
"Hallo ka,namaku Sinta."Sinta mengulurkan tangannya ke arah kakak iparnya..
Naymar menatap datar tangan adik iparnya,beberapa detik kemudian, baru dia menerima uluran tangan istri adik kurang ajarnya itu..
"Di sampah mana adik bodohku ini memungutnya?"batin Naymar
"Mata itu ka,di jaga.tra usah kaka lihat begitu juga,Sa pu istri cantik to,memang kaka pu adik ini tra salah pilih."
"Cantik apanya?murahan ia.Rasanya aku ingin muntah melihat wanita ini."batin Naymar.
"Ia cantik."jawab Naymar.
senyium sinta merekah seketika,
"Sangking cantiknya, membuat aku pengen merampasnya darimu."(logat papuanya sudah hilang..)
Sedangkan Sinta,mukanya sudah memerah seperti tomat masak, yang hendak di iris dengan pisau dan di bekin lawar. dengan senyium malu-malu meong, seperti singa liar, yang sudah sekian tahun di kandangi,dan ketika di lepaskan ,dia akan berlari memuaskan dahaga ,dengan mencari hutan rimba untuk bersembunyi.
"Kaka jangan menusukku dari belakang ya,"Kevin terlihat tidak terima dengan pembicara,an kakanya, yang hendak merampas istri cantiknya.
"Ya aku akan merampas istrimu,dan setelahnya,aku akan kembalikan ke tempat asalnya,tempat di mana kau memungutnya."
"Apa tidak ada pakayan yang layak untuk istrimu?pakayan seperti apa yang istri kamu kenakan?Lihat gunungmu hendak meletus, akibat menampung lahar panasnya berlebihan.ini Indonesia bukan luar negeri."ucap Naymar tidak berperasa'an.
Sinta mengepalkan tangannya kuat.Dia tidak terima dengan hina,an yang di lontarkan kaka iparnya.
Sinta yang tadinya mengagumi kaka iparnya,sekarang berubah haluan menjadi benci.
Dalam hatinya sudah tersimpan dendam yang sangat membara.
"Tunggu pembalasanku kaka ipar,"batin Sinta.
"Kaka saja yang kampungan.pakayan seperti yang istriku kenakan ini sudah biasa bagi kami."Bela Kevin pada istrinya.
"Iya biasa bagi kamu yang hidup di luar negri.Jika sudah di negara kita,sesuaikanlah, Apa kau tidak melihat banyak lelaki di sana-sini yang memandang istrimu dengan tatapan lapar?"
"Termasuk kaka kan?"tuduh kevin pada kakanya.
"Kondisikan kata-katamu dulu Vin.Ayok pulang,malu jadi tontonan orang"ajak Naymar pada adik dan adik iparnya.
"Ayo sayang,jangan dengarkan kaka iparmu itu,emang seperti itu mulutnya, jika apa yang dia tidak suka, dia akan mengungkapkannya."
Sambil merangkul sang istri,Kevin menuntun istrinya ke arah mobil.sedangkan Naymar sendiri sudah duluan dengan menarik paksa kofer adik-adiknya.
Dalam perjalanan pulang menuju rumah,tidak ada satu orangpun yang berkicau di dalam mobil.mereka bertiga berdiam diri bagaikan patung hidup.
__ADS_1
Kevin yang mulutnya cerewet,tidak bisa tahan lagi untuk berdiam,"kenapa kita jadi diam-diaman begini?macam orang bisu saja."
"Heh,apa kalian berdua bisu? kok kompak amat,,"Kevin seperti orang gila,ngobrol kesana-kemari, tanpa respon dari penghuni mobil lain yang ada bersamanya.
"kok aku seperti orang sinting ya!!"ucap Kevin pada diri sendiri.
"Emang kamu sinting.Baru sadar ya kamu?"Naymar yang dari tadi diam, menyambung perkata'an adiknya.
Hingga tidak terasa meraka sudah tiba di rumah.Perjalanan mereka memakan waktu kurang lebih dua puluh menit.
Sinta terkagm-kagum melihat rumah mewah suaminya,eh salah deng,,rumah mewah orang tua suaminya.
"Rumahmu bagus juga sayang."puji sinta.
"Eh,Ini bukan rumah suamimu,melainkan,rumah bapak mertuamu."Naymar menimpali dengan wajah yang menyebalkan.
"Kaka bicara apa sih,Rumah papa ya rumah aku juga."kevin tidak terima dengan jawaban kakanya pada sang istri.
"Aturan dari mana itu?Apa papa yang membuat aturan baru seperti itu?"Pertanya'an Naymar yang biasa itu,membuat Kevin naik pitam
"Aku sendiri yang membuat aturan itu."Suara kevin sudah naik satu oktaf.
Rupanya Sinta senang sekali melihat perdebatan kaka beradik ini.
"Itu belum seberapa,aku akan membuatmu di benci sama semua penghuni rumah ini, kaka ipar."gumam sinta dengan suara pelan.
"Cih," Naymar berdecih melihat tingkah laku istri adiknya itu.
"Kevin tolong bicaralah pada istrimu agar memperbaiki cara berpakayannya.rumah ini penghuninya laki-laki semua,kalau tidak menghargaiku sebagai kaka ipar,setidaknya hargailah papa."
"Dari tadi pembicara'an kaka,hanya seputar istri aku saja,apa tidak ada topik lain?atau apakah kaka iri karena melihat aku sudah beristri, sedangkan kaka sendiri sampai sekarang masih saja melajang.aku jadi curiga,jangan-jangan kakaku ini suka sesama jenis?"teriak Kevin pada kakanya dengan muka memerah menahan amarah.
"Kevin,aku ini kakamu,berani-beraninya kamu berbicara begitu padaku,aku belum menikah bukan berarti aku serong, atau suka sesama jenis seperti yang kamu bilang padaku tadi.mencari pasangan itu tidak segampang membalik telapak tangan."Naymar bicara dengan suara rendah,kata-kata adiknya menikam sampai di ulu hatinya.
Naymar langsung berjalan menuju kamarnya,sedangkan Kevin sendiri,masih mematung di tempat, setelah mendengar kalimat demi kalimat yang di ucapkan kakanya.Dirinya merasa bersalah,setelah dengan tidak sengaja melontarkan kata-kata yang di rasa sangat menyakiti hati kakanya..
Makan malam berjalan seperti biasa.Naymar bertindak seolah-olah tidak terjadi sesuatu, antara dirinya dan adiknya tadi siang.pakayan sinta juga lumayan tertutup,walau di beberapa bagian yang masih terbuka.tidak apa-apa,setidaknya dua daging kenyal itu sudah tersembunyi.
Selesai makan,Naymar mengajak adiknya megobrol di ruang tamu.Istri kevin sendiri, sudah pamit masuk ke kamar, dengan alasan masih cape..
Rupanya perempuan licik itu tidak benar-benar masuk kamar,dia mencari tempat sembunyi yang pas,untuk bisa bersembunyi, agar bisa mencuri dengar pembicara,an kaka beradik itu.
"Vin,lusa papa pulang,ada sesuatu yang sangat penting, yang harus aku dan papa tanyakan padamu."
Kevin sudah ketar-ketir,pasalnya dia sudah tau, apa yang akan papa dan kakanya tanyskan padanya..
__ADS_1
"Emang Dokter sudah memperbilehkan oma pang?"tanta Kevin penasaran.
"Belum.kata dokter,tiga atau empat hari lagi, beliau harus tetap stay dulu di Rumah Sakit,untuk mengontrol luka oprasinya.lagian,besok tante Nury dan Om Hengki sudah tiba di jawa.jadi mereka yang menggatikan papa menjaga oma."
Naymar hampir saja tertawa,melihat perubahan wajah adiknya yang tidal biasa.
Sebuah ide muncul di otak licik wanita itu,
Dua hari berlalu,
Hari ini,Kevin yang menjemput papa tercinta mereka di bandara.
Di kediaman Bayu Hartono,
Naymar baru saja pulang dari sekolah,sedangkan sinta,wanita licik itu sedang memasak untuk mengambil hati papa mertua,
Di lihatnya sang kaka ipar yang berjalan ke arah dapur,tujuannya menuju ke kulkas mengambil minum.
Sinta sendiri,kelihatan sedang berkirim pesan dengan seseorang,di lihat dari rawut mukanya yang senyam-senyium sendiri dengan jari lentiknya yang bergerak-gerak lincah di ponselnya.
Naymar menghabiskan air yang di botol dan sama sekali tidak melirik Sinta.
"Sombong sekali kau kaka ipar,kita lihat saja apa yang aku lakukan padamu."guamamnya.
Terdengar deruan masin mobil memasuki pekarangan rumah orang kays ini.
Sinta sudah tau,itu suami dan papa mertuanya,
Di ambilnya gunting lalu menggunting
sedikit ujung dresnya lalu dengan sekali tarikan dres yang sinta pakai sobek sampai ke pangkal paha,juga tidak lupa menyiram dedikit air membasahi dresnya..
Dia berlari mendekati kaka iparnya yang hendak melangka keluar rumah memjemput papa mertuanya,
Dengan tidak tau malu,Sinta memeluk kaka iparnya kuat lalu berteriak,
"Tolong..'tolong..'tolong aku,tolong aku sayang,,kaka ipar mau memperkosaku."teriak sinta keras masih dengan pelukanya semakin kuat.
Sedangkan Naymar sendiri kebingungan dengan kelakuan adik iparnya.dia berusaha melepaskan pelukan wanita iblis itu yang semakin mengetat..
Terdengar suara langkah kaki yang berlari menuju ke arah dua makluk beda jenis itu.
"Apa yang kalian lakukan?"suara pak bayu menggelegar.
Kevin syok melihat pemandangan di depan matanya yang membuat dirinya naik pitam.
__ADS_1
Sinta berlari ke arah suaminya,dia menangis tetsedu-sedu di pelukan sang suami.."kaka ipar hendak memperkosaku,dia ingin aku melakukan hal bejat itu bersamanya,dia mengancamku akan mengusirku dari rumah papa mertua, jika aku tidak melayani dirinya".Adu sinta pada suaminya.
"Bajingan kamu Naymar,rupanya kau menolak menjemput papa,dan menyuruh adikmu yang menjemput karena, kau sudah merencanakan hal ini,Begitu hausnya kau akan belaian wanita,hingga adik iparmu sendiri kau embat?begitu nafsunya kamu, sehingga istri adikmu sendiri hendak kau perkosa?Dasar anak kurang ajar yang rakus dengan ************ wanita."kelihatan sekali, papa bayu sangat kecewa dengan Naymar..