Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Ternyata Wanita Itu Benar Sinta


__ADS_3

Dua minggu berlalu, hari ini keberangkatan Naymar dan istrinya kembali ke Jogja. Kevin yang akan mengantarkan Kakak beserta kakak iparnya ke bandara.


"Gab, Papa tidak bisa ikut mengantar kalian. bukannya papa tidak mau, tapi Papa tidak sanggup melihat burung besi itu, terbang membawa kembali anakku ke Jogja. Pak Bayu berucap sambil menyeka lelehan bening yang keluar dari sudut matanya.


Reva yang tidak tahan melihat kesedihan di wajah Pak Bayu, langsung saja dia berhambur ke pelukan Papa mertuanya itu.


"Papa sehat-sehat ya di sini? jangan terlalu memikirkan kami, Aku kan sudah janji Pah, akan sering membawa anak Papa menjenguk Papa di sini.


Reva melepas diri pelukan dari Pak Bayu, diganti dengan Naymar yang memeluk kembali Papanya.


"Jaga kesehatan ya Pah, Jangan coba coba Papa melanggar kata-kata dokter."


Kevin yang sedang meminum susu nya, tersedak mendengar kata-kata Neymar.


"Ingat itu Pah, apa yang dikatakan kakak. Jangan coba-coba melanggar peraturan dari dokter." Kevin sengaja memperjelas ucapan Naymar, Padahal dia sudah tahu kelakuan Papanya dua minggu lalu.


Pak Bayu yang takut Rahasianya terbongkar, segera menyuruh Kevin mengantarkan kedua Kakaknya ke bandara, dengan alasan takut ketinggalan pesawat.


"Sudahlah Vin, Jangan banyak bicara, cepat antarkan kedua kakakmu ke bandara, takut jalanannya macet, bisa-bisa kedua kakakmu ketinggalan pesawat."


Kevin tau Itu hanya alasan Papanya saja.


Sedangkan Naymar melirik jam tangannya dengan dahi mengkerut.


"Lah ini masih 1 jam 30 menit lagi. Kenapa kita harus buru-buru ke sana? Lagian dari rumah ke bandara tidak terlalu jauh. palingan memakan waktu paling lambat 20 menit. kalau macet, ya 30 menit. tapi tidak apa-apa, mungkin yang dikatakan papa itu benar, menjelang Ramadan begini, memang jalanan sangat macet. ayo sayang, siap-siap, kita berangkat sekarang."


Pak Bayu bernapas lega, setelah kepergian kedua putranya dan menantunya itu, dia mengelus dadanya pelan, Kevin bermulut ember bocor itu pasti akan memberitahu kakaknya, jika tidak ku suruh Mereka cepat-cepat pergi dari sini.


Dan benar saja, jalanannya macet, penuh dengan kendaraan. baik itu beroda dua, maupun roda empat.


Neymar menurunkan kaca mobil. Dia mengedarkan pandangannya ke sembarang arah. Tanpa sengaja Naymar melihat siluit seseorang, yang mirip dengan Shinta, keluar dari sebuah toko emas.


Dengan jari tengahnya, Naymar menggosok matanya pelan, untuk memastikan apa penglihatan nya itu betul atau tidak! Siapa tau, matanya sedikit rabun, karena terkena debu jalanan.


Dan ternyata benar, itu adalah Sinta. dia memasuki sebuah mobil mewah, yang ternyata di dalamnya, ada seorang bapak-bapak yang mata sebelahnya rusak, Naymar hampir muntah, ketika Bapak bermata satu itu, merengkuh Sinta kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Benar-benar murahan!"batin Naymar.


Berarti kemarin aku tidak salah dengar, apa yang dibahas Papa dengan Kevin.


Naymar tidak langsung memberitahu adiknya. dia mengetik sesuatu di dalam ponsel, dan mengirimnya kepada Kevin.


Kevin yang merasakan getaran ponsel yang berada di dalam tas noken milikinya, dengan hati-hati, dia merogoh noken kecil yang bergantung di lehernya dan mengeluarkan ponselnya dari sana.. Sekilas dia melirik kakaknya lewat kaca spion, setelah membaca apa yang dikirim oleh Naymar.


----------


Naymar dan Reva sudah berada di ruang tunggu.


"Sayang! mas keluar sebentar ya, Ada sesuatu yang hendak masih beli. Rindu Pasti sangat marah, jika kita tidak membawakan oleh-oleh dari Jayapura untuknya.


Reva sontak menepuk jidatnya mendengar ucapan Naymar.


"Kenapa juga aku harus lupa ya Mas' anak itu pasti sangat marah, dan aku sangat bosan mendengar suara cempreng nya!Ya sudah Mas, cepat sana beli apa saja yang ada, jangan jauh-jauh ya,


Naymar segera beranjak keluar, dan mencari keberadaan Kevin.


"Jangan coba-coba sembunyikan sesuatu dari kakakmu ini Vin, yang nantinya akan membahayakan dirimu sendiri." Naymar berucap dengan sangat geram,


"Tadi dalam perjalanan kita menuju ke ke sini, aku melihat Sinta, Dia baru saja keluar dari sebuah toko emas, dan menaiki sebuah mobil mewah,apa kamu tau?"


Dengan lugu kevin menggelengkan kepalanya! sontak Naymar mengeluarkan kata-kata mutiaranya!


"Aku belum selesai bicara goblok!"


"Kan tadi kakak bertanya, apa aku tau? Maka itu, aku menggelengkan kepala, lantas Salahku di mana Kak?"Kevin sepertinya tidak terima jika di salahin terus.


"Ya sudah kau benar, aku yang salah!" ucap Naymar mengalah pada adiknya!


"Ternyata di dalam mobil itu, ada seorang lelaki tua yang kisaran umurnya sekitar, 50-an atau 60-an. Seperti seumuran papalah!"


Kevin kaget mendengar perkataan kakaknya.

__ADS_1


Berarti apa yang dikatakan Papah dua minggu lalu itu benar," gumam Kevin pelan.


"Tunggu dulu Vin, maksud kamu bapak yang tau keberadaan Sinta Disini? bukan kamu?"tanya Naymar beruntun."


Ya Kak, Papa yang tau, katanya beliau melihat Sinta bersama seorang lelaki tua, sedang bercengkrama di sebuah Cafe yang sama dengan Papa. awalnya Papa tidak percaya bahwa itu benaran Sinta, karena Papa berpikir Sinta sudah kembali ke Bali, Mungkin orang yang di lihatnya hanya mirip saja dengan mantan istriku itu." Jelas Kevin pada Naymar.


"Kamu harus berhati-hati Vin, mantan istri kamu itu orangnya nekat, buktinya dia memfitnah aku, kakak iparnya sendiri. Tapi kamu benar-benar sudah bercerai dengan wanita itu kan Vin?"


"Pertanyaan Kakak persis seperti pertanyaan papa. aku sudah mengurus surat penceraian kami, sebelum perempuan itu keluar dari rumah kita."


"Aku hanya berharap Vin, semoga kamu tidak termakan rayuan nya."Naymar bergidik mendengar ucapannya sendiri.


"Kakak berbicara seolah-olah aku sering Bertemu dengan wanita itu, semenjak Sinta keluar dari rumah, 1 kali pun aku tidak bertemu dengannya."


"Aku Hanya mengingatkan mu saja Vin, aku sebagai kakak kandungmu, tidak mau kamu masuk lagi ke jurang yang sama."


"Ya Kak, aku mengerti."


"Sekarang temani aku mencari sesuatu, sebagai buah tangan untuk di bawah ke Yogya. kamu tahu sendiri, Rindu pasti akan meneriaki ku jika aku tidak membawa apa-apa dari sini untuknya."


Kevin terkekeh mendengar ocehan Neymar.


"Kaka tunggu saja di sini,biar aku yang mencari oleh-oleh untuk orang-orang Jogja."


Kevin sampai berlari keluar Bandara, untuk membeli Berapa kilo buah matoa.Dia Kembali masuk ke dalam, dengan menenteng sebuah kresek hitam, dan menyerahkannya kepada Naymar.


"Makasih Vin, Aku kembali masuk dulu ya, Kamu langsung pulang saja, sedikit lagi pesawat kami sudah take off."


"Iya Kak,kakak berdua hati-hati ya? salam untuk Mama Donna dan papa Indra. Salam Manis juga untuk adik receh kita'.


"Kamu juga Vin, hati-hati nyetirnya, jangan ngebut-ngebut ya bawa mobilnya," Naymar memperingati adiknya itu.


"Apa yang Mas beli?" tanya Reva setelah melihat Naymar kembali masuk ke dalam dan duduk di sampingnya.


"Mas juga tidak tahu sayang, ini semua Kevin yang beli,Dia rela berlari keluar membelinya di luar bandara. Tapi sepertinya buah-buahan."

__ADS_1


"Kenapa harus buah? Padahal di Yogya banyak buahnya loh."


"Tidak apa-apa, mereka pasti akan senang, jika kita yang membawanya."


__ADS_2