
"Semalam, tidurnya salah ambil posisi ya Bang! atau bermimpi tentang rumah ini? tumben sekali datang kemari," sindir Mama Dona!
"Itu'pun, Papa yang menyuruh mereka ke sini mah! Papa beralasan ada beberapa dokumen kantor yang harus dipelajari!" Adu pak Indra pada Mama Dona!
"Oh, rupanya dipaksa ya! Mama pikir, mereka berdua punya inisiatif sendiri untuk datang kemari!"
"Mama bicara apa sih, Papa juga! stop komporin Mama dong!"
Neymar sangat merasa bersalah dengan wanita pengganti almarhum mama kandungnya ini! pasalnya, sudah 3 minggu dia sama sekali tidak mampir ke rumah Tante dan Om nya, yang sudah dianggap orang tua dua kandungnya!
Mama Dona duduk membelakangi Putra dan menantunya! itulah rasa ngambek seorang ibu kepada putranya karena merasa diabaikan!
Reva tidak enak hati dengan kedua orang tua angkat suaminya! dia merasa seperti telah menguasai suaminya, dan melupakan bahwa, suaminya ini masih punya keluarga!
"Jangan seperti itu lah Mah! Abang ini kan sudah berkeluarga! lihat wajah murung menantu kita, karena diabaikan sama mama mertuanya!" tegur Pak Indra pada istrinya!
Neymar berjalan mendekati Mama Dona, dan memeluknya dengan erat! dia memandang dalam mata mamahnya! ada setitik air bening luruh dari sana, membuat hati Neymar sedikit tersayat!
"Maafin Abang ya mah? Mama jangan ngerasa Abang mengabaikan Mama begitu! akhir-akhir ini Abang sangat sibuk! mantu Mama juga kan sudah mulai kuliah! Abang juga sudah kembali beraktivitas di kantor papa!" Neymar berucap sambil melap kedua mata mama Dona.
"Maafin mama juga Bang! seharusnya Mama tidak egois! apa yang dibilang papamu itu benar, Abang sudah berkeluarga! Jadi Abang harus lebih memprioritaskan menantu mama!"
"Nah, gitu dong! anak sama mama itu harus akur!" Ucap pak Indra semangat!
Mama Donna berdiri dari duduknya, mendekati menantunya!
"Reva! kenapa tunduk terus kepalanya nak? Apakah menantu Mama ini lebih tertarik melihat lantai dibanding wajah cantik Mama mertuanya?"
Reva mengangkat kepala dan menatap mata Mama Dona! "Maafin Reva ya mah, seharusnya Reva peringati Mas Gab, untuk sering-sering datang kemari, menemui Mama sekeluarga." Sesal Reva.
"Nggak apa-apa sayang, Mama yang berlebihan! seharusnya nama tidak berperilaku seperti tadi!"
"Iya sudah! semua sudah kelar kan, kenapa jadi mellow begini! tadi, Gab bilang untuk Papa lewat telepon, katanya ada 1 kabar bahagia yang ingin kalian berdua sampaikan bukan?" tanya Pak Indra!
"Iya betul Pah! tapi kita belum berkumpul semua, masih ada si reseh yang tidak kelihatan dari tadi! di mana dia?" Neymar bertanya sambil membuang pandangannya kesana kemari, mencari adik kesayangannya!
__ADS_1
"Anak itu semenjak pulang dari kampus, langsung masuk kamar, dan tidak keluar-keluar sampai sekarang!" nama Dona menjawab pertanya'an Naymar sambil kembali duduk ke tempatnya!
"Mungkin lagi sibuk dengan tugas kuliahnya. Biar aku saja yang memanggilnya mah! Kamu tunggu di sini ya sayang, mas temui adik ipar mu dulu." Neymar meminta izin sambil mengacak rambut istrinya pelan!
"Iya'lah,istrimu sini, Emang mau ke mana lagi? bicaramu Bang, seolah-olah istrimu mau pergi jauh jika tidak di peringati." Sindir Mama Dona. Pak Indra terbahak mendengar guyonan istrinya.
Beberapa saat kemudian, Naymar kembali dengan, Rindu yang bergelayut manja di lengan sang Abang.
"Dek, Tidak usah kau manja-manja begitu sama Abangmu lagi. Dia sekarang sudah tidak lajang. kasihan lah Kakak iparmu, cemburu nanti." Tegur Mama Dona pada puteri tunggalnya.
"Kakak ipar saja tidak apa-apa. Mama yang cemburu mungkin," ledek Rindu pada mamahnya.
Memang betul, Reva tidak merasa cemburu sama sekali Jika, Rindu yang melakukan itu! beda dengan teman-teman wanitanya yang lain, cuma hanya memandang saja, Hatinya sudah ketar-ketir! mungkin karena rindu saudari suaminya kali ya?
"Kita semua sudah lengkap! tunggu apa lagi Bang? Cepat ceritakan kabar bahagianya!" pinta Mama Dona! dia tidak sabar, ingin mendengar kabar bahagia apa yang disampaikan Putra dan menantunya!
"Tunggu dulu mah, kita harus video call dulu sama papa Bayu dan Kevin. mereka berdua juga harus mendengar kabar bahagia ini." Neymar mengeluarkan laptop dari tasnya, dan memulai panggilan! setelah panggilannya sudah terhubung dengan keluarga di Jayapura, Neymar mulai berbicara!
"Hari ini, aku dan istriku menyampaikan untuk keluarga besar kita, bahwa beberapa bulan kedepan, kita ada penambahan anggota baru!"
Neymar mengambil nafas panjang, lalu kembali meneruskan ceritanya. "Menantu atau kakak ipar kalian sedang hamil! usia kandungannya sudah 5 minggu!"
"Mama bahagia sekali nak! kalian secepat ini memberikan kami cucu! apa orang tua Reva sudah tahu?"
"ya mah! ayah dan Bundanya Reva sudah tahu! maaf ya,kami lebih dulu memberitahu kepada mereka!"
"Enggak apa-apa Bang"memang seharusnya mereka yang duluan tahu, karena kalian tinggal bersama dalam satu rumah!"
Ucapan selamat dan doa, mereka limpahkan untuk suami istri ini! Pak Bayu senang tiada tara! tanpa sadar beliau menitikkan air matanya! Cucu yang diidam-idamkan dari kedua putranya akhirnya terkabul juga anak dari putra pertamanya!
"Andai saja Mama kalian masih ada!" Ucap pak Bayu dari seberang! Kevin menguatkan Papanya dengan menepuk punggung Pak Bayu pelan! Neymar yang melihat Papa kandungnya menangis pun, tidak tahan mengeluarkan air mata!
Rindu berteriak heboh!
"Berarti, Dedek baby Abang, akan memanggilku dengan sebutan onty!"
__ADS_1
"Pasti panggilannya seperti ini ya Dek! onty Lindu, Dedek minta cucu!" Ucap pak Indra meledek anaknya!
Perlakuan absurd Rindu membuat semua orang yang tadinya menangis Haru kembali tertawa! setelah berbincang-bincang cukup lama panggilan video pun diakhiri!
Kediaman Pak Bayu Santoso
"Kevin! sekarang juga pesankan tiket untuk kita berdua! besok pagi, kita sudah harus tiba di Yogya!" titah Pak Bayu pada Kevin!
"Kata Papa, lusa baru kita berangkat! kan hari pengangkatan Kakak menjadi direktur utama menggantikan papa Indra masih tiga hari lagi!" Kevin bingung dengan keputusan papanya yang tiba-tiba!
"Papa tidak bisa menunda sampai lusa lagi Vin! Papa terlanjur senang, mendengar kehamilan Kakak iparmu!" Kevin langsung mengerti setelah mendengar penjelasan dari Pak Bayu!
"Jangan memberi tahu keberangkatan kita malam ini untuk orang-orang Jogja! kita memberi surprise untuk mereka! Papa yakin, mereka akan kaget dengan kedatangan kita! Carilah oleh-oleh untuk menantu dan Putri papa! yang lainnya tidak perlu!"
"Inggih Ndoro, titahmu akan hamba laksanakan!" Kevin tertawa terbahak-bahak dengan ucapannya sendiri! Pak Bayu mengambil sendal jepit yang sedang ia kenakan, untuk melempar Putra bungsunya! Kevin langsung ngebirit ke dalam kamar! beberapa saat kemudian dia kembali keluar kamar dengan pakaian yang berbeda! Dia mendekati Pak bayu yang sedang membaca koran!
"Apa yang nanti aku beli Pa? buat oleh-oleh untuk menantu dan Putri Papah itu!"
"Bicaramu seperti tidak ikhlas! apa Kau keberatan untuk mencari apa yang Papa minta? kalau begitu biar Papa sendiri yang pergi mencari!"
Papah Bayu, maksudku, oleh-oleh apa yang harus aku beli! dari tadi Papa bilang mencari, mencari, mencari, tapi apa dulu yang harus aku cari!" ucap Kevin sewot!
"Kalau begitu, biar kita berdua yang berangkat saja, biar papa sendiri yang memilih!"
"Tapi tentukan tempat mana dulu yang kita tuju ,apa ke lubang semut?" Kevin gemas sekali dengan tingkah Papanya! dari tadi bicaranya hanya memutarbalikkan kata itu-itu saja!
"Ayo Pah, berangkat!" ucap Kevin sambil menghidupkan mobilnya!
"Memang kamu sudah tahu kita berangkatnya ke mana?tanya pak Bayu!
"Ya tahulah!"
"Kemana?"
"Ke pasar, beli buah!"
__ADS_1
Padahal itu hanya candaan Kevin saja, tapi dianggap serius oleh Pak Bayu!
"Idemu, bagus juga nak! Ayo berangkat!"