
Mama Dona sangat senang dengan keputusan Naymar. Tapi ada satu hal yang mengganjal di hatinya..Bagaimana dengan kedua orang tua Reva?
apa mereka akan menerima ponakannya sebagai calon mantu?secara umur Naymar sudah kepala tiga dan Revi sendiri masih seumuran putrinya, 18 tahun.
"Tidak aku tidak mau menikah denganmu om.Apa kata teman-temanku jika yang menikahiku adalah seorang lelaki yang sudah berumur?" Bantah Revi.Yang benar saja, om ini menikah denganku,walau tak di pungkiri dia sangat tampan.
"Apa wajahku kelihatan seperti om-om?"suara Naymar tertahan seperti menahan sesuatu yang hendak meluap keluar.
"Tidak seperti om-om memang,tapikan situ sudah ber'umurkan? Aku pernah dengar Rindu mempromosikan abangnya di kampus. Tentang abang'nya yang sangat ganteng, hot dan ****. Tapi jangan tertipu dengan wajahnya, Biarpun kelihatan seperti umur dua puluhan ke atas, tapi nyatanya umur abangnya sudah kepala tiga.Dan semua ciri-ciri yang di sebut Rindu, semua terdapat padamu!" Ucap Reva polos.
Secara tak langsung, dia mengakui bahwa semua yang di katakan Rindu adalah benar. Tidak tau saja, orang yang baru saja di sebut namanya sudah mandi keringat , padahal udaranya masih sangat dingin."
Naymar menatap adik sepupunya tajam, setajam silet.
"Kita dengar dulu apa tanggapan orang tuamu.jika mereka setuju,akan secepatnya aku urus pernikahan kita" Ucap Naymar tegas.
"Tapi aku tidak mau menikah denganmu. Aku janji tidak akan memberitahu orang tuaku tentang kejadian ini." Ucap Reva mengiba.
"Maaf Reva,
tante sudah lebih dulu memberitahukan kedua orang tuamu."Mama Dona yang dari tadi diam menyimak, langsung menyambar pembicara'an Reva.Rencana memojok'kan perbuatan yang tidak dengan sengaja di lakukan Naymar bisa gagal,dan batal punya mantu.
Naymar memincingkan matanya melihat mama Dona, apa mama yang merencanakan ini semua? tapi tidak mungkin karena aku sendiri yang yang pelupa, tidak ingat dengan perkata'an Mama Dona semalam bahwa Rindu bersama temanya yang menempati kamarnya.
Mama Dona yang merasa Naymar sedang memperhatikannya,sedikit ada takut.sebisa mungkin dia menyembunyikan rasa gugupnya.
"Kenapa abang melihat mama seperti itu? jangan bilang Abang curiga jika mama yang melakukan semua ini."
"Kenapa tante tega sama aku? seharusnya tante tidak melapor segala pada orang tuaku, kan yang melakukan pelecehan ini adalah ponakan tante sendiri.bisa-bisanya tante mengumbar aib anak tante sendiri." Kemarahan Revi meluap-luap.tangisnya semakin menjadi.
__ADS_1
"Dalam hati Naymar membenarkan kata-kata Reva.Tapi dia sangat jengkel dengan kata pelecehan yang di lontarkan gadis remaja ini.Dia juga kecewa dengan keputusan Mama Dona yang memberitahu keluarga Reva tanpa berunding dulu dengannya.
Mama Dona melirik ke arah pak Indra dan pak Bayu, bermaksud mencari bantuan atas serangan kata-kata yang di lontarkan Reva.pak indra yang tau istrinya kehabisan kata langsung angkat bicara.
"Kamu bukan Rindu jadi se'enaknya Gab memperlakukan kamu seperti tadi.walaupun kita semua tau kejadian tadi tidak di sengaja.Dan jikalau kamu menolak Gab mempertanggung jawabkan perbuatannya,kamu sama halnya dengan pelacur di luaran sana yang rela menyerahkan dirinya di permainkan oleh lelaki hidung belang.Kamu pahamkan maksud om?"Ucap pak Indra tegas.
"Tapi dia tidak melakukan hal-hal yang yang biasa di lakukan sepasang suami istri." Tutur Revi sambil menunjuk Neymar pas di batang hidungnya. Reflex Naymar menggigit jari telunjuk Revi kuat..Naymar sangat jengkel dengan kelakuan bocah ingusan ini.
"Ahhhh sakit bangkee," kamar yang tadi tenang menjadi riuh dengan suara tawa orang-orang yang ada di sana.
Setelah di rasa sudah kembali tenang, pak Indra melanjutkan kata-katanya." Berarti kau sudah terbiasa dengan hal-hal semacam yang di lakukan ponakan om tadi.."ucap pak Indra tidak berperasa'an.
Hati Revi sangat sakit dengan penuturan papa temanya yang dia hormati layaknya seperti dia menghormati papanya sendiri.
"Aku tidak seperti itu om." suara Reva melemah.
Mama Dona menatap kasian pada Reva.Ya tuhan maafkan aku.
"Kenapa kau masih di sini? cepat turun." Revi mendorong Naymar yang sedari tadi tidak sedikitpun bergeser dari tempatnya.posisi mereka berdua sangat dekat dengan wajah saling berhadapan.
Naymar turun dari ranjang tanpa kata.Dia berjalan keluar kamar tanpa mempedulikan beberapa pasang mata yang memperhatikannya dengan pandangan yang berbeda-beda.
"Kenapa aku harus sesial ini."batin Naymar menjerit.
"Tolong tinggalkan aku sendiri." pinta Revi dengan deraian air mata,dia mengatupkan kedua tangannya agar mereka yang ada di kamar mengerti dan memberi waktu padanya untuk menenangkan diri.
Mama Dona mendekat ke arah Reva, di peluknya gadis remaja itu erat seolah memberi kekuatan, di belainya rambit Reva lembut.
"Kamu akan bahagia hidup dengan ponakan Tante.kelak kamu akan mengucapkan banyak tetimakasih pada Tante." Bisik Mama Dona lalu berjalan keluar mengikuti rombongan yang sudah tidak ada di tempat
__ADS_1
Dua hari berlalu.
Kedua orang tua Reva sudah tiba di jayapura tadi pagi.Tidak ada acara marah-marah atau bogeman mentah yang Naymar dapatkan dari calon mertuanya.Naymar di terima baik oleh kedua orang tua Reva.
Rupanya pak Indra sudah menjelaskan kronologi kejadiannya pada kedua orang tua Reva.Awalnya mereka marah, tapi entah apa yang sudah pak Indra katakan atau janjikan pada mereka, sehingga mereka menerima Naymar begitu saja tanpa protes dan meng'anggap kejadian itu adalah sebuah anugerah.
Reva yang awalnya menentang habis-habisan dan tidak ingin menikah dengan Naymar alasan adalah perbeda'an umur yang terpaut cukup jauh, akhirnya pasrah juga.
keluarga besar dari Reva dan keluarga besar dari Naymar sepakat menghadap Pastor untuk menikahkan kedua anak mereka.
Proses pernikahan Naymar dan Reva memakan waktu lumayan lama,sekitar empat bulanan.Mereka harus mempersiapkan diri betul-betul dengan mengikuti pembina'an yang di adakan setiap minggu sekali.
Pak Bayu dan Pak Indra tidak bosan memberi pengertian,Arahan dan juga peringatan kepada putra kebangga'an mereka,.Hal ini di terima baik oleh Naymar. berbanding terbalik dengan Reva. Gadis remaja itu mengikuti pembina'an kursus pernikahan dengan setengah hati.
Hari ini Reva di tegur langsung oleh seorang Biarawati. Dia bersama Naymar di panggil untuk menghadap langsung Pastor paroki."Jika belum siap untuk menerima sakramen Perkawinan/pernikahan sebaiknya jangan di paksa dulu selagi baru awal.Jangan memaksakan diri bila belum ada kesiapan di antara salah satunya.Jika minggu depan calon mempelai wanitanya masih terpaksa mengikuti pembina'an, maka dengan sangat menyesal saya selaku pastor paroki akan menolak kalian.Karena seperti yang kita tau, yang di persatukan Allah janganlah di ceraikan manusia.Tegur Bapak Pastor tegas.
Mereka berdua akhirnya pulang ke kediaman Pak Bayu setelah mendapat ceramah atau teguran dari Pastor.
"Jika memang kamu tidak mau menerima aku sebagai suamimu nanti, maka inilah terakhir kalinya kita ke gereja mengikuti pembina'an/ kursua pernikahan." Ucap Naymar datar.
Dalam hati Naymar berdoa semoga bocah ini tidak membatalkan rencana pernikahan mereka.jika tidak maka seumur hidupnya dia tidak akan menikah..melajang seumur hidup janji Naymar.
Reva yang tadinya menunduk kini,menganggkat kepalanya menghadap langsung Naymar yang sedang mengemudi.
"Ma'af aku..."
Bippppppp....' hampir saja Naymar menyerempet sebuah motor yang melaju masuk ke pom bensin..
"Kurang ajar, Kenapa aku harus segugup ini menunggu sebuah kata yang di ucapkan bacah tengil in? hampir saja aku menabrak orang." maki Naymar dalam hati.
__ADS_1