
Tak terasa lima bulan sudah usia kandungan Gress saat ini..tubuh nya kian membengkak dan itu membuat nya semakin merasa tidak percaya diri jika mereka sedang terbang ke nirwana.
Meski bagi Zethon tubuh Gress semakin menggairahkan,tapi tidak bagi Gress yang merasa tubuh nya penuh dengan lemak yang menjijikan.
Zethon selalu mengatakan bahwa dia selalu cantik dan menggoda apapun yang terjadi,toh ini juga karena nya yang telah membuat Gress hamil lagi.
Tak pernah lelah Zethon memberikan semangat dan pujian pada Gress yang akhir-akhir ini semakin insecure dengan tubuh nya sendiri.
"Baby apa kau sudah siap sayang?" tanya Zethon karena hari ini dia akan melihat jenis kelamin anak kedua nya.
"Sudah honey..apa penampilan ku tidak membuat mu malu honey?" tanya Gress dan membuat Zethon memeluk nya penuh cinta.
"I love you so much baby, apapun keadaan mu karena bagi ku kau lah yang tercantik" kata Zethon mengecup leher Gress dan meninggalkan tanda merah di sana.
"Honeyhhhh" Gress sedikit mendesyah karena Zethon menyusuri leher nya dengan lidah nakal nya.
"Aku selalu candu akan rasa tubuh mu baby,jangan pernah merasa tidak percaya diri mengerti karena aku selalu tidak bisa lepas jika sudah terbang bersama mu" kata Zethon lalu mengecup bibir Gress sebentar dan mereka pun berangkat menuju dokter kandungan.
Zonash tidak ikut karena dia sedang bersama kakek dan nenek nya ke benua Asia dan berpetualang di sana..Gress dan Zethon membiarkan saja asalkan putra mereka bahagia.
Sesampai nya di rumah sakit Gerald, mereka turun dan berjalan menuju ruangan dokter kandungan langganan mereka.
Sangat di sayangkan dokter yang biasa menangani Gress rupa nya sedang ada acara seminar ke luar kota dan di gantikan oleh dokter muda yang baru mulai bekerja hari ini.
__ADS_1
Mereka mengetuk pintu ruangan dokter itu dan masuk setelah di ijinkan..Gress tidak nyaman dengan tatapan dokter muda itu yang bagaikan memandang nya dengan tatapan remeh.
Sedangkan Zethon,dia datar-datar saja dan hanya memperdulikan Gress karena fokus utama nya adalah Gress.
"Selamat pagi dok, saya mau USG karena sudah jadwal nya" kata Gress berusaha ramah menyapa dokter muda itu.
"Saya tau" balas dokter itu ketus terkesan malas.
"Silahkan berbaring di brankar" lanjut dokter itu dan Gress pun mulai naik ke atas brankar di bantu Zethon yang tatapan nya kini sudah sedikit kelam namun tertahan karena usapan tangan Gress di tangan nya.
Gress selalu menenangkan nya dan berkata pelan bahwa dia baik-baik saja..Zethon tidak suka dengan sikap dokter muda itu, sebenarnya jika Gress tidak menenangkan nya mungkin kini dokter muda itu sudah di hempaskan menjadi gelandangan.
Lihat saja jika dia berbuat tidak ramah pada Gress sekali lagi,maka bayaran yang akan dia terima sangat lah mahal karena lisensi kedokteran nya akan di cabut dan dia akan menjadi pengangguran yang hina.
Zethon semakin menajamkan tatapan nya saat melihat kaki istri nya di lebarkan..hati kau bagaikan di remas sesuatu yang sangat kuat,bergemuruh serta panas membara saat melihat dokter muda itu mengambil alat itu.
"Apa yang akan kau lakukan pada istri ku?" tanya Zethon tak tahan lagi dengan api kemarahan.
"Maaf tuan Ini adalah pemeriksaan internal, jadi alat yang saya pegang ini alat USG yang berupa probe ultrasound kecil (transduser),yang akan dimasukan ke dalam vaginna istri anda sekitar 2 atau 3 inci. Ini bertujuan untuk melihat secara detail organ-organ reproduksi dalam panggul istri anda dan untuk mengetahui kondisi janin nya" jelas dokter muda itu membuat Zethon kian murka.
"Jadi alat ini akan kau masukan kedalam vaginna istri saya tanpa persetujuan saya lebih dulu begitu?" tanya Zethon dengan tatapan yang amat sangat kelam bahkan sudah siap untuk mencakar wajah dokter di hadapan nya.
"Iya tuan,ini lebih baik daripada USG" kata si dokter semakin menambah arang dalam bara api yang sedang berkobar di dada Zethon.
__ADS_1
"Kau tau apa yang telah kau lakukan sangat lah tidak baik dan tidak pantas dokter..Vluchya.. Aku tau tujuan mu baik tapi kau tak meminta persetujuan dariku,suami dari wanita yang akan kau masukan alat siallan ini ke dalam aset nya.. AKU SANGAT TIDAK SUKA DENGAN APA YABG KAU LAKUKAN SIALLANNN" ujar Zethon lalu menendang meja di depan nya dan merampas alat siallan yang hampir saja di masukan oleh dokter bajjingan itu kedalam aset berharga istri nya.
Dia membanting alat itu dan menginjak-injak nya lalu dia pukul menggunakan tabung pemadam api yang memang tersedia di ruangan itu jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan.
Zethon benar-benar mengamuk dan menghancurkan semua benda yang ada di ruangan itu dan membuat dokter itu ketakutan setengah mati..sementara Gress,dia berusaha bangun dari brankar itu untuk menenangkan suami nya yang sedang mengamuk.
Gress bangun dan berjalan perlahan lalu dia pun memeluk Zethon dari belakang sambil mengusap-usap dada Zethon yang naik turun karena emosi.
"Honey sudah sssttttt..jangan begini..tenang lah" bujuk Gress dan berhasil membuat Zethon terdiam mengatur nafas nya yang memburu.
"Sorry baby,aku tidak bisa menerima hal ini" kata Zethon lalu berbalik memeluk Gress dan mengusap perut buncit Gress yang benar-benar terasa di perut nya.
Sedangkan si dokter muda tadi hanya bisa gemetaran karena melihat Zethon suami dari pasien yang dia tangani mengamuk seperti orang gila.
"Sudah tidak apa-apa..kita ke ruangan paman Ge saja,ayo" ujar Gress yang tak mau Zethon semakin mengamuk jika terus berada di dalam ruangan itu.
Zethon mengangguk lalu menggandeng tangan Gress hendak keluar dari ruangan dokter muda itu,namun harus tertahan karena dokter muda itu menghentikan langkah mereka.
"Kalian mau kemana setelah membuat kacau ruangan saya" tanya dokter muda itu dengan tidak tau diri nya.
"Dokter tolong diam saya mohon" kata Gress menekankan setiap kalimat nya karena jika tidak maka dokter itu akan menerima akibat dari keberanian kelancangan nya.
"Kau siapa menyuruh saya diam hahh..bersihkan lagi ruangan saya dan kalian harus ganti rugi at_arghhhh" belum selesai dokter muda itu berkata,Zethon sudah melempar nya dengan vas bunga yang ada di atas meja yang sudah tak berbentuk itu.
__ADS_1