
'Zo tidak akan memaafkan Daddy jika memang Daddy tidak menginginkan kami' batin Zonash.
#
Satu bulan kemudian Gress mengajak sang putra untuk tinggal di rumah mendiang bibi pelayan..rumah itu masih bagus karena telah dia perbaiki di beberapa bagian nya.
bertahun-tahun tak melihat rumah itu membuat Gress sangat rindu..rencana nya dia dan sang putra akan tinggal di rumah itu untuk beberapa waktu.
Dia ingin putra nya merasakan betapa nyaman nya tinggal di rumah sederhana dimana dia pernah tinggal waktu dulu sebelum kehadiran nya.
"Wah mom..apa ini rumah nenek dan kakek?" tanya Zonash sangat senang dan kagum melihat rumah sederhana di hadapan nya.
"Iya sayang..kau mau kan tinggal di sini untuk beberapa waktu..mommy merindukan rumah ini" kata Gress menjelaskan.
"Tentu saja mom.. Zo mau asalkan itu bersama mommy" kata Zonash langsung menyetujui nya.
"Oh my boy..I love you so much" kata Gress lalu menggandeng tangan mungil putra nya memasuki rumah.
"I love you more mom" balas Zonash dengan senyum manis nya dan di balas kecupan oleh Gress.
Mereka memasuki rumah itu dan tampak barang-barang nya masih seperti yang dulu..dia jadi rindu bibi pelayan yang sudah tiada.
"Welcome our home sayang,semoga kau betah ya di sini" sambut Gress pada sang putra.
"Thank you mom.. Zo akan betah dimana pun asalkan itu bersama mommy" kata Zonash membuat Gress sangat bahagia.
Zonash tampak berkeliling melihat-lihat isi rumah itu..dia sangat antusias bisa mengunjungi rumah yang pernah mommy nya tinggali.
Meski dalam hati nya ada sebesit harapan agar bisa tinggal bersama kedua orang tua nya,tapi dia selalu menahan nya takut sang mommy kembali sedih karena tidak tau keberadaan Daddy nya.
Zonash pernah mendengar percakapan antara Grandpa nya dengan paman nya Greyson saat dia tidak sengaja lewat DKI depan ruang kerja sang Grandpa.
Saat itu dia sedang berkunjung ke rumah Grandpa nya bersama paman nya Greyson saat masih di pulau H.
__ADS_1
Dia mendengar bahwa Grandpa dan paman nya masih mencari keberadaan Daddy nya atau pria yang menghamili ibu nya..dia juga mendengar jika Daddy nya ketemu maka paman nya akan menghajar Daddy nya karena sudah meninggalkan ibu nya di saat hamil diri nya.
Sejak saat itu lah spekulasi tentang ayah nya menjadi buruk..dia sudah lama ingin bertemu dengan ayah nya untuk menanyakan apa alasan nya meninggalkan ibu nya di saat ibu nya sedang mengandung diri nya.
Apakah ayah nya tidak mengharapkan kehadiran nya,lantas kenapa tidak di bunuh saja sejak dia masih dalam kandungan..tidak perlu memberikan luka untuk ibu nya dengan cara menghilang tanpa jejak seperti itu.
'Aku tak mau seperti Daddy..aku akan melindungi mommy' batin Zonash dengan mantap.
#
Seminggu sudah Zonash dan Gress tinggal di rumah itu..setiap hari mereka mengisi hari nya dengan berkebun di belakang rumah.
Tak jarang Gress mengajak Zonash untuk berkunjung ke makam kakek dan nenek yang tak lain adalah bibi pelayan dan suami nya.
Hari ini Gress akan mengajak Zonash untuk berpiknik di taman yang tak jauh dari rumah..dia tidak mau sampai anak nya itu tidak memiliki teman.
"Zo sayang,apa sudah siap nak?" tanya Gress saat dia sudah selesai dengan urusan makanan nya.
"Oh my prince..kau sangat tampan boy..oh mommy tidak rela jika nanti kau di miliki wanita lain" kata Gress mendramatisir.
"Ck apaan sih mom..ayo lah Zo tidak sabar ingin segera ke taman" kata Zonash memutar mata nya jengah dengan kelakuan ibu nya.
"Hahahaha astaga baiklah..let's go"
Dan mereka pun berjalan menuju taman yang tak jauh dari rumah dengan berjalan kaki sambil bergandengan tangan.
Zonash tak henti-henti nya mengomentari tentang apa saja yang dia lihat di sepanjang perjalanan menuju taman..dia sangat suka dengan suasana di sekitar rumah nya.
Banyak bunga dan juga beberapa penjual di outlet yang sudah di siapkan di sebrang jalan.. Gress hanya terkekeh melihat tingkah anak nya yang sangat senang berada di sana.
Sampai lah mereka di lokasi yang strategis..di bawah pohon yang rindang nan sejuk hingga tak membuat sinar matahari langsung menembus nya.
Gress menggelar tikar yang akan mereka gunakan untuk duduk di sana sedangkan Zonash sendiri membantu untuk mengeluarkan isi kotak keranjang yang ibu nya bawa lalu dia pun menyusun nya degan rapih.
__ADS_1
"Thank you boy" kata Gress sangat terbantu dengan sikap Zonash.
"Sama-sama mom" balas Zonash lalu dia pun duduk setelah selesai menyusun makanan itu.
Mereka duduk sambil memakan cemilan yang sudah tersedia di keranjang itu..tak lama kemudian ponsel Gress berbunyi..dia pamit menjauh sebentar pada putra nya.
"Zo sayang mommy angkat telfon dulu ya di sana..kamu jangan jauh-jauh" pesan Gress pada sang putra.
"Iya mom" balas Zonash lalu memakan lagi makanan yang ada di sana.
Gress menjauh sekitar 4 meteran dari tempat sang putra..itu telfon dari kantor cabang negara A.
Di saat Gress sedang sibuk menelfon, Zonash memutuskan untuk bermain bola..dia menendang-nendang bola itu lalu dia kejar sendiri.
Dia asik sekali bermain sendirian meski ada beberapa anak kecil seukuran dengan nya juga di sana, tapi Zonash tidak mau jauh-jauh dari ibu nya sesuai pesan sang ibu tadi.
Tanpa dia sadari Zonash menendang bola itu sedikit kencang hingga bola itu memantul dan berakhir terlempar ke jalan.. Zonash pun mengejar bola itu dengan berlari.
Saat sudah hampir sampai di dekat bola nya, tiba-tiba dari arah samping nya ada sebuah mobil yang melaju cukup kencang karena pemilik mobil merasa jalanan di sana sepi.
Zonash hampir meraih bola milik nya saat sebuah suara mengalihkan atensi nya dari bola milik nya.
"Awas nak" teriak sebuah suara dari arah berlawanan.
Zonash menatap orang yang meneriaki nya dan dia pun menatap ke arah samping ternyata ada sebuah mobil yang jarak nya tak jauh dari nya tengah melaju kencang.
Zonash pun terdiam kaku tak mampu beranjak karena gemetaran..di saat mobil itu hampir saja menabrak nya,di saat itu pula dia merasakan sebuah dekapan hangat merengkuh dan membalut tubuh mungil nya.
Dia merasa tubuh nya berguling-guling dalam dekapan orang itu dan berhenti saat tubuh orang yang mendekap nya menabrak pembatas jalan.
Zonash masih memejam kan mata nya tak berani membuka nya karena dia takut dia sudah tiada..dia merasakan sebuah usapan lembut di rambut nya dengan deru nafas yang cepat.
"Hey are you ok boy?" tanya sang penolong.
__ADS_1