Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Memaafkan Itu Indah


__ADS_3

"Gab....?"


"Kaka....?"


Pak Bayu dan Kevin kaget dengan kedatangan Naymar yang tiba-tiba..Sontak keduanya berucap bersama'an.


Naymar berdiri mematung di depan pintu kamar pak Bayu.Rasa rindu dan kecewa tergambar jelas di mata Naymar..Pak Bayu yang tadi dalam keada'an sedang berbaring kini berusaha bangkit berdiri hendak mendekati sang putra yang sangat di rindukannya.


"Tetap di tempat, jangan bergerak." ucap Naymar datar. Semangat Pak Bayu gugur seketika.


"Kamu pulang nak?"Tanya pak Bayu dengan seuntai senyiuman yang terbit di bibir pucatnya. Naymar tak bergeming dengan pertanya'an Pak Bayu."maafkan papa, nak! Papa bersalah padamu." Ucap pak Bayu lagi.


Kevin yang melihat papanya mengiba menjadi tidak tega."papa jangan terlalu bergerak dulu, ingat kata Dokter." Kevin tidak mau menanggung resiko dengan penyakit papanya yang kambuh lagi nantinya.


"Ka.." suara Kevin tercekat di tenggorokannya, rasa bersalah pada sang kaka semakin menjadi. Naymar mengangkat sebelah alisnya menunggu kalimat lanjutan dari Kevin.


Kak, aku minta ma'af" Kevin menunduk dalam, tak sanggup menatap mata Naymar. "Memangnya kamu salah apa Vin?" Pertanya'an Naymar seperti sebuah tamparan bagi Kevin.


"Aku bersalah banyak pada kaka!" Kevin menarik napas panjang masih dengan tetap menunduk. "Tapi aku mohon ka, janganlah mambenci papa, karena semua kesalahan ini berawal dariku."MAta Kevin memerah menahan tangis!"Aku yang membawa orang lain masuk ke dalam rumah sehingga, keluarga kita terpecah belah seperti ini!"


Diamnya Naymar bukannya marah kepada dua orang tersayangnya itu. entahlah kemarahan itu menguap menghilang seketika setelah melihat keadaan pak Bayu yang begitu berubah, Kantong mata hitam, Tubuh kurus tak terurus!.


Tiba-tiba Naymar merasakan dadanya penuh,bola matanya mengembun, jika di kedip maka kaca-kaca di dalamnya akan retak dan air embunnya akan menetes keluar..


Naymar berjalan pelan menghampiri Pak Bayu yang sedang berbaring di ranjang, sedangkan Kevin sendiri duduk di lantai beralaskan karpet berbulu dan menyandarkan dirinya di badan ranjang.


Hati Naymar tercubit mana kala mata pak Bayu mengeluarkan air bening.tangan lemahnya melambai ingin menggapai wajah Naymar.


Di luar duga'an, Naymar menyambar tubuh kurus itu dan memeluknya erat.Naymar meluapkan tangisnya di pundak pak Bayu.


Beda dengan Kevin, tangisnya sampai mengeluarkan suara..Dirinya berdiri hendak meninggalkan kamar Papanya, Kevin berpikir mungkin tidak ada maaf baginya, Baru saja hendak melangkah, tangan kirinya di cekal seseorang.


"Mau kemana kamu?" Kevin berbalik, menemukan sepasang mata yang sedang menatapnya tajam. Neymar melepas pelukannya dari tuh Kak Bayu. dia berdiri lurus menyamakan tinggi badannya nya dengan Kevin tanpa melepaskan cekalan nya.

__ADS_1


kevin balas menatap Naymar dengan perasa'an bersalah, tangisnya tergugu..Kevin menunggu apa yang akan di lakukan Naymar.Jika di bunuh pun dia mau.


Tapi detik berikutnya,sebuah pelukan hangat yang Kevin rasakan,Dia tidak percaya dengan apa yang terjadi sekarang.


"Dasar cengeng..sudah berapa tahun umurmu? ternyata kamu masih tetap adik bocahku." ucap Naymar..


Pak Bayu sangat terharu dengan kembalinya Naymar putra sulungnya.Keluarganya kembali utuh walau tanpa istri tercinta.


"Lihat ma' kedua putra kita, kini mereka sudah akur kembali, kamu hebat sayang, putra sulungmu mewarisi semua sifat dan sikapmu,putramu tidak sedikitpun menyimpan dendam pada papa dan putra bungsu kita Kevin, maafkan papa Ma' ini kali pertama dan terakhir papa menyakiti hatinya."batin pak Bayu, sebuah titik bening lolos lagi tanpa permisi jatuh di pipinya.


"Kamu kemana saja Gab, selama hampir tiga bulan ini, Papa sudah mencarimu kemana-mana, papa juga sempat ke Jawa dan Manado, tapi nihil!. Papa tidak menemukan keberadaanmu di sana, kamu hilang bak di telan bumi,mau menelpon tantemu yang di Jokja menanyakan keberadaan dirimu di sana, tapi alasan apa yang papa berikan jika mereka menanyakan sebab akibat apa, sehingga kamu bisa pergi dari rumah? tidak mungkin papa bilang kamu papa usir dari rumah karena termakan hasutan dari istri Kevin, Papa juga sudah membeli tiket pesawat tujuan Jayapura-Jogja tapi papa harus berpikir dua kali, jika papa kesana dan ternyata mereka sudah tau apa yang papa lakukan padamu, sama saja papa mengantar nyawa papa pada adik mamamu itu, karena filing papa kamu di Jogja di rumah tantemu!."


Pak Bayu menghela napas panjang, lalu meneruskan perkata'annya.


"Apa betul kamu sudah mengundurkan diri dari sekolah Gab? Papa pernah melihat mobilmu di mall Borobudur!.Papa pikir kamu yang membawa mobilnya, ternyata papa salah,rupanya teman gurumu itu yang membawa istrinya berbelanja di sana, nah dari situ papa tau kamu sudah tidak mengajar lagi di BONA!."


Naymar mendengar semua cerita pak Bayu, Dirinya merasa berdosa karena kepergianya tanpa pamit membuat pak Bayu mencarinya hingga lelah dan akhirnya jatuh sakit. tapi mau bagaimana lagi, Waktu itu Naymar juga merasa sangat kecewa dengan papa dan adiknya..


"Iya pah' selama hampir tiga bulan ini aku di Jogja, dan mengenai pengunduran diri dari sekolah, itu betul. sehari sebelum keberangkatanku, aku meninggalkan surat resign pada teman guruku yang kata papa pernah nah bertemu dengannya di mall itu.!" ucap Naymar jujur.


"Bagaimana mau ter'atur makannya, semua waktunya, papa luangkan untuk mencari kaka." jawab Kevin sendu.


"Tunggu dulu Vin, Dari tadi aku belum melihat keber'ada,an istrimu. Di mana istrimu yang kamu bilang cantik itu?" Kevin kelagapan, dia kembali menundukan wajahnya dalam, rasa bersalah itu kembali menghampirinya.


"Loh kenapa diam? di mana menantu kesayangan papa?" kini pertanya'an Naymar tujukan pada pak Bayu.


"Kevin sudah mengusirnya!" jawaban Pak Bayu sontak membuat Naymar terkejut." "Bukankah dia menantu kesayangan papa? karena dia juga bapak tega mengusirku keluar dari rumahku sendiri." kata-kata santai Naymar justru membuat hati Pak Bayu berdenyut nyeri! "Maafkan papa nak, Papa terperdaya dengan wajahnya yang menangis meminta pertolongan pada papa dan Kevin." ucap Kak Bayu Sendu.


"Tapi kenapa, kenapa Kevin tega mengusir istrinya!" Tanya Naymar dramatis se'olah dia juga merasa kehilangan padahal itu hanyalah sebuah ejekan yang ditujukan pada adiknya.


"Sudahlah kak, jangan di bahas lagi, aku dan papa sudah memeriksa kamera CCTVnya,dan semua kesalahan terarah pada wanita itu, dia memfitnah kaka."


"Ohhhh,"

__ADS_1


"Kok cuma oh sih,kak,"


"Ya terus aku harus apa!,, berjingrak-jingkrak atau berlari keliling kompleks merayakan kemenangan karena Papa dan Adikku berhasil menemukan bukti atas kesalahan yang di perbuat mantan adik iparku?"


Pak Bayu dan Kevin saling berpandangan.


"Maaf ka!"


"Dari tadi mulutmu hanya berucap maaf terus menerus, apa kamu tidak cape,Aku saja cape mendengar kata itu."


"Jadikan pengelaman itu suatu pelajaran buat kita, agar nanti jika terjadi lagi seperti kejadian kemarin, kita tidak boleh mengambil kesimpulan sendiri dan hanya mempercaya satu pihak dan tidak mau mendengar penjelasan pihak lain." Pak Bayu dan Kevin manggut-manggut mendengar Ucapan bijak mantan guru itu.


"Contoh sikap bijak kakamu Vin."


"Baik Bos."Tawa mereka bertiga memenuhi kamar Pak Bayu..


"Kak, itu ransel isi apa sih, apa barang berharga ya!"


Refleks Naymar memegang ransel yang di panggul di belakangnya itu, kini tawanya lebih nyaring.


"Ahhh Ini hanya beberapa set pakayanku."


Tingg...sebuah panggilan masuk di ponsel Naymar..


Senyium Naymar terbit kala melihat siapa yang menelpon.


"Hallo Dek,"


"Abang hu.. hu.. hu.. kenapa abang pergi gak bilang-bilang, tau begitu aku akan ikut dengan abang ke Papua.." Tangis Rindu di sebrang membuat Naymar merasa bersalah..Beberapa bulan tinggal bersama, membuat anak reseh itu bergantung padanya..


"Papa Bayu sakit jadi abang buru-buru..jangan menangis dong dek...atau begini saja,,bagaimana kalau adek nyusul abang ke Jayapura!,"


"Siap Bang,tapi apa mama ngijinin?"

__ADS_1


"Nanti Abang yang bicara sama Mama,"


"Okeyyy Bang.." Tutttt


__ADS_2