
Tibalah Naymar di kamarnya,Ia lalu membereskan semua barang-barangnya yang seperlunya saja,barang-barang yang lainnya di tinggal,tohh rumah ini miliknya..sebuah koper berukuran sedang penuh dengan barang bawa'annya.
"sepertinya aku harus mengundurkan diri dari sekolah tempat mengajarku..Aku akan menenangkan pikiran dan otakku, dengan berlibur ke beberapa kota atau pulau,pasti sangat menyenangkan."
Setelah di rasa semua barang yang di butuhkannya sudah tersimpan semua,dia segera mengancing dan mengunci koper itu.Tidak lupa surat-surat pentingnya di bawa serta,seperti Ijasah misalnya.
Dengan masih tertatih,dia menyeret kopernya keluar dari kamar, dan menuruni anak tangga menuju ruang keluarga,dimana Papa dan adiknya sedang duduk di sana,dan sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu yang penting..
Sinta,si adik ipar pembuat masalah itu, tidak ada di sana..
"Aku pergi dulu Pa,Vin,"pamit Naymar pada dua orang kesayangan itu.Dia sangat kecewa dengan sang papa yang tidak mengenal karakternya,dan sangat....sangat sakit dengan kata-kata papanya..sebuah ucapan yang sangat tak pantas di ucapkan oleh seo,rang bapak pada anaknya..
sedangkan bagi Kevin,Naymar masih memkluminya,jadi wajar jika dia marah.karna di lihat dari segi manapun, kesalahan ada pada Naymar,terbukti dari istrinya Kevin yang berusaha melepaskan diri dari Naymar sang kaka ipar...padahal kenyata'annya tidak seperti itu..
Sinta merencanakan semuanya dengan sangat matang..terbukti semua penghuni rumah percaya padanya..hanya satu orang saja yang tau persis awal kejadian sampai akhir...pembantu mereka..se'orang wanita paruh baya yang di bawa oleh pak bayu sendiri dari kota asalnya(Jawa)..
Jika di lihat dari arah depan,Ruang keluarga yang bersambung langsung dengan dapur,seperti Neymar sedang memaksa sinta untuk memuaskan nafsu bejatnya,pantas saja pak Bayu salah sangka ya,,,
Akan tetapi jika di lihat dari arah belakang,Naymar sedang berusaha melepaskan Sinta yang memeluknya dengan sangat erat,dan si bibi sendiri menyaksikan semua kelakuan wanita murahan istri dari anak majikannya itu..Tapi apalah daya,dia hanyalah seorang pembantu yang di gaji untuk bekerja pada keluarga kaya ini,bukan di gaji untuk mengikut campur masalah keluaga ini...
Naymar bejalan menuju pintu keluar, dengan tangan kanan menyeret kopernya dan tangan kiri memegang sebuah kunci mobil..Ya mobil yang di beli dengan uang hasil keringatnya sendiri..
Pak Bayu yang hendak mencegah kepergian putra sulungnya, di tahan oleh Kevin,anak bungsunya dengan gelengan kepala..
"Papa tau sendirikan?bagaimana keras kepalanya kaka,dia tidak akan mendengar siapapun,termasuk papa jika sudah memgambil keputusan..Mama pengecualiannya."
Simpan saja penyesalanmu wahai pak Bayu...tapi entar jangan menangis darah loh,bilamana semua yang kau katakan tidak benar...
Kini Naymar sedang mengemudi,tujuanya ke tempat sahabatnya,sesama guru,mengajar di sekolah yang sama dengan mata pelajaran yang berbeda..Kebetulan temannya ini sudah beristri dan masih tinggal di rumah sewa'an..
Di kediaman pak Bayu..
"Vin bagaimana ini..kakamu tidak penah meniggalkan rumah,kecuali hal-hal yang penting yang berkaitan langsung dengan sekolah,mengikuti Seminar misalnya."
Kevin berjalan ke arah dapur mengambil sebotol air dingin, dan menyerahkannya pada sang papa.."minumlah pa."
__ADS_1
Rupanya pak Bayu sangat haus..hingga air yang di berikan Kevin, di teguknya hingga hanya menyisakan stengah ke bawah yang tersisa di dalam botol..
"Vin,sebelum ke sini,bukanya kamu bilang istrimu Itu bule?tapi kok papa lihat dia seperti orang asia,berbicara bahasa Indonesia pula."Tanya pak Bayu..
"Me...memang dia orang Indo pah,Asli orang Bali."Kevin menjawab pertanya'an papanya dengan tergagap..
"Tapi kam..."Kevin langsung memotong pembicara'an papanya.."Pah bagaimana kalau kita cek dulu dulu CCTVnya,kita buktikan siapa sebenarnya yang bersalah."
"Baiklah,"jawab pak Bayu pasrah..Ia juga penasaran,jika terbukti Gab memang melakukan hal bejat itu,maka beliau sendiri yang akan menyoretnya dari kartu keluarga,janjinya dalam hati..
Kedua Bapak beranak itu beriringan menuju ruang kerja pak Bayu..Di ruangan itu pak Bayu membuka laptopnya, yang berhubungan langsung dengan kamera-kamera pengaintai rumahnya..
"pah,langsung di intinya saja,cek kejadian yang terjadi hari ini."pak Bayu manut dengan perintah anaknya..
Mereka berdua merasakan ketegangan yang luar biasa,
Awalnya sinta yang sedang memerintah bibi yang sedang memasak, agar segera meninggalkan dapur, karna ia sendiri yang akan menyiapkan makanan, untuk menyambut kedatangan Papa mertua yang belum dia kenal langsung..
Munculah Naymar yang berjalan ke arah dapur menuju kulkas, membuka dan mengeluarkan sebotol air dingain, dan meneguknya tanpa melihat ke arah sinita,
Sinta yang sedang mengatur masakannya di meja, mengambil sesuatu di tempat sendok, dan ternyata itu adalah sebuah gunting kecil..
"Apa yang hendak istrimu lakukan dengan gunting itu?"tanya pak Bayu penasaran..
Kevin tidak merespon pertanya,an papanya..matanya terus melihat ke arah layar laptop tanpa kedip.
Sinta menggunting ujung dres yang dia kenakan lalu menyiram dirinya dengan air yang di gelas,dengan satu tarikan, dres itu sobek hingga pangkal paha..Tiba-tiba...
Deg...deg...deg...
jantung kedua orang ini berpacu dengan sangat kencang setelah melihat kenyata'an yang sebenarnya..
Rahang pak Bayu mengetat menahan amarah,urat-urat ototnya bermuculan akibat pengepalan tangan yang kuat..mukanya memerah menahan amarah..
Sama halnya dengan Kevin,ia tak habis pikir dengan kelakuan istrinya..rupanya ia salah besar telah menghajar kakanya hingga babak belur..
__ADS_1
Tanpa kata Kevin keluar dari ruang kerja papanya..dengan langkah lebar ia menuju kamarnya..sengan kasar Ia membuka pintu kamarnya,isi di dalamnya se'ekor ular betina yang menyerupai wanita cantik sedang bersemedi..
Ehhhh gak denggg..maksudnya,Istri cantiknya sedang tertidur pulas..
"Bangun anjing,,aku tau kau hanya bepura-pura tidur."
Kevin menarik paksa istrinya dari tempat tidur dan menyeretnya ke bawah lantai..
Sinta berpura-pura kaget dengan mengucek kedua matanya.."Ada apa sayang?kok kamu bangunin aku kasar sakali?"sinta berusaha menetralkan suaranya supaya tidak kelihatan gugup di mata suaminya..Dia sudah tau,ini akan terjadi jika semua berbuatannya terbongkar...
"Cuihhh" Kevin membuang ludahnya kasar,"Dasar wanita murahan,wanita hina,apa maksudmu memfitnah kakaku?"
"Aku tidak memfitnah kaka ipar,sayang."elak sinta..
"Jangan memanggilku sayang dan memanggil kakaku dengan sebutan kaka ipar, dengan mulut kotormu itu."
"Aku tidak mengerti dengan perubahan sikapmu yang tiba-tiba ini.."ucap sinta..
"Berhentilah berpura-pura,aku dan papaku sudah melihat tingkah murahanmu itu,rupanya kau sendiri yang menciptakan masalah itu,dengan kelakuanmu yang memuakan,ektingmu sangat luar biasa,dengan skenario yang kau ciptakan, seolah-olah, kakaku yang melakukannya padamu wanita brengsekkkk..."suara Kevin meninggi dengan mata yang sudah memerah menahan amarah.
Sinta sudah menangis tersedu-sedu di lantai.ia merangkak mendekati Kevin yang sedang berdiri, memandangnya dengan sorot matanya yang tajam,sinta meraih kedua kaki Kevin dan memeluknya erat tanpa kata...
Dengan tega,Kevin menendang tubuh sinta,..sinta kembali ambruk di lantai..
"Maafkan aku sayang."
"sudah aku bilang,jangan memanggil aku dengan sebutan itu lagi.karena fitnah yang kau tuduhkan pada kakaku itu,papaku tega mengusirnya dari rumahnya sendiri,,dasar wanita hina,,"suara Kevin masih menggelegar memenuhi isi kamarnya..
Kevin menarik kuat rambut sinta..plakkkk..'satu hadiah berupa tamparan di berikan pada sinta di pipi kirinya...plakkkk... kali ini tamparan kevin sangat kuat.. hingga di sudut bibir sinta mengeluarkan darah segar yang lumayan banyak..
"Mati saja kau wanita licik."Kevin berjalan keluar meninggakan sinta yang berdarah-darah...
Dengan sekuat tenaga Kevin menendang perut sinta hingga tewas di tempat...eh gak...gakkk..gak bisa seumur hidup kevin tiggal di penjara😀😀
__ADS_1