
Pagi-pagi buta,Naymar sudah ada di bandara di antar temannya..kepergiannya ini tanpa pengetahuan Pak Bayu ayahnya..
Lah bagaimana bisa Pak Bayu tau? orang Pak Bayu sendiri yang mengusirnya..
Sekitar 30 menit lagi pesawatnya take off.Teman yang tadi mengantarpun sudah pergi kurang lebih 15 menit yang lalu..
Yogyakarta tujuannya..Kemarin setelah di usir oleh sang papa,Naymar langsung memesan tiket pesawat tujuan Jokja(Yogya atau Yogyakarta).Karena mengingat Tante Dona adik dari almarhum Mama yang menetap di sana bersama suaminya om Indra, yang asli orang Yogya..
Semalam Naymar sudah menelepon beliau dengan Alasan, kesana hanya untuk berlibur saja, agar sang Tante tidak banyak bertanya.
Kini Naymar sudah di dalam pesawat..tidak seperti orang kaya lainnya yang memilih Kelas Ekonomi Premium,dia lebih memilih di Kelas Ekonomi Biasa.
Penerbangan pesawat dari Bandar Udara sentani Theis Eluay, menuju Bandar Udara Internasional Juanda, memakan waktu selama 5 jam 35 menit..satu setenga jam atau 90 menit transit di Surabaya,Sekarang Naymar sudah berada lagi dalam pesawat menuju Yokgyakarta..Hanya memakan waktu 1 jam 10 menit,dirinya sudah tiba di Bandar Udara Adisutjipto.
Udaranya sangat sejuk,ternyata sedang turun hujan tidak deras ya, Gerimis..Dia melirik jam tangan mahal yang melingkar di pegelangan tangan kirinya..
"lah ku kira sudah sore ternyata baru jam14:45.. berarti di Jokja jam 00:45." gumam Naymar pelan..Di atur ulang waktu di jam tangannya agar waktu sesuai dengan kota dimana dia tinggal sekarang.
Naymar berjalan keluar dengan satu tangan menyeret koper, dan tangan satunya lagi memegang ponsel, dan sekali-kali menempelkan benda pipih itu di telinganya..sepertinya sedang menelpon sese'orang..
Dia berjalan terus hingga di luar,dan menyerahkan kopernya pada seorang lelaki yang lebih muda darinya, rupanya lelaki muda itu adalah sorang sopir taxi.
Naymar menyerahkan sebuah alamat pada sang sopir ..Taxipun bergerak meninggalkan Bandara,Dalam perjalanan pikiran Naymar melayang ke mana-mana..pemandangan indah kota Jokja atau kota Pelajar ini di abaikan begitu saja.Hingga sang sopir mengagetkannya jika mereka sudah tiba di tempat tujuan..
"Maaf pak,kita sudah sampai di alamat yang bapak berikan tadi."ujar sang sopir dengan sopan..
"ehhh?"Spontan Naymar kaget dengan suara sopir muda itu..
"Ma'af juga dek' aku melamun."Sopir taxsi menahan tawa dengan kejujuran penumpannya itu..
"Tidak apa-apa pak"
jujur kali pak Naymar ini..
__ADS_1
Selesai membayar Taxi,Langsung saja dia masuk,tidak perlu cape-cape mendorong pintu gerbang yang mungin lumayan berat itu,karena kini pintu itu terbuka dengan sangat lebar.."sepertinya ada mobil yang baru masuk."gumamnya..Di perhatikan rumah Tantenya yang lumayan besar..Rumah dua lantai dengan halaman yang luas dan tiga mobil mahal terparkir bebas di Carport atau garasi rumah mewah itu.
Dia berjalan ke arah pintu utama yang sedikit terbuka..Naymar mengintip dari luar pintu ke dalam,..seorang gasis cantik sedang berbaring di sofa panjang ruang tamu, dengan ponsel di tangan dan earphone di telinganya.Dia adalah Rindu,anak sematawayang Tante Dona
Timbullah ide untuk mengerja'in adik sepupunya..Di perhatikan kiri kanannya mecari suatu benda untuk ia lemparkan ke dalam.."Dapat" batinnya tertawa, sebuah gorek gas entah punya siapa yang jatuh, atau sengaja di tinggalkan di atas rak sendal dan sepatu yang berada si samping kiri tempat dia berdiri..
Prak....telak..korek gas itu mengenai posel yang di pegang adiknya..
"Jangan-jangan ponselnya rusak lagi."gumam Naymar.."kalau dia merengek tinggal minta mama papanya beli ganti,bereskan?"Batin Naymar tertawa tapi sedikit was-waw juga..
"Anjingggg....Siapa sih iseng bangat,retak'kan layar ponselnya,"umpat Adik Naymar dari dalam..
"Ternyata Tante dan Om, kurang mengajarimu dengan baik..kenapa mulutmu pandai sekali mengeluarkan kata kotor?"
"Abanggggg....Abang kapan datangnya?"
Ponsel yang di peganggnya ia lempar ke sembarang arah..muka kesalnya hilang dalam sekejap..
"Aku kangen sama abang..Sudah berapa tahun abang tidak kesini?terakhir kesini Empat atau lima tahun lalu..Tidak lihatkah Adekmu sudah sebesar ini?..cantik pula."Cerocos Rindu tidak jelas dengan memeluk sang Abang sepupu dengan sangat erat...
"Abang jawab yang mana dulu?,pertanya'anmu terlalu banyak Dek' satu-satulah nanya'nya Dek, biar Abang tidak pusing."
"Semuanya....abang jawab semua pertanya'anku..tapi kita masuk dulu,kenapa hanya berdiri di pintu? macam orang yang datang nagih utang saja."
Rindu melepaskan pelukan pada kakanya, dan menarik tangan kakanya pelan hendak masuk ke dalam..
"Tunggu dulu Dek,,nihhh bawa koper abang."
Perintah Naymar pada adik sepupunya itu..Dengan riang, Rindu menyeret koper masuk koper abangnya..Dengan iseng Naymar mengapit kepala sang adik di ketiaknya..
"Ihhhh,Abang jorok sekali ketiak abang bau....tapi bo'ong."
"Ketiak abang memang bau..tadi pagi karena sudah terlambat,abang tidak jadi mandi,hanya cuci muka saja."
__ADS_1
"Berarti Abang satu-satunya orang Indonesia yang naik pesawat tanpa mandi, ha ha ha ha."Rindu terbahak sendiri dengan perkata'annya..
"Mana ada begitu dek,,tapi di pikir-pikir iya juga ya?"Naymar membenarkan ucapan adiknya..
Kini mereka berdua sudah duduk di sofa ruang tamu..
"Apa mama dan papa tau kedatangan Abang?"
"Iya,tante Dona dan om Indra tau..semalam abang menelpon mereka."
"Berarti hanya aku satu-satunya orang yang tidak tau dengan kedatangan abang ya..Istimewa sekali aku ini,"Rindu menyindir sang Abang dengan meruncingkan mulutnya seperi ikan Jarum.
"Adik Abang memang sangat istimewa..Anak perempuan satu-satunya di keluarga kita,makanya semua orang meng'istimewakan'mu Dek."Naymar membelai kepala adiknya sayang..
"Jadi melow'kan bang,,terharu akunya..Ohhh aku baru ingat bang."teriak Rindu sedikit kencang..
"Apasih teriak-teriak, kuping abang sakit. macam tinggal di hutan saja."Naymar mengusap kupingnya kasar..
"Mana hadiah yang abang janjikan? abang bilang jika ke sini lagi akan membawa kaka ipar untukku."
Naymar kelagapan.."I..itu Dek' abang belum nemu yang cocok."
"Bilang saja abang gak mau punya istri," Rindu mencibirkan bibirnya..
"Jam berapa tante dan om pulang dek?"
"Ck, Jangan mencoba mengalihkan kata-kataku bang."
Kediaman Pak Bayu..
"Apa yang membuatmu masih bertahan di sini? pulanglah ke Bali..Bukannya kamu ingin sekali bertemu dengan kedua orang tuamu yang kamu bilang sangat kaya-raya itu? Aku jadi curiga, apa semua yang kamu ucapkan padaku selama ini hanya kebohongan?"
Mulut sinta terkunci rapat..Tidak ada satu katapun yang keluar dari mulut bisanya..
__ADS_1
"Untung kamu sendiri yang menolak, dengan alasan belum siap mengenalkan aku pada orang tuamu..membuatku betanya-tanya dalam hati, kapan siapnya? tunggu sampai kamu sendiri punya cucu dulu? tap semuanya terjawab kemarin.. Ini adalah kesempatan bagus buat aku untuk membuangmu..orang tuamu sendiri tidak kamu beri tahu tentang pernikahan kita..Janjimu untuk mengenalkan aku pada mereka hanya bualan kamu saja..padahal hampir seminggu loh kita tinggal di bali..Aku sendiri membohongi keluargaku, belum bisa pulang, karena masih membereskan urusan yang berkaitan sengan kuliahku,demi bertemu dengan kedua orang tuamu..tapi ada saja alasan yang kau berikan jika aku menanyakan itu,.hingga akupun sendiri cape, dan di sinilah kita sekarang." Kevin menarik napas kasar lalu melanjutkan perkata'annya..
"Mungkin Tuhanku masih melindungiku dari wanita picik sepertimu, sehingga segala macam cara aku lakukan untuk bertemu keluargamu, kamu sendiri yang menghalanginya."