Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Tak Sadar Kencing Di Kasur


__ADS_3

Kevin kembali masuk ke dalam rumah dengan sebuah kunci mobil di tangannya! Dia baru saja kembali dari bandara mengantar keluarga Pak Indra.


"Hahh!" Kevin menarik nafas panjang, dia memperhatikan semua sudut rumah besar ini yang sangat sepi!


Kevin melihat ke lantai atas memperhatikan kamar kakaknya! lagi-lagi dia menghela napas panjang! pengantin baru itu belum juga bangun.


Kevin berjalan menuju ke meja makan, dan menyantap makanannya sendiri di sana.


"Hadehh! nasib hidup menduda, melakukan sesuatu harus sendiri! yang dikatakan Mama Dona benar, aku harus mencari pengganti Shinta! aku tidak boleh terpuruk, dan terus saja memikirkan wanita itu! belum tentu yang aku pikirkan juga memikirkanku." monolog Kevin pada diri sendiri.


Kevin melanjutkan Makannya, walaupun tidak berselera. makanan yang terlihat enak seperti tidak ada rasanya di lidah Kevin!Hambar.


"Kevin apa yang kau lakukan dengan makanan itu,?"


Kevin yang sedang melamun kaget dengan suara Pak Bayu.


"Iya Pah! Papah bilang apa tadi?"


"Melamun ya kamu? Kenapa makananmu kau aduk-aduk seperti itu," tegur Pak Bayu lagi pada putra bungsunya.


"Ini Pah, aku tidak berselera makan." Jawab Kevin lesu.


"Kalau tidak berselera ya tidak usah makan, sayang kan kan makanannya nanti dibuang-buang.?"


"Hari ini kamu ikut Papa Vin!" ajak Pak Bayu.


"Ikut papa kemana?"


"Hari ini kita mengunjungi Marvin Resto! Setelah dari sana, kita juga akan mengunjungi ketiga rumah makan kita sekaligus."Ucap pak Bayu final.


Kevin menarik nafas panjang! "Jam berapa kita berangkat?" tanya Kevin tidak semangat.


Pak Bayu yang melihat wajah bete anak bungsunya menjadi sedikit marah! Dia membenarkan perkataan Putra sulungnya, yang menyatakan, dirinya terlalu memanjakan Kevin.


"Jangan coba-coba kau memasang muka malasmu dihadapan Kakakmu Vin! Papa yakin hidungmu akan mengeluarkan darah." Ucap pak Bayu tugas.


"Apa hubungannya wajah pemalas sama hidung berdarah?" Kevin yang tidak mengerti perkataan Papanya dianggap biasa seperti angin lalu.


Jangan sok tidak mengerti Kevin! Papa yakin hidung mu akan bengkok menerima tonjokan maut dari kakakmu."


Kevin Rafleks memegang hidungnya membuat Pak Bayu tergelak seketika.


"Bersiap-siap sana, sedikit lagi kita berangkat!"


Pak Bayu memerintah sambil berlalu menuju ke dapur! dia mengendap-endap seperti maling yang hendak mencuri sesuatu.! setelah dirasa cukup aman, Pak Bayu mengambil bubuk kopi di sebuah toples kecil, dan hendak meraciknya.


Kevin yang belum sempat naik ke lantai 2, melihat gelagat aneh dari sang papa. dirinya menjadi curiga.

__ADS_1


"Apa yang Hendak dilakukan papa ya?"batin Kevin!


Kevin pun melakukan hal yang sama seperti Pak Bayu! tetapi bukan untuk mengambil sesuatu, melainkan kan mengintip Apa yang sedang dilakukan Papanya.


Kevin membuka mulutnya lebar tapi detik berikutnya dia menutup kembali mulutnya dengan seblah telapak tangannya.


"Ternyata papa tidak mendengar saran dokter! rupanya selama ini Pak tua itu diam-diam minum kopi." gumam Kevin pelan.


"Dia geram sekali melihat apa yang sedang dilakukan Papanya Itu.


"Kak Naymar Pasti sangat marah, mengetahui hal ini. Aku kagetin aja kali ya,?" Kevin menghampiri Pak Bayu berdiri tepat di belakangnya.


"Ohhh ketahuan kan, mau minum kopi."


Pak Bayu gelagapan cangkir yang dipegangnya saja hampir jatuh!


"Kevin Papa Mmmm,,,Papa.. itu.."


Pak Bayu salah tingkah! apa yang harus dijelaskan pada anak bungsunya ini. dia menggaruk kepalanya yang tidak rasa gatal sama sekali untuk menghilangkan grogi nya.


"Apa itu benar-benar bandel ya, Emang papa mau masuk ruang ICU lagi? atau mau langsung Is Dead?" Kevin menegur sang papa dengan sedikit meninggikan suaranya.


"Pelankan suaramu nak. jika Kakak mu dengar, maka urusannya tambah panjang. kakak mu pasti akan mengomel sepanjang hari."


"Kenapa Papa harus melakukan ini!! apa Papa tidak sayang sama nyawa papa sendiri?" Kevin berucap Sendu.


 


Pukul 9 pagi pintu kamar Naymar belum juga terbuka. ternyata di dalam kamar sepasang sejoli itu masih saja terlelap. semalam Naymar bersama istrinya begadang melakukan kerja rodi itu lagi.


Naymar benar-benar mencangkul sawah Reva hingga subuh. hampir pagi baru mereka berdua terlelap.


Di alam bawah sadar, Reva bermimpi jika dirinya sedang membuang air kecil di kamar mandi. Reva kaget bangun karena merasakan ada lelehan air yang keluar dari pusat intinya.


Tangannya meraba, dan ternyata betul ada lelehan yang keluar dari sana. Tanpa sadar Reva mengeluarkan air seninya. untung hanya sedikit sehingga tidak merembes mengenai kasur dan sarung.


Cepat-cepat Reva berlari ke kamar mandi tanpa busana. karena dirinya merasa kantung kemihnya benar-benar penuh dan tidak bisa di tahan lagi dan harus segera mengeluarkannya.


"Untung tidak mengenai kasur kalau enggak mas Gab Pasti sangat marah."monolog Reva padanya.


Reva Kembali keluar dari kamar mandi dengan badan yang sudah segar dan bersih. selesai berpakaian dia segera membangunkan suaminya.


"Mas bangun!" Reva menggoyangkan badan tegap Naymar dengan sangat kasar, karena kebiasaan Naymar jika terlelap,tidak bisa di bangunkannya dengan pelan atau lembut karena tidak akan membuahkan hasil.


Naymar yang merasa ada guncangan di tubuhnya, membuka matanya pelan,


"Ada apa sih Yannk,emang sudah jam berapa sih sudah bangun saja kamu." suara Naymar serak karena masih sangat mengantuk.

__ADS_1


"Sudah jam 9 lewat Mas.bangun ya?"


"Tapi Mas masih mengantuk Re." Naymar berucap sambil kembali menutupi badannya dengan kain.


"Bangun dulu Mas, aku mau cerita."


"Cerita apa sih sayang, kamu bermimpi buruk ya.!"


"Iya Mas! mimpi yang sangat buruk sekali."


Naymar bangkit bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang! Dia menepuk tempat kosong di sampingnya mengisyaratkan istrinya mendekat dan duduk di situ.


"Ada apa!" tanya Naymar sambil memainkan rambut istrinya yang masih sedikit basah.


"Tapi Mas jangan marah ataupun jangan menertawakanku ya?"


"Tergantung ceritanya sih. kalau lucu ya Mas tertawalah. tapi kalau marah Kayaknya tidak deh. Kenapa hanya karena mimpi mas memarahimu!"


Reva memperbaiki duduknya menghadap suaminya.


"Mas tadi aku bermimpi sedang buang air kecil. dan ternyata beneran aku kencing, untung tidak mengenai kasur. kalau nggak Mas Pasti sangat marah karena metarakan aroma kasur Mas bau pesing."


Naymar tertawa terbahak-bahak. "


Kok bisa sih sayang."


"Aku juga nggak tahu kenapa bisa jadi begitu."


"Emang kamu sering mengalami hal yang begituan ya!" tanya Naymar menyelidik!


Nggak Mas, seumur-umur baru satu kali ini aku mengalami hal yang begituan! Mas kan sudah janji untuk tidak tertawa.!"


"Oke.. oke.. oke.. mas minta maaf, tapi perasaan mas tadi tidak janji ya untuk tidak tertawa,"


"Ihh," Reva mencubit lengan kekar suaminya kuat.


"Pantasan cepat bangunnya, sudah wangi, sudah mandi ya." Naymar bicara sambil membelai rambut istrinya lembut.


"Ya Mas, aku sudah mandi!! Mas mandi ya perutku sudah keroncongan berbunyi dari tadi minta diisi." ucap Reva dramatis.


"Kiss dulu Sayang," Naymar memonyongkan bibirnya berharap sang istri mencium nya.


"Di pipi saja ya Mas, mulut Mas masih bau jigong."


"Oke tidak apa-apa, cepat beri Mas tambahan energi, agar masmu ini bisa turun dari tempat tidur! badan masih lemas banget soalnya!"


"Itu mah namanya modus mas,"

__ADS_1


typo bertebaran dimana-mana!!! jangan lupa like dan komennya ya biar aturannya semakin semangat meng-update setiap hari thank you🤗🤗


__ADS_2