
"Sorry Grandpa.. Zo salah bicara" kata Zonash mengelak karena tidak mau Kakek nya tau.
"No,ayo katakan pada Grandpa atau Grandpa akan mendatangi sekolah mu lalu Grandpa robohkan hm?" ujar Mark sedikit mengancam agar sang cucu mau bicara yang sejujurnya.
"Grandpa you jangan bilang mommy dan Daddy" ujar Zonash bernegosiasi.
"Tergantung..dan Daddy,Daddy siapa yang kau maksud boy bukan nya Daddy mu pergi entah kemana karena mommy mu saja tidak tau" ujar Mark memang dia tau nya hanya seperti itu.
"No Grandpa,daddy Zo sudah pulang dia di depan bersama mommy" kata Zonash membuat Mark penasaran.
"Baiklah ayo temui mereka,dan kau masih hutang penjelasan pada Grandpa" kata Mark lalu berjalan kembali menuju ruang tamu sambil membawa Zonash di gendongan nya.
Saat Mark sudah sampai di depan ruang tamu,dia menatap tajam ke arah pria yang dia yakini adalah Daddy yang Zonash katakan tadi.
Amarah kembali memenuhi rongga hati nya saat melihat wajah yang tercetak jelas seperti milik cucu nya itu..dia seakan ingin menghampiri pria itu dan membunuh nya saja, karena pria itu lah dia sempat marah bahkan tak mau bertegur sapa dengan putri tercinta nya.
"Dad" sapa Gress saat melihat sang ayah menghampiri mereka dengan Zonash di gendongan nya.
"Hallo uncle,saya Zethon Raamsey" sapa Zethon memperkenalkan diri pada Mark yang dia yakini adalah ayah Gress dan kakek dari putra nya Zonash.
"Duduk" kata Mark dingin membuat Gress semakin gugup.
Tak lama kemudian datang lah Nelsy ibu dari Gress dan nenek dari Zonash menghampiri mereka semua di ruang tamu.
Tampak mata nya menatap ada sosok wajah yang sangat dia kenal juga ikut duduk bergabung dengan mereka di samping Gress putri nya.
__ADS_1
"Oh my gosh" gumam nya sambil menutup mulut nya dengan kedua tangan nya saat melihat pria yang memiliki wajah yang sama persis seperti wajah Zonash cucu kesayangan nya.
"Mom" sapa Gress semakin gugup saat melihat ekspresi ibu nya yang terkejut.
"Halo aunty,saya Zethon Raamsey" sapa Zethon pada Nelsy.
Nelsy masih belum bicara apapun dan hanya menatap Zonash dan Zethon bergantian..dia benar-benar di buat terkejut saat melihat pria yang dia yakini adalah ayah dari cucu tampan nya Zonash.
"Duduk lah baby" titah Mark menyadarkan keterkejutan istri nya.
"Ah iya..ma..maaf" jawab Nelsy lalu duduk di sebelah Mark suami nya dan di tengah-tengah ada Zonash.
"Jadi apa yang membuat mu baru muncul sekarang,setelah membuat putri ku menderita?" tanya Mark langsung pada inti nya.
"Maaf uncle,saya tau saya bersalah dan saya juga tidak ingin hal ini terjadi..saat sebelum saya tau Gress hamil,saya mendapatkan panggilan dari asisten ayah saya yang mengatakan bahwa ayah saya mengalami kecelakaan dan dalam kondisi kritis..saat itu saya yang memang tidak memiliki siapapun selain ayah saya langsung berangkat malam itu juga untuk ke negara B...
Saya tidak mungkin membiarkan Gress tersiksa bahkan mungkin kemungkinan terburuk nya adalah nyawa nya tak tertolong..saya sudah mencintai Gress sejak tahun pertama di sekolah..saya tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaan saya pada Gress,hingga akhirnya malam itu lah puncak nya saya bermain mengungkapkan perasaan saya dengan niat akan menikahi nya dan membawa nya serta dari jurang kemiskinan..maaf karena saat itu saya hanya tau Gress cucu dari penjual sayur yang sering saya perhatikan diam-diam..saya menerima Gress dan memilih nya tanpa tau asal usul nya yang mana adalah anak dari seorang konglomerat ternama di negara ini bahkan termasuk keturunan dari keluarga Wilson dan Richard" jelas Zethon tegas tanpa keraguan sekali pun.
"Lalu apa menurut mu tindakan mu itu sudah benar..kau salah anak muda" kata Mark masih menatap tajam Zethon.
"Ya saya tau bahwa tindakan saya memang lah tidak bisa di benarkan,tapi satu yang harus uncle tau bahwa saya sangat mencintai putri uncle yaitu Greysia Diora Ranvin..apapun tanggapan uncle mengenai saya,saya tidak mempermasalahkan nya dan saya ke sini juga untuk meminta restu uncle beserta keluarga bahwa saya ingin menikahi ibu dari anak saya yaitu Gress putri uncle" kata Zethon menjelaskan dengan tatapan tegas dan jelas tak kenal takut.
Gress berkaca-kaca melihat sikap Zethon yang sangat bertanggung jawab..dia benar-benar merasa sangat berharga di mata pria itu.
"Apa yang membuat mu meninggalkan putri dan cucu ku?" tanya Mark beralih topik.
__ADS_1
"Maaf,saya mengalami kecelakaan setelah sampai di sana karena itu semua sudah di atur oleh rekan bisnis ayah saya yang memang licik..saya koma selama hampir tiga tahun dan setelah saya sadar dari koma,saya lumpuh dan saya juga mengalami hilang ingatan hingga satu tahun lebih..saya berjuang agar bisa sembuh juga bisa mengingat masa lalu saya lagi karena meski ingatan saya hilang,namun wajah Gress selalu terngiang-ngiang di kepala saya..itu lah kenapa saya selaku berjuang dan berusaha agar saya bisa sembuh dan mengingat Gress kembali" jelas Zethon Dnegan dengan wajah sendu nya menatap Gress.
"I'm ok" gumam Gress sambil menghapus air mata Zethon yang kini sudah turun di kedua pipi nya.
"Sorry" ucap Zethon lirih sambil menundukkan kepala nya.
Nelsy tak tega dengan Daddy sang cucu yang memang terlihat sangat tersiksa dengan keadaan nya..dia tau bagaimana rasa nya jauh dari orang yang dia cintai.
"Angkat kepala mu nak" ucap Nelsy.
Zethon pun mengangkat kepala nya dan menatap Nelsy namun dengan segera menghapus air mata nya yang tiba-tiba meluncur..Zonash yang melihat ayah nya menangis pun langsung turun dari sofa dan berlari menuju ayah nya untuk memberikan pelukan.
"Daddy don't cry.. Zo sayang Daddy" kata Zonash sambil mengusap punggung Zethon yang kini malah bergetar.
"Sorry but Daddy bersalah" kata Zethon sambil merengkuh tubuh mungil Zonash.
"Grandpa tidak boleh marahin Daddy.. Zo nggak mau Daddy pergi lagi..mommy Zo nggak mau daddy pergi lagi" ucap Zonash membuat Mark menatap sang cucu yang memang sangat menyayangi Zethon.
Pun dengan Zethon yang tampak sangat menyesal karena telah melewatkan masa-masa indah selama kehamilan Gress hingga tumbuh kembang Zonash.
Dia pun tau bagaimana rasa nya melewati beberapa momen di mana kehamilan Nelsy uang semakin membesar,ngidam,dan masih banyak lagi.
"Sorry boy,Grandpa tidak akan marah lagi dengan Daddy mu..baiklah Grandpa maafkan" kata Mark sambil membuang nafas nya.
"Permisi" ucap seseorang yang tiba-tiba menginterupsi semua orang.
__ADS_1
"Loh" ucap Mark dan orang itu bersamaan dengan wajah terkejut nya.