Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Shinta Masih Berkeliaran Di Jayapura


__ADS_3

"Vin apa mantan istrimu benar-benar sudah kembali ke Bali?" tanya Pak Bayu pada Kevin di suatu pagi.


"Iya! memang Sinta sudah kembali ke sana. Ada apa ya! tiba-tiba Papa menanyakan wanita itu."


"Papa hanya memastikan saja, Apa betul dia sudah benar-benar kembali ke Bali! Berarti Papa yang salah lihat, atau mungkin orang Lain, yang mukanya mirip seperti wanita itu!"


"Maksud papa, papa melihat Sinta?"


"Iya!semalam Papa diajak Om Bram ketemuan di cafe cure. di sana Papa melihat seseorang yang mirip sekali dengan mantan istrimu! Wanita itu sedang bercengkrama dengan seorang lelaki tua, mungkin seumuran Papa. Tapi setelah dipikir-pikir, katamu kan Sinta sudah kau antar ke bandara, kembali ke orang tuanya di Bali!"


Kevin kegagapan! pasalnya dia tidak berterus terang kepada sang papa bahwa, Wanita itu pergi sendiri tanpa diantar oleh nya!


"Sebenarnya Kevin tidak mengantar Sinta ke bandara Pah, wanita itu bersikukuh untuk pergi sendiri,dengan imbalan uang yang lumayan banyak. Dan bisa jadi yang semalam Papa lihat itu memang benar Sinta". Pak Bayu menggelegkan kepala mendengar penjelasan Kevin!


"Tapi kamu benar-benar sudah menceraikannya kan Vin?"


"Sudah Pah! Aku sudah mengurus surat penceraianku di kantor pengadilan negeri, sebelum wanita itu keluar dari rumah ini! dia juga tahu, kalau kami berdua sudah bukan suami istri lagi! sebulan setelah Sinta pergi, aku pernah meminta izin Papa hendak kekantor pengadilan negeri kan? nah di sana aku mengambil surat perceraian kami.


Pak Wahyu manggut-manggut mendengar penjelasan putranya.


"Syukurlah kalau kalian sudah cerai! papa hanya tidak mau wanita itu kembali datang, dan merecoki keluarga kita."


"Papa tenang saja! Buktinya sampai sekarang, keluarga kita aman-aman saja kan? tidak ada gangguan dari Sinta atau siapapun!"


"Kalian Sedang membahas apa? Serius amat."


Sebuah suara yang familiar mengagetkan bapak dan anak yang sedang bicara serius.


"Sudah bangun nak, mantu Papah mana." bukannya menjawab apa yang ditanyakan Naymar, Pak Bayu balik bertanya mengenai keberadaan menantunya. tidak mungkin dia menceritakan apa yang baru saja dibahas oleh dirinya dan Kevin.


"Reva masih mandi, mungkin sebentar lagi turun. tapi Jawab dulu apa yang kalian bahas tadi? dari lantai atas, aku melihat papa dan Kevin sangat serius sekali, seperti sedang membahas sesuatu yang sangat penting."


"Oh itu! kita hanya lagi membahas tentang kemarin pengunjungan papa dan Kevin di resto Marvin, dan ketiga rumah makan kita.Jawab Pak Bayu tenang.


Kevin sendiri tidak menatap kakaknya, membuat memar semakin curiga!


Naymar mengangkat sebelah alisnya, dan menyilangkan kedua tangannya di dada .Dia tidak yakin dengan penjelasan Pak Bayu.


"Kenapa Papa harus membohongiku, jelas-jelas aku mendengar mereka menyebut nama seseorang, yang sangat aku benci sekali dalam hidupku! orang yang tak lain dan tak bukan mantan istri adikku sendiri, dengan tega memfitnah ku, beberapa bulan lalu."Batin Naymar bergejolak penuh amarah.


"Pagi Pah, Bang Kevin," Reva tiba-tiba sudah muncul saja di samping suaminya.

__ADS_1


"Pagi juga sayang, pagi juga kakak ipar." jawab Pak Bayu dan Kevin bersama'an.


"Sudah aku bilang, jangan memanggil dia dengan sebutan Abang."Tunjuk Naymar pada Kevin.


"Dia adikku, berarti dia adik ipar mu."


Tapi umur Bang Kevin jauh lebih tua dari aku Mas."


"Di keluarga kita, umur tidak memandang status sayang. panggil saja namanya! Jika kamu segan, panggil saja dengan sebutan adik ipar, itu jauh lebih sopan."Ucap Naymar tegas.


"Baiklah Mas, Aku akan mencoba memanggilnya, dengan sebutan adik ipar."


Hari ini pengen jalan-jalan ke mana lagi Sayang? mumpung kita masih ada di Jayapura. dalam satu minggu ini, mas akan menemanimu berjalan mengelilingi kota Jayapura. karena minggu depan, kita harus kembali ke Jogja."


"Beneran Mas? mas tidak berbohong kan? bohongin istri itu dosa loh Mas?"


"Sejak kapan aku membohongimu sayang."


"Oke Mas! request ku hari ini,kita ke bukit Jokowi. aku mau lihat, seberapa bagusnya sih, sampai dinamakan Bukit itu dengan nama bapak presiden kita,"


Mereka semua tertawa terbahak-bahak, hanya wajah Pak Bayu saja yang kelihatan tidak bersemangat. Reva yang melihat perubahan wajah Pak mertuanya, langsung saja dia menegur suami dan adik iparnya untuk berhenti tertawa.


"Papah kenapa Pah." Tanya Reva pada bapak mertuanya.


"Papa enggak apa-apa, suara Pak Bayu terdengar lesu.


"Pasti ada sesuatu yang menghantui pikiran papa. Ceritalah Pa, kita semua di sini anak-anak papa."


"Papa hanya tidak menyayangkan, kenapa kalian semua pergi satu persatu meninggalkan Papa. Papa sangat yakin jika suatu saat Kevin menikah, dia juga akan meninggalkan Papah ikut bersama istrinya tinggal di rumah mertuanya. padahal yang sebenarnya kalianlah yang tinggal di sini merawat papa."


"Papa bicara apa sih, aku akan tetap bersama Papa di sini. Percayalah Pah." Kevin tidak sanggup melihat kesedihan di mata tua Papanya!


Naymar merasakan hatinya sangat sakit. tapi mau bagaimana lagi, dia sudah terlanjur mengiyakan dan berjanji dengan pak Indra, untuk menggantikan Papanya Itu sebagai Direktur Utama. tidak mungkin dia kembali mengingkari janjinya. Dan satu lagi istrinya juga orang yogya, yang sekarang masih berkuliah baru semester tiga. Mau tidak mau, tega tidak tega, dia harus meninggalkan Papanya lagi.


"Papa tenang saja, kita akan sering datang mengunjungi papa.


"Ya nak! Papa mengerti. Papa juga tidak boleh egois, karena kamu juga anak satu-satunya orang tuamu. tapi berjanjilah Iya nak, sesibuk-sibuknya suamimu, ingatkan dia untuk mengunjungi Papa yang sudah tua ini."


Ada setitik embun merembes keluar dari bola mata Naymar. cepat-cepat dia menyeka air mata itu.


 

__ADS_1


Sekitar jam 3 sore Naymar memenuhi janjinya, membawa sang istri ke bukit Jokowi. Kali ini mereka tidak membawa mobil. Naymar kembali mengeluarkan motor kebanggaannya. sebuah motor Vixion terlama. atau keluaran pertama miliknya.


"kita pakai motor saja sayang, hari minggu begini jalannya sangat macet, kalau kita pakai mobil 3 sampai 4 jam baru kita tiba di sana."


"Baik bos."


Setelah mereka puas di bukit Jokowi, dan mengambil beberapa foto di sana, mereka berdua tidak langsung pulang. Naymar mengajak istrinya mengunjungi kontrakan Anton sahabat nya dulu.


"Semalam tidur kepalanya ngadep sini Bro?" ucap Anton mencandai Naymar bersama istrinya yang baru turun dari motor. Naymar menanggapi ocehan sahabatnya dengan senyum lebar.


"Mace! kakak laki-laki deng dia punya istri ada ini.!


Sofia keluar rumah dengan sedikit lari mendengar teriakan suaminya.


"Ko kenapa pace. ada tamu bukan disuruh masuk, teriak-teriak macam di hutan saja. Mari kakak berdua Silakan masuk."Sofia mempersilahkan para tamunya untuk masuk!


Anton cengar-cengir mendengar teguran dari! istrinya. mereka semua sudah sama-sama duduk di ruang tamu.


"Bro mana ko punya anjing? biasa ada tamu begini, gonggong nya tidak berhenti."Naymar menanyakan keberada'an anjing sahabatnya itu.pasalnya sejak mereka tiba tadi,dia tidak mendengar gonggongannya.


"Mama mantu sudah ambil kembali, bawa pulang ke Genyem. katanya di sana banyak pencuri, jadi Mace bawa pulang anjingnya.jelas Anton pada sahabatnya.


"Mace ko bikin minum dulu." perintah Anton pada istrinya.


"Tidak usah minum, katong langsung makan saja. tadi pace bilang ada laki-laki dorang mau ke sini, Jadi saya masak banyak.


"Wih andalan memang saya punya adik perempuan ini, tahu saja kita lapar."


Sofia bangun dari duduknya menuju dapur, untuk menyiapkan makan malam mereka.


"Aku ikut kak!" ucap Reva tiba-tiba.


"Tidak usah adek, adek di sini saja, biar kakak saja yang urus kitorang makan." Reva memandang suaminya. Naymar tahu apa yang istrinya mau. Naymar tidak langsung mengutarakan kemauan istrinya pada Sofia, tapi justru dia memandang kembali ke arah Anton.


"Biarkan adik perempuan ikut dengan ko ke dapur."pinta Anton pada istrinya!


"Iya sudah! mari."


Selesai makan, Naymar bersama istrinya tidak langsung pulang. tidak sopan juga kan, baru selesai makan di rumah orang, langsung pamit pulang,


Mereka bercerita kesana kemari, hingga tidak terasa waktu sudah menunjukkan hampir pukul 12 tengah malam. suami istri itu langsung pamit pulang. Naymar takut juga Karena kini ia Tengah membawa istrinya, apalagi mereka hanya memakai motor.

__ADS_1


__ADS_2