
Zonash menatap ke arah depan tak berani menatap pria yang telah menyelamatkan nya itu..dia bersyukur karena dia masih hidup dan masih bisa melihat ibu nya yang saat ini tengah berlari ke arah nya dengan wajah yang sudah dipenuhi air mata.
'Zo kau membuat mommy menangis' batin Zonash sedih melihat air mata ibu nya.
"Hey boy..kau baik-baik saja?" tanya pria itu lagi memastikan karena bocah itu Hanay menunduk tak berani menatap nya.
"A..aku baik paman" jawab Zonash lirih.
Pria itu pun mengangkat Zonash dan mendirikan tubuh mungil itu di depan nya..Zonash masih menunduk tak berani menatap wajah pria itu..di tambah ibu mau yang semakin mendekat ke arah nya dengan derai air mata.
"Zoooo..oh my gosh my boy..you ok,apa ada yang sakit nak?" tanya Gress sambil mengecek tubuh putra nya itu tanpa menghiraukan keberadaan pria penyelamat putra nya.
"Zo ok mom..sorry Zo melanggar ucapan mommy" kata Zonash menunduk takut melihat raut khawatir ibu nya.
"It's ok boy..lain kali bilang mommy saja ya jangan sendirian" pesan Gress mengingatkan Zonash.
"Gress" panggil seseorang di sebelah Gress yang menjadi penyelamat Zonash tadi.
Gress yang sejak tadi memeluk Zonash pun kini di buat terdiam sejenak kala mendengar suara yang begitu familiar di telinga nya.. Zethon..ya dia seperti mendengar suara pria itu.
"Hey baby I'm back" kata pria yang sangat familiar bagi Gress.
Gress memejamkan mata nya mencoba mengatur hati nya yang kini tengah cemas.. Zonash di dekapan nya pun mengernyit bingung melihat penyelamat nya mengenal ibu nya.
__ADS_1
"Baby" panggil penyelamat Zonash yang tak lain adalah Zethon sekali lagi.
"My boy..maukah kau menunggu mommy di sana,ada hal yang harus mommy dan dia bicarakan dan ini pembicaraan orang dewasa..mau kan?" ujar Gress masih tampak biasa meski hati nya ketar ketir.
"Ok mom..uncle thank you to save me..bye uncle,mommy" pamit Zonash kembali ke tikar nya meski dia juga sangat penasaran dengan kedua orang dewasa itu.
Setelah kepergian Zonash..Zethon masih menatap wajah tampan anak itu yang sangat familiar di mata nya..dia seperti pernah melihat wajah Zonash sebelum nya tapi di mana dan dia benar-benar lupa.
"Gress..d..dia..dia anak mu?" panggil Zethon menatap lekat penuh kerinduan meski terbesit penasaran.
"Ya dia anak ku" jawab Gress dingin tanpa mau menoleh ke arah Zethon.
"Siapa ayah nya..apa kau sudah menikah?" tanya Zethon masih belum ngeh dengan gambaran diri nya.
"Gress sorry..lima tahun lalu aku kecelakaan saat hendak menyusul Daddy ku ke negara B,aku mendapatkan kabar dari pihak rumah sakit saat sepulang dari rumah mu.. Aku kecelakaan karena mobil yang menjemput ku di sabotase oleh saingan bisnis Daddy ku..aku koma selama 3 tahun dan lumpuh setelah aku bangun..aku sempat hilang ingatan karena cidera kepala yang parah..satu tahun lebih kau berjuang keras untuk bisa mengingat kembali masa lalu ku..kau tau Gress orang pertama yang ada dalam ingatan ku adalah diri mu.. Aku terus terbayang senyum cantik mu dalam ingatan ku dan Ir semakin membuat ku ingin segera pulih hingga aku bisa mengingat kembali masa lalu ku meski aku masih lumpuh.....
Aku malu jika kembali dalam keadaan lumpuh dan menemui mu.. Aku merasa aku akan merepotkan mu jika aku kembali dalam keadaan terburuk ku..beberapa waktu berlalu hingga keadaan ku berangsur-angsur membaik dan ingatan ku pun semakin pulih juga kondisi kaki ku yang lumayan bisa di gerakan meski masih sangat sakit..aku selalu terbayang wajah mu yang selalu bisa membuat hati ku berdebar kencang..Aku juga sudah mendengar kabar bahwa kakek dan nenek mu telah tiada akibat kecelakaan,aku turut sedih dan pikiran ku hanya tertuju pada mu saya itu.. bagaimana kau menjalani nya seorang diri..aku juga mendengar kau tak lagi di rumah mendiang nenek dan kakek mu,kau tau aku semakin khawatir dengan hidup mu Gress..andai aku tidak selemah itu waktu dulu pasti aku sudah berlari menyusul mu dan membawa mu serta bersama ku..sorry Gress I'm so sorry if I hurt you so bad" jelas Zethon sejujur-jujur nya pada Gress yang kini tengah terisak setelah mengetahui kenyataan nya.
Gress menangis menyesali semua yang sudah terjadi..ini bukan salah Zethon tapi keadaan yang tidak memihak pada mereka..dia memang menderita karena harus mengandung dan membesarkan anak nya seorang diri,namun di sisi lain Zethon juga berjuang demi kesembuhan nya untuk memenuhi janji nya kala itu.
"Hiks...hiks...an..dai kau hiks..t..tau betapa hiks men..derita nya a..aku hiks" kata Gress terbata karena kini dia tengah sesenggukan.
"Sorry baby..aku tau aku sudah sangat membuat mu menderita selama ini..maukah kau memaafkan ku baby..aku ingin menebus waktu yang telah hilang karena takdir kita" kata Zethon merengkuh tubuh Gress yang amat sangat dia rindukan.
__ADS_1
"Zo..dia___" belum selesai Gress berujar Zethon sudah lebih dulu memotong nya.
"Sssttt maafkan aku..aku tidak mengapa jika memang kau sudah memiliki anak..tapi aku sangat familiar dengan wajah tampan nya..aku seperti pernah melihat wajah itu tapi aku lupa dimana" kata Zethon berusaha mengingat-ingat.
"He's your son" kata Gress pelan masih dalam pelukan Zethon.
"What's..are you kidding baby?" pekik Zethon sontak melepas pelukan nya dan kini kedua nya saling berhadapan.
"Ya he's your son Zonash" ujar Gress sekali lagi sambil menyebutkan nama putra mereka.
"R..really..ka..kau tidak sedang membohongi ku kan b..baby?" Tanya Zethon sekali lagi dengan mata nya yang kini sudah mulai berkaca-kaca.
"Jika kau tak percaya aku tidak masalah tapi yang ku katakan memang lah kebenaran nya..baiklah aku tidak akan menuntut tanggung jawab mu dan kita jalani layak nya orang asing saja Zeth..maaf anggap saja kau tak pernah mendengar kata-kata ku tadi" kata Gress berusaha melepaskan diri dari cekalan tangan Zethon meski tidak erat namun cukup sulit untuk nya lepas.
"What do you mean..apa aku harus berpura-pura menutup mata ku sementara anak dari buah cinta kita telah hadir di depan ku..kau gila baby,dia putra ku putra kandung yang baru ku dengar kehadiran nya..dia darah daging ku apapun yang terjadi" ujar Zethon lalu meninggalkan Gress dan berjalan menuju tempat di mana Zonash tengah menunggu mommy nya tadi.
'Putra ku,dia anak ku oh tuhan betapa berdosa nya aku tidak mengetahui kehadiran nya' batin Zethon yang kian mendekati Zonash.
Sementara Gress dia terduduk di jalan aspal itu dan kembali menangis..dia tidak tau harus berbuat apa saat ini.. kemarahan keluarga nya 4 tahun yang lalu saja sudah cukup membekas di hati nya.
Kini dia harus tau fakta mengejutkan dari ayah anak nya yang rupa nya tidak meninggalkan nya melainkan kecelakaan dan koma selama beberapa tahun di tambah hilang nya ingatan Zethon tentang nya.
'Sungguh kejam sekali takdir ku tuhan'
__ADS_1