Dengan membabi buta,Kevin menghajar kakanya habis-habisan,Naymar yang sa,at itu masih berdiri di depan kulkas,pasrah menerima pukulan dari Kevin,dia sedikit melirik ke arah istri Kevin yang sedang menatapnya dengan tersenyium samar,


Naymar yang sudah tau, ternyata ini semua sudah di rencanakan oleh wanita ular, yang di bawa oleh sang adikke kediaman papanya, hanya membiarkan adiknya bermain-main sedikit dengan tubuhnya,


Sedangkan Pak Bayu yang melihat tidak ada pembela,an dari anak pertamanya,beliau sudah menyimpulkan bahwa, semua yang di katakan menantunya itu benar.


Setelah puas menghajar kakanya,Kevin kembali pada istrinya yang masih sesugukan,


"Ma'afkan aku sayang,seharusnya tadi aku bembawa ikut sertamu,Aku tidak tau,kejadiannya akan seperti ini."Kevin menyenangkan istrinya ,dengan matanya yang terus memandang tajam ke arah Naymar.


Naymar yang kini sudah babak belur karna ulah Kevin,hanya mampu bersandar di pintu kulkas.Naymar ingin mendengar, kata-kata ajaib apalagi,yang akan di lontarkan lagi dari mulut papanya.


Pak Bayu menatap kasihan anak dan menantunya.Tidak habis pikir dengan kelakuan anak pertamanya ini.sulit di percaya,tapi kenyata,annya memang seperti ini.dengan mata kepalanya sendiri, beliau menyaksikan kebejatan anaknya,


Dengan keada'an yang masih sangat marah,Pak Bayu dengan Tega mengusir putra sulungnya..


"Pergilah ke kamarmu,kemasi semua barang-barang yang kau punya,dan enyahlah dari rumah ini."titah Pak Bayu dengan suara nyaring..


Sinta yang menyaksikan langsung kaka iparnya terusir dari rumah mertua, tertawa jahat dalam hatinya.dendam dan sakit hatinya kini terbayar lunas.


Rasakan itu kaka ipar sombong,makanya jangan coba-coba bermain-main denganku.batin sinta.


"kevin rasa,ada kejanggalan dengan kejadian ini.kakanya dengan tenang tanpa perlawanan menerima serangan bertubi-tubi darinya,Di rasa,pria matang yang duduk bersandar di kulkas sana bukan kakanya,ataukah karna merasa bersalah, lantas dia membiarkan tubuhnya menjadi bulananku?entahlah hanya kakanya sendiri yang tau,"batin Kevin.


Senyium Naymar terbit ,membuat ketiga orang itu heran."Di usir kok malah tersenyium,otak kaka ipar sudah geser kalii,akibat benturan yang di sebabkan olehmu tadi sayang."sinta bergumam pelan..

__ADS_1


Kevin tidak merespon gumaman Sinta,matanya terus menatap sang kaka yang sedang melihat kearahnya dan papanya begantian.


"pa,papa sudah mengenalku semasa aku masih dalam kandungan Mama.Dan jangan lupakan, kalau papa sendiri yang menciptakan aku di rahim Mama."Pak Bayu hanya diam mematatung di tempat,beliau sedikit menyesal dengan kata-kata yang di lontarkan tadi pada putra sulungnya.


"Tapi di hari ini,papa tega mengusirku karena menganggap, aku telah memepermalukan papa."


"cihhh,"Sintah bedecih mendengar kata-kata kaka iparnya."


"Pa..Apa aku kelihatan serperti lelaki yang haus belaian wanita?atau lelaki yang haus akan ************ wanita?"


Deggg..Hati pak Bayu sudah mulai tak tenang...


"Dan hari ini akupun tau,ternyata papa sama sekali tidak mengenalku.papa lebih percaya dengan apa yang di lakukan, dan di bicarakan menantu papa, yang baru papa kenal beberapa menit yang lalu."Pak bayu sadar,dia sudah melakukan kesalahan..


"Apa maksud kaka ipar?"Teriak Sinta pada Naymar..


"Aku tidak terima pa,Kaka ipar bicara, seolah-olah aku mengada-ada atau aku yang menggodanya tadi.padahal kita semua tau di sini aku yang korban." Sinta mulai ketakutan,Pasalnya papa mertua melihatnya dengan pandangan menyelidik."Aku tidak boleh gugup.Jangan sampai tua bangka ini curiga denganku,"batin sinta."


Di sini pak Bayu sadar,sepertinya menantu yang di kenal beberapa menit yang lalu,berusaha menutupi sesuatu darinya dan Kevin,di lihat dari wajah sinta yang berubah-ubah..sedangkan Kevin sendiri, sudah tidak berkata-kata lagi.


"Aku tidak punya maksud apa-apa.aku hanya berusaha menyadarkan Papaku dan Adik bodohku."Naymar memandang jijik adik iparnya itu.


Naymar berusaha berdiri..Dia menatap pak Bayu dengan tatapan yang tidak biasa,"Aku akan mengabulkan kemauan papa,yang meng'ingikanku keluar dari rumah ini..tapi papa jangan lupa,kalau rumah yang kita tempati sekarang adalah rumahku."


Kevin yang tadi berdiam diri,kini kaget dengan penuturan kakanya.."kaka kalau bermimpi, jangan ketinggian,percaya diri amat,"Kevin mencemo'oh kakanya dengan tersenyium miring..


"Aku tidak bermimpi,silahkan tanyakan saja pada papa, jika tidak percaya."

__ADS_1


"Apa benar seperti itu pa?"Pak Bayu menghela napas panjang,lalu menganggukkan kepala sebagai jawaban.


"Sebelum papa memaksa mamamu untuk oprasi,beliau lebih dulu mengalihkan semua harta-hartanya atas nama kakamu termasuk rumah ini..mungkin mamamu tau,bahwa umurnya tak panjang lagi."pak Bayu bercerita panjang lebar..Tapi anehnya Kevin yang tadinya ngotot,kini tidak menampakan lagi kemarahannya..


Dalam hati, Sinta sudah memaki hancur kedua kaka beradik itu.."Kenapa suami bodohku itu tidak menuntut haknya?dan kenapa juga kaka ipar sok kegantengan itu, menguasai semua harta orang tua mereka?sia-sia pengorbanaku dong,seharusnya kaka iparku itu mengalah pada adiknya yang sudah beristri, dengan memberi rumah ini pada kami,,diakan masih bujangan,tentu tinggal di manapun jadi."


Setelah berkata seperti itu,Naymar berjalan pelan menuju anak tangga, hendak naik ke kamarnya..tapi baru sampai di tangga kedua,dia berbalik lagi ke arah ketiga orang yang sedang menatapnya dengan pikiran yang berbeda-beda..


"Pa,...papa belum pikunkan?"


Pak Bayu yang mendengar pertanya'an putra sulungnya, menjadi sangat heran..


"Apa maksudmu Gab,tentu saja papa belum pikun."


"Aku hanya memastikan saja,"lanjut Naymar lagi..


"papa, dan kamu Vin,kalian tidak lupakan?jika di semua sudut rumah ini,ada kamera CCTVnya,periksalah..jika kalian sudah memeriksa, dan melihat serperti apa kejadianya,aku minta sama papa, agar tidak menarik lagi kata-katanya..karena aku tidak akan pernah mengabulkannya."


Degg,,,jantung sinta berdetak kencang,wajahnya yang tadi penuh dengan kelicikin,tipu daya,kini berubah pucat bagaikan mayat, yang sudah di suntik dengan formalin..


Sedangkan Kevin dan pak Bayu saling berpandangan, dengan pikiran berkecamuk..


Pak Bayu juga tidak kalah pucat dengar perkata'an putra sulungnya..Dia merutuki kebodohannya.."Kenapa tidak ku ingat dengan CCTV laknat itu,bagaimana jika putraku tidak bersalah..Aku akan menghukum diriku sendiri, karena telah melontarkan kata-kata kotor itu kepada putraku..batin pak Bayu..


Kevin sendiri menepuk jidatnya pelan,"seharusnya aku periksa Camera itu dulu baru bertindak."tapi beberapa detik kemudian dia meggelengkan kepalanya lagi pelan,"Kakaku telah melecehkan istriku,bagaimana mungkin aku hanya berdiam diri setelah melihatnya dengan mata kepalaku sendiri."Kevinpun ikut membatin..


"Satu lagi, Untuk kalian semua yang tinggal di rumah ini,jangan kaget, bila sewaktu-waktu aku menginginkan kalian keluar dari rumahku."ucapan Nayamar meyakinkan pak Bayu,bahwa putranya benar-benar akan pergi dari rumah ini.

__ADS_1


Setelah selesai berkata-kata,Neymar berbalik lalu berjalan naik ke anak tangga berikutnya, dengan menulikan kedua telinganya, seolah tidak mendengar teriakan dan umpatan dari adik bodohnya itu..


__ADS_2