Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Tangis Bahagia Naymar


__ADS_3

Pagi-pagi subuh, Naymar sudah bangun! dia memperhatikan Reva masih terlelap tidur disampingnya!


"Sayang.. Heiii,, yank...Re... bangun sayang Sudah pagi ini!"


Naymar berkali-kali mengecup dahi Reva, dan mencolek-colek pipi istrinya, berharap istrinya cepat bangun!


Reva yang merasakan sesuatu kenyal basah terus menempel di keningnya, berangsur-angsur membuka mata! dilihatnya sang suami yang sedang tersenyum pas di depan wajahnya!


"Sudah jam berapa sih Mas? aku masih ngantuk banget! biarkan aku tidur lagi 1 jam!


"Tidak bisa begitu dong sayang, kita harus tes dulu urine kamu, untuk mastiin di dalam sini sudah ada Reva Junior atau Naymar Junior belum!" ucap Neymar sambil mengelus perut istrinya lembut!


Naymar menyibakkan kain yang menutupi tubuh mereka berdua, lalu membopong istrinya ke kamar mandi!


Naymar Kembali keluar dari kamar mandi menuju meja rias istrinya, mengambil sebuah wadah kecil di sana, dan kembali masuk ke kamar mandi, lalu menyerahkan wadah Itu pada Reva!


Reva mengambil wadah kecil itu dari tangan suaminya!


"Ini seperti bekas botol air mineral deh Mas!"


Memang betul, itu bekas botol plastik air Aqua, yang tidak sengaja Naymar melihatnya di atas meja belajar istrinya, lalu membuang isi dalam botol itu di kamar mandi, dan mengguntingnya menyerupai gelas! Naymar melakukan itu semalam sesudah Istrinya tidur!!


Naymar terkekeh mendengar komentar istrinya!


"Cepatlah tampung air kencingmu disitu! sedikit saja jangan banyak-banyak, lalu celupkan alat tes kehamilan ini ke dalamnya."


Naymar memberikan tespek semalam yang dia beli kepada istrinya.


"Diamkan dulu beberapa saat ya, Mas tunggu kamu di luar."


Reva kembali menutup pintu kamar mandi. dan melakukan sesuai apa yang diperintahkan oleh suaminya itu padanya.


Beberapa saat kemudian, pintu kamar mandi terbuka, muncullah Reva dari sana! Naymar yang tidak sabar menanti langsung saja menghujami banyak pertanyaan pada istrinya!


"Bagaimana sayang? ada muncul berapa garis di tespek itu, berhasilkah? apa kecebong ku berhasil tumbuh di perut mu?"


Reva menahan tawa mendengar pertanyaan beruntun dari suami matangnya! kemana muka datar dan sifat arogan suamiku dulu, disaat aku baru mengenalnya?


"Kenapa melamun! mana, Mas mau lihat tespeknya!"


"Muncul satu garis merah saja mas,barangnya di dalam kamar mandi, aku naruhnya di atas tutupan kloset!"


Wajah Naymar yang tadi ceria, layu seketika! tapi dia juga penasaran ingin melihatnya sendiri, apa yang dikatakan istrinya itu betul atau hanya untuk mengerjai nya saja!

__ADS_1


"Kamu mau kerjain Mas sayang?" ucap Naymar tiba-tiba muncul di dihadapan istrinya!


"Nih kamu lihat baik-baik, makanya lihatnya dengan teliti! itu ada dua garis loh, tapi satu garisnya masih samar sekali! kita harus benar-benar teliti agar bisa melihatnya! karena jika ceroboh, Ya jelas saja tidak kelihatan lah!" Sindir Naymar pada Reva!


"Kamu menyindir aku ya Mas! aku sudah benar kok, tadi aku melihatnya dengan teliti,"


"Ya sudah, Mas minta maaf! Mungkin pas tadi kamu lihat, satu garis samar nya belum muncul!" lebih baik mengalah karena aku tidak akan menang melawan istri labilku!


Tanpa terasa air mata meleleh dari kedua matanya, dia bergerak menghampiri istrinya dan memeluknya dengan erat.


"Sayang aku sangat berterima kasih padamu! Ini adalah sebuah kado terindah yang Tuhan berikan pada padaku," ucap Naymar Parau.


Dikecupnya seluruh wajah istrinya. mulai dari kelopak mata, hidung, pipi, dan bibir mungil Reva, tak luput dari ciumannya. Naymar melepaskan pelukannya dan berlutut mensejajarkan kepalanya dengan perut Reva.


"Kamu cepat sekali hadir di rahim mamah mu sayang. Mungkin Tuhan mendengar setiap doa papa, yang sering Papa panjatkan setiap malam padanya. tumbuh dan berkembang lah dengan baik di rahim mamahmu sayang. Papah dan Mamah akan setia menunggu kehadiranmu di dunia ini." ucap Naymar tergugu.


Reva membelai rambut tebal suaminya. dia terharu sekali melihat keantusiasan suaminya ketika tahu bahwa ada dirinya berbadan dua.


"Bangunlah Mas." Reva berusaha membangunkan suaminya.


"Biarkan dulu seperti ini sayang, Mas masih ingin berbicara dengannya."


Suami istri itu keluar dari kamar dengan mata bengkak, membuat kedua orang paruh baya yang sedang duduk di meja makan menantikan kedatangan mereka, tidak tahan untuk bertanya kepada mereka berdua.


"Biarkan mereka duduk dulu Bun." Ayah Erik menegur istri hebohnya.


"Kita akan bercerita setelah selesai makan."ucap Reva menenangkan Bundanya.


"Cepat ceritakan!" tuntut Bunda Lily setelah mereka semua sudah berkumpul di ruang keluarga.


Reva memberi kode pada suaminya, berharap sang suami yang menceritakan kronologi kenapa mata mereka berdua membengkak.


Naymar menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya pelan! dIa memperbaiki posisi duduknya, lalu mulai berbicara.


"Kami tidak perlu bercerita panjang ayah, bunda, benda ini yang akan menjawab rasa penasaran ayah dan bunda." ucap Naymar sambil memberikan sesuatu kepada kedua mertuanya.


"Apa ini benar?" teriak Bunda Lily heboh.


"Lihat Ayah, sebentar lagi kita bakal punya cucu! Dalam perut anak perempuanmu, sudah ada isinya."


"Apa betul itu Gab?" Ayah Erik seperti belum yakin dengan apa yang dia lihat.Beliau ingin mendengar langsung dari mulut kedua pasutri baru ini.


"Betul Ayah, kita baru mengetahuinya tadi."Naymar menjawab pertanya,an Ayah mertuanya.

__ADS_1


Ayah Erik memberikan kedua jempolnya pada menantunya.


"Senjata tumpulmu succeed juga ya?" Puji Ayah Erik pada Naymar. Naymar biasa saja menanggapi pujian Ayah mertuanya!


"Ayah bicara apa sih, jangan pakai bahasa planet lah! Bunda tidak mengerti." Protes Bunda Lily .


"Percuma Bunda sekolah tinggi-tinggi, tapi hanya untuk bahasa beginian Bunda tidak mengerti." goda Ayah Erik pada istrinya.


Ayah Erik dan Bunda Lily sudah berangkat ke kantor, tinggal Naymar bersama Reva yang masih duduk di ruang keluarga.


"Ke kamar yuk Mas, malu dilihat para bibi, jika melihat kelakuan Mas yang terus-menerus memelukku seperti ini."


Naymar merangkul istrinya kembali masuk ke dalam kamar.


"Mas! aku masih tetap berkuliah kan?"


Naymar diam beberapa saat memandang istrinya.


"Kita lihat dari kondisi mu sayang. jika bawaan bayinya mendukung, Mas membiarkanmu tetap berkuliah sampai perutmu memasuki usia 8 bulan,setelah itu mintalah cuti untuk melahirkan! tetapi jika sebaliknya, dengan terpaksa Mas tidak mengizinkanmu berkuliah hingga anak kita lahir nanti."


"Tapi aku biasa saja kok mas, tidak seperti ibu-ibu hamil pada umumnya."


"Ngidamnya ibu hamil itu berbeda-beda sayang,"


"Mas berbicara seolah-olah Mas sudah berpengalaman dengan itu. apa Sebelumnya Mas sudah pernah menikah? jangan-jangan yang kunikahi ini adalah seorang duda lagi."


Naymar tertawa terbahak-bahak mendengar pembicaraan absurd istrinya.


"Artikel itu Mas menanyakannya di Google, dan Google menjawabnya itu, yang seperti tadi mas bilang, bicaramu ngawur kemana-mana sayang, memang tampangku ini seperti lelaki yang suka main perempuan?" Tanya Naymar masih dengan sisa tawanya.


"Nggak sih Mas, Siapa tahu masih ini duda ditinggal mati istrinya." Kini Reva yang tertawa terbahak-bahak.


"Stop tertawanya sayang, bersiap-siaplah kita ke rumah sakit."


"Ngapain ke rumah sakit Mas? Siapa yang sakit!"


"Kita akan memeriksa kandungan mu sayang, dan menanyakan saran dari dokter, apa saja pantangan yang tidak boleh dilakukan kan ibu hamil."


"Aku tau pantangannya Mas!"ujar Reva tiba-tiba!


"Apa itu sayang?"tanya Naymar penasaran!


"Pasti Dokter akan bilang seperti ini! Pak Gabriel,untuk berapa bulan kedepen,DI LARANG BERMAIN KUDA DULU DENGAN ISTRIMU!!!Paham???"

__ADS_1


"REVALINA......!!!!!"teriak Naymar kencang!


__ADS_2