Fitnah Membawa Berkah

Fitnah Membawa Berkah
Gantungan Kunci


__ADS_3

"Hari ini Mas sangat bahagia! tidak sia-sia Mas meninggalkan pekerjaan Mas di kantor." Naymar berucap masih dengan terus-menerus memeluk istri cantiknya.


"Jadi Mas meninggalkan pekerjaan Mas demi menjemput aku? Ya ampun Mas, tahu begitu Aku menelpon sopir Bunda saja, biar dia yang menjemput aku." Reva sedikit merasa bersalah, karena sudah mengganggu dan menyita waktu berharga suaminya.


"Jika mas tidak menjemputmu, maka Mas pun tidak melihat Apa yang dilakukan teman laknatmu itu."


"Iya maaf, Mas! temanku itu juga, tidak tahu kalau aku ini sudah bersuami. tapi Tenang saja mas!akan ku pastikan kejadian tadi tidak akan terulang lagi! aku akan memberitahu semua teman-temanku bahwa, aku ini sudah punya pendamping hidup, Bila perlu kugunakan Toa kampus sekalian." ucap Reva menggebu-gebu!


Naymar gemas sekali dengan istrinya itu!


"Ingin sekali aku menggigit bibirmu yang tidak berhenti bicara ini sayang," Naymar berucap sambil menyentuh bibir tipis nan se*i istrinya!


Reva refleks memukul pelan tangan suaminya yang masih bertengger di bibirnya.


"Kenapa akhir-akhir ini Mas mesum sekali sih?" Reva meronta dalam pelukan suaminya, ingin melepaskan diri! dia tahu setelah ini, pasti suaminya akan meminta yang aneh-aneh!


Naymar menuntun istrinya ke tempat tidur! "Ayo duduk Sayang! tidak capek kah kamu berdiri terus dari tadi?"


"Bagaimana aku bisa duduk Mas, lepasin tangan mas dulu!" Reva berusaha melepaskan belitan tangan suaminya yang masih memeluknya dengan erat!


"Kita bisa duduk bersama-sama tanpa melepaskan pelukan ini sayang!" ucap Naymar dengan Seringai tipis di bibirnya!


Bukannya duduk, mereka berdua malah ambruk di tempat tidur!


Reva sudah tidak bisa mengelak, dia membiarkan suaminya menguasai dirinya! Naymar mulai beraksi, dia mendusel-dusel kepalanya di dada sang istri.


"Ayang aku pengen!"ucap Naymar dengan suara berat! Reva memandang mata suaminya yang sudah penuh dengan kabut gairah!


"Pengen apa sih Mas?" Reva berpura-pura tidak mengerti apa mau suaminya!


"Pengen mimik cucu dan jenguk Dede di dalam sini!" Naymar berucap sambil membelai perut rata istrinya lembut! "Dedek pasti kangen ingin dijenguk Papanya!" lanjut Naymar lagi!


"Tapi ini masih siang Mas! apa tidak bisa ditunda sampai malam nanti? Mas kan harus kembali ke kantor!"


"Tapi mas maunya sekarang!"


"Mas tidak capek kah? tiap malam pekerjaannya itu-itu mulu! alasan bilang dedek yang mau dijenguk Papahnya! padahal papanya yang tidak tahan untuk mencangkul sawah mamahnya!" Naymar tergelak mendengar guyonan istri cantiknya!


"Boleh ya, Sayang ya!"Naymar kembali merayu istrinya! Reva pasrah mengiyakan permintaan suaminya!

__ADS_1


"Pelan-pelan ya Mas, jangan seperti kuda liar!" sebelum mereka berdua memulai permainan, Reva lebih dulu mengingatkan suaminya!


"Iya sayang, Mas tahu! bisa pusing anak Papa di dalam sini, karena ulah papanya yang kasar dan brutal!"untuk kesekial kalinya Naymar menyentuh perut sang istri!


"Nah, itu tahu! mau pakai gaya berdiri atau tidur samping Mas?" Reva menawarkan beberapa gaya pada suaminya!


"Apa kamu serius sayang?"Naymar seperti tidak percaya dengan pendengarannya barusan! pasalnya selama ini, mereka berhubungan hanya 1 gaya yang itu-itu saja. dan kali ini mereka mencoba gaya baru, dan itu ditawarkan oleh istrinya sendiri.


"Ya serius lah Mas, mood aku aku juga lagi baik." akhirnya acara penyatuan Dua Insan berbeda jenis itu pun terjadi.


***


"Capek sayang?" tanya Naymar yang melihat istrinya terkapar di atas tempat tidur tanpa busana, hanya sebuah kain tipis yang menutupi tubuhnya!


"Capek lah Mas, sudah aku bilang juga, jangan kasar-kasar! Mas ini satu orang yang tidak bisa Memegang janji!"


"Maaf sayang! Mas suka lupa jika mengenai pekerjaan yang satu ini!" Naymar yang merasa bersalah karena sudah membuat istrinya kelelahan!


Awalnya dia berusaha lembut, tapi lambat laun dia menjadi kasar! hentakan yang tadinya pelan, lembut, alun, akan menjadi kasar, jika sudah mulai tiba pada puncak kenikmatannya!


Reva merajuk dan tidur membelakangi suami nya!


"Iya dimaafin!" ucap Reva pelan.


"Dimaafin kok, masih membelakangi suaminya, hadap sini sayang, dosa loh bicara sambil membelakangi suami."


Reva berbalik badan menghadap ke arah suaminya. Naymar tidak menyia-nyiakan kesempatan itu, dengan Sigap dia memeluk istrinya.


"Maaf ya sayang ya? ibu hamil tidak baik kalau ngambek terus." Naymar membelai pipi istrinya dan mengecup dahi sang istri dengan sayang.


Reva juga tidak bisa mengalahkan suaminya. karena dia juga menikmati permainan yang diciptakan suaminya tadi.


"Mas tidak kembali ke kantor?"


"Nggak, Mas akan temani kamu seharian di sini." Reva tidak bertanya banyak lagi, matanya tidak bisa diajak untuk bekerja sama. detik berikutnya dia sudah teler di pelukan sang suami.


Naymar pun sama! mungkin permainan mereka yang menguras tenaga, membuat dirinya kelelahan, tanpa sadar dia pun terlelap.


Dering ponsel Naymar mengagetkan dua sejoli yang terlelap itu! Dengan sebelah tangannya, Naymar menggapai ponsel di atas meja yang tidak terlalu jauh dari tempat tidur!

__ADS_1


"Halo!!" Naymar menyapa orang di seberang sana dengan suara serak khas orang baru bangun tidur, tanpa melihat Siapa yang menelpon!


"Gab kamu di mana? baru bangun tidur ya kamu!" suara yang tidak asing baginya membuat Naymar bangun dari tempat tidur! tanpa menghiraukan dirinya yang tidak berpakaian, dengan masih berbicara, Naymar berjalan ke kamar mandi, membilas mukanya demi mengusir kantuk yang masih mendera!


"Iya Pah! aku baru bangun tidur! jawab Naymar Tidak enak hati!


"Orang masih jam kantor, kau sudah kelonan sama istrimu di rumah! dasar pengantin baru! tapi bukan baru lagi loh Boy, Ini sudah mau masuk 2 bulan!" di seberang ,Pak Indra bermaksud mencandai Putranya! dia tahu anak lelakinya itu pasti sedang tegang menerima telepon tiba-tiba darinya!


"Iya Pah, tapi masih anget anget nya!"


"Nanti sore ke rumah ya, Ada beberapa pekerjaan yang harus kita bahas! sebenarnya ini harus di kantor! tapi Karena berhubung kamu sedang kelonan sama mantu papa, Papa terpaksa mengalah!"


"Iya Pah! ada juga 1 kabar gembira yang seharusnya Sudah beberapa hari lalu kami beritahu pada Papa sekeluarga! tapi karena kita semua sibuk, jadi sampai terlupakan!"


"Oke Papa tunggu di rumah ya!"


"Iya Pah! Terima kasih atas pengertiannya!"


"Mas!" Panggil Reva pada suaminya setelah melihat sang suami sudah selesai menelepon!


"Apa sayang?" Naymar menjawab panggilan sang istri dan kembali berjalan menuju tempat tidur!


"Mas sadar nggak sih," belum selesai Reva bicara, Naymar sudah memotong perkataan istrinya!


"Ya sadarlah! memang orang tidur bisa menerima telepon?"


"Maksud aku, Mas sadar nggak sih, kalau Mas itu tidak memakai pakaian, jalan mondar-mandir, bikin gantungan kunci Mas itu bergerak sana sini! Berloncat-loncatria!" Reva terbahak-bahak dengan perkataannya sendiri!


Naymar melihat ke area bawahnya, refleks kedua tangannya menutup benda tumpulnya tapi bisa menciptakan manusia! Detik berikutnya, dia kembali melepaskan tangannya!


"Iihh Mas apaan sih, dasar tidak tahu malu, Pakai baju sana!"


"Ngapain malu? orang istri aku sendiri yang lihat benda pusaka ku! Lagian Mas mau mandi! Yuk sama-sama mandi ya,"


"Nggak mau, nanti Mas macam-macam lagi sama aku!"


"Hanya satu macam saja, ayo mandi bareng supaya tidak memakan waktu! kita harus ke rumah papa Indra, ada beberapa berkas yang Mas harus pelajari! sekalian kita memberitahu kabar bahagia tentang kehamilanmu ini! mereka sekeluarga kan belum tahu kalau mantu Mereka lagi isi!"


Mau tidak mau Reva mengikuti saran suaminya, mandi bersama-sama!

__ADS_1


__ADS_2