
4 tahun kemudian.....
Seorang wanita cantik nan muda saat ini tengah berada di sebuah kamar dimana di kamar itu tampak jantung hati nya tengah berbaring dengan begitu nyenyak nya.
Tangan sang wanita menepuk-nepuk bokkong monttok sang putra yang masih sangat lelap itu..Zonash Wilson,ya putra dari Greysia yang lahir empat tahun lalu tanpa seorang suami.
Setelah malam naas itu,selang dua bulan Gress di nyatakan hamil.. keluarganya nya benar-benar kecewa dan marah namun tak mungkin menghakimi diri nya begitu saja.
Pria yang menitipkan benih nya di rahim milik nya pun sampai sekarang entah kemana rimba nya..dia terus mencari keberadaan pria itu namun sampai saat ini dia tidak mendapatkan kabar apapun.
Dia juga tidak tau siapa nama marga milik pria itu..yang dia tahu hanya nama depan nya saja karena dia tidak mau berurusan dengan orang lain di zona nyaman nya.
Gress mencari keberadaan Zethon di rumah nya namun tak menemukan sesiapaun di rumah itu..bahkan ponsel nya tidak aktif dan hanya aktivitas terakhir di bandara.
Nama penumpang pun tak ada nama nya..dia sangat hancur karena hal itu di tambah lagi dia harus menanggung kemarahan sang ayah yang memilih untuk mengasingkan diri nya ke pulau H.
Pulau milik Rey ayah dari Gio pandan nya yang hanya di huni oleh diri nya,anak nya dan juga dua orang pelayan serta satu supir yang bertugas untuk mengantar jemput nya ke mana pun.
Tiga tahun hidup terasingkan di pulau itu membuat Gress jadi lebih dewasa..ayah nya sudah memaafkan nya namun ayah nya masih enggan bertatap muka dengan nya.
Jika ayah nya ingin bertemu dengan Zonash,maka bocah itu lah yang akan di bawa oleh suster nya atau ibu nya Nelsy ke penginapan mereka.
Ada sembilu yang tak kasat mata yang menancap di dada Gress kala sang ayah yang amat dia cintai tak mau bertegur sapa dengan nya..meski sudah memaafkan namun dia juga ingin memeluk serta bermanja-manja dengan ayah nya seperti dulu.
"Sayangku tidak apa-apa ya sama mommy saja..kita bisa tunjukan pada dunia bahwa kita bisa bertahan meski tanpa Daddy mu di sisi kita..tidak apa-apa kita kuat ya nak" gumam Gress sambil menghapus air mata nya yang tiba-tiba saja melelah.
__ADS_1
Gress sedang berusaha untuk melupakan sosok Zethon,pria yang telah memberikan nya seorang putra yang amat sangat tampan persisi dengan Zethon versi mini nya.
Ayah nya juga sudah tau bahwa Zethon lah ayah dari anak nya..dia juga masih mencari keberadaan pria itu tapi sama saja tak menemukan jejak apapun.
Aneh memang tapi semakin ke sini mereka lelah sendiri dan membiar kan saja..keluarga Gress mampu memberikan kehangatan keluarga utuh untuk Zonash.
"Gress..kau sedang apa nak?"t tanya Nelsy yang kini sedang mengusap pundak Gress.
"Mo..mom..Gress hanya sedang merenung" kata Gress sambil menghapus air mata nya.
"Jangan di pikirkan lagi..biarkan saja jika nanti kalian bertemu lagi maka kau bisa tanyakan kemana saja dia selama ini..jangan lemah sayang dan bertahan lah demi Zonash" kata Nelsy memberikan dukungan kepada sang putri.
"Thank you mom" balas Gress lalu memeluk sang ibu erat.
"Kakak ishhh jangan peluk-peluk" kata Gress merengek karena dia tidak suka di peluk oleh Kaka nya Greyson.
"Ck kau ini..jagoan sedang tidur kah..hasihhh padahal kan aku ingin mengajak nya main bola" kata Greyson berdecak lalu mencium pipi mochi Zonash.
"Sudah kak nanti dia bangun aku yang repot" kata Gress memang kesal kadang dengan kakak nya itu yang sangat suka usil dengan Zonash.
"Hisshh diam lah aku mau mencium jagoan ku dulu" kata Greyson dan hendak mencium pipi mochi Zonash lagi namun di tahan oleh Nelsy.
"Kau ini jangan suka ganggu keponakan mu Grey..kasihan dia" kata Nelsy lalu menarik kedua anak nya keluar dari kamar Zonash.
#
__ADS_1
"Son kau sedang apa?" tanya seorang pria yang usia nya sekitar 50 tahunan menghampiri sang anak yang sedang duduk di kursi roda.
"Tidak ada dad..aku hanya sedang berpikir saja" kata sang anak tak mengalihkan pandangan nya dari jendela tempat di mana dia berada.
"Kau kepikiran dengan nya..maafkan Daddy yang menyebabkan semua ini terjadi son" kata sang ayah dengan raut wajah penuh sesal.
"No dad..kau tidak salah..ini musibah yang harus aku jalani..semoga secepat nya aku bisa berjalan dengan normal lagi" kata si pria yang duduk di kursi roda dengan harapan yang tinggi.
"Kau pasti bisa Zeth..demi gadis itu" kata sang ayah menyemangati putra nya.
Sedangkan pria yang di ketahui bernama Zethon itu hanya tersenyum kecil dan mengangguk saja..ya Zethon lah pria yang duduk di kursi roda karena mengalami kecelakaan saat sampai di negara dimana sang ayah berada.
Zethon di tabrak oleh rekan bisnis ayah nya yang tak suka dengan kemenangan tender sang ayah..Zethon mendapatkan kabar bahwa ayah nya masuk rumah sakit malam itu dan keadaan nya kritis.
Dia memutuskan untuk menemui sang ayah malam itu juga karena khawatir..dia tidak memiliki siapapun lagi selain ayah nya dan dia tidak mau sampai menyesal di kemudian hari.
Saat kecelakaan itu terjadi ponsel nya hancur tak berbentuk dan ikut terbakar di mobil tangki dia tumpangi..dia juga sempat koma selama 1 tahun lama nya dan di nyatakan lumpuh saat dia sadar dari koma nya.
Dunia nya hancur bagai tak bersisa hanya dalam satu malam itu..dia sempat kehilangan ingatan nya selama 6 bulan dan akhrinya dia bisa mengingat kembali siapa diri nya setelah dia berusaha untuk mengingat nya secara perlahan.
Hal yang sampai saat ini dia sekali adalah tidak segera sembuh dan menemui Gress yang entah kini ada di mana..kakek dan nenek Gress telah tiada karena kecelakaan saat menjual dagangan nya ke pasar.
Sejak saat itu lah dia kehilangan kontak dengan Gress hanya satu malam itu..dia sudah berjanji pada Gress akan melamar nya keesokan hari nya,tapi ternyata ada kejadian tidak terduga terjadi.
"Aku merindukan mu Gress.. bagaimana kabar mu saat ini..maafkan aku yang pergi tanpa pesan apapun..maaf kau pantas membenci ku" gumam Zethon lalu memejamkan mata nya.
__ADS_1