
Tepat pukul 19:00,semua sudah berkumpul di meja makan..Pak Indra selaku kepala keluarga memimpin do'a makan..
Dalam keluarga ini di larang keras, jika selagi makan tidak ada pembicara'an antara satu sama lain. selesai makan semua penghuni rumah berkumpul di ruang keluarga, kecuali para pembantu..
Di rumah ini punya tiga pembantu,dan satu tukang kebun.
"Tiba di sini jam berapa Gab?" Om indra angkat bicara.
"Antara jam dua belas atau jam satu sianglah om."
"Kok Mama gak di kabarin sih sayang? Mama pikir, kamu cuma prank seperti anak-anak jaman sekarang, yang suka usilin orang tua." Tante Dona menyambungi ucapan Om Indra dengan melirik sinis ke anak gadisnya..
"kok Mama bicaranya sambil lihat ke aku sih," ucap Rindu sewot, kala sang mama meliriknya tajam..
Pak indra terbahak melihat tingkah dua orang kesayangannya itu, sedangkan Naymar menarik bibirnya membentuk senyiuman yang sangat lebar..Suka sekali melihat keluarga ini..
"Mana tau aku dengan hal begituan(prank),, aku sudah coba beberapa kali menelpon Tante,tapi hanya suara operator yang terdengar di sebrang."Naymar menjawab pertanya'an Tante Dona.
"Gab, sayang , Abang....kenapa kamu tidak seperti Kevin yang memanggil tante dengan sebutan mama, dengarin tante ya? mulai sekarang kamu harus bengubah panggilan kamu..jangan panggil aku tante lagi,panggil aku mama..dan yang duduk di sono...no, panggil dia papa." Tante Dona berucap sambil menunjuk suaminya..
"Tapi aku tidak biasa tante."
"Bukan tidak biasa tapi belum terbiasa..Jadi di biasakan ya? aku ini adik almarhum Mamamu, karena sekarang beliau sudah tidak ada atau sudah beda alam dengan kita, maka akulah pengganti mamamu sekarang." Tante Dona berucap panjang kali lebar kali tinggi itulah rumus Volume Balok..
Sedikit pake rumus ya Tannnn..
"Ok tante."
Sedangkan dua otang lainnya hanya menonton, drama yang di ciptakan oleh tante dan keponakan itu.
"Kok tante lagi sih banggg?"
"Iy..iya mam..mama." ucap Naymar gagap..
"Jangan di paksakan ma, pelan-pelan saja....Bagaimana kabar papamu Gab? dan apa Kevin sudah selesai mengambil S2 nya di New York?" Naymar menyernyitkan/menyerut dahinya..
"Satu-satu pah, nanyanya..kasian Abang mau jawab yang mana dulu.."Rindu yang dari tadi berdiam diri, kini ikut menimpali pembicara'an papanya..
"Papa baik om..Kevin juga sudah menyelesaikan S2 nya..orangnya baru pulang kemarin, bawa serta istrinya."
"Apa.....?" ketiga orang itu kompak berteriak nyaring suara mereka memenuhi ruang tamu..
__ADS_1
"Kevin menikah kok kami tidak tau,,Kamu sekeluarga, anggap kami ini apa kalian?"Tante Dona sangat marah mendengar penuturan Naymar..
"Maaf Ma, Kami tidak bermaksud untuk tidak memberitahu mama sekeluarga tentang pernikahan Kevin, Tapi anak biadab kesayangan mama itu, nikah diam-diam tanpa sepengetahuan kita..Aku saja baru tau beberapa hari yang lalu, ketika papa Bayu menyuruhku menjemput mereka." Naymar menjelaskan dengan sedikit takut.
"Istri Kevin orang mana Gab? Masih dalam Negeri atau Luar Negeri?" tanya om indra.
"Orang Indo Om, dalam Negeri..Tapi aku tidak tau, istri Kevin asli dari daerah/ kota mana.."Naymar menjawab pertanya'an om Indra tidak sesumringah tadi.
Tante Dona yang merasa dan melihat perubahan suara dan raut wajah keponakannya, yang mana di tanyai tentang Kevin dan istrinya, beliau merasa bahwa ada sesuatu yang tidak beres dengan keponakannya itu..
"Ada yang kamu sembunyikan dari kami bang?
"Ti..tidak ma."
"Raut wajahmu yang tiadak biasa, bisa membuat orang curiga, Dan kamu tidak bisa bohongi mama bang.."
"Aku bingung mau mulai dari mana.." Naymar dilema sendiri."Jika aku cerita,Tante Dona pasti sangat marah dengan papa." batin Naymar..
"Gak apa-apa bang, mama tidak memaksamu untuk bercerita.."
"Ma'af ma."
"Tidak sayang, mama mengerti..Ayo sekarang istirahatlah..kamu pasti masih lelah..penerbangan Jayapura ke Jokja lumayan jauh loh,," Tante Dona sengaja menyuruh Naymar istirahat karena tidak mau melihat ponakannya yang merasa tidak enak padanya.
Kediaman Bayu Santoso
Sudah dua malam Kevin dan Sinta pisah kamar..wanita itu sepertinya sama sekali tidak punya rasa malu..Sudah berulang kali suami dan papa mertua mengusirnya, tapi tidak ada niat sama sekali untuk dia pergi dari rumah mewah itu.
"Kenapa wanita itu masih di sini? atau kau mau papa yang pergi dari rumah ini Kevin?" pak Bayu merasa tak nyaman dengan keberada'an Sinta.
Kepergian putra sulungnya karena ucapannya yang tidak di kontrol,membuat emosinya naik turun. penyesalan terus menggorotinya..
"Sudah ku usir berulang-ulang pah, tapi dianya tidak mau pergi. aku sendiri bingung,mungking urat malu wanita ini telah putus semua."
"papa tidak mau tau, kamu yang membawa ular ke rumah ini, hingga memuntahkan bisanya bertebaran di mana-mana.." mata pak Bayu melotot hendak memakan orang..
Kevin menjadi sangat takut..seumur hidupnya, baru kali ini Pak Bayu memarahinya seperti itu..
"Kembalikan wanita ular itu ke sarang di mana kau menangkapnya." Tanpa mendengar alasan dari putra keduanya, pak Bayu langsung melenggang pergi menaiki mobil Pajero miliknya dan melaju meninggalkan rumahnya..
Sinta yang sedang menikmati makan paginya sama sekali tidak tersindir dengan perkata'an papa mertuanya..Jika itu orang lain, maka detik itu juga dia akan meninggalkan tempat itu..
__ADS_1
"Kali ini aku tidak main-main lagi..jika hari ini pun kau tidak pergi dari rumah orang tuaku, maka jangan salahkan aku jika aku membawamu ke tempat pelacuran.....paham kau???"suara Kevin menggelegar memenuhi rumah mewah itu, sama seperti harimau jantan yang mengaung di hutan karena di tolak kawin sama yang betina..
Deggg.....
Pranggggggg.....
Gelas yang di pegang oleh sinta jatuh begitu saja, dirinya sudah bergetar ketakutan..dia tau, Kevin tidak main-main dengan kata-katanya..
"I...iya ha..hari ini juga aku akan pergi dari rumah ini, tapi berikan aku uang untuk makan minumku selama dua bulan, beserta juga uang tiket pesawatnya.." Kevin tersenyium miring mendengar perminta'an Sinta..
"Kenapa dari kemarin-kemarin kau memintanya? kan urusannya jadi cepat selesai..aku akan kasi lebih empat kali lipat jika kau mau." Kevin berbicara tanpa melihat wajah Sinta..Mau bagaimanapun, sekecewa apapun, rasa dan cinta itu masih ada di hati Kevin..walau sedikit.mereka berdua bukan cuman berpacaran, jika ada kata putus, ya udahlah, palingan dua tiga minggu sudah saling melupakan,.masalahnya mereka sudah menikah, pasti butuh berbulan untuk melupakan kenangan mereka.
"Aku bereskan barang barangku dulu."
Sinta berdiri, lalu menggeser kursi yang tadi di dudukinya dan berlalu mrnuju kamar.
Kevin hanya menatap punggung sinta dari arah belakang dan menghilang di balik pintu kamarnya dengan hati yang sedikit tak rela..
Beberapa saat kemudian, terlihat sinta menuruni anak tangga menuju ruang keluarga, wanita itu sangat cantik, tapi sayang hatinya busuk.. dengan menyeret sebuah koper besar Sinta menghampiri Kevin.
"Heh...kenapa kau bawa koperku, Di mana kau simpan barang-barangku?"
"Terus, menurut kamu, aku harus isi pakayan aku di mana? Tenang saja, sudah aku masukan dan menyimpan semua barang-barang berhargamu dengan rapi di dalam lemari."
"Ayo berangkat, aku akan mengantarmu ke hotel terdekat sini untuk kau istirahat beberapa jam kedepan, sekalian memesankan tiket untukmu, karena aku sudah membatalkan tiket yang kemarin.."
"Tidak perlu repot-repot mengantarku..Berikan saja uangnya padaku, aku sendiri yang akan mesankan tiketnya."
"Kamu yakin?"
"Yakin tidak yakin, harus yakinlah!!"
Kevin akhirnya mengalah, dan mentransfer sejumlah uang dengan nominal yang cukup banyak..
"Sudah aku trasfer uangnya..coba cek sekarang."
Sinta merogo saku celana jins yang di pakainya, di ambilnya ponsel mahal yang di gilai oleh sejuta umat di dunia, Sinta tersenyium, ada banyak angka nolnya di belakang..
"Makasi ya," ucap sinta sumringah.. Sinta menyeret kopernya keluar rumah..
"Tunggu sin..." Kevin melangkah mendekati sinta,,di peluknya istri yang sebentar lagi menjadi mantan istrinya dengan erat..sangat erat malah.."Jaga diri kamu baik-baik, ubahlah sifatmu, aku yakin siatu saat kamu akan menemukan pria yang lebih baik dari ku.."
__ADS_1
Di hari itu pula, Sinta pergi dari kediaman pak Bayu dengan hati terluka karena ulahnya sendiri..