
"Bro, kalian datang?" ucap Naymar sumringah, wajah lesu nya langsung cerah seketika. "pertanyaan macam apa itu? jadi kau berharap kita tidak usah datang di pesta mu?" tanya Rinto salah satu teman Naymar yang dari tadi banyak ngomelnya di luar.
Naymar kelagapan." maksud saya bukan seperti itu,.Tapi kenapa baru muncul di saat semua tamu undangan sudah pada bubar!" ucap Naymar marah. Dia sedikit kecewa dengan teman-temannya.
"Kenapa kau marah?" tanya salah satu orang temannya." Menurut kalian Kenapa saya marah?bukannya menjawab pertanyaan temannya, dirinya malah balik bertanya.
"karena kau berpikir kita tidak hadir kan di resepsimu? kita-kita ini yang seharusnya marah Bro, kenapa jadinya kau yang marah?"
"Kenapa pula kalian harus memarahi saya!"
"karena kau tidak memberitahu kami tentang pernikahanmu jauh-jauh hari, Apa kau menganggap kita-kita ini bukan temanmu! kami tidak ber'uang tapi setidaknya libatkan kami juga untuk ikut membantu disini!" ucap Rinto dengan suara rendah.
Naymar yang tahu akan kesalahannya langsung meminta maaf." Saya minta maaf teman-teman. saya tidak bermaksud untuk tidak memberitahu kalian. tapi pernikahan kami ini sangat mendadak. kita dinikahkan secara paksa.Jelas Naymar "Maaf diterima." ucap mereka semua serempak. "lain kali jangan begitu lagi ya bro," kini Anton yang angkat bicara. "kita malah berpikir kau tidak tulus berteman dengan kita," lanjut Anton.
"loh mana kakak ipar kita Bro?"
"Tuh di sana." tunjuk Naymar pada istrinya yang sedang di kerumuni oleh istri teman-temannya. "lah Kenapa itu rame-rame di atas pelaminan!" Anton sangat kaget dengan kerusuhan yang terjadi di atas sana. "Ck, itu kan istri-istri kalian, Kenapa berlagak kaget begitu? istri sendiri tidak dikenal istri orang kau kenal."
"Heh goblok Maksud kamu apa, istri siapa yang kau maksud. kau punya istri kah? bicara hati-hati ya bro, ketahuan Sofia mampus saya." Anton sangat jengkel dengan ucapan Neymar." bercanda Bro, dari tadi marah-marah terus, kau lagi dapat?" Naymar masih saja menggoda Anton. yang lain tertawa terbahak-bahak melihat kekonyolan dua orang itu.
Pukul 00:25 tengah malam, tenda sudah sepi! dalam rumah besar itu pun sepi. hanya ada Bibi yang masih mondar-mandir di dapur.
"Istirahat dulu bi, besok baru lanjut lagi."Tegur Kevin pada bibi pembantunya.
__ADS_1
" ndak apa-apa toh mas, ini juga sudah mau selesai, nanggung! mas Kevin sendiri belum tidur toh." " Ini lagi mau tidur, tapi minum air putih dulu! tenggorokanku rasanya kering sekali bi." " walah mas Kevin tadi Mungkin banyak makan makanan berminyak ya. itu biasa Mas."
Kevin membuka kulkas dan mengambil sebotol air mineral dingin lalu meneguknya hingga habis. "aku masuk kamar dulu ya Bi, nanti kalau pekerjaannya sudah selesai bibi juga harus beristirahat nanti bisa jatuh sakit."Kevin memperingati pembantunya lagi. "Ya wes,Mas Kevin yah, doanya jelek jelek sekali!"
Pasangan pengantin baru ini juga, baru saja masuk kamar. Naymar harus melayani para tamu-tamunya dulu! geng receh yang aneh-aneh permintaannya. Reva juga tidak enak meninggalkan istri-istri dari teman suaminya. karena merasa kasihan dengan istri Naymar yang terlihat sangat kelelahan,rencana mereka yang akan menggagalkan malam pertama Naymar dengan mengajak pengantin baru itu bergadang sampai pagi di urungkan.mereka semua memutuskan untuk pulang.
Dan disinilah pasangan pengantin itu berada. Di kamar Naymar yang sudah disulap seindah mungkin. Mereka berdua sangat canggung berada dalam satu kamar. "Ehem." Naymar berdehem menetralkan suaranya. "aku harus memanggilmu apa! Reva atau Dik?"
"Reva aja Bang, Jangan Dik karena jika aku duduk sama sama dengan Rindu, dan abang memanggil salah satu diantara kami, pasti dua-duanya berbalik. Enggak apa-apa sih, tapi aku merasa nggak enak saja. Panggilan adik itu kan panggilan sayang buat rindu. Aku juga akan merubah panggilanku sama Abang."
"Memang kamu akan memanggilku dengan panggilan yang seperti apa! Om lagi?" Reva tergelak mendengar ucapan Naymar. "Ya nggaklah, disangka orang kamu adalah benaran Om aku.Aku akan memanggilmu Mas..ya Mas Gab.Sontak Naymar memegang dadanya yang berdebar tiba-tiba mendengar kata terakhir dari istri kecilnya.
Rasa canggung itu tidak ada lagi pada diri Reva. berbanding terbalik dengan Naymar. dia adalah pria dewasa yang normal. berada satu kamar dengan Reva membuat Naymar tersiksa sendiri. "aku duluan yang mandi atau kamu." "Mas aja duluan aku harus membersihkan riasan ku dulu." "baiklah."
Reva yang melihat itu sontak berdiri dan berjalan menghampiri Naymar. "perut Mas ada roti sobeknya ya, enam lagi." Reva berbicara sambil menyentuh tubuh Naymar tanpa canggung sama sekali. Naymar sendiri menahan mati-matian dirinya agar tidak mengeluarkan suara erangan.
"Apa yang kau lakukan Rev,?"Naymar menyingkirkan tangan istrinya.Bisa lepas kendali jika tangan nakal itu terus menggerayangi tubuhnya. "apa yang aku lakukan? Aku hanya sedang menyentuh tubuh suamiku sendiri' emangnya mas mau aku menyentuh tubuh pria lain?"
"Sana mandi bicaramu sudah berbelok ke mana-mana."
"Baik bos."
Dasar bocah kurang ajar apa dia tidak tahu kalau aku ini pria normal bisa-bisanya dia berbuat seenaknya sendiri. Tapi kalau aku menyentuh dia pun tidak apa-apa. sudah sah ini, Siapa yang mau ngelarang?
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, Reva keluar dari kamar mandi hanya dengan membalutkan sebuah handuk pendek yang menutupi tubuhnya.
Naymar yang sedang duduk di pinggir ranjang sambil memainkan ponselnya, melirik ke arah suara yang berasal dari kamar mandi.
"Apa kau tidak tidak bisa mengganti pakaianmu di kamar mandi!. harus ya kau mempertontonkan tubuhmu itu padaku?"
"Apa masalahnya aku memperlihatkan tubuhku pada mas? Mas itu suamiku! Memang mas mau aku mempertontonkan tubuhku untuk lelaki lain?" skakmat. Naymar tidak berkutik mendengar serangan balik dari istrinya.
"Jangan salahkan aku jika aku menyerangmu dengan tiba-tiba. aku ini pria normal." Naymar berusaha menahan hasratnya."Siapa yang melarang seorang suami menyentuh istrinya? apa ada undang-undangnya!"
Tanpa sadar Reva telah memberi lampu hijau pada suaminya. Naymar yang merasa tertantang tidak mau menyia-nyiakan kesempatan itu. Langsung saja dia melangkah ke arah istrinya yang sedang mengeringkan rambut dengan hairdryer.
"Kamu benar-benar menguji kesabaranku sayang," Naymar berucap sambil menyusupkan tangannya di perut ramping sang istri! Suara Naymar tetdengar serak di telinga Reva.! Reva yang tadinya sok berani seketika gugup merasakan sepasang tangan kekar yang memeluknya dari belakang dengan sangat erat.Ini baru pertama kalinya Reva di sentuh oleh lawan jenis selain papanya,dan itu adalah suaminya sendiri.
Reva merasakan dirinya seperti di setrum listrik dengan daya ribuan volt kala merasakan sentuhan tangan suaminya.
"Apa kamu tidak takut padaku?" bisik Naymar di telinga istrinya mesra.
"Ke...kenapa aku harus takut pada mas!"Gugup sangat gugup Reva menjawab pertanya'an suaminya. Naymar semakin mengetatkan pelukannya,
"Apa boleh aku memilikimu malam ini sayang?"Dengan malu-malu Reva meng'angguk'kan kepalanya.
Dan akhirnya terjadilah pertumpahan darah di kamar pengantin itu, dan di menangkan oleh Naymar."Sayang kamu kalah!"bisik Naymar pada Reva, setelah melakukan ritual suami istri.
__ADS_1